In Your Arms [Chapter 1]

in-your-arms-by-phiyun

 

|| Title: In Your Arms|| Author: Phiyun || Genre: Romance | Hurt | Family| Sad || Rating: 17+ ||  Cast: Im Yoona | Choi Siwon | Jessica Jung || Member support : SNSD ||

 

Poster Credit:   qintazshk @ Art Zone  (Thank’s ^^)

 

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

 

Aku juga berterimakasih untuk kakak ku yang tersayang,  K.tiara yang sudah mau menambahkan  ide ceritanya untuk aku tulis di fanfic ini. Tanpa eonni cerita ini tak akan berjalan lancar, gomawo eonni  (♥o♥)/

 

*** Happy  Reading ***

 

~Summary~

Aku takut untuk jatuh cinta padamu tapi aku lebih takut jika kau pergi dari sisi ku.

~~~ooo~~~

Terdengar suara teriakan wanita paruh baya yang sedang berusaha memanggil nama anaknya dari arah bawah tangga.

 

“Yoona-ah… Im Yoona, sudah pagi apakah kau tidak pergi kekantor?!”

 

Dengan mata yang setengah tertutup anak gadis itupun terbangun dari atas tempat tidurnya dengan kedua mata yang masih setengah tertutup.

“Memangnya sudah jam berapa sekarang?” Gumamnya sambil membuka sebelah matanya.

 

Betapa kagetnya saat dia melihat jam yang tepat berada  di atas dinding kamarnya.

 

“Hah!! Sudah jam 07:00!! Eomma kenapa baru bangunkan aku sekarang!” Teriak Yoona sambil berlari kedalam kamar mandi.

 

Setelah selesai mandi dan bersiap – siap Yoonapun lalu turun kebawah untuk pergi kekantor.

 

“Kenapa harus hari ini sih aku telat kekantor. Waktunya tidak tepat sekali. Aku pasti akan dimarahi habis – habisan dengan pimpinan baru ku ini.” Ucap Yoona sambil berlari kecil menuruni anak tangga.

 

Eomma, aku berangkat dulu ya.”

“Kau tidak sarapan dulu?” Tanya ibunya.

“Nanti saja, aku sudah terlambat.” Balasnya.

“Kalau begitu minumlah susu yang sudah eomma buatkan untuk mu.” Sambil menyodorkan gelas yang berisi susu itu pada anaknya.

 

Mau tak mau akhirnya Yoona meminum beberapa teguk isi dalam minuman yang disodorkan oleh ibunya.

 

“Sudah ya eomma, aku berangkat sekarang.”

“Yah, kamu baru minum beberapa teguk, minimal habiskankah susumu ini setengah gelas saja.” Pinta ibunya dengan nada yang khawatir.

A-niya, eomma. Aku benar – benar sudah terlambat. Annyeong!” Sambil mencium lembut sebelah pipi ibunya kemudian Yoona berlari keluar pintu rumahnya.

 

Saat tiba di depan halaman ternyata taksi yang dipesan Yoona saat tadi sudah tiba di depan pintu gerbangnya. Yoonapun langsung masuk kedalam taksi tersebut untuk menuju kekantornya. Beberapa menit kemudian, taksi yang dinaiki Yoonapun berhenti tepat di sebuah gedung kantor yang cukup besar. Diapun langsung masuk kedalam gedung kantor yang megah tersebut. Setelah sampai Yoonapun langsung duduk di kursi meja kerjanya. Namun belum ada semenit Yoona duduk di atas kursi meja kerjanya ada seorang laki – laki paru baya yang menghampirinya.

 

“Yoona-ssi kenapa kau datang terlambat?”

Coesonghamnida, sajangnim.” Sambil berdiri dari tempat duduknya dan kemudian Yoona membungkukkan punggungnya.

“Kamu tahukan posisi saya akan digantikan oleh anak laki – laki saya?”

Ne araseumnida, Sajangnim.” Balasnya lagi.

“Baiklah, kalau begitu besok kamu jangan terlambat lagi, arasseo?”

Ne, araseumnida.”

 

“Oh iya nanti tolong jangan lupa katakan kepada eomma mu, kalau nanti malam saya beserta istri saya akan datang kerumahmu bersama dengan anak saya.”

“Eh..?? Sajangnim ingin bertemu dengan eommonim? Ada urusan apa sajangnim ingin bertemu dengan eommonim?” Tanya Yoona dengan wajah yang kaget.

“Itu rahasia dan tolong katakan juga pada eomma mu rencana yang sudah kami bicarakan akan segera dijalankan.”

“Baiklah saya akan sampaikan pada eommonim, tapi rencana apa yang akan dilakukan oleh Sajangnim dengan eommonim?” Tanya Yoona lagi.

“Masalah itu lebih baik  kamu tanyakan langsung kepada eomma mu.

 

Lalu orangtua itupun pergi sambil tersenyum. Saat bekerja Yoona sama sekali tidak bisa konsentrasi karena memikirkan perkataan direkturnya. Dia juga memikirkan perasaannya yang sedang dia pendam semenjak bertemu dengan teman almarhum ayahnya, yang sekarang menjadi kepala pimpinannya. Tapi mulai hari ini dia tidak akan bertemu lagi dengannya karena posisi orang yang di sayangi digantikan oleh anak laki – lakinya.

Yoona juga bingung tentang perasaannya apakah ini rasa cinta atau rasa kagum yang jelas dia sangat menyayangi namja ini. Yoonapun takut akan hal yang sangat memalukan ini jika diketahui oleh banyak orang, karena hatinya terpaut oleh seorang namja yang pantas menjadi ayahnya bukan seorang kekasih dan terlebih lagi namja yang dia cintai sudah mempunyai seorang anak yang berumur lebih tua lima tahun dari dirinya. Yang lebih parahnya  lagi Yoona sangat tidak menyukai namja yang umurnya lebih muda darinya. Karena dia takut disakiti dan dikhianati seperti teman – temannya yang selalu menceritakan kalau mereka sering disakiti oleh kekasih mereka.

 

~~~ooo~~~

 

“Yoona-ssi… Yoona-ah… Yak! Im Yoona!!!” Tiba – tiba ada  seseorang yang memanngil dan memukul pundaknya. Yoona kaget dan dia langsung berdiri dari tempat duduknya.

Ne, sajangnim.” Sambil membungkukan punggungnya.

“Yah! Kau tak lihat kalau aku adalah seorang yeoja?” Balas yeoja itu sambil menahan tawanya.

“Yak!!! Kau mengageti ku saja, Sunny-ssi!”

Mianhae Yoona-ah. Habisan kamu melamun terus sedari tadi. Sampai – sampai panggilan ku tak kau dengar.”

“Ah… itu karena aku… sudahlah lupakan. Oh, iya apa yang ingin kau katakan padaku Sunny-ssi?”

“Itu, kamu dipanggil sama pimpinan baru kita. Kamu disuruh menghadap keruangannya sekarang.”

“Apa!? Aku dipanggil?”

Ne…”

 

Yoonapun langsung merapikan baju dan rambutnya dengan cepat.

 

“Bagaimana sudah rapi belum?” Tanya Yoona.

“Sudah, kamu sudah rapi, cepat temui sajangnim, jangan membuatnya lebih lama menunggu.”

Ne… aku pergi dulu ya.” Sambil berjalan menuju ruangan direkturnya yang baru. Sesampainya disana Yoona langsung mengetuk depan pintu dan terdengar balasan suara namja yang berat.

 

“Masuk.”

 

Yoonapun masuk kedalam dan disana dia melihat seorang namja yang bertubuh atletis sedang duduk di tempat duduknya. Namja itu bukan hanya mempunyai tubuh yang menawan namun bibirnyapun sangat seksi bagi pandangan seorang yeoja tetapi ekspresi Yoona tidak begitu tertarik dengan namja dihadapannya tersebut..

 

“Ada apa sajangnim memangil saya?” Tanya Yoona pelan.

 

Tetapi namja yang ada dihadapannya hanya terdiam dan hanya memperhatikan Yoona dengan tatapan yang sinis. Dari bawah kakinya sampai ujung rambutnya. Setelah puas memandang dirinya namja itupun mulai bertanya pada Yoona.

“Apa kamu Yoona?” Sambil memicingkan kedua matanya.

Ne, sajangnim.”

“Kenapa hari pertama saya bekerja disini kau sudah berani – beraninya terlambat, hah!!!” Sambil memukul meja kerjanya cukup keras. Melihat itu Yoonapun mulai ketakutan.

Coesonghamnida, sajangnim. Saya tidak akan mengulanginya lagi.” Sambil menundukan kepalanya untuk meminta maaf.

 

Namja itupun kemudian mendekati Yoona.

 

“Jadi kamu yang bernama Yoona, kau tidak cantik bahkan kau sama sekali tidak menarik. Apa bagusnya dirimu sampai – sampai abeoji menyuruhku menikahimu?” Sambil berjalan mengitari Yoona.

 

Mendengar itu Yoona sangat kaget sampai – sampai buku note yang dibawa oleh Yoonapun terjatuh kelantai. Dengan cepat Yoona langsung mengambil buku notenya yang terjatuh barusan saja dari gengamannya.

 

“Maaf saya tidak mengerti arah pembicaraan anda?” Sambil berdiri dari mengambil buku.

“Mungkinkah kamu sudah memberikan itu pada sajangnim mu yang dulu? Sampai – sampai abeoji sangat tergila – gila kepadamu?” Sambil menarik lengan Yoona dengan kasar kearahnya.

 

Wajah merekapun sangat dekat Yoona bisa merasakan aroma tubuh namja itu bahkan dia bisa merasakan hembusan nafasnya yang menerpa lembut di wajahnya. Yoona ingin pergi tapi namja itu dengan cepatnya pula memeluknya.

“Apa yang sedang anda lakukan terhadap saya?” Sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan namja tersebut.

 

Yoona sangat takut dan dia juga baru pertama kali dipeluk oleh seorang namja, wajah Yoonapun langsung berubah panik.

 

“Masa kau tidak tahu, apa yang ingin aku lakukan terhadapmu?” Katanya dengan suara yang serak.

“Saya benar – benar tak tahu apa yang sedang anda bicarakan, sajangnim?” Sambil tetap meronta.

“Aku ingin kamu memberikan sesuatu kepadaku, seperti saat kau memberikan itu pada abeoji.”

“Saya tak pernah memberikan apapun pada ayahmu! Lepaskan aku!!” Teriak Yoona.

 

Geojitmal… jangan kau berbohong dihadapanku! Baiklah kalau kau tidak mau memulainya, aku yang akan memulainya pertama kali. Aku ingin lihat reaksimu?”

“Reaksi? Apa maksud…”

 

Belum sempat membantah mulut Yoona sudah disumbat oleh mulut namja tersebut. Namja itu menciummi bibir  Yoona sangat kasar. Yoonapun berusaha menutup rapat bibirnya namun laki-laki itu terus melumat bibir Yoona yang berwaran peach itu dengan kasar dan semakin dalam, hingga akhirnya pertahanan Yoonapun tembus.

 

Namja itupun mulai memperdalam lagi bibirnya diatas  bibir mungil milik  Yoona. Yoona sangat kaget dan kelabakan sebab dia baru pertama kali melakukan hal ini dengan seorang pria. Dengan sekuat tenaga Yoona memukul namja itu. Namun namja itu sama sekali tidak menggubris dirinya. Dia malah semakin memperdalam ciumannya di bibir Yoona sampai – sampai Yoona sulit bernafas.

 

Beberapa saat kemudian ciuman itu mulai melembut dan membuat perasaan Yoona melayang – layang. Tangan yang tadi memukul sekarang merangkul lembut di leher namja itu. Yoona sangat bingung dia ingin melawan tapi dia tidak kuasa, dia seperti tersihir untuk menurut dan mengikuti permainan laki-laki itu.

 

Sekarang bukan saja mulut namja itu beraksi tapi sekarang tangannya mulai turun di bawah tengkuk leher Yoona, dengan perlahan – lahan kancing baju Yoonapun dibukanya satu persatu tanpa Yoona sadari. Saat laki-laki itu ingin mencium tengkuk leher Yoona yang jenjang itu tiba – tiba ada seseorang masuk kedalam ruangan tersebut. Mereka berduapun langsung kaget dan ekspresi Yoona-lah yang paling kaget, sampai – sampai dia mendorong kasar tubuh pria itu untuk menjauh dari dirinya.

Abeoji… sedang apa abeoji kesini?” Sambil merapikan kemejanya dengan santai.

Appa kesini hanya ingin mengajakmu pulang bersama.”

Ah, geureyo? Aku kira apa?

“Memangnya apa yang sedang kau fikirkan? Oh iya Yoona-ssi jangan lupa katakan pada eomma mu kami bertiga akan datang kerumah nanti malam.”

Yoona membalasnya dengan angukan kepala. Melihat tingkah laku Yoona yang gugup namja yang barusan mencium Yoonapun hanya bisa menahan tawanya.

“Siwon-ssi, appa tunggu kamu di mobil.”

Ne, abeonim.” Lalu laki – laki paruh baya itupun pergi meninggalkan mereka berdua.

 

“Dia melihat aku, orang yang aku sayangi melihat aku sedang berciuman dengan laki-laki brengsek  ini. ” Yoona berkata didalam hatinya dengan keda matanya yang berkaca – kaca.

“Maaf nona, saya sudah ditunggu dibawah. Sampai nanti.” Sambil berjalan kerah depan pintu.

Camkkanmanyo! Ada yang harus kita bicarakan.” Namja itu menghentikan langkah kakinya sambil menoleh kearah Yoona.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Dengan wajah yang dingin.

 

“Aku sangat benci kamu dan aku tidak ingin bertemu kamu lagi! Besok pagi surat pengunduran diriku akan kau terima dia atas meja kerja mu!!” Sambil menangis Yoona berkata.

Mwo? Mweorago? Museun soriya? Benci? Tidak mau bertemu dengan ku lagi? Mestinya aku yang mengatakan itu kepadamu. Apakah kau tahu aku sudah punya kekasih dia sangat aku cintai dan sewaktu aku ingin mengatakan bahwa aku ingin melamar yeoja yang aku cintai kepada mereka. Kedua orangtua ku malah memberitahu aku bahwa aku akan menikah dengan yeoja pilihan abeoji, yaitu kamu. Pada saat itu juga aku marah dan tak ingin meneruskan pekerjaan ini setelah itu aku ingin menikah tanpa restu orangtuaku. Tapi niatku batal saat  aku melihat ratapan mata eomma ku yang sedang menangis dihadapanku. Kamu mau tahu apa yang dikatakan oleh eomma ku?

 

“Sirheo!!!”

“Walaupun kamu mengatakan tidak ingin mendengarkannya, aku akan tetap mengatakannya. Eomonim berkata padaku kalau bukan aku yang menikahmu keluargaku akan hancur, karena abeoji sudah jatuh cinta kepada wanita murahan yaitu kamu. Kalau pernikahan ini batal maka abeonim yang akan menikahimu. Itu tak masuk di akal-kan, hahaha…” Tawa Siwon geli namun dengan wajah yang menahan amarah.

 

Maldo andwae? Sajangnim tak mungkin mencintaiku.” Sambil mengeleng – gelengkan kepala.

“Jadi kau harus menikah dengan ku, Yoona-ssi.”

Sirheo!!!” Balas Yoona.

Sirheo? Kamu harus tetap aku nikahi! Suka ataupun tidak suka. Akan aku buat kamu sengsara karena apabila aku melihat kau sengsara sakit hati yang eomma ku rasakan padamu akan berkurang sedikit demi sedikit dan bila kau minta cerai padaku aku tidak akan mau menceraikanmu jadi aku harap kau mengijinkan aku menikah lagi kalau kau menolaknya akan aku buat dirimu semakin sengsara. Kamu seharusnya senang menikah denganku.”

 

“Apa?? Senang?? Apa aku tak salah dengar, hah!!!”

“Benar, kamu harusnya senang karena aku tidak akan menyentuh tubuh mu. Karena aku hanya ingin menyentuh tubuh yeoja yang aku cintai.” Sambil tersenyum sinis.

”Jangan harap kau bisa menyentuhku lagi seperti tadi! Aku tidak akan pernah mencintaimu!! Camkan itu!!!” Teriak Yoona dengan bibir yang bergetar karena menahan airmatanya.

“Itu bagus kalau kau tidak akan pernah menyukaiku maka rencanaku akan berjalan dengan mulus, karena kau itu bukanlah style ku. Wajahmu bahkan tubuhmu dibawah standart ku. Kalau begitu sampai ketemu nanti malam. Oh, iya jangan lupa sebelum kamu keluar kancingkan dulu pakaianmu dengan benar, annyeong.” Sambil berjalan keluar.

 

Nappeun!!! Walaupun aku tidak cantik dan tubuhku tak menarik bahkan jika kau hanya namja satu – satunya yang masih ada di bumi ini,  aku juga tidak akan pernah menginginkan mu! Pergi sana yang jauh aku akan senang bila tak melihat wajahmu disepanjang hidupku!!!” Teriak Yoona kesal, namun perbuatan Yoona membuat semua karyawan di dalam ruangan tersebut mendengarkan teriakannya. Sunnypun lalu menghampiri Yoona yang masih ada didalam ruangan direkturnya.

 

Gwenchana Yoona-ah?”

Na gwenchanayo, lebih baik aku pulang sekarang. sepertinya aku kurang enak badan.” Sambil berjalan keluar dari ruangan tersebut kemudian berjalan kedepan mejanya untuk mengambil tasnya.

 

Sunnypun lalu menghampiri Yoona kembali dengan wajah yang khawatir.

 

“Apakah kamu yakin kalau kamu baik – baik saja?”

“Aku kurang yakin Sunny-ssi, aku bingung.”Balas Yoona dengan tatapan yang kosong.

“Sebenarnya apa yang sudah terjadi tadi didalam? Ceritakanlah padaku, siapa tahu aku bisa menolongmu?”

 

Beberapa saat kemudian Yoonapun membalas perkataan Sunny.

 

“…Bisakah aku main kerumahmu?” Tanya Yoona.

“Tentu saja boleh. Kamu boleh main kerumahku kapanpun kamu mau. Kalau begitu ayo kita pulang sekarang.” Sambil merangkul lengan Yoona menuju meja kerjanya.

“Sebelum main kerumahku, bagaimana kalau kita shopping dulu?” Tawarnya.

“Baiklah, ayo kita pergi sekarang.”

Kajja!!!” Balas Sunny dengan suara yang semangat.

 

Merekapun pergi sambil tertawa senang. Yoona sangat beruntung mendapatkan teman seperti Sunny yang bisa menghiburnya disaat seperti ini. setelah puas pergi berbelanja Yoonapun pergi kerumah Sunny. Setibanya disana mereka berdua lalu memasak bersama makanan yang akan mereka makan nanti. Setelah selesai makan Yoona dan Sunny mulai bercerita tentang kejadian lucu yang pernah mereka alami saat jaman sekolah dulu. Yoonapun mulai melupakan kejadian yang sangat menyebalkan tadi siang dengan Siwon. Tak terasa waktupun berlalu dan saat melihat jam di atas dinding rumah Sunny. Yoona sempat kaget.

“Sunny-ssi sepertinya aku harus pulang sekarang, sudah jam 10 malam.”

“Iya, ya tidak terasa sudah malam saja. kalau begitu ayo aku antar kamu sampai kedepan.”

Gomawo Sunny-ah, sudah mau menemaniku seharian.” Kata Yoona.

A-aniya… harusnya aku yang mengatakannya padamu. Gomawoyo sudah mau datang kegubukku. Jangan kapok ya datang kesini.” Balas Sunny sambil tersenyum.

“Tentu aku akan sering datang kegubuk indahmu ini, hehehe. Kalau begitu aku pulang dulu ya. Annyeong.”

“Ne… hati – hati dijalan ya.”

 

Didalam perjalan pulang Yoona memikirkan akan berhenti bekerja diperusahaan itu dan dia juga akan pindah rumah yang jauh bersama ibunya agar hidupnya tidak digangung lagi oleh namja yang kurang ajar itu, tapi Yoona bingung bagaimana cara menjelaskannya kepada ibunya yang sudah ingin melihat dia menikah.

 

Mianhaeyo eommonim kali ini aku tidak bisa mengikuti kemauanmu.” Gumam Yoona sambil meneteskan airmata.

 

~~~ooo~~~

 

Akhirnya Yoona sampai juga didepan rumahnya. Yoona kemudian langsung masuk kedalam rumahnya. Saat dia masuk Yoona terkejut saat melihat ada seorang pria yang sangat dia benci, ya namja itu adalah Siwon yang sedang duduk santai di ruang tamu.

 

“Sedang apa kau disini?!” Sambil menatap sinis kearah Siwon kemudian Yoona menaruh tasnya diatas sofa.

“Aku sedang menunggu calon istriku pulang untuk aku bawa kerumahku.” Balasnya sambil menyunggingkan senyuman yang manis namun bagi Yoona senyumannya itu seperti sedang mengejek dirinya.

“Disini tidak ada calon istrimu, pergi sana!” Seraya jari telunjuknya menunjuk kerah depan pintu.

“Kata siapa tidak ada? Calon istriku sekarang sedang berdiri dihadapanku.”

“Aku?? Jangan harap! Itu tak akan pernah ada didalam kamusku, cepat pergi dari sini!”

“Baiklah aku akan pergi tapi bersama mu.” Balasnya dengan wajah yang santai. Itu membuat Yoona semakin kesal.

“Tidak akan! Enyahlah kau dari hadapanku!!!” Bentak Yoona.

 

Tiba – tiba datanglah seorang wanita paruh baya menghampiri mereka berdua.

 

“Yoona-ah sopanlah didepan Siwon-ssi.”

Eomma! Aku tak akan sopan dihadapannya dia sudah berlaku tidak sopan dihadapanku duluan. Dia juga mengaku kalau aku ini calon istrinya, itu tidak masuk diakalkan eomma. ”

“Semua yang dikatakan oleh Siwon-ssi benar, kamu akan menikah dengannya 3 hari lagi.” Balas ibunya.

“Apa! Menikah dengan dirinya!!”

“Iya.” Sambil mengangukkan kepalanya dengan pelan.

Eomma, jahat! Aku tidak tidak mau menikah dengan dia!” Sambil berlari kearah depan pintu namun belum sempat Yoona keluar Siwon sudah menghalanginya.

Eommonim, istirahatlah dulu. Aku akan bicara padanya.” Sambil menggenggam lengan Yoona.

“Baiklah kalau begitu, tapi jangan terlalu keras  terhadap dirinya ya.”

Ne, Eommonim.”

 

Ibu Yoonapun pergi dan masuk ke dalam kamar tidurnya. Tinggallah Yoona dan Siwon di ruang tamu sekarang.

 

“Lepaskan aku!!!”

“Diam!!!”

“Lepaskan aku!!! Dasar brengsek!!!”

“Kita perlu bicara serius. Ini semua mengenai Eomma mu.” Balas Siwon dengan suara yang pelan.

Yoona lalu terdiam sambil menatap kearah Siwon.

 

“Ada apa dengan eommonim?”

“Dia sakit parah.”

“Sakit parah?”

“Iya dia perlu dioperasi, karena ada kelainan pada  jantungnya dan itu perlu biaya yang besar.”

“Bagaimana kamu bisa tahu masalah itu? Siapa yang memberi tahu mu?”

Abeoji yang memberi tahu ku. Abeoji selalu ingin membantu mu dengan uangnya tapi kamu selalu menolak dan oleh karena itu abeoji merencanakan untuk menikahi mu dengan ku atau dengan dia. Kalau bukan demi eomma ku, saat ini juga aku sudah menikahi yeoja yang aku cintai dan hidup bahagia dengan dirinya. Karena itu aku minta pengertianmu marilah kita bersandiwara untuk menyenangkan hati kedua orangtua kita.”

“Tapi itu tidak mungkin.” Balas Yoona.

“Tidak mungkin kenapa?”

“Nanti kita akan tidur seranjang.”

“Kalau masalah itu kamu tak usah takut, kita akan pisah ranjang dan walaupun nantinya kita seranjang aku tidak akan melakukan apa – apa dengan mu. Karena aku akan melakukan itu dengan Jessica, hanya Jessica yang bisa membuat hatiku menggelora.”

 

“Ta-tapi a-aku…”

“Sudahlah tidak ada tapi – tapian lagi dan kamu harus mengatakan pada abeoji bahwa aku boleh menikahi Jessica bila selama satu tahun ini kamu tidak bisa memberikan aku seorang anak dan aku juga bisa meminta bercerai padamu.”

“Apakah semudah itu?” Tanya Yoona dengan wajah tak yakin.

Ne… ikuti saja rencanaku. Semua akan berjalan sesuai rencana.”

“…Baiklah kalau begitu.” Gumam Yoona pelan.

“Tapi setelah kita bercerai kau tidak boleh mendekati abeoji bahkan menikah dengannya, arasseo!”

“Baiklah, aku janji.” Sambil menganguk pelan.

“Kalau begitu mari kita temui eomma mu setelah itu kita pergi kerumah ku.”

“Baik…”

 

Setelah itu Yoona dan Siwon menemui ibunya Yoona untuk berpamitan pergi kerumah Siwon. Yoona hanya membawa beberapa pakaian karena kata Siwon dia akan membelikan baju untuknya nanti. Dalam perjalanan Yoona berfikir apakah perbuatan yang dia pilih apakah benar atau salah.

 

~~~ooo~~~

 

Akhirnya merekapun tiba di depan rumah yang besar dan mewah. Setelah itu mereka berduapun turun dan langsung masuk kedalam.

“Yoona-ssi kamu boleh memilih kamar mana saja yang kau inginkan untuk kau tiduri malam ini.”

“Tapi? Aku tidak tahu dimana letak kamar tidurnya?”

“Baiklah akan aku temani kamu untuk memilih.”

Yoonapun lalu diantarkan oleh Siwon untuk melihat beberapa kamar tidur yang ada didalam rumahnya. Tapi setelah memilih beberapa kamar Yoona merasa dari semua kamar yang sudah dia lihat tidak ada yang cocok untuknya. Karena kamar tersebut terlihat sangat mewah dan besar beda sekali dengan kamar tidur didalam rumahnya. Tapi akhirnya Yoona menentukan pilihannya.

 

“Yang ini saja. aku akan tidur disini.”

“Apa, kamu mau tidur disini?”

“Iya, kamar ini bagus dan terlihat tidak terlalu mewah dan besar seperti kamar yang lainnya. Aku merasa nyaman disini.” Kata Yoona sambil melihat sekeliling kamar yang hendak dia tiduri.

“Apakah kamu yakin tidak mau kamar yang lainnya?” Tawar Siwon lagi.

“Tidak… aku pilih ini saja.”

“Baiklah kalau itu maumu. Selamat tidur.”

“Heemm…”Balas Yoona sambil menganguk – anggukan kepalanya.

 

Tiba – tiba Siwon menundukan kepala dan lalu dia mengecup lembut puncak kepala Yoona. Kedua pipi Yoonapun langsung merona merah karena tersipu malu, tapi untungnya Siwon tidak sempat melihatnya karena dia langsung pergi menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.

 

Didalam kamar Yoona terus berfikir dan akhirnya. Dia merasa aneh kenapa sedari tadi jantungnya selalu berdegup kencang setibanya disini. Apakah semua yang dia rasakan karena dia sedang tidur seatap dengan namja yang dia kagumi ataukah karena Siwon? Yoona hanya bisa bertanya didalam hatinya.

~~~ooo~~~

 

“Bangun, sampai kapan kamu akan tidur?” Kata yeoja itu sambil membangunkan Yoona.

 

Yoonapun membuka matanya dan dia melihat seorang yeoja yang bertubuh besar sedang menatap dirinya dengan sinis.

“Maaf saya kesiangan.” Sambil bangkit dari atas ranjang.

“Kamu ini bagaimana sih, kamukan pembantu baru disini kenapa bangun kesiangan. Ayo cepat bersiap – siap, setelah itu kamu langsung kedapur untuk masak. Karena sebentar lagi saatnya sarapan pagi.”

 

Setelah itu yeoja yang bertubuh gemuk itu pergi meninggalkan Yoona yang masih diam terpaku.

 

“Pembantu? Apa maksud perkataannya tadi? Oh.. jadi ini rencana kau Siwon-ssi kepadaku? Baiklah kalau ini rencanamu akan aku ikuti apa maumu.”

Lalu Yoonapun bersiap – siap untuk pergi kedapur. Didapur Yoona sangat lihai dalam memasak jadi dia sama sekali tidak merasa kerepotan dalam hal urusan didapur. Setelah selesai memasakan Yoona lalu menata peralatan makan diatas meja makan tersebut itu kemudian menaruh semua masakan yang sudah dia buat saat tadi. Saat keluarga Choi sudah tiba di ruang makan ternyata makanan sudah terhidang rapi di atas meja makan.

 

“Siwon-ssi dimana Yoona?” Tanya ayahnya.

“Sebentar lagi juga dia datang kesini.”

 

Tak beberapa lama kemudian Yoona keluar dari dalam dapur sambil membawa teko berisi air minum untuk ditaruhnya diatas meja makan.

“Yoona-ssi kenapa kamu kerja didapur?”

Sajangnim, maaf aku telat menyiapkan sarapan pagi untuk anda sekeluarga.” Balas Yoona sambil membungkukan kepalanya.

“Yak!!! Siwon-ssi apa lagi yang sedang kau rencanakan terhadap Yoona, Hah!!” Bentak ayahnya Siwon pada anaknya.

“Sudahlah Yeobo, nanti sakit kau kambuh lagi. Tenanglah.” Sambil mengelus pelan pundak suaminya.

“Ah, Eomma selalu saja memanjakan appa.

 

“Yah, Siwon-ssi jawab appa, kenapa kamu menyuruh Yoona melakukan pekerjaan itu?”

Abeoji, aku hanya ingin mengetes dirinya saja, apakah dia bisa masak atau tidak? Aku hanya ingin meyakinkan diriku saja apakah dia pantas menjadi istriku atau tidak. Lagian salah dia sendiri kenapa dia memilih tidur di kamar tidur pembantu.” Sambil memakan santapan sarapan paginya.

“Apa?! Yoona tidur dikamar pembantu? Siwon-ssi sudah appa katakan kalau kamarnya Yoona itu ada disamping kamarmu, kenapa kamu membiarkan Yoona tidur disana?”

Andwae!!! Kamar itu hanya boleh ditempati oleh Jessica. Bagaimana kalau dia mau menginap?” Balas Siwon dengan wajah yang tidak suka.

“Kalau dia mau menginap disini pilih kamar yang lain saja.”

“Tapi, abeoji…”

“Tidak ada kata tapi, ini rumah ku jadi terserah aku mau aku suruh dia tidur dimana bahkan aku bisa saja mengusirnya kapan saja dari dalam rumahku, araseo?! Dia hanyalah seorang tamu tidak lebih.”

Abeoji…”

“Sudahlah, Siwon-ah turuti saja kemauan appa.” Kata ibunya sambil melihat kearah anaknya.

“Baiklah, eomma.” Sambil menundukan kepalanya dengan wajah yang kesal.

 

“Yoona-ssi sekarang bawa barang bawaanmu keluar dari kamarmu dan pindah kekamarmu yang sudah disiapkan dan kau Siwon-ssi antarkan Yoona kekamarnya.” perintah ayahnya.

“Nanti saja, aku sedang makan.” Jawab Siwon dengan acuh.

“Antarkan!!!” Kata ayahnya lagi dengan nada yang  membentak.

“Tidak perlu sajangnim, aku bisa membereskan semuanya sendiri.” Sela Yoona untuk menenangkan.

 

Yoona lalu langsung pergi meniinggalkan meja makan dan mulai merapikan barang bawaannya untuk pindah dikamar yang sudah disiapkan oleh ayahnya Siwon. Setelah merapikan barang bawaannya dikamarnya yang sekarang, Yoona lalu turun kembali ke ruang makan saat disana Yoona kaget saat melihat ada seorang yeoja yang cantik dan berpakaian anggun sedang duduk disamping Siwon.

 

“Kau sudah datang, Yoona-ssi. Mari ikut sarapan bersama kami.” Perintah ayahnya Siwon dan Yoonapun menuruti. Diapun duduk tepat didepan Siwon dan dengan jelas sekali dia melihat Siwon dan yeoja itu tidak memperdulikannya. Tapi Yoona tidak ambil pusing, karena dia hanya memperhatian Tuan Choi orang yang dia kagumi tapi dia harus melupakannya karena dia tidak mau merusak keluarga bahagia ini. ya dia tidak mau menyakiti hati Nyonya Choi, walaupun hatinya hancur berkeping – keping karena harus melupakan namja yang sangat dia sayangi ini.

 

~~~ooo~~~

 

“Yoona-sii… ” Sapa Nyonya Choi pada Yoona.

Ne… ajeomoni.”

“Panggil saja saya Eomonim, sebentar lagi kita juga kan menjadi satu keluarga benarkan yeobo?” Sambil menatap suaminya yang berada disebelahnya.

“Betul itu, mulai sekarang panggil saja kami berdua dengan sebutan abeonim dan eomonim biar lebih akrab.”

Ne, araseumnida.” Balas Yoona sambil menganguk pelan.

 

“Oh iya Siwon-ssi nanti keluarlah kamu dengan Yoona untuk membeli beberapa baju untuk Yoona kenakan 2 hari kedepannya. Sekalian kau cari pakaian pengantin untuk kalian gunakan saat hari pernikahan kalian dua hari lagi.” Kata ibunya Siwon.

 

“Tapi, eomma aku harus pergi dengan Jessica sekarang. Tak bisakah besok saja.”

Andwae! Kalian berdua sudah tak punya banyak waktu lagi, eomma ingin pernikahanmu berjalan lancar sesuai rencana.”

 

Melihat wajah ibunya yang memelas terhadap dirinya Siwonpun tak tega bila harus menentangnya. Lalu Siwon menatap Yoona dengan sinis.

“Kau memang sangat menyebalkan, Yoona-ah… akan aku buat kau menyesal sudah berbuat ini kepadaku. Ingat itu aku tak pernah main – main dengan ucapanku saat aku mengatakan itu padamu.” Ucap Siwon didalam hatinya sambil kedua matanya melirik kearah Yoona dengan tatapan matanya yang tajam.

 

Yoona merasa tak enak hati namun dia tidak bisa berbuat apa – apa lagi, dia sekarang hanya bisa mengikuti alur permainan yang sudah Siwon rencanakan terhadap dirinya.

 

 

~TBC~

 

~~~ooo~~~

 

Annyeonghaseo Yeorobun, ketemu lagi dengan Phiyun disini, hehehe 😀

 

Mudah  – mudahan kalian tidak bosen ya ketemu sama aku terus. Aku buat ff baru lagi nih. Kali ini alur ceritanya aku buat agak cepat ya dan karena ini chapter pertama aku buat sedikit panjang, semoga kalian tidak bosan ya saat membacanya :D.

 

Maaf juga yah kalau masih ada ff ku yang masih bersambung sebelumnya tapi udah aku publish ff yang lainnya disini, tapi tenang aja para readers tak usah takut semua ff yang sudah aku buat  akan tetap aku selesaikan kok. Mungkin setiap seminggu sekali akan aku publish lanjutannya jadi tak usah khawatir ^^

 

Berhubung juga cerita ini akan aku buat agak dewasa dari ffku sebelumnya kemungkinan di part menjelang akhir atau tidak di part terakhirnya akan aku protect, tapi tenang bagi para readers yang sudah berbaik hati meninggalkan jejaknya di ff ku ini nanti akan aku kirimkan pw-nya ke email kalian masing – masing.

 

Maaf juga ya kalau ada kata yang typon bertebaran dimana – mana saat membacanya, maklum penulis juga manusia biasa, hehehe 😀

 

Jangan lupa RCL-nya ya, karena komentar dari readers semua adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam membut fanfic selanjutnya

 

See you next chapter berikutnya

Gomawo ^^

Advertisements

196 thoughts on “In Your Arms [Chapter 1]

  1. Maaf author baru nemu cerita ini kayaknya.. Hehehehe
    Ceritanya menarik. Suka sama karakternya yoona tapi ga suka sama karakternya si siwon. Dia suka sama jessica..
    Huft jadi pengen baca kelanjutannya, izin baca ya author buat ngisi liburan hari ini. 😁

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s