Secret Love [Part 1 of 2]

 

|| Title: Secret Love|| Author: Phiyun || Genre: Sad | Hurt | Romance | Friendship || Main Cast:  Jiyeon | Chanyeol | IU a.k.a Jieun ||

 

Kisah kali ini aku fokuskan di POV Jiyeon ya ^^

Please Don’t be Silent Readers! & Happy Reading guys 🙂

 

 

~Quote~

Cinta tidak pernah salah, yang salah itu adalah kepada siapa kita jatuh Cinta.

***

 

Hidupku berubah saat teman karibku meminta tolong pada diriku untuk menyatakan cintanya kepada seorang pria.

-Januari 2016-

 

 

“Kumohon… tolong berikan surat itu ke Chanyeol…” sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna merah muda. “Aku hanya bisa meminta tolong pada sahabatku sendiri. Yaitu kamu, Jiyeon-ah.”

 

Seperti petir di siang bolong aku terkejut bukan kepalang. Sahabat baikku, Jieun meminta tolong padaku untuk memberikan surat cinta kepada seorang pria. Pria yang selama aku cintai dari kelas 1 SMA, yaitu Park  Chanyeol. Tubuhku membeku dan dadaku bergemuruh kencang. Aku tak percaya bila aku harus memberikan surat cinta ini kepada pria yang selama ini diam-diam aku sukai.

 

“Tapi…” sambil memberikan kembali amplop berwarna merah tersebut kepada Jieun, tapi sebelum surat ini ada ditangannya, Jieun langsung berkata kembali. “Kumohon, ini permintaan seumur hidup sekali! Aku mau melakukan apa saja, asal kau mau memberikan surat ini. Kita kan sudah berteman sejak kecil.” racaunya dengan memohon.

 

Pikiranku seketika melayang. Aku tak mengerti mengapa kedua kaki berjalan menghampiri pria itu. saat sudah berjalan setengah jalan, jantungku kian berdetak cepat dan dadaku terasa sesak. Kuhentikan langkah kakiku dan kemudian menoleh ke belakang. Saat aku melihat wajah Jieun yang sedang mengumpat di balik pepohonan. Keraguanku hilang, dengan mantap kulangkah kan kedua kaki mendekati dirinya dan berkata.

 

“Chanyeol…” pria itu menoleh.

Sambil menyodorkan amplop berwarna merah muda. “Ini… dari Jieun.” kataku.

 

Wajah pria itu seketika merona merah. Dan saat aku menatap kedua matanya, aku bisa mengetahui kalau dirinya juga menyukai Jieun, sahabat karibku. Dadaku terasa sesak dan mataku terasa panas. Kutundukan kepalaku, berjaga-jaga apabila air mataku jatuh menetes, aku bisa menghapusnya tanpa sepengetahuan dirinya.

 

Setelah menerima surat dariku, Chanyeol lalu berjalan menghampiri Jieun. Kedua mataku semakin panas saat menatap kemesraan mereka. Dengan langkah yang lemah aku berjalan menjauh dari hadapan mereka. Tahun itu. Seperti bunga sakura yang jatuh berguguran, begitu juga dengan rasa cintaku yang bertepuk sebelah tangan yang memudar.

 

~OoO~

 

-28 November 2016-

 

Musim semi di tahun ini, aku mengucapkan selamat tinggal pada perasaanku sendiri. Hari itu tanggal 27 November tepat di hari ulang tahunnya. Kutinggalkan sebuket bunga Lili berwarna putih di depan pintu rumahnya dan tak lupa kuselipkan sebuah note kecil di dalam karangan bunga tersebut yang bertuliskan.

 

“Happy Birthday, I Love You.”

 

~OoO~

-Author POV-

Beberapa bulan kemudian

 

“Tak terasa sudah hampir setahun sejak kejadian itu ya, Jiyeon-ah.” ucap gadis mungil itu pada sahabatnya yang saat ini sedang berjalan di belakangnya. “Aku kira, Chanyeol akan menolakku karena dia tak kunjung membalas perasaanku. Tapi akhirnya penantianku berakhir sudah, pria itu akhirnya menjawab pengakuanku. Ini semua berkat dirimu, Jiyeon-ah.” tambahnya dengan senyum yang sumeringah dan Jiyeon pun membalasnya dengan tersenyum lembut.

 

Tak lama terlihat seseorang sedang berlari dengan terburu-buru dari belakang. Suara derak langkahnya mengggema di sepanjang lorong kampus. Mata kedua gadis itu pun kompak menoleh ke arah sosok itu.

 

“Maaf, aku telat… Aku lupa memberi tahu bila hari ini aku ada Quiz dadakan.” dengan napas yang terengah-engah. Jiyeon terpaku saat menatap pria yang ada di depannya. Dan di saat Chanyeol mendonggak, tak sengaja kedua mata Jiyeon beradu dengan dirinya. Buru-buru Jiyeon menundukan kepalanya dan kemudian berkata. “Chanyeol -ssi, Maaf mengganggu, tadi aku di ajak Jieun.” katanya pelan.

 

Untuk sesaat keadaan mereka menjadi canggung. “….Tidak apa-apa.” Balasnya sambil menggaruk belakang tengkuk lehernya.

“Chanyeol, wajahmu jadi merah lagi tuh!” celetuk Jieun. “Biarpun dia sangat cantik, bukan berarti kau boleh menyukainya. Aku sudah berjanji untuk mencarikan kekasih yang sepadan dengan dirinya, apa kau tahu itu, Chanyeol-ah.” tambahnya tampa tendeng apapun. Namun sayangnya Chanyeol tak menghiraukan ucapan kekasihnya, Jieun karena matanya tetap menatap ke arah sahabatnya yang sedang menunduk.

 

Merasa tak digubris, akhirnya Jieun langsung mengaitkan tanganya di lengan kekasihnya, Chanyeol. Dan kemudian menariknya berjalan bersama dengan dirinya. “Aku, cuma becanda, jangan marah ya.” ucap Jieun manja.

 

Merasa dirinya sudah aman, Jiyeon lalu menegadahkan kepalanya untuk melihat apakah pria yang saat tadi terus menatap dirinya sudah pergi atau belum. Dan benar Chanyeol sudah berjalan menjauh dari dirinya bersama kekasihnya, Jieun.

 

Nanar gadis itu seketikka berkaca-kaca. Tak perlu waktu yang lama kedua pipinya sudah basah dengan butiran-butiran air mata. Ya, gadis itu menangis dalam diamnya saat menatap belakang punggung pria tersebut.

 

“Aku masih mencintai, Chanyeol. Meskipun aku sudah berusaha melupakannya tetapi tetap saja bayangannya selalu menghantuiku. Aku tak bisa melupakannya. Walaupun begitu aku tetap merasa bahagia meskipun aku hanya dapat melihatnya dari kejauhan.” lirinya dengan berlinangan air mata.

 

~OoO~

 

-Keesokan harinya-

 

“Dua expresso dan satu capuccino. Ada yang ingin di pesan lagi?” tanyaku. “Semuanya 20.000 Won.” ucapku sambil memberikan bon pembayaran.

Tak lama kemudian pesananan pun selesai di buatkan. Kusodorkan pesanan tersebut kepadanya dan tak  lupa aku mengucapkan kepada semua pelanggan setelah selesai menerima pesanannya. “Khamsamida, silakan berkunjung kembali.” ucapku dengan tersenyum. Itu adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap staf cafe.

 

Ya, sudah hampir dua minggu belakangan ini aku bekerja paruh waktu di sebuah cafe yang tak jauh dari kampus. Tempat aku bekerja tidaklah mewah, meskipun hanya cafe minimalis namun banyak pelanggan yang sering bertandang ke sini. Mungkin karena letak cafe ini dekat dengan taman maupun kampus jadi banyak anak muda yang sering berkunjung ke mari.

 

Aku sering mendengar bila pemilik cafe ini adalah pengusaha muda yang sukses. Tapi selama aku bekerja di sini, aku belum pernah bertemu dengannya, jangankan bertemu kenal saja aku tidak. Terkadang aku sering bertanya dalam hatiku, kira-kira seperti apa ya rupa pemilik cafe ini. Mungkinkah dia orang terpandang? Apakah dia baik kepada karyawan-karyawannya nanti bila bertemu, atau sebaliknya?

 

~OoO~

 

-Author POV-

 

“Selamat datang.” sapa Jiyeon dengan ekspresi wajah yang ceria. Namun saat melihat pelanggan yang saat ini berdiri di depannya, bibir Jiyeon seketika mengantup rapat. “…Chanyeol-ssi?” ucapnya dengan suara pelan sehingga suaranya terdengar berbisik.

 

“Park Jiyeon-ssi… Kau bekerja di sini?” tanya pemuda itu tak kalah terkejutnya. Jiyeon masih terpaku saat mendengar bertanyaan Chanyeol. Kedua mata Jiyeon membulat sempurna dan gadis itu membalasnya dengan anggukan kepala.

 

Saat mendengar jawaban Jiyeon, pria itu langsung tertawa kecil. Jiyeon menjadi bingung saat melihat Chanyeol tertawa di depannya. “A-ada apa, Chanyeol-ssi? Apakah ada yang salah?” tanya Jiyeon ragu.

 

Chanyeol langsung menggelengkan kepalanya, seperti memberi tahu kalau pemikiran Jiyeon yang tadi itu salah. “A-ni.. Aku hanya tak percaya saja, kalau kau itu bekerja di cafeku. Seandainya aku tahu, mungkin aku akan sering-sering berkunjung ke sini.”

 

Ne… Ne??? Ja..jadi kau adalah pe..pemilik cafe ini?” kata Jiyeon sambil tergagap-gagap.

“Hemm…” balasnya seraya mengangguk pelan.

 

Jiyeon semakin terkejut saat mengetahui kebenarannya. Hampir beberapa menit kedua mata Jiyeon tak terpejam saat menatap Chanyeol. Namun dengan cepat Jiyeon membalik kan akal sehatnya. Gadis itu pun lalu memutuskan kontak mata di antara mereka berdua dengan menundukan kepalanya.

 

Merasa bila keadaan sekitar mereka terasa canggung, Chanyeol  lalu berinisiatif membuka pembicaraan di antara mereka. “Aku akan mengantarkanmu pulang.”

Jiyeon terkejut sampai-sampai gadis itu mendonggakkan kepala. “Ehh?? A-apa yang barusan kau katakan?”

“Aku akan mengantarkanmu pulang, setelah pulang kerja.”  ucap Chanyeol untuk kedua kalinya. Dalam waktu seperkian detik jantung Jiyeon langsung berdegup dengan kencang dan mungkin saat ini kedua pipi miliknya sudah bersemu merah tanpa ia sadari.

 

~OoO~

 

-Malam harinya-

 

Sulit dipercaya aku pulang bersama dengan Chanyeol, hanya berdua tanpa Jieun. Sama seperti mimpi-mimpiku. Aku berjalan berdampingan dengan dirinya. Hari ini aku sangat senang karena apa yang aku impi-impikan selama ini akhirnya terwujud.

 

“Seingatku kita tak banyak bicara waktu SMA, dan bila bertemu pasti kita selalu bertiga dengan Jieun dan dia yang pasti banyak bicaranya.” katanya.

“Ah… iya, ya…”

 

Saat di persimpangan jalan, tak sengaja aku melihat sebuah toko bunga. Aku pun berkata pada Chanyeol kalau aku akan pergi ke toko bunga terlebih dahulu, jadi aku memutuskan untuk berpisah namun Chanyeol langsung menolaknya, dia pun lalu menemani diriku ke toko bunga.

 

Setibanya di sana, mataku langsung tertuju pada sebuah bunga berwarna putih yang ada di dalam buket air. “Paman tolong bungkuskan tiga tangkai bunga lili putih, ya.” pintaku.

 

“Semuanya, 1000 Won.” kata pemilik toko.  Dan di saat aku hendak membayarnya, tiba-tiba Chanyeol membayarkan bunga yang hendak aku beli.

“Chanyeol -ssi…Aku…”

“Anggap saja, itu pemberian dari seorang teman… teman karib…” potongnya seakan memberi penjelasan hubungan di antara kami ini hanyalah sekedar teman, Ya teman di masa sekolah. “Lagipula itu hanya beberapa ribu won saja.” kata Chanyeol sambil berlalu.

 

Betapa senangnya hatiku mendapatkan hadia dari dirinya untuk yang pertama kalinya. Bila ini mimpi aku tak ingin bangun dari mimpi indah ini. Dan bila ini kenyataan aku berharap waktu berhenti berputar.

 

~OoO~

 

-Author POV-

 

Seperti biasa Chanyeol berjalan di depan Jiyeon. Tak banyak kata yang ia keluarkan di sepanjang perjalanan. Sebenarnya suasana mereka terasa canggung tapi Jiyeon tidak terlalu ambil pusing karena hatinya saat ini sedang berbunga-bunga.

 

Tidak terasa ia telah tiba di depan rumah kediamannya. Gadis itu pun mengucapkan terimakasih banyak kepada Chanyeol sebelum dirinya membuka pintu gerbang rumahnya. Belum sempat ia masuk ke depan halaman rumahnya tiba-tiba lengan Jiyeon di tarik oleh pria bertubuh tinggi tersebut.

 

Sontak Jiyeon langsung menoleh  ke belakang, bingung? Meskipun ia terkejut, Jiyeon tetap memperlihatkan senyuman simpul terhadapa lawan bicaranya.

 

“Iya, ada apa Chanyeol-ssi?” tanya gadis bersurai panjang tersebut.

 

Chanyeol terlihat kikuk untuk menjawab pertanyaan Jiyeon. Netranya menatap tidak fokus kearah Jiyeon namun genggaman tangannya tidak mengendur, genggamannya malah semakin erat. “Jiyeon-ssi se—sebenarnya a—ada  yang mau a—aku  katakan padamu.” Ucapnya dengan terbata-bata, “Se—sebenarnya…”

 

 

-TBC-

 

~OoO~

 

Yuhuu kembali lagi kita ketemu di sini.. aku bawakan kisah baru lagi. Karena authornya lagi gak mood buat part yang panjang2 jadi kemungkinan kisah ini aku buat 2part ajah, sekalian ff ini buat meramaikan hari ulatah sih abang galah yang bentar lagi tiba di tanggal 27 November.

 

Semoga last partnya bisa up pas dihari ulatahnya… Aamiin! Penasaran sama kelanjutannya? Kalau gitu jangan lupa Vommentnya ya Dear… biar daku makin semangat buat kelanjutannya. Karena like dan komen kalian adalah vitamin bagi diriku disaat aku WB (Writen Block)

 

See you next part~ bhayyy…. ^^

Advertisements

4 thoughts on “Secret Love [Part 1 of 2]

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s