[Freelance] My Angel [Part 1]

 

 

  • Author : Ohkarmila3194
  • Genre : sad,drama
  • Cast :Oh Sehun& Park Jiya(oc)
  • Othercast : Kim Rae(oc)

Sumary : “kau selalu menjadi malaikat bersayap putih bagiku,hingga aku menyesal kekita mengabaikan malaikat bersayap sepertimu. Sampai kapanpun kau malaikat bersayap putih ku Park Jiya,kau angel ku”

.

.

Sudah tiga tahun kami berpacaran,dan sudah hampir empat tahun kami menikah. Tapi sampai saat ini kami belum dianungrahi seorang malaikat mungil dalam pernikahan kami,aku dan suami ku percaya. Kami percaya bahwa tuhan belum mempercayai kami untuk mengurus anugrah bayi pada kami.
Dan aku bersyukur pada tuhan,yaa aku bersyukur karna setidaknya tuhan masih membiarkan aku memiliki sosok pemimpin hidup yang masih sanggup bertahan bersamaku sampai saat ini. Walau aku tidak tau,aku tidak tau sampai kapan ini terjadi.

.

.

.

“Kali ini apa yang kau masak heum” Sehun mendekap sang istri yang sedang menghidangkan makanan di atas mejamakan.
“Makanan kesukaan oppa,sup ayam”

“Benarkah,wah baunya enak sekali” sehun malah mempererat pelukan di pinggang sang istri.

“Aishhoppa jauhkan tanganmu,ayo sarapan” ujar Park Jiya dengan melepas tangan sang suami. Jiya mengambilkan piring beserta nasi dan sup ayam nya dan memberikan nya pada Sehun. Yah selalu sepeti ini setiap hari menciptakan suasana hangat diantara mereka.

“Ahya sayang,nantieomma dan seulgi akan berkunjung kemari sekedar berkunjung” ucap Sehun setelah menyelesaikan makan nya.

“Benarkah,apa aku menyiapkan sesuatu oppa”
“Tidak perlu sayang,cukup sambut mereka dengan baik ngeh” ucap nya dan mengecup sayang puncak kepala Jiya.

“Aku berangkat dulu,mungkin mereka akan sampai sebentar lagi suruh mereka menungguku pulang dari kantor aku akan pulang tengah hari,oppa tak bisa meninggalkan kantor hari ini ada miting penting” kali ini sehun mengecup bibir manis Jiya,ia melangkah menuju halaman depan dan menaiki mobil nya.

SetelelahSehun menghilang dari pandangan nyaJiya menutup pintu dan tersenyum kecut,mertua dan adik iparnya akan kemari,itu berarti Jiya harus menyiapkan hati nya kembali.

Park Jiya baru saja akan melangkahkan kaki nya tapi suara bel mengurungkan niatnya “apa mereka sudah datang” batin Jiya. Jiya membukakan pintu nyadanternyata benar mereka sudah datang.

“Anyeongeomnim,seulgi-yaa” sapa Jiya ramah dengan membukukan badannya. Mereka tidak menjawab,mereka langsung menerebos masuk dengan angkuh,ParkJiya menghela nafas.

“Sayang,eomma datang” ucap nyonya Oh.

“Dimanaanaku” ucap nya setelah tak mendapat anak nyadidalam kamar.

“Oppakekantoreomnim,adamiting yang tak bisa ditinggalkan. Tapi oppa akan pulang tengah hari,oppa berpesan agar eomnim dan seulgi untuk menunggu nya pulang”.

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu Jiya” ucap nyonya Oh.

“Nee,apa yang ingin eomnim bicarakan” batin Jiya sudah tak nyaman.

“Kapan kau akan memberiku cucu” tukas nyastarkis.

“Maafkan aku eomnim,tuhan belum mempercayakan anak padaku” Jiya menunduk sedih. Park Jiya pun sama ingin nya seperti mertuanya,ia ingin punya anak,ia ingin ada malaikat kecil tumbuh dalam rahim nya,ia ingin membuat keluarganya bahagia.

“Sampai kapan kau akan memberiku alasan yang sama seperti itu Jiya,akutau anak ku sangat mencintai mu dan terlalu memanjakanmu. Apakau pikir Sehun akan bertahan selamanya dengan kau yang tak kunjung menghasilkan keturunan” nyonya oh berucap lantang dan tegas. Dari mereka menjalin hubungan sampai kini Jiya dan Sehun sudah menikah hampir empat tahun pun ibu sehun dan keluarga nya tak mengukaiJiya.

Entah apa alasan mereka tak menyukainya,Jiyasendiripun tak tahu,Jiya dan sehun menikah hanya bermodalkan cinta tulus dan seulas kepercayaan.

Park Jiya tak menjawab,hatinyasakit,hatinyaperih,hatinya hancur menjadi beberapa bagian. Airmatanya kini menumpuk dipelupuk mata nya,sakitkah? Kau bodoh jika tak tau jawaban nya.

Suara bel mengitrupsimereka,Jiya menghapus airmatanya yang sedikit metenes lalu Jiya pergi membukakan pintu.

“My angel” Sehun langsung memeluk Jiya dan memberikan kecupan di pipi kiri kanan Jiya,Jiya tersenyum setidaknya Sehun selalu berlaku manis dan selalu menenangkan bagi Jiya.

“Oppa sudah pulang,bukankahoppa bilang akan pulang siang nanti,ini masih jam 10 oppa” ujar Jiya

“Meetingnya sudah selesai dan ternya tidak terlalu memakan waktu lama Jii”.

“Sayang” suara nyonya oh mengalihkan perhatian Sehun.

“Eomma sudah lama disini,maaf membuat eomma menunggu” sehun memeluk ibunya hangat.

“Yakoppa,apaoppa tidak akan memeluku juga” ucap seulgi yang berada dibelakangibunya,seulgi pura pura marah pada Sehun membuat sehun gemas.

“Aigo adiku tersayang,sini sini adik oppa yang manja” sehun mencubit pipi seulgi. Mereka terlihat sangat bahagia melepas rindu bercanda hingga mereka lupa bahwa disana ada sosok wanita yang melihat mereka sendu.

.

.

Sinar matahari menelusup masuk dalam celah celahpentilasi udara disalaha satu kamar,membuat salah satu dari dua insan dengan tubuh polos berbalut selimut tebal terusik. Park Sora mengerjapkan mata nya menyesuaikan matanya,ia melihat suaminya yang masih tertidur damai,Jiya mengusap wajah Sehun,ia suka melihat Sehun saat tidur seperti ini. Jiya merasakan pergerakan dibawah selimut nya,Jiyamemelototkan matanya kala tagan sehun meremas bokongnya.

“Yakoppa” Park sora memekik kala tangan sehun malah merambat naik keatas. Sehun hanya tersenyum tanpa membuka matanya,suaminya ini memang mesum tingkat akut.

Jiya menyingkirkan tangan sehun,Jiya bangkit dan turun dari ranjang nya menggunakan selimut tebal nya membuat Sehun yang tak terbalut sehelai benangpun membuka matanya.

“My angel kemarikan selimutnya aku kedinginan” sehun menarik narik selimut yang digunakan Jiya.

“Oppamandilah,bukankahoppa harus kekantor menghadiri miting penting”

“Astaga jam berapa sekarang Jii,yatuhan aku lupa” sehun bangkit terbirit menuju kamarmandi. Jiyaterseyum melihat tingkah suaminya ini Jiya memungut pakaian mereka yang berserekan ketika Jiya melangkahkan kaki nyaJiya merasan perutnya yang sakit. Park Jiyameringis,akhir akhir ini sakit dibagian perutnya sudah terlalu sering,entah apa yang terjadi dengan perutnya.

Park Jiya memakai pakaian nya bekas semalam,ini sudah terlalu siang Jiya harus menyiapkan sarapan untuk Sehun jika tidak mungkin suaminya akan terlambat dan takan sarapan pagi. Memang disini ada ahjuma Han yang siap membantu,tapi soal suaminya Jiya tidak mau menyerahkan tugas sebagi istri yang baik kepada oranglain selagi ia masih bisa.

Jiya membuat makanan bersayur karna Sehun memang menyukai sayuran dan itu juga sehat untuk tubuh,sehun turun menuruni tangga terburu buru setelanjas melekat di tubuhnya. Jiya menyiapkan nya seperti biasa,sehun sudah selesai makan.

“Oppa dasi mu” Jiya memasangkan dasi sehun yang lupa sehun pasang

“Aku berangkat” ucapnya lalu mengecup bibir Jiya singkat.

“Nee hati hatioppa jangan terlalu terburu buru” teriak Jiya,entah kenapa hatinya tak merelakan sehun pergi kali ini padahal Sehun hanya pergi kekantor seperti biasa,hatinya terasa ada yang mengganjal. Semoga saja ini bukan pertanda buruk.

Jiya memilih pergi membereskan kamar nya yang berantakan akibat ulah mereka semalam.

.

.

“Ahhh akhirnya selesai juga” ucapnya Jiya ketika kamarnya telah rapih kembali. Suara panggilan masuk dari hpJiya,Jiya mengambil hpnya tertera nama Sehundisana.

“Apa Sehun melupakan sesuatu”gumanya lalu menjawab paggilantelfonnya. “Hallooppa ada–” ucapan Jiya terpotong dengan suara pria asing disebrang sana.

“Iya saya istrinya” balas Jiya.

“……….”

“Apaaaa,bagai mana mungkin”Jiya menutup mulutnya ia syok ia tidak percaya,air mata nya mengalir begitu deras dengan suara isakan pilu bibir Jiya. Ia bergegas pergi dengan berurai air mata “tuhan kumohon selamatkan dia”

.

.

.

TBC

 

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s