I’M NOT A LIL KID ANYMORE!

large (44)

I’M NOT A LIL KID ANYMORE!

A Short fiction by Putri Pucuk (@yeyehae23)

Starring by Choi Min Ho (SHINee) & Cho Jeselyn (OC)

Slight!Cho Kyu Hyun (Super Junior) || Slight!Kim Joon Myun (EXO)

Lenght : Ficlet || Rating : PG-12 || Genre : Family, Romance, failed Fluff.

 .

 .

Kencan hari ini seharusnya istimewa karena ini adalah kencan pertama Min Ho dan Jeselyn setelah resmi berpacaran sekitar seminggu ini. Tapi semuanya berantakan karena keberadaan 2 orang yang sangat di luar dugaan.

.

.

***

The characters are belong to God and themselves. Don’t copy-paste or remake it. Please contact me if my FF has similarities with the other or anything.

***

“Min Ho-yaa ?

Panggilan lembut itu membelai indera pendengaran Min Ho, membuat pria itu tersadar dari lamunannya. Ia memperbaiki posisi duduknya yang semula bersandar malas— nyaris merosot. Sesaat netra pekat Min Ho menelusuri keadaan cafe yang menjadi lokasi kencannya saat ini. Pengunjungnya semakin ramai.

“Ya? Ada apa Jese?” Min Ho mengulas sebuah senyum canggung sembari meminum coffee lattee nya yang mulai dingin.

Jeselyn terdiam sesaat, membiarkan beberapa sekon terurai di antara mereka. Kemudian gadis itu mengulum senyum kecut, berbanding terbalik dengan hari cerah yang seharusnya menyenangkan.

“Kau tidak mendengarkanku berbicara ternyata.”

Min Ho menatap manik gadisnya yang terasa hambar. Rasa panik menjalari rongga dadanya ketika ia melirik ke arah kirinya. 2 pasang mata yang menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.

Min Ho berdehem sebentar lalu kemudian kembali mengulum sebuah senyum palsu di wajahnya, sembari otaknya berusaha berpikir cepat bagaimana caranya keluar dari situasi menjengkelkan ini.

“A–Apa? Tidak, tidak. Aku mendengarkanmu. Sungguh.” Min Ho berucap dengan cepat, nyaris lupa mengambil nafas.

“Jika kau mendengarkan, dari tadi aku membicarakan apa ?”

Skak mat!

Min Ho membatu di tempatnya. Sungguh, pria itu benar-benar tidak menyimak apa yang di katakan kekasihnya tadi. Pikirannya melayang entah ke mana. Kencan hari ini seharusnya istimewa karena ini adalah kencan pertama Min Ho dan Jeselyn setelah resmi berpacaran sekitar seminggu. Tapi semuanya berantakan karena keberadaan 2 orang yang sangat di luar dugaan.

Min Ho melemparkan tatapannya pada Jeselyn. Obsidian pekatnya bertemu dengan manik cerah milik gadisnya. Manik yang selalu mampu memikat Min Ho. Membuat Min Ho jatuh hati dan setengah mati mengejar gadis impian yang ada di hadapannya sekarang. Gadis yang sudah menjadi kekasihnya.

“Aku sudah yakin kau tidak mendengarkanku.” kata Jeselyn. Tangan mungilnya memainkan chocolate cheese cake nya menggunakan garpu tanpa minat. Mood nya tiba-tiba saja menguap entah ke mana.

“Maaf, aku tak bermaksud.” Min Ho berucap pelan. Terdengar sesal dalam nada suaranya.

“Tidak apa-apa. Ini salahku, kau tahu. Berkencan tapi benar-benar tidak berkencan. Aku minta maaf.”

Min Ho melihat Jeselyn tersenyum padanya. Senyum hangat yang selalu menjaga hati pria itu pada tempatnya dan membuat gemuruh di dadanya semakin keras. Melambung jauh.

Tangan Min Ho terulur, mengenggam jemari lentik kekasihnya yang ada di atas meja. Ingin mengatakan bahwa semua ini bukan salah gadis itu. Dia tidak akan pernah bersalah dalam hal ini. Yang bersalah itu adalah—

“Tidak boleh ada kontak fisik!”

—Cho Kyu Hyun memisahkan tangan keduanya dan sedikit menghentak. Tatapannya terasa menusuk untuk Min Ho, membuat nyali pria itu sedikit menciut.

Oppa! Berhenti mengurus kehidupanku. Umurku sudah dewasa untuk pergi berkencan.” Jeselyn menggeram, menatap jengkel 2 orang yang tak jauh duduk di dekat mereka,

“Umur tidak mempengaruhi kedewasaan seseorang, Jese.” sahut Kim Joon Myun yang sedari tadi memainkan smartphone nya. “Lagipula, aku dan Kyu Hyun hyung hanya menjagamu. Tidak lebih.”

“Menjagaku? Termasuk saat aku berkencan, huh?”

Kyu Hyun menyeringai. “Ya. Termasuk saat kau berkencan, adik kecilku.”

Jeselyn menggeram tertahan, ingin menunjukkan kekesalannya pada 2 orang yang berarti pada hidupnya saat ini. Tapi yang ada wajah gadis itu malah terlihat lucu dan menggemaskan hingga menimbulkan kekehan pelan dari Joon Myun.

Jeselyn bangkit dari duduknya dan menghampiri kedua orang itu, mulai mengomeli dan mengajukan protes bahwa dia bukan anak kecil yang harus di jaga dan di awasi selama 24 jam penuh.

Min Ho hanya bisa terdiam menyaksikan pertengkaran keluarga yang menurutnya absurd itu. Jeselyn memang tidak salah. Gadis itu tidak salah karena dia sendiri pun tidak menginginkanya. Yang salah itu jelas-jelas kedua saudaranya yang kelewat protektif terhadap adik perempuan mereka. Kencan macam apa yang saudara-saudara kekasihmu mengawasi bahkan tak jarang mengatur ini-itu? Itu bukan kencan, bung.

Jeselyn maupun Min Ho bukan anak-anak lagi.

Tiba-tiba saja sebuah ide jahil terlintas di benak Min Ho. Mungkin bukan sebuan ide jahil, lebih tepatnya sebuah tindakan bunuh diri yang artinya sama saja menimbulkan perang antara dia dan kedua saudara gila Jeselyn.

Tapi masa bodoh dengan semua itu. Urusan Min Ho dengan kekasihnya jauh lebih penting sekarang.

Min Ho bangkit dari duduknya, menghampiri gadisnya itu. Tangan kokohnya melingkar sempurna di pinggang kecil Jeselyn, membuat gadis itu menghentikan omelannya dan memekik tertahan.

Kyu Hyun dan Joon Myun yang melihat itu menampakkan wajah tidak terima. Terutama Kyu Hyun, terbukti bahwa sekarang ia tengah melotot ke arah Min Ho.

“Sudah cukup mengomelnya, sayang.” bisik Min Ho pelan di daun telinga kanan Jeselyn. Min Ho menyeringai bangga melihat wajah shock kedua saudara Jeselyn itu dan semakin melanjutkan aksinya. “Kita pergi dari sini. Kita harus merasakan kencan yang sebenarnya.”

Min Ho dengan cepat menarik pergelangan tangan Jeselyn yang terdiam. Terlalu shock dengan perbuatan Min Ho barusan, apalagi semua itu di lakukan di depan saudaranya yang terkenal protektif. Apa Min Ho benar-benar ingin mencari mati, huh?

“Sebenarnya apa yang kau lakukan?” Jeselyn bertanya begitu mereka berada di dalam mobil Min Ho, hendak pergi dari caffee itu. “Kau sama saja mencari mati dengan oppa ku.”

Min Ho tersenyum enteng. “Aku tidak mencari mati, sayang. Aku hanya ingin menikmati kencan kita tanpa ada siapapun termasuk saudaramu. Umur kita sudah cukup dewasa dan aku rasa seharusnya kedua oppa mu itu sudah mengerti.”

Jeselyn hanya bisa menyetujui ucapan Min Ho yang memang ada benarnya, sambil berharap di dalam hati bahwa kedua oppa nya yang gila dan kelewat protektif itu tidak melakukan hal-hal aneh saat mencarinya nanti.

Semoga saja.

-fin-

FF pertama di posting di sini sekalian ngerayain comeback nya SHINee 😀 Mind to review? 🙂

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s