[Chapter] 찾았다, 나의 사랑 (I Got You, My Love) – #17. Anxiety

ir-req-i-got-you.jpg

Title: 찾았다, 나의 사랑 [I Got You, My Love]

ParkSeungRiHae Storyline

Cast: Lee Donghae, Im Yoona, Choi Siwon, Jessica Jung

Poster by: @IRISH (For her personal blog) or @IRISH POSTER CHANNEL

FF ini merupakan remake dari drama ‘She Was Pretty’ oleh karena itu jika banyak kesamaan momen dalam FF ini mohon maklum karena niatku memang hanya meremake drama tersebut dengan perubahan disana-sini sesuai fantasiku sendiri.

DON’T BE SILENT READERS! DON’T BE A PLAGIATOR!! Dan jangan lupa komen, kritik, saran atau apapun itu yang membangun penulis untuk menjadi lebih baik lagi.

HAPPY READING ^^

“Manager Im, bisakah kau kesini sebentar?”

Yoona melongokkan kepalanya keluar dari kubikel untuk melihat ke arah sumber suara, Jungsoo. Yoona menunjuk dirinya sendiri memastikan kalau memang dirinya yang dipanggil.

Jungsoo mengangguk. Cepat-cepat, Yoona berusaha melangkahkan kakinya di atas koridor sempit yang ada di antara meja-meja para manager yang makin hari semakin kacau. Maklum, akhir tahun semakin dekat sehingga mau tak mau showcase yang melibatkan para artis akan semakin banyak.

Ne, Manager Park? Ada yang bisa aku bantu?”

“Apakah kau sudah mempertimbangkan kembali apakah kau akan mengambil tugas tambahanmu? Yang untuk malam penghargaan Daesang?”

Yoona menelan ludahnya sendiri gugup. Aku tidak akan mungkin lupa dengan tugas itu! Aku kira Jungsoo sunbae tidak akan pernah mengungkitnya lagi. Apakah aku memang pantas?

“Ah, aku mempunyai beberapa skenario lama dalam buku catatanku. Aku rasa itu mungkin cukup baik.”

“Bisakah kau membawakannya untukku nanti siang? Aku akan melihatnya dan memutuskan apakah kau layak ikut dalam tim dana menjadi kepala yang mengatur semuanya.”

Yoona menahan napas. Menjadi tim penulis skenario besar seperti ini bahkan tidak pernah mampir dalam pikirannya. Ini benar-benar mimpi yang terwujud dengan hebat!

“Baiklah, kau bisa kembali. Kau masih mempunyai waktu jika ingin memperbaiki semuanya menjadi lebih sempurna. Mideoyo (aku percaya padamu)”

“Ah ne, aku mempunyai naskah skenario yang tahun lalu. Kau mau melihatnya? Untuk bahan pertimbangan seserius apa tema yang harusnya dibawakan.” tambah Jungsoo.

Yoona buru-buru membungkukkan badannya berkali-kali dengan semangat. Kebiasaannya jika sedang gembira. Yoona tersenyum lebar tidak mempedulikan rambutnya yang berantakan kini, “GAMSAHAMNIDA, MANAGER PARK!” teriak Yoona bersemangat hingga membuat kaget satu ruangan.

“Panggil aku sunbaenim.” balas Jungsoo santai. Senyuman Yoona bertambah lebar. Kini rasa kekeluargaan dalam hubungan kerjanya benar-benar terasa.

“NE! SUNBAE PARK!”

Jungsoo mengangguk tak acuh seperti biasanya dan berkutat kembali dengan layar komputernya.


Yoona merasakan langkah kakinya semakin ringan ketika ia semakin dekat dengan meja kerjanya lagi. Ruangan manager yang penuh sesak rasanya sangat lega karena atmosfer yang ia rasakan adalah kebahagiaan tidak tertara.

Yoona tersenyum sumringah menatap amplop yang berisikan naskah skenario tahun lalu. Ah, rasanya hatinya sangat berdebar-debar. Otaknya mulai sibuk mereka-reka kira-kira apa isi naskah skenario hebat tahun lalu itu. Apakah karanganku akan cukup sesuai dengan standarnya?

Yoona mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan arti tatapan ingin mengatakan ‘aku-terpilih-melakukannya!’ dan para manager hanya bisa membalas dengan senyuman. Senyuman pahit karena iku prihatin akan tugas yang akan membuat Yoona kerja rodi itu, ikut senang, atau cemburu karena melihat Yoona mendapatkan kesempatan yang begitu berarti.

#skip

Yoona kewalahan membawa beberapa tumpukan berkas tentang artis-artis yang akan tampil di malam penghargaan Daesang itu. Tumpukan berkas sudah menggunung melebihi kepalanya sendiri. Terlalu banyak. Padahal itu baru berkas artis NCT Entertainment saja yang akan tampil. Belum artis dari label lain.

Srett..

Tumpukan berkas itu hilang separuhnya sehingga Yoona bisa melihat dengan jelas jalan di depannya. Ia terkejut ketika melihat Siwon sudah berada di sampingnya dengan semua berkas menggunung itu di tangannya disertai senyuman jenaka yang tak pernah lepas dari bibirnya.

“Eo! Oppa! Apa yang kau lakukan?” seru Yoona kaget sekaligus senang. Senyuman dua senti gadis itu otomatis mengembang.

Good job, dongsaeng! Aku dengar kau menerima tawaran Jungsoo sunbaenim untuk membuat skenario itu?”

Yoona mengangguk senang. Matanya berbinar mendengar Siwon mendukungnya. “Ya, aku pikir kesempatan bagus hanya datang sekali seperti apa yang kau katakan, oppa..”. Siwon tersenyum tipis.

“Ya! Jika kau mempunyai masalah tentang hal ini maka jangan sungkan meminta bantuanku oke? Aku adalah pemuda yang tampan, pintar, cekatan. Banyak sekali label yang menawariku pekerjaan yang lebih tinggi jabatannya dari ini. Namun..”

Bruk..

Suara jatuh yang keras membuat Yoona terpekik ngeri sendiri. Di depannya kini, Siwon jatuh terlentang dan sibuk mengumpulkan semua berkasnya dengan tangan dan kaki yang bergerak tidak keruan seperti orang yang berenang. Berenang di atas lantai. Yoona mendengus melihat Siwon mulai tidak masuk akal seperti ini lagi.

Gwaenchanhaseyo?”

“Aku tidak apa-apa.. Aku melakukannya dengan sengaja. Jika aku terlihat terlalu sempurna, aku mungkin akan terlihat seperti bajingan yang akan selalu menarik perhatian wanita manapun. Nah, jika aku konyol seperti ini, aku tidak akan terlalu sempurna eoh?”. Siwon mengedipkan sebelah matanya jahil. Yoona mendengus. Dasar tidak mau mengakui kesalahan konyolnya sendiri..

“Tapi, bukankah akan sangat menyedihkan jika kedua perpaduan itu bercampur? Bajingan dan juga konyol? Kau adalah kedua-duanya, oppa.” ucap Yoona serius.

Siwon membelalakkan matanya. “Waa.. kau benar-benar berubah, dongsaeng. Aku sakit hati..” ucap Siwon pura-pura sedih.

“Eii.. jangan berpura-pura. Merengek seperti itu tidak akan merubah apapun. Cepat kumpulkan dan bantu aku membawanya ke ruangan manager lagi. Kajja..”

Yoona berdiri dan mengambil boks berisikan folder berkas. Siwon mengumpulkan kertas yang berserakan dan menumpuknya lagi seperti semula. “Ja, dongsaeng..”

Mwo? Apa lagi kali ini? Aku sedang dikejar deadline, oppa..” rengek Yoona mulai tidak sabar. “Ambil ini.” Siwon menumpukkan kembali semua berkas menjadi menggunung kembali dalam boks Yoona. Alhasil, gadis itu kembali kepayahan melihat jalan di depannya.

“Ya! Bukankah kau mau membantuku?!” seru Yoona sebal. “Aku lupa aku harus ada rapat. Annyeong!” Siwon melambaikan tangannya sambil tersenyum jahil penuh kemenangan.

“YA!!! MANAGER CHOII!!!” pekik Yoona kesal. Jelas sekali dia menghindari hal ini.., gerutu Yoona.


Bola mata Yoona bergerak cepat kesana-kemari, melihat berkas yang kini bertebaran tidak keruan di mejanya. Benar-benar berantakan seperti kapal pecah adalah definisi yang tepat untuk meja kerja Yoona sekarang.

Tangannya dengan lincah menuliskan beberapa catatan ke dalam note tempel kecil dan menempelkannya ke berkas-berkas yang ada. Menuliskan beberapa kemungkinan adegan yang bagus dalam plot cerita besarnya. Karakter apa yang harus mereka mainkan, kostum apa yang harus mereka pakai, dan lain-lain.

“Ja, dongsaeng!!”. Siwon berteriak bermaksud mengagetkan Yoona. Tapi, yang hendak dibuat kaget malah diam bergeming dan tetap fokus pada berkas-berkasnya. Siwon memanyunkan bibirnya kecewa.

Dongsaengggg....” rengek Siwon berusaha mengalihkan perhatian Yoona. Benar-benar merengek. “Eoh?” Hanya satu reaksi kecil itu yang Siwon dapatkan setelah merengek-rengek seperti anak kecil.

“Sudah lamaa sekalii aku tidak makan tteobeokki di tempat biasa. Maukah kau menemanikuu?” ucap Siwon mendramatisir nada suaranya terdengar sangat menyedihkan dan meminta-minta.

Aniyo. Aku sibuk.” potong Yoona cepat. Benar-benar masih fokus ke dalam pekerjaannya. Siwon langsung tepar di kursinya seperti orang kena tembak. “Aigoo.. kau jadi jahat sekali, dongsaeng… Aku janji tidak akan lebih dari 10 menit. Arra? Aku mohon..”

Siwon menyatukan tangan di depan wajahnya, memohon kepada Yoona. Wajahnya benar-benar menyebalkan kini.

“Aish.. jangan ganggu aku!” bentak Yoona pelan. Siwon merengut. Kini ekspresinya benar-benar mirip dengan Yoona jika sedang merengut juga.

“Aku berjanji aku akan mentraktir..”

Sunbae Park!”

Yoona bergegas mengejar Jungsoo ketika melihat atasannya itu sedang menuju pintu keluar.

“Ei.. dia menjadi tidak asik lagi.. Dia benar-benar berubah. Menyebalkan sekali..”

Siwon bergumam sendiri. Ekor matanya lekat tak pernah lepas memperhatikan Yoona yang masih sibuk berdiskusi dengan Jungsoo.

“Tapi, bagaimana pun dia tetap Yoona yang keren. Aku menyukaimu dongsaeng. Neomu joheunde.. (benar-benar menyukaimu).”


Yoona benar-benar bekerja keras bagai orang gila. Ia bahkan sampai lupa waktu pulang kantor karena terlalu asyik mengerjakan proyek besar pertamanya ini. Menjadi penulis skenario seperti ini memang telah menjadi impiannya sejak kecil, sejak pertama kali melihat acara-acara besar yang memakai skenario dalam penyelenggaraannya.

Seperti kali ini, Yoona tertidur untuk kelima kalinya di kantor, ketika semua lampu kantor sudah dimatikan, benar-benar tidak ada kehidupan apapun lagi di kantor. Para manager tak ada satupun yang lembur kecuali Yoona yang dengan senang hati mengambil jatah lemburnya semakin banyak untuk bisa segera menyelesaikan pekerjaannya.

Tap.. tap..

Suara langkah kaki menggema di lorong. Yoona juga sudah tidak bisa mendengarnya lagi karena dia sudah pulas jatuh tertidur.

Kriett..

Derit pintu menandakan ada seseorang yang membukanya.

Tap. tap. tap. tap.

Bruk..

Beberapa barang jatuh bertebaran di lantai dari meja seorang manager karena orang itu masuk dan lalai dalam melangkahkan kakinya. Menubruk meja yang penuh dengan dokumen menggunung. Ia tampak terkejut dan panik lalu langsung menaruh minuman kaleng bersoda ke samping wajah Yoona. Ia lalu langsung lari terbirit-birit menuju pintu keluar sebelum yang bersangkutan bangun.

“HUAA!! AKU TIDAK BOLEH TIDUR!!” teriak Yoona histeris sendiri. Gadis itu mengacak-acak rambutnya sembarangan frustasi. “Oh astaga, kenapa aku mengantuk sekali..” gumamnya. Pandangannya langsung jatuh ke arah minuman kaleng tadi.

“Eoh? Punya siapa ini?”

Yoona menoleh ke kanan dan ke kiri, mungkin saja masih ada orang disini dan memberikannya minuman. Nihil. Ruangan kosong, sunyi, sepi.

Yoona memiringkan kepalanya bingung. “Aku tidak membelinya tadi..”

Mata gadis itu mulai terpejam otomatis kembali. “Ya! Astaga, Im Yoona kau belum selesai.. Ayo, ayo bangun..” Yoona menepuk-nepuk pipinya sendiri keras-keras. “Auu.. ya ampun, ah masa bodoh, aku akan meminumnya..”

Sekali sabet, Yoona mengambil dan membuka tutup kalengnya. “Ah… dahaengitda (ini melegakan). Senang sekali rasanya.”. Yoona melebarkan matanya dengan kedua jarinya. “Halsu isseo.. Sebentar lagi semuanya selesai, Yoona-ya..” Gadis itu menyemangati dirinya sendiri.

Tak disangka, di luar sana, di balik jendela, seseorang itu masih memperhatikan gerak-gerik konyol yang selalu Yoona buat jika sedang panik ataupun pusing dengan segala hal. Senyuman khasnya yang menenangkan terbit. Ya, bagaimana pun, Yoona adalah oase dari segala permasalahan hidupnya sekarang.


“Apakah semuanya berjalan lancar?”

Sehun mengangguk-angguk seraya melihat Jessica yang masih sibuk bergumam sana sini, coret sana-sini diatas revisi buku autobiografinya.

Pandangan Jessica terhenti kala memasuki bagian yang menceritakan beberapa orang yang sangat berpengaruh dalam hidupnya.

“Sehun-ah..”

Ne?”

“Apakah aku harus tetap memasukkan Yoona?”

Sehun menaikkan sebelah alisnya. “Memang ada apa dengan Yoona-ssi? Bukankah kau bilang dia adalah sahabat eratmu dari kecil? Ada masalah apa memangnya?”

Jessica mengerjapkan matanya menatap Sehun. Benar, Sehun tidak tahu masalahnya, batin Jessica. “Ah, aniyo..”. Jessica menggelengkan kepalanya cepat. Membuat dahi Sehun berkerut, melihat perubahan ekspresi Jessica menjadi sangat drastis.

“Kau yakin tidak mau menceritakannya kepadaku, Jessica-ssi?”

“Eoh?” Kedua kalinya, Jessica hanya bisa mengerjapkan matanya bingung ke arah Sehun. Bagaikan orang bodoh.

“Walaupun aku belum mengenalmu terlalu lama, menjadi tangan kananmu selama 5 tahun terakhir saja sudah bisa membuatku membaca semua pikiran dan perasaanmu, Jessica-ssi..” terang Sehun menjawab pertanyaan gadis di hadapannya yang tersimpan dalam benak.

Jessica kini benar-benar tidak bisa fokus ke arah kertasnya. Sehun sungguh membuatnya mendapatkan pukulan telak dalam hati.

Apakah aku memang harus menceritakannya kepada orang lain selain Siwon?


“Manager Im, bagaimana progres skenariomu?”

Jungsoo berhenti tepat di samping meja Yoona ketika gadis itu terlihat sedang memasukkan barangnya asal – seperti biasa – ke dalam tasnya. “Ah, ne?”

“Apakah lancar?” ulang Jungsoo kedua kalinya. Yoona mengangguk-angguk dengan tangan yang masih kelayapan sana-sini mengambil alat-alatnya.

“Aku akan pergi menemui salah satu penulis skenario ulung. Aku akan pergi kesana sekarang.”

“Dimana tempatnya?”

“Di Paju. Kota Yadong.” jawab Yoona menyeringai melihat wajah sunbaenimnya itu langsung berubah kaget.

“Yadong?” ulangnya terkejut setengah mati. Pandangan Jungsoo kosong menatap Yoona.

“Itu hanya nama kotanya tenang saja.. Hahaha..”. Yoona tertawa aneh seraya menepuk-nepuk bahu Jungsoo. Jungsoo ikut tertawa canggung dan mengelus dadanya. “Aku cukup terkejut.”

Geurae, aku akan pergi dulu, sunbaenim..”

Chakkaman, Manager Im!”

Yoona membalikkan badannya ketika tangannya sudah meraih kenop pintu. “Ne?”

“Pakai saja mobilku.. Paju cukup jauh, aku tidak tega melihatmu pergi memakai bus saja.”

Yoona membulatkan matanya. “Mobil sunbae? Ah, aniyo! Biar aku memakai bus saja..”

“Eii.. jangan pernah melawan perkataanku. Ini demi kebaikanmu sendiri, ambil kunci mobilku di rak. Yang ada gantungan kunci berwarna biru.”

Yoona buru-buru pergi ke meja Jungsoo, dimana rak kunci mobil para manager ada di dalamnya menjadi satu. Matanya melebar bingung melihat ada dua kunci mobil dengan gantungan yang hampir mirip dan berwarna biru.

Yoona memiringkan kepalanya bingung lalu menggelengkan kepalanya, bersikap masa bodoh. Dia langsung mengambil salah satunya dan pergi ke basement.


“Eoh?”

Suara terkejut yang tak asing itu menyapa Yoona yang sama-sama kaget. “Annyeong hasimnikka, Donghae-ssi.”

Annyeong. Apa yang kau lakukan disini? Apa kau membeli mobil baru?” potong Donghae cepat. Senyuman menghias wajah pemuda itu, ia tampaknya senang melihat kehadiran gadis itu disini. Yoona terkesima melihat dandanan Donghae hari ini yang benar-benar memukau dirinya. Setelan santai dengan beberapa kancing kerah bajunya terbuka memperlihatkan dada bidangnya sedikit.

Aniyo.. Aku kesini mau mengambil mobil Manager Park. Aku harus melakukan survey.”

“Survey? Apakah itu cukup jauh?”

Yoona mengangguk mengiyakan. “Bukankah aku tidak mempunyai proyek apapun lagi?” tanya Donghae heran. Yoona tersenyum senang. “Memang tidak ada. Ini proyek pertamaku di luar sebagai manager mu.”

Donghae membulatkan matanya. “Geurae? Bukankah kau tidak boleh melakukan pekerjaan apapun selain yang bersangkutan denganku?”

“Manager Park sendiri yang memberikannya padaku setelah melihat hasil comeback mu kemarin. Ah, geurae, selamat untuk kemenanganmu kemarin. Kau keren sekali.”. Yoona mengacungkan kedua jempolnya seraya tersenyum lebar. Hati Donghae berdesir.

Kalimat sederhana dan polos Yoona mampu membuatnya tergetar, entah kenapa. Donghae tersenyum lebar. Salah tingkah. “Gomawoyo, tanpa bantuanmu juga, aku tidak akan bisa mendapatkannya.”.

“Jadi, ini pekerjaan pertamamu sebagai penulis skenario, eoh?” tanya Donghae cepat melihat Yoona yang hanya bisa terdiam mematung disana. Yoona mengangguk pelan.

“Aku doakan semoga lancar. Kau pasti bisa melakukannya, oke?”. Donghae memberikan semangat alanya yang biasa ia keluarkan jika sedang bertemu para fansnya. Yoona tersenyum aneh. Donghae terkekeh.

Arasseo, Donghae-ssi. Aku akan melakukan yang terbaik lalu pergi kembali kesini. Aku tidak akan mengecewakan label.”

Donghae mengangguk-angguk setuju akan ambisi Yoona. Gadis itu tersenyum puas. Donghae mengacak rambut Yoona mendadak lalu bersiul pergi meninggalkannya.

Yoona mengerjapkan matanya sejenak menyadari jantungnya telah berhenti berdetak beberapa detik. Oh astaga.. Kau kan sudah bertekad akan bersikap biasa saja, Yoona-ya.., Yoona menelan ludahnya sendiri lalu bergegas masuk ke dalam mobil Jungsoo.

Donghae membalikkan badannya sejenak lalu menatap kembali Yoona yang sedang sibuk mencari mobil Jungsoo. “Fighting!” bisiknya keras seraya mengepalkan tangan memberi semangat. Donghae tersenyum lebar kemudian. Senyuman khasnya.

“Tapi, bagaimana dia tahu kalau aku menjadi penulis skenario dalam proyek ini?” gumam Yoona heran ketika melihat sosok Donghae yang sudah mulai masuk lobby. Gadis itu mengendikkan bahunya tak peduli. Langsung, ia tancap gas menuju Paju untuk survey pertama kalinya itu.


“Donghae-ya.. bagaimana jika kita bertemu hari ini?”

“Hari ini?” Donghae terdengar ragu.

“Em, apakah aku menganggumu?” tanya Jessica pelan. Tangannya mengelus erat amplop berisikan surat pengakuannya. Lama hening.

Arra, aku akan pergi ke kafe tempat kita biasa bertemu. Jam 8, oke?”

“Em.. idda bwa!”. Donghae segera memutus sambungan teleponnya. Ekor matanya masih sempat menangkap siluet mobil Jungsoo yang menghilang di tikungan. Entah kenapa, dia mempunyai sebuah firasat aneh untuk ini.


“HUAAA LELAHNYAA… KENAPA DARA MASIH SAJA SUKA MENYURUHKU SEPERTI ANAK KECIL..” teriak Siwon melampiaskan rasa lelahnya. Pemuda itu melempar tasnya sembarangan ke atas meja kerjanya lalu menghampiri Heenim yang sedang makan enak.

Oppa.. aku sangat laparr… berikan aku beberapa suap nee??”. Siwon memohon-mohon pada Heenim yang masih saja mengabaikannya. “Oppa!!” teriak Siwon manja akut. Heenim menoleh juga akhirnya. “Mwoya? Aku lapar.”

Oppa.. ayoo berikan aku makanann.. aku laparr..” Siwon mendekap kedua tangannya di depan dada lalu mengerjapkan matanya genit. Heenim menutup matanya sendiri. “ARRA, GEURAE GEURAE!! AMBIL SAJA! DAN HENTIKAN AKSIMU ITU! MENJIJIKKAN SEKALI.”

Siwon tersenyum penuh kemenangan. Dengan cekatan, tangannya meraih sumpit dan menyuapkan satu suapan besar kalguksu ke dalam mulutnya yang menganga lebar.

“Kemana kunci mobilkuu??” Suara Kibum yang ricuh seperti biasa langsung mengusik. Apalagi jika pemuda itu sedang panik-paniknya. Tangannya tak bisa diam mencari-cari ke dalam tempat kunci. Mengaduk-aduknya sampai benar-benar berantakan.

“Sepertinya kau menjatuhkannya lagi entah dimana. Dasar ceroboh!” sewot Siwon karena merasa kenikmatan makanannya jadi terganggu.

Aniyo!! Setelah menelepon bengkel, aku meninggalkan mobilku di basement selama 5 hari terakhir ini.. Aku tidak berani memakainya atau aku akan terlambat lagi dan dimarahi Si Tak Tahu Malu itu.” bela Kibum cepat-cepat sebelum Siwon meledeknya lagi.

“Eii… tidak mungkin kan dia punya kaki? Cari dengan benar!” sindir Suzy yang lewat. Kibum mengerucutkan bibirnya. Benar-benar, Suzy memang menyebalkan jika dalam keadaan seperti ini.

Mwonde? Ribut sekali disini.. Awas ini mejaku.. Eh? Kunci mobilku masih disini? Bukannya Yoona meminjam mobilku?”

Gerakan tangan Kibum yang sibuk mengaduk tempat kunci langsung terhenti. Kibum menatap Jungsoo tak mengerti.

“Kunci mobilmu?” tanya Siwon tiba-tiba. Firasat anehnya muncul mendadak.

Jungsoo mengangguk. “Dia akan pergi ke Paju untuk melakukan survey. Karena itu cukup jauh, makanya aku meminjamkannya mobilku.” Siwon menatap Jungsoo dengan perasaan bercampur aduk.

“Jangan bilang kalau Yoona nuna salah mengambil kunci dan malah mengambil kunciku?! Dia tidak akan bisa memakai mobil itu!” pekik Kibum panik sendiri.

Mata Siwon dan Jungsoo melebar. Benar..

“Hei, bukankah mobilmu yang sering mogok itu? Yang karenanya kau menjadi sasaran amukan Donghae? Kau belum memperbaikinya?” ucap Heenim santai sambil menunjuk-nunjuk Kibum dengan sumpitnya. Kibum mengangguk mengiyakan.

Siwon meneguk ludahnya. Aniyo.. ini tidak mungkin terjadi..

ANNYEONG HASIMNIKKA!!!

Euri akhirnya kembali membawa cerita ini setelah beberapa lama ga pernah post disini ya? Semoga kalian tetep suka sama cerita Euri yaa!! Komen dan like kalian berarti banget buat Euri biar semangat ngelanjutin ceritanya hehe ^^ Karena itu, ditunggu yaa komennya!!

LUV, EURI ❤

P.s: Don’t forget to follow my wattpad account @ParkSeungRiHae, you will get another super fun FF there! 😉

Advertisements

2 thoughts on “[Chapter] 찾았다, 나의 사랑 (I Got You, My Love) – #17. Anxiety

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s