[Chapter] 밀지마 (Don’t Push Me Away) – 3. Found You

parkseungrihae___miljima-copy1

Title: 밀지마 [Don’t Push Me Away]

ParkSeungRiHae storyline

Cast: Cho Kyuhyun, Im Yoona, Lee Donghae, Jessica Jung

Rating: PG 13

Cover by: @ChocoYeppeo INDO FANFICTION ARTS (IFA)

FF ini merupakan FF remake ketiga Euri setelah I Got You My Love dan juga What Happen To My Family.. FF ini adalah remake dari drama ‘Uncontrollably Fond’ yang lumayan sukses di tahun 2016 dengan pemeran utamanya Kim Woo Bin dan juga Bae Suzy Miss A.

Preview:

Kepalan tangan Kyuhyun mengerat. Gemuruh emosinya mulai datang mendera.

Aniyo, Kyuhyun.. Jangan sekarang..

Ige yeoja… Mwoya.. (ada apa dengan gadis ini)” lirih Kyuhyun pelan. Jungsoo yang sedang asyik mengulum permen batangnya segera bangkit. Matanya membulat heran kala melihat siapa gadis yang sejak tadi menjadi penyebab Kyuhyun berdiri lama disitu.


“Wuah, daebak! Bagaimana gadis ini tahu alamat rumahmu, Kyu-ah?”

Kyuhyun menggeleng pelan. Terlihat jelas, ia sangat terkejut. Amat sangat terkejut dengan kehadiran Yoona. Sama terkejutnya atau malah lebih terkejut dari Jungsoo. Pandangan matanya yang kosong terus menatap nanar layar LCD kecil itu.

“Dia gadis yang gila! Kau tahu, dia penulis naskah untuk dramamu kemarin itu?”

Kyuhyun mengangguk perlahan lagi. Sesaat tadi, matanya beralih ke arah Jungsoo. Namun, baru beberapa detik, Kyuhyun kembali menatap layar LCD nya lagi. Memperhatikan wajah Yoona dengan saksama. Seolah ada sebuah magnet yang menarik pandangannya untuk tetap menatap Yoona.

“Cho Kyuhyun-ssi! Kau ada di rumah bukan?” Teriakan kecil terdengar ribut. Yoona memasang pout di wajahnya kesal. Tangan Kyuhyun mulai memutih karena genggamannya semakin lama semakin mengerat.

“Aku bukan pengemis dan aku juga bukan salah satu fans sasaeng mu..” ucap Yoona berusaha meyakinkan Kyuhyun. “Aku bukan orang gila, aku janji!” sambungnya cepat. Perkataannya terdengar begitu bersungguh-sungguh. Gadis itu mulai tidak bisa diam di tempatnya dan menggosok-gosok tangannya yang benar-benar mulai membeku. Yoona berusaha memutar otaknya sendiri agar pemuda keras kepala ini bisa ditaklukan.

Tiba-tiba, ia mendapatkan sebuah akal. Cepat-cepat, dia merogoh tasnya dan membuka dompetnya, mengeluarkan kartu tanda penduduknya dan menunjukkannya ke depan kamera.

Igeo.. kau bisa memotret kartu pengenalku. Aku benar-benar hanya warga negara yang cantik, baik, dan tidak pernah melakukan kejahatan. Karena itu, aku mohon izinkan aku masuk. Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu.”

“Dia mabuk berat di salah satu restoran kalguksu yang aku datangi. Dia marah-marah setelah dipecat oleh pihak entertainment dimana dia bekerja. Dia bilang semua penyebab masalah dalam hidupnya adalah kau.” ucap Jungsoo menjelaskan. Kyuhyun benar-benar diam seribu bahasa. Semua katanya tersangkut di tenggorokan. Sungguh, dadanya benar-benar sesak.

Tapi, berkat wajah dinginnya, takkan ada orang yang bisa membaca pergolakan emosi hebat dalam hatinya.

Aku?, tanya Kyuhyun dalam hatinya sendiri.

“Dia bilang dia tidak akan pernah melepaskanmu sampai kau membayar semua kesalahanmu padanya.”

Kesalahanku?, batin Kyuhyun lagi-lagi. Ia menelan ludahnya sendiri, gugup.

“Dilihat dari penampakannya dia seperti wartawan penguntit, kau lihat sendiri wajahnya sudah tidak beres. Dia benar-benar gil—“

“Aku tidak gila!” protes Yoona dari luar. Jungsoo tidak menyadari jika interkom suaranya menyala. “Didengar dari suaranya, kau pasti manager Kyuhyun yang aku temui di restoran bukan? Bukankah seharusnya kau membantuku dan bukannya mengejekku seperti itu?” omel Yoona kesal.

Jungsoo menghela napasnya kasar. Kenapa dia selalu saja berurusan dengan orang-orang keras kepala yang membuatnya kehilangan akal sehat sendiri.

“Bukankah kau seharusnya marah-marah kepada Kyuhyun? Kau pikir aku tidak mendengar makianmu terhadap Kyuhyun waktu itu? Kau benar-benar kesal padanya bukan?” serang Yoona balik. Jungsoo membelalakkan matanya, gelagapan. Kyuhyun cepat menoleh ke arah Jungsoo yang berdiri di sebelahnya. Meminta kebenaran.

Jelas dari kepanikannya, Jungsoo memang melakukan itu. Kyuhyun menatap Jungsoo, menuduhnya.

“Ba-bagaimana bisa dia mendengarku tadi?” ucap Jungsoo terbata-bata, mengalihkan topik. Kyuhyun hanya berdecak kesal. Tidak ingin menjawab.

“Bukankah kau mengeluh kemarin bahwa Kyuhyun benar-benar mengerjaimu dengan tidak mau melakukan berbagai tawaran besar untuk menyanyi, bermain film ataupun drama?”. Yoona nampaknya benar-benar gadis yang lihai berdebat. Ia pandai membalikkan keadaam yang tadinya tidak menguntungkan baginya menjadi sangat menguntungkan posisinya.

Ya, kehidupan yang keras memaksanya bisa melakukan semua itu. Terutama untuk berdebat dengan para lintah darat untuk negosiasi pembayaran hutang dan juga bunganya.

“Kau juga bilang dia mempunyai temperamen yang benar-benar menjijikan layaknya anak kecil. Dan karena itu kau rasanya ingin sekali memukulnya sampai dia mati”. Kyuhyun berusaha tidak terpancing dengan perkataan Yoona.

“Wah.. gadis ini benar-benar psycho. Kyuhyun-ah, aku tidak pernah berkata seperti itu..”. Jungsoo memelas. Kyuhyun mematung. Netranya masih tetap terfokus pada siluet Yoona. Semua kata-kata Jungsoo rasanya tidak ada yang masuk ke dalam telinganya.

Hanya suara Yoona yang kini bergema, memantul-mantul dalam setiap sudut otaknya. Sesuatu yang baru tapi tak bisa ia anggap asing. Tidak asing?

“Kyuhyun-ssi.. izinkan aku masuk.. Mari kita berbincang secara langsung, face to face, dan jika kau menganggapku sebagai seorang psycho, tendang saja aku langsung keluar dari rumahmu..”. Yoona benar-benar gigih. Ia bahkan rela membiarkan badannya sendiri beku di suhu udara yang jatuh hampir -6 derajat Celcius.

Kyuhyun bisa melihat gadis itu sudah hampir membeku dari gerakan Yoona yang kini mulai tidak bisa diam, berlari di tempat berusaha menghangatkan badannya. Tapi, pemuda ini benar-benar keras kepala dan berhati dingin.

Well, aku akan menendangmu keluar sekarang. Selamat tinggal..” ucap Kyuhyun dingin sekaligus serak.

Chakkaman, Tuan Cho!” teriak Yoona terkejut. Semua penawarannya dibuang begitu saja bagaikan sampah.

Pip..

Kyuhyun lantas mematikan interkomnya. Berharap badai emosi dalam hatinya segera berlalu.

Ya Tuhan, kenapa ini sangat sulit.., keluh Kyuhyun lantas mengurut pelipisnya kembali. Kepalanya mulai berdenyut nyeri.

“Cho Kyuhyun!” teriak Yoona marah. Emosinya rasanya meluap sampai ubun-ubunnya.

“YA! CHO KYUHYUN! BERANINYA KAU! KYUHYUN-AH!”

“Sialan.. bajingan satu itu mencampakkan aku lagi..” desis Yoona tertahan penuh amarah.

*other side

“Kyuhyun-ah.. semua yang dikatakan gadis gila itu tidak benar.. Aku memang mungkin selalu memakimu di dalam hatiku, tapi aku tidak akan pernah menjatuhkan nama baikmu dengan mengutukmu keras-keras di tempat umum seperti itu..”

Jungsoo terseok-seok mengejar Kyuhyun yang nampaknya tak acuh dengan pembelaan diri Jungsoo.

“Kau tahu bagaimana sifatku bukan, Kyuhyun-ah?” ucap Jungsoo pada akhirnya setelah sekian lama dia berbusa-busa bicara tapi sama sekali tidak ada respon.

“Pooh!! Saatnya mandii..” teriak Kyuhyun sendiri, dengan maksud mengusir Jungsoo.

“Ya! Cho Kyuhyun! Kau tidak marah padaku kan?”

Kyuhyun tetap berjalan, tak acuh. Pikirannya sedang benar-benar ruwet. Dipenuhi dengan kenangan masa lalu yang simpang siur. Sehingga, kepalanya kembali terasa pening, teramat sangat pusing.

#skip

Yoona tetap terus menekan bel rumah Kyuhyun berkali-kali, membuat kebisingan yang signifikan. Gadis itu lalu menggedor pintu gerbang Kyuhyun yang tingginya hampir 3 meter menjulang dengan kokoh nampak seperti benteng sekaligus penjara.

Setelah beberapa menit melakukan itu tanpa adanya respon, Yoona menyerah. Gadis itu menghela napasnya pelan. Ia sudah mengangkat bingkisan yang ia bawa dari atas lantai, berniat untuk pulang sekarang.

Namun, langkah kecilnya terhenti ketika melihat adanya CCTV yang terpasang di sudut gerbang masuknya yang lebih besar dari pintu masuk kecil di sampng interkom tadi. Yoona tersenyum puas. Ia kembali merogoh tasnya dan mengeluarkan jurnal besarnya yang biasa ia bawa kemana-mana.

*other side

Kyuhyun membuka sweaternya yang basah setelah habis memandikan anjingnya, Pooh, selama kurang lebih satu jam. Mengusir semua rasa resah dan juga gusarnya. Sesuatu yang sudah lama terpendam dalam hatinya kembali terkuak kala melihat siluet gadis bernama Im Yoona tadi, yang tak ayal menjadi penulis naskah yang sempat bentrok dengannya belum lama ini.

Ada apa sebenarnya dengan gadis itu?, keluh Kyuhyun kesal.

Pandangan matanya tak sengaja jatuh ke arah pojok kiri layar TV plasmanya, yang menunjukkan rekaman CCTV. Matanya menyipit kala melihat Yoona masih berada di luar gerbangnya seraya melompat-lompat kecil. Tampaknya ia sedang menunjukkan sesuatu.

Mwoya?” gumamnya heran.

Pemuda itu meraih remote TV nya dan merubah tampilan TVnya menjadi layaknya komputer yang menampilkan semua rekaman CCTV yang ada di sudut-sudut rumah mewah nan besarnya.

Alisnya terangkat sebelah ketika ia melihat Yoona tak sekedar berjingkrak-jingkrak di depan CCTV nya juga, melainkan menunjukkan beberapa maksudnya yang belum tersampaikan lewat jurnal besarnya.

‘Kyuhyun-ssi, jika kau berubah pikiran dan mau menerimaku sebagai tamumu, harap hubungi aku di nomor ini..’

Yoona membalikkan kertasnya. Uap yang mengepul dari mulut gadis itu semakin kentara saja karena malam sudah hampir tiba dan suhu semakin merosot.

’77-27189-72639’

“Ck.. masih belum menyerah juga rupanya.” sinis Kyuhyun. Ia mematikan Tvnya lalu menjatuhkan dirinya ke atas kasur seraya memejamkan mata. “Aish, lupakan saja, Kyu.. kenapa kau terganggu dengannya? Bukankah sudah banyak sasaeng yang lebih gila perilakunya dibandingkan gadis bernama siapa itu? Oh astaga, Im Yoon? Im Yoona? Whatever…”

Kyuhyun segera membenamkan kepalanya ke dalam bantal. Mencoba melupakan segalanya.


*in the morning

*@Kyuhyun’s house

Kyuhyun sudah berpakaian lengkap ketika mengecek kembali semua rekaman CCTV nya untuk pagi ini. Gerbang luarnya kosong.

“Cih.. dia tidak sekuat yang aku duga.” sinis Kyuhyun lagi.

Mantel abu-abu granit, scarf hitam tebal, kacamata hitam favoritnya, rambutnya yang polos tanpa perlakuan stylist lumayang mengurangi kesan berandalannya. Hanya sedikit. Ketampanan takkan ada yang memungkiri, pesonanya semakin memukau semakin berkurangnya make up yang ia kenakan.

Wajah polos halusnya serta garis rahangnya yang tegas benar-benar daya tariknya yang tidak bisa diingkari oleh siapapun.

Pemuda itu lalu masuk ke ruang penyimpanan barangnya yang hampir dua kali luas kamar tidurnya sendiri yang sudah bisa dibilang cukup luas. Jadi, ruang penyimpanan itu benar-benar sangat luas. Mungkin ribuan barang sudah bersarang disitu tanpa Kyuhyun sadari. Banyak sekali hadiah ulang tahun dari fansnya yang tertimbun disini.

Kyuhyun mengepak semua perlengkapan skinya. Karena ia mendapatkan libur beberapa hari tanpa jadwal apapun, ia ingin sedikit menghirup hawa pegunungan yang kata dokter akan membuat kesehatannya lebih bertahan lama. Entah tahan sampai kapan.

Helm, papan ski, pelindung siku dan juga lutut, kacamata ski, sarung tangan, semuanya Kyuhyun persiapkan tak lebih dari 10 menit. Ia hanya ingin cepat-cepat pergi ke tempat yang bisa melepaskan semua rasa stressnya yang ia tahu hampir membuatnya gila.

Pemuda itu melemparkan tas-tasnya yang berisikan semua perlengkapan yang dibutuhkannya ke bagasi dan segera masuk ke mobil yang terparkir di halamannya yang luas yang juga menjadi garasinya. Memakai sabuk pengamannya secara terburu. Seperti kebiasaannya, ia langsung segera tancap gas sedangkan gerbangnya secara otomatis membuka perlahan ketika mobil sudah mendekat.

Namun, Kyuhyun mendadak menekan pedal rem mobil Mercedes putihnya itu sehingga ia benar-benar terantuk terkejut ke atas kemudinya. Ia menurunkan kacamata hitamnya terkaget melihat siapa yang berdiri di depan mobilnya, menghalanginya untuk keluar dengan seluruh badannya, merentangkan tangan lebar-lebar.

Mulutnya melongo sesaat namun hanya sedetik kemudian, wajah dinginnya kembali. Kyuhyun berdehem sendiri karena ia benar-benar terkejut dan ia tahu wajahnya pasti sangat konyol tadi.

Seorang gadis dengan rambut lurus panjang sebahu yang diikat secara asal, menggunakan mantel panjang berwarna abu dengan aksen krem yang hampir bisa dibilang kucel, kaus berwarna putih dan juga sneaker belel berwarna krem senada, menghampiri mobil Kyuhyun dengan setengah berlari dan langsung nekad menyerobot masuk duduk di jok samping Kyuhyun.

Gadis itu tersenyum puas dengan memamerkan deretan gigi rapihnya yang putih.

Joheun achim imnidaa, Kyuhyun-ssi..” sapa Yoona riang dengan senyuman semanis mungkin. Ya, gadis itu adalah Yoona. Ia memainkan aegyeonya seraya mengulurkan sekaleng kopi dalam kemasan yang masih dingin.

Mwohaneun geoya? (apa yang kau lakukan disini?)” potong Kyuhyun langsung, tidak bersahabat, begitu dingin. Yoona salah tingkah sendiri. Wajah Kyuhyun yang datar dengan pandangannya yang tertutup kacamata hitam sungguh membuat Yoona tidak tahu apa yang sebenarnya dirasakan pemuda itu atas kehadirannya yang mendadak.

Yoona berdehem sendiri lantas meminum kopi yang dibawanya tadi. “Wah, kau keluar dari rumah sangat pagi, ya?” tanya Yoona berbasa-basi. Kyuhyun hanya diam.

“Untung saja, aku datang lebih pagi dari niatku sebelumnya. Jika tidak, mungkin aku akan kembali pulang dengan tangan kosong.”. Yoona tertawa pelan berusaha mencairkan suasana. Namun, aura dingin Kyuhyun malah semakin terasa. Yoona mengeluh dalam hati.

Dia masih sangat keras kepala seperti dulu, huh? Sulit sekali hanya untuk membuka suaranya.

Yoona melongok ke belakang. “Waa.. sepertinya kau akan pergi ski. Seru sekali..”. Nada Yoona terdengar sangat antusias. Kyuhyun mulai bergerak-gerak gelisah seperti membetulkan letak kacamatanya, melonggarkan ikatan scarfnya dan juga membenarkan rambutnya.

Yoona menggigit bibirnya sendiri karena Kyuhyun sama sekali tidak bereaksi. Ia tidak berbicara, tidak menatapnya, tidak melanjutkan perjalanannya. Yoona mendesah pelan karena dirinya seolah berbicara pada patung tak bernyawa.

“Aku sudah melakukan investigasi melalui fan club mu. Tentang apa yang kau sukai, apa yang paling kau benci, apa hobimu, apa bidang yang paling kau kuasai, kebiasaanmu juga, dan faktanya kau selalu melakukan ski ataupun pergi ke pantai jika kau merasa kesepian ataupun sedang ada beban yang sangat berat.” oceh Yoona tanpa putus. Kyuhyun diam. Benar-benar tidak berniat mengatakan apapun.

Pemuda itu bersumpah takkan membuka suaranya selama Yoona masih ada di dekatnya.

“Apakah kau memintaku untuk menyeretmu keluar?” bentak Kyuhyun marah. Yoona hanya tersenyum kecut. Tapi, ancaman sekecil itu bukanlah masalah besar bagi Yoona. Itu hanyalah angin lalu. Yoona malah memasangkan sabuk pengamannya.

“Aku tahu kau pasti berpikir ‘Wah, gadis ini benar-benar menyebalkan. Kenapa dia terus mengikutiku seperti ini?’”. Yoona mengangguk-angguk sendiri seolah perkataannya benar. “Kau mungkin sedikit terkejut melihat tingkahku seperti ini. Tapi, aku benar-benar terburu-buru, kau lihat sendiri.. Orang bilang jika seseorang dalam keadaan perut yang kenyang maka ia akan diam. Tapi, yah aku sedang kelaparan sekarang. Kau tidak memberikan pilihan untukku.”

Kyuhyun mencengkram kemudinya sendiri. Kenapa dia benar-benar keras kepala? Kemauannnya bahkan tidak goyah sekali pun.. Lagi, Kyuhyun mengurut pelipisnya kuat. Kehabisan akal sekaligus membantu meredakan rasa nyeri yang berdenyut mengalir.

“Akan kuhitung sampai tiga untuk memberimu kesempatan keluar. Kau harus keluar dengan kemauanmu sendiri. Jika kau tidak keluar..”

Kyuhyun memotong perkataannya dan menunjukkan smirk mematikannya.

“Kau akan menyesal.” bisiknya mengancam. Yoona malah tersenyum meremehkan. “Geurae! Aku sama sekali tidak pernah takut padamu, Cho Kyuhyun!” teriak Yoona berani.

“Satu.”

Aigoo.. berhentilah berpura-pura seolah aku tidak ada disini. Kau harus bertanggung jawab atas tingkahmu. Aku kehilangan pekerjaanku sekarang dan adikku yang masih sekolah benar-benar butuh makanan bergizi yang cukup dan juga uang bulanan sekolahnya.”

“Dua.” Kyuhyun mulai kembali menyalakan mesin mobilnya yang sempat ia matikan dengan sengaja.

Jeongmal.. Berikan aku pekerjaan apa saja dan aku tidak akan pernah mengecewakanmu dengan hasil kerjaku.” ucap Yoona kembali membujuk Kyuhyun. Yoona berhasil mengesampingkan egonya saat ini. Demi mendapatkan apa yang disebutnya keadilan.

“Tiga.”

Kyuhyun langsung menekan pedal gasnya dalam-dalam sehingga Yoona hampir saja terantuk ke depan dengan kencang. Gadis itu bersyukur ia sudah sempat memakai sabuk pengaman.

Kyuhyun nampaknya benar-benar gila. Dia mengendalikan mobilnya dengan batas kecepatan yang benar-benar di luar akal sehat. Ia berkali-kali membunyikan klakson dan menyelip sana-sini agar bisa menghindari tabrakan. Yoona membulatkan matanya setiap kali mobil Kyuhyun nampaknya akan menabrak sebuah mobil. Parahnya lagi, pemuda di sampingnya bukannya mengerem malah menambah kecepatan.

Tangan Yoona mencengkram erat handling yang ada di bagian atas pintu. Sembari terus merapal doa semoga ketika ia turun dari mobil Kyuhyun, nyawanya masih utuh.

Gadis itu mulai merasakan pening yang cukup berarti membuatnya mual. Ingin turun.

Kyuhyun mengerem mendadak ketika melewati sebuah persimpangan ramai. Lampu merah. Kepala Yoona benar-benar terantuk ke depan. Ia mengaduh kencang.

Kyuhyun menoleh sejenak. “Kau masih tidak mau turun?” tanya Kyuhyun dingin. Mengancam kalau kalau siksaan selanjutnya akan segera dimulai. Lampu merah ini hanyalah sebuah peristirahatan untuk Yoona yang tidak diinginkan Kyuhyun.

Aura hitamnya semakin menguar. Yoona meneguhkan tekadnya sendiri. Gadis itu langsung menggeleng kuat. Kyuhyun mengeluakan smirknya. Seolah mengatakan ‘hidupmu-akan-segera-selesai’. Yoona membalasnya dengan senyum yang tak kalah sinis.

Lampu berubah menjadi hijau. Lagi, Kyuhyun kembali menekan pedal gas dalam-dalam, dan sekali lagi Yoona terantuk ke depan dengan kencang. Gadis itu menahan teriakan sakitnya dan meniup anak rambutnya kesal. Bagaimana pun juga, ia tidak akan menyerah.

Ya, Yoona sama keras kepalanya dengan Kyuhyun. Batu bertemu dengan batu. Tidak akan ada yang bisa kalah sampai salah satunya pecah, mengalah.

#skip

Yoona merasakan seluruh badannya benar-benar lemas. Seakan tulang-tulang dalam tubuhnya hilang entah kemana. Gadis itu memuntahkan isi perutnya, sampai air terpahit ia keluarkan karena terlalu banyak muntah.

Kyuhyun mengeryit. Ia benar-benar benci dengan suara muntah, baunya, dan segala macam. Pemuda itu lalu mengeluarkan dompetnya, mengambil beberapa lembar ribuan won. Lantas melemparnya ke arah Yoona.

“Itu uang untuk obatmu. Jangan pernah bertemu denganku lagi.”

Yoona masih belum mempedulikannya. Isi perutnya masih terus memberontak keluar. Tidak membiarkannya berhenti. Dirinya melemas seketika.

Kyuhyun berjalan menjauh. Masuk ke dalam mobilnya lalu segera beranjak pergi menuju tujuannya semula. Resor ski yang ada di dekat puncak bukit.

Yoona terbaring terlentang, lemas di atas jalanan yang sepi nan beku layaknya es. Tentu saja, ini hanyalah jalan kecil menuju sebuah bukit yang lumayan jauh dari kota. Spot terbaik untuk ski, dan juga karena itu hawa di sekitarnya benar-benar lebih dingin dari Seoul. Mata gadis itu menerawang jauh ke atas, menatap langit yang sedang deras-derasnya menurunkan gumpalan putih kecil nan lembut. Salju.

Ya, hujan salju sekarang sedang deras-derasnya turun. Mirisnya, Yoona mendapati dirinya sendiri terkapar di tengah jalanan yang membeku, tak ada satu pun mobil yang lewat. Benar-benar sepi seolah berada di kawasan kota mati.

Gadis itu mencoba bangkit. Mencari kembali jalan pulangnya.

Apakah aku benar-benar harus menyerah?

Yoona memejamkan matanya. Apa aku harus melanjutkan perjalananku dengan berjalan kaki?, Yoona memandang kedua jalan yang berlawanan arah di sisi kanan dan kirinya. Maklum, ia berada di persimpangan suatu daerah yang sama sekali tidak dikenalinya.

Yoona memutuskan untuk pulang saja. Kepalanya serasa mau pecah dan perutnya benar-benar kosong, terasa perih menusuk. “Ahh, jinjja… Dia manusia yang sama sekali tidak punya hati..” rutuk Yoona pelan, raut kesalnya tidak kentara. Mungkin, dia terlalu lelah untuk sekedar menumpahkan kekesalannya sendiri.

Perlahan, dia mengambil beberapa langkah. Namun, ia mendadak berhenti. Membalikkan badannya dan pandangannya jatuh pada lembaran ribuan won yang berserakan di atas jalan.

Aigoo.. dia bahkan membuang uangnya seperti itu..”

Tertatih-tatih, Yoona berjalan kembali lantas memungut uang tersebut.


*another side

Kyuhyun merasakan pikirannya benar-benar tidak bisa fokus sekarang. Benaknya dipenuhi dengan pikirannya yang bercampur aduk. Entah apa, yang jelas ini bermula ketika ia menemukan Yoona di depan pintu rumahnya kemarin.

Apa yang salah sebenarnya?

Pemuda itu menemukan keheningan dalam kabin mobilnya membuatnya semakin terusik. Ia memutuskan untuk menyalakan radio yang menyiarkan berita dari daerah setempat.

“Terjadi kecelakaan di persimpangan jalan Kyosamdong KM 100, satu orang korban tabrak lari adalah gadis berumur 20 tahunan dengan rambut panjang lurus dan mengenakan mantel abu…”

Kyuhyun melebarkan matanya, tangannya mencengkram erat kemudinya. Apakah mungkin..

Ia mengingat tadi ada sebuah ambulans yang berjalan cepat berlawanan arah dengannya setelah ia pergi dari tempat itu kurang lebih 30 menit. Kemungkinan jika yang ditabrak itu Yoona benar-benar besar.

Tanpa mengambil waktu lagi, pemuda itu lantas membanting halauannya kembali menuju tempat dimana dia meninggalkan Yoona tanpa berperasaan itu.

Jebal.. kumohon jangan dia..”

#skip

Kyuhyun membanting pintu mobilnya sendiri begitu menghentikan mobilnya asal-asalan di tengah persimpangan. Yoona raib. Entah kemana..

Pemuda itu mengacak rambutnya frustasi. Kemana dia? Apakah memang benar-benar dia?

Kyuhyun menyipitkan matanya ke beberapa arah, berusaha melihat apakah mungkin Yoona sedang berjalan menuju suatu tempat dan tidak mengalami kecelakaan. Pemuda itu meninju udara di sekitarnya mulai panik serta tidak bisa mengontrol pikirannya sendiri.

Rumah sakit…, batinnya setelah beberapa saat kehilangan akalnya, terlalu panik. Ya, cari dia di rumah sakit terdekat…, batinnya meyakinkan dirinya sendiri bahwa gadis itu tidak apa-apa. Bahwa gadis itu tidak terluka karena tindakan bodoh nan temperamentalnya. Semoga.

Kyuhyun kembali bergegas masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan tak keruan. Hanya karena satu gadis. Bernama Im Yoona.


Kyuhyun mengigit ibu jarinya dengan cemas seraya menyetir dan menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru, mencari satu sosok mungil dengan rambut panjang sebahu. Beberapa kali, Kyuhyun memejamkan matanya keras berusaha mengusir rasa pusingnya yang menderanya secara bertubi-tubi.

Stress tinggi dalam waktu yang sungguh mendadak membuat Kyuhyun sedikit linglung. Rasa pusing yang berdenyut kencang memenuhi otaknya tidak bisa dihentikan.

Drrt… drrt..

Kyuhyun menatap ponselnya panik. ‘Pengacara Yoon’ tertulis disana, membuat Kyuhyun mendesah kesal. Apa yang sebenarnya sedang aku lakukan sekarang?, keluhnya sendiri.

Yeoboseyo..”

Yeoboseyo, Pengacara Yoon, tapi aku sedang dalam urusan darurat jadi bisakah kita..”

“Kyuhyun-ssi.. Aku telah menemukan gadis yang kau cari selama ini. Aku menemukannya.”

Kyuhyun meneguk ludahnya. Tepat saat itu juga, ia melihat siluet yang tak mungkin tidak dikenalinya sedang berjalan terseok-seok, mendekap dirinya sendiri berusaha melawan dinginnya angin. Begitu rapuh, seakan bisa hancur kapan saja.

Pemuda itu diam seribu bahasa. Dirinya terkesiap menyadari fakta-fakta dalam otaknya kini mulai terjalin rapih. Menemukan satu titik terang yang kini berada di depan matanya.

Kyuhyun mengerem mobilnya perlahan. Matanya terpaku pada siluet itu, tanpa bisa melepaskan pandangannya. Tangannya mencengkram erat kemudi, lebih erat dari sebelumnya hingga buku jari memutih, menyalurkan gejolak emosinya sendiri.

“Aku juga, Pengacara Yoon. Aku rasa..” lirih Kyuhyun pelan. Tenggorokannya begitu kering membuat suaranya serak.

“Aku menemukannya..” Suara Kyuhyun seakan raib. Rasa sakit dalam hatinya membuat lidahnya kelu. Entah apa yang membuat hatinya begitu sakit sekarang, bisa kembali melihat orang yang selama ini dicarinya.

Gadis yang selama ini diam-diam dicintainya.

Dan Kyuhyun menyesal, menyadari fakta bahwa ia baru menyadari perasaannya sendiri terhadap seorang gadis ketika waktu hidupnya tinggallah 3 bulan lagi. Ia menyesali fakta bahwa dirinya benar-benar menemukan gadis yang akan selalu dicintainya sampai kapanpun ketika ia takkan lama lagi hidup di dunia ini.

Kyuhyun membuka pintu mobilnya dengan tangan bergetar lalu langsung berlari menyusul Yoona

Yoona.

Gadis itu benar seorang Im Yoona.

Gadis yang baru saja memakinya, gadis yang menganggapnya seolah tak pernah ada, gadis yang selalu menganggapnya seorang pemuda tak punya hati. Tapi, Kyuhyun menyadari semua makian Yoona memang benar adanya. Dan lagi, Kyuhyun menyesali dirinya sendiri.

Pemuda itu kini menghentikan langkahnya beberapa meter di depan Yoona, terengah. Kyuhyun menatap Yoona lama. Membuat gadis itu memalingkan pandangannya ke manik mata hitam milik Kyuhyun. Pemuda itu masih bergeming untuk beberapa lama. Pandangannya jatuh ke atas uang yang dipegang erat Yoona.

Yoona tersenyum miris. Jelas sekali, gurat sakit terlihat dalam irisnya

“Eoh, kau mengubah pikiranmu?” sambut Yoona pelan. Dengan nada mengejek.

Kyuhyun diam. Membisu. Matanya yang tajam menatap dalam ke arah Yoona. Seolah hendak menyampaikan sesuatu.

“Itu yang membuatmu kembali bukan?” tanya Yoona lagi.

Kini, hati Kyuhyun terasa diiris jutaan bilah pedang tajam. Sakit, membuat dadanya sesak oleh perasaan bersalah. Melihat keadaan Yoona yang tidak bisa dibilang dalam keadaan layak. Penampilannya yang awut-awutan, baju lusuh, wajahnya tak pernah dihiasi senyuman yang selalu digemarinya. Senyuman yang sulit sekali dikeluarkan Yoona. Senyum indah yang menenangkan hatinya.

Senyum indah yang raib sejak waktu itu.

Apakah benar karena aku dia hidup menyedihkan seperti ini?

“Yah, kau tahu aku melakukan semua ini bukan hanya untuk diriku sendiri. Untuk mendapatkan pekerjaan atau semacamnya. Aku bisa membantumu untuk melepaskan segala image mu yang buruk dan benar-benar menjadi seorang artis pria idaman bagi semua wanita di Korea.”

Yoona menarik napasnya dalam-dalam. Beberapa percikan emosi mulai membuat hatinya sakit. Kembali mengulang memori masa lalunya.

“Dan bukankah dengan begitu kau bisa lebih terkenal dan menghasilkan banyak uang-“

“Kau tidak tahu siapa aku?” ucap Kyuhyun tercekat, suaranya bergetar hebat. Yoona tampak agak terkejut. Tapi, dengan cepat, gadis itu langsung mengontrol raut wajahnya sendiri.

Dangyeonhaji (sudah pasti)! Bahkan anak dari induk semangku pun tahu jika kau adalah Cho Kyuhyun, seorang bintang hallyu-“

“Yoona-ya!” bentak Kyuhyun tidak sabar.

“AKU TIDAK BERCANDA YOONA-YA! APAKAH KAU BENAR-BENAR TIDAK TAHU SIAPA AKU ATAU KAU BERPURA-PURA TIDAK TAHU SIAPA AKU?!” teriak Kyuhyun histeris pada akhirnya, mencengkram kuat lengan Yoona. Ia sudah tidak tahan dengan luapan emosi dalam hatinya yang terus membuat dadanya sakit.

Yoona meringis kesakitan, cengkraman Kyuhyun pada lengannya tidak main-main. Gadis itu mematung beberapa saat, menatap dalam mata Kyuhyun yang penuh dengan berjuta emosi. Wajah datarnya membuat Kyuhyun sulit menebak apa yang sebenarnya Yoona pikirkan sekarang.

Arrayo. Ttak arrayo.. (Aku tahu, aku tahu semuanya tentangmu)” jawab Yoona serak. Seluruh kata-katanya tersangkut di kerongkongannya. Seluruh emosi yang tadinya hendak ia tumpahkan seperti biasanya kali ini macet. Melihat kini, Kyuhyun benar-benar seperti menahan gejolak emosinya, yang sama sepertinya, membuat hati mereka perih.

“Kau hanya seorang pemuda biadab. Kau berandal tak tahu diri. Dan kau adalah seorang bajingan.”

Annyeong haseyoo!!!

Euri post ini karena besok lebaran hehe.. siapa tahu bisa menemani kawan-kawan di antara kegabutan berkunjung ke rumah saudara yang tidak ada habisnya /jahat/ /okey i know/ dan jugaa siapa tahu bisa menemani kalian yang masih dalam perjalanan mudik hoho..

Lewat post ini juga, Euri selaku author disini, ingin meminta maaf jika banyak melakukan kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja. Minal aidzin wal faidzin yaaa reader-deul!! Mohon maaf lahir dan batin.. Selamat Idul Fitri 1438 H!!!

Komen juseyoo!!

Much love, Euri ❤

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s