HOPE CHAPTER 1 : PAST AND PRESNT

Untitled-1

HOPE

RE PRESENT

RATING : M

STARRING:

Byun Baekhyun|Kim Taeyeon|Kim Jun Myeon|Irene Bae

Genre:

Thriller,Action,Romance,Tragedy,Mystery,Little bit sad

“Baekhyun menatap wilayah asing itu sambil menarik nafasnya dalam,wilayah yang terlihat seperti kota mati itu terlihat biasa di mata Baekhyun,ia tarik sehelai kain yang diatasnya bercorak darah,perkataan forensik membuatnya menggengam kain tersebut erat,mana mungkin orang yang sudah mati jadi pelaku pembunuhan?”

Inspiration from : Devil’s DNA,VOICE,STRONG WOMAN DO BONG SOON,I CAN HEAR YOUR VOICE,THE GIRL WHO SEE SMELLS

.

.

Untitled-1 (2).jpg

…………….

 

Seoul,20 – Maret – 15

Baekhyun tersenyum sinis sambil maju ke arah pengadilan.Seorang pria menatapnya sambil menyesap puntung rokoknya.

 

“Baekhyun~a,ada apa? Tak biasanya ke sini..apa ada kasus baru?”ucap pria itu – Changmin sambil menyesap rokoknya.Baekhyun hanya menunduk,sambil menjawab pertanyaan sunbaenya dengan pelan.

 

“Seperti biasa,aku masih mengejar gourmet itu,hyung..dan aku rasa aku akan segera menangkapnya,dengan bukti yang aku bawa saat ini”ucap Baekhyun sambil memperlihatkan beberapa data yang ia dapatkan selama penyelidikan tkp.Changmin hanya diam tersenyum membuktikan dirinya memberi dukungan akan penyelesaian kasus tersebut.Baekhyun menunduk dan tak lama berlalu dari hadapan Changmin.Di dalam sana ia lihat pengacara Oh sedang membereskan beberapa berkas.

 

“Wah..wah..pengacara Oh..seperti biasanya … klienmu selalu  banyak”ucap Baekhyun sambil menepuk pundak pengacara Oh sambil tersenyum.

 

“Hah..ini biasa saja…bahkan,kasusmu masih lebih baik Baekhyun~a”ucap pengacara itu—Sehun sambil menyeringai.Baekhyun tepuk – tepuk pundak Sehun.

 

“Tetaplah jadi pengacara jujur,sahabatku!”ucap Baekhyun sambil berlalu menuju ke arah ruang hakim Cho.Banyak sekali rekannya berputar di ruangan ini membuat Baekhyun kelimpungan menyapanya.

 

“Tuan Cho kini,saya membawa bukti lain dari tkp tersebut”ucap Baekhyun sambil memperlihatkan beberapa bukti ke hadapan Kyuhyun.Kyuhyun hanya mengganguk sambil membolak – balikan halaman bukti yang sudah Baekhyun susun dengan rapi.

 

“Kalau begini mungkin cukup untuk menarik tuan Choi agar mengakui perbuatannya”ucap hakim Kyu sambil merapikan kertas yang Baekhyun berikan.Kyuhyun berikan lagi kertas tersebut pada Baekhyun.

 

“Kau bisa melakukan pemanggilan lagi pada tuan Choi..kurasa bukti ini sudah cukup untuk menyeretnya mendapat hukuman mati”ucap Kyuhyun lagi.Baekhyun tak banyak bicara hanya menunduk dan berjalan meninggalkan hakim Cho disana sendiri.

Baekhyun tundukan kepanya di depan pengadilan.Ia menatap langit sebentar lalu,berjalan meninggalkan pengadilan.Ia ambil benda dari kantungnya.Memperlihatkan liontin yang menujukan inisialnya disana.Ia lihat potret ibunya di dalam liontin itu.

 

“Eoma..Aku akan segera menyeretnya ke neraka”ucap Baekhyun sambil menutup liontin itu cepat.Ia berjalan menuju mobilnya,segera menjalankan mobilnya ke arah yang ingin ia tuju.

 

Tik..tik..tik…

 

Hujan berjatuhan menuju bumi beriringan dengan melajunya mobil Baekhyun meninggalkan pengadilan.Seringaian dari bibirnya tidak berhenti teulas.Seolah-olah kebahagiaan terbesar ataupun surga sudah menunjukan dirinya ke Baekhyun.

 

JDAR –

 

Baekhyun pijakan kakinya diatas tanah gembur itu.Basahnya tanah karena air hujan bahkan tidak membuatnya gentar.Kakinya terus berjalan,tubuhnya tetap tegap.Di depan kepolisian yang biasa ia pijaki itu,ia terus melangkah,menerobos masuk ke divisinya.Divisi pembunuhan tingkat 3.

 

“Waeyo..baby—“belum selesai Chanyeol berucap.Baekhyun bantingkan beberapa berkas yang sudah diperlihatkannya pada Kyuhyun tadi.

 

“Ini—“ucapan Chanyeol tertahan.Chanyeol sudah dibasahi oleh keringat dingin.Matanya membulat sempurna.Sedangkan,Baekhyun hanya menggangukan kepalanya kecil.

 

“Tae—dia benar pelakunya? Ayahmu ? ”ucapan yang tertahan di bibir Chanyeol akhirnya keluar juga.Baekhyun gebrak meja kepolisian itu.Rekan kerjanya yang lain mulai memperhatikan Baekhyun yang sedang menatap Chanyeol dengan dendam.

 

“Tidak! Dia bukan ayahku ! DIA IBLIS ! Akan kukirim iblis itu ke neraka”sardik Baekhyun sambil merampas dokumen itu dari tangan Chanyeol.Chanyeol masih menatap punggung Baekhyun yang perlahan hilang di telan pintu.

 

“Ada apa,Dumbo~a?”tanya Luhan yang sedari tadi sudah sangat penasaran dengan apa yang terjadi.Chanyeol hanya menggeleng kecil.

 

“Mungkin bukan saatnya kau tahu”ucap Chanyeol sambil memfokuskan lagi dirinya di depan komputer.Mengerjakan tugasnya yang belum usai.

 

Baekhyun pov—

 

Entah amarah apa yang memenuhi dadaku ini.Hanya menggertak saja yang kulakukan pada semua rekan kerjaku hari ini.Kenyataan ini menamparku lebih keras.Membuat mulutku terus menggertak.Aku tetap diam sambil menunggu orang dari tahanan itu keluar dan menemuiku di tempat dimana tahanan bisa bertemu dengan kerabatnya.

 

“Wah..wah..kita lihat siapa disini? Putraku?”ucap pria yang paling aku benci mulai dari kematian ibuku.Gigiku menggertak memandangnya dengan tatapan penuh amarah.Aku kepalkan erat tanganku.

 

“Putra? Jangan bercanda Tn.Choi Taewoo”ucapku sambil menggebrak meja kecil itu.Aku lihat oria itu tarik senyumnya ke batas pipinya.

 

“Ckckck…Apa yang ingin kau katakan hah?”ucapnya tanpa basa-basi lagi.Kulihat jarinya itu menyentuh kelopak matanya.Menusuk bagian bawah dari kelopak matanya itu.Aku keluarkan smirk dan membantingkan salinan bukti yang sudah kutemukan.

 

“Kau tau ? Dengan ini aku akan kirim kau ke neraka!!”ucapku  sambil menatapnya dengan remeh.Namun,yang kulihat saat itu ia hanya keluarkan tawanya yang menggelegar.Ia julurkan lidahnya menyentuhnya dengan telunjuknya sambil menatapku dengan tatapan menantang.

 

“Kau fikir ini akan membawaku ke neraka?”tanyanya sambil terus keluarkan senyum anehnya.Aku segera bangkitkan tubuhku lalu,berjalan pergi meninggalkan pria gila itu.

 

“HAHAHAHAAAAA JANGAN BERMIMPI”tawa pria itu sungguh menggelegar dan membuatku masih bisa mendengar suara pria itu.Aku tidak mengerti mengapa ia begitu bahagia dengan hal yang kusebutkan tadi.Sudah kubilang akan kukirim ia ke neraka bukan?

 

Author pov –

 

Tuk..tuk..tuk

Keputusan sidang berakhir dengan suara ketukan palu yang dibunyikan hakim Cho.Para keluarga korban menangis haru,mensyukuri hukuman mati untuk Choi Taewoo.Baekhyun ikut sampaikan syukurnya dengan keputusan sidang hari ini.

 

“Terima kasih,sudah membantu mencari pembunuh Yoona,Baekhyun~a..Aku—sangat bersyukur”ucap pria itu—Siwon sambil menggengam tangan Baekhyun sembari bersujud.Baekhyun angkat badan orang yang sudah ia anggap seperti hyungnya sendiri itu.

 

“Ini adalah balas dendamku juga hyung..jadi,tidak perlu bertrimaksih”ucap Baekhyun sambil menepuk pundak Siwon.Siwon pandang Baekhyun sambil tersenyum tipis.Memperlihatkan lagi sisi kuatnya pada dongsaengnya ini.

 

“Aku doakan di kehidupan selanjutnya kita akan menjadi hyung dan dongsaeng yang sebenarnya”ucap Siwon sembari menundukan kepalanya.Berjalan meninggalkan ruang sidang.Tersisalah Baekhyun disana,yang masih memegangi liontin pemberian eomanya.

 

“Eoma..Aku sudah mengirimnya ke neraka terburuk”ucap Baekhyun sambil mengusap liontin itu lembut.Menatap langit-langit pengadilan sambil memejamkan matanya.

 

“Seperti biasanya,kerja bagus Baekhyun~a”ucap pria bermarga Oh itu sambil mendudukan dirinya di sebelah Baekhyun yang masih terpejam.

 

“Begitu juga denganmu,Sehun~a”ucap Baekhyun sambil menepuk pundak Sehun asal.Matanya masih tetap terpejam,membiarkan memori masa lalu merasuki dirinya sekali lagi.

 

“Oh..hai Sehunnie..Baekhyunie”ucapan wanita itu mampu membuat mata Baekhyun terbuka.Di sudut matanya Baekhyun dapat melihat wanita itu—Seo Joo Hyun sedang tersenyum sopan ke arah mereka.

 

“Ah..menunggu Kyuhyun hyung?”tanya Sehun sambil menepuk bangku di sebelahnya membiarkan Seohyun duduk disana.

 

“Hemm”ucap Seohyun sambil menggangukan kepalanya sedikit.Baekhyun dudukan dirinya dengan benar.Menautkan kedua tangannya menaik-turunkan tangannya itu.

 

“Kau tidak ada jadwal hari ini,Seohyun~a?”tanya Sehun sambil membuat duduknya jadi lebih santai dari sebelumnya.

 

“Iya..ini bulan ke tujuh..Aku tidak bisa terlalu kelelahan karena,melakukan operasi”ucap Seohyun sambil menyentuh perutnya yang sudah terlihat membuncit itu.

 

“Ah..kami doakan anakmu akan lahir sehat..iya,kan? Baekhyun~a?”ucap Sehun sambil mengalungkan tangannya ke bahu Baekhyun.

 

“Nde—“ucap Baekhyun canggung.Seohyun hanya tersenyum kecil.Melirik Sehun sambil mengarahkan pandangannya ke pintu keluar pengadilan.

 

“Ah..sepertinya Jiyeon sudah menungguku dirumah,kau temani Seohyun nunna oke? Aku pergi duluan”ucap Sehun seolah mengerti tanda yang di berikan Seohyun.

 

“Sudah lama sekali kita tidak mengobrol seperti ini,oppa”ucap Seohyun.Nadanya lebih pelan dari sebelumnya saat mengobrol dengan Sehun tadi.

 

“Hmm—“jawab Baekhyun sakratis.Seohyun garuk tengkuknya yang tidak gatal itu.

 

“Kau tau..bukan aku saja yang harus bahagia…kau juga carilah kebahagian—“belum sempat Seohyun selesaikan ucapannya Baekhyun langsung berdiri.Tidak ingin mendengar lebih banyak lagi.

 

“Aku kira kebahagiaanku itu urusanku,Seohyun~ssi..Jangan suka ikut campur”ucap Baekhyun sambil meninggalkan Seohyun sendirian disana.Mata Seohyun menatap kakinya yang sudah bergerak tidak karuan sedari tadi sebab canggungnya kejadian tadi.

 

“Hah..”nafas Seohyun terdengar begitu berat.

 

Tep..

 

Seohyun rasakan tangannya jadi lebih dingin daripada biasanya.Ia buka matanya yang tertutup tadi.Memalingkan kepalanya menatap orang yang menyentuh tangannya sambil tersenyum.

 

“Kau sudah selesai,oppa?”tanya Seohyun sambil mengangkat tangannya menuju pipi pria yang ditunggunya sedari tadi.

Pria itu –Kyuhyun tersenyum sambil mentap Seohyun.Kepalanya mengganguk kecil.

“Aku ingin tau kabar aegi kita”ucap Kyuhyun sembari mendekatkan kepalannya ke perut Seohyun.Seohyun tersenyum sembari mengusap rambut Kyuhyun.

 

“Apa salah,aku mendoakan kebahagiaannya—oppa ?”tanya Seohyun masih mengusap rambut Kyuhyun lembut.

 

“Tidak ada yang salah,chagi~a..Hanya saja Baekhyun belum menemukan orang yang tepat”ucap Kyuhyun sambil menatap mata Seohyun dari dekat.Menangkupkan pipi Seohyun sambi mengusapnya lembut.Seohyun hanya balas sikap manis Kyuhyun dengan senyuman.

 

“Yah..benar…mungkin belum”ucap Seohyun singkat.Mereka habiskan waktu itu sambil berbincang kecil,di ruangan besar ini mereka membagi kasih dan sayang mereka.

Sementara,itu Baekhyun pacu mobilnya dengan kecepatan penuh.Memori singkatnya dengan wanita itu terbayang lagi dan menyesakan dadanya.Baekhyun hentakan lengannya ke stir.Memandang jauh ke arah jalanan kota Seoul yang padat.

 

“Hah..”nafas pendek Baekhyun terdengar begitu berat.Satu masalah sudah berhasil ia selesaikan dengan baik,namun ia di hadapi lagi dengan masalah pribadinya.Masalahnya dengan Kyuhyun,dan mantan kekasihnya—Seohyun.

 

Flashback~

            Hari itu,Seohyun terlihat terus menundukan kepalanya.Memandangi kakinya seolah-olah ada hal yang lebih baik disana dibandingkan seseorang dihadapannya saat ini.

“Hei..Apa yang membuatmu begitu tertarik melihat ke bawah sana?”tanya pria itu—Baekhyun sambil menarik lengan gadis itu untuk mengalihkan perhatiannya.Tapi,tak banyak yang berubah,gadis itu hanya melirik sebentar lalu memfokuskan lagi dirinya ke kakinya yang saling bertautan.Mengetuk-ngetukan kakinya sedikit tanpa aada niat melihat ke arah pria di hadapannya.

 

“Huh..sudahlah mungkin aku tidak lebih baik daripada kakimu,tanganmu,atau bahkan tanah itu”rajuk Baekhyun sambil membantingkan lengan Seohyun pelan.Gadis itu langsung berjal ke arah pria itu,memeluk pria itu dari belakang,sambil menangkupkan dagunya di bahu Baekhyun.

 

“Mianhae ,oppa..”ucap Seohyun lembut.Membuat senyum tercurah lagi di bibir Baekhyun.Baekhyun balikan tubuhnya ke Seohyun,menatap gadis itu sambil tersenyum.

 

“Lihat? Kau bahkan lebih menyukaiku ketika aku sudah berbalik tidak menatapmu”ucap Baekhyun sambil menangkupkan pipi Seohyun di tangannya yang besar.

 

“Kau tau kenapa?”tanya Seohyun sambil mempoutkan bibirnya.Terlihat begitu manis di pandangan Baekhyun.

 

“Wae?”tanya Baekhyun sambil memajukan badannya agar lebih dekat dengan gadisnya itu.

 

“Karena wajahmu itu sangat membosankan,oppa”ucap Seohyun sambil memeletkan lidahnya.Gadis itu berlari menjauhi Baekhyun yang terlihat murka kepadanya.Seohyun terus tertawa sambil melihat ke arah pria itu.

BRAK—

            Seohyun terjatuh ke rerumputan taman.Tak lama Baekhyun yang mengejarnya pun terjatuh menimpanya.Mata Seohyun membulat memandang mata Baekhyun yang menatapnya lembut.

“Kau kena,chagi~a”ucap Baekhyun sambil tertawa puas.Seohyun sentuh pipi Baekhyun menariknya hingga membuat bibir mereka bertautan.Mata Seohyun hanya terpejam.Berbeda dengan Baekhyun yang masih terkejut karena,serangan tiba-tiba dari yeojachingunya.Namun,lama-lama matanya pun tertutup mengikuti permainan Seohyun.Membiarkan hilir angin menerbangkan anak rambutnya.

 

            Seohyun jauhkan lagi wajah Baekhyun dari wajahnya.Pipinya sudah dipenuhi rona merah.Tanpa Seohyun sadari air mata menetes dari celah matanya yang bulat itu.

“Oppa—“suara Seohyun terdengar tertahan.Itu membuat Baekhyun gelisa.Jantungnya jadi berdegub tidak karuan.

“Kita  tidak bisa melanjutkan hubungan ini”ucap Seohyun sambil mendorong tubuh Baekhyun agar menjauh darinya.Baekhyun yang masih shock memandang Seohyun tidak percaya.

“Wa—Wae?”suara Baekhyun yang tertahan pun akhirnya keluar.Seohyun tundukan kepalanya.Memandang Baekhyun dari sudut matanya.Mulutnya sudah terbuka kecil,sembari menarik ujung bajunya.

 

“A—A—Aku dijodohkan”ucap Seohyun dengan tergagap.Dunia Baekhyun serasa tidak berputar lagi.Di hatinya tergores lagi luka baru yang bahkan baru saja disembuhkan.Menimbulkan luka yang lebih besar lagi dari sebelumnya.

 

“M—Mi—Mianhae”ucap Seohyun sambil berlari meninggalkan Baekhyun yang masih menatap punggung Seohyun dengan tatapan kosong.Hatinya yang baru ia susun lagi,hancur untuk kedua kalinya.

 

Flashback End—

Ia kendarai mobilnya menuju tempat yang membuatnya lebih tenang.Ia pinggirkan dulu mobilnya untuk membeli bunga kesukaan orang yang ingin ia kunjungi.Bunga yang begitu menyerupai orang tersebut,bunga lily.Bunga yang terlihat begitu indah dan lemah secara bersamaan.Setelah itu,Baekhyun dudukan dirinya dihadapan nisan bertuliskan Byun Seol Wong.Ia simpan bunga liliy itu diatas makamnya,menyatukan tangannya memanjatkan doa untuk ibunya itu.

“Eoma..orang itu akan segera kukirim ke neraka..”ucap Baekhyun sambil mengusap nisn itu,seolah sedang menyentuh lengan ibunya yang hangat.

 

“Eoma tau? Aku rasa..aku tidak akan jatuh cinta lagi..cinta itu menyakitkan”ucap Baekhyun,seakan memang sedang mencurahkan perasaannya dengan ibunya.Seolah-olah ibunya memanglah ada di sana.

 

“Tapi eoma..aku tidak mau sendirian”isakan Baekhyun hanya bisa dikeluarkannya dihadapan makam eomanya dan gadisnya dulu—Seohyun.Tapi,kini tempatnya untuk menangis hanya tersisa satu itu –eomanya.

 

.

.

Baekhyun masuk ke divisinya dengan wajah lesu.Ruangan itu sudah sepi.Hanya tersisa beberapa polisi yang masih berlalu lalang.Baekhyun dudukan dirinya di kursi kebanggaannya oitu.Menyalakan komputernya dan mulai mengerjakan tugasnya seperti biasa.

“Baby smurf~a kerja bagus”ucap Chanyeol yang baru saja datang,menghampiri meja Baekhyun dan memakan jjangmyeon yang ia bawa.Duduk tepat di sebelah Baekhyun sambil memperhatikan apa yang dilakukan sahabatnya itu.

 

“Diam kau,dumbo~a kerjakan saja tugasmu”ucap Baekhyun masih tetap memandangi komputernya.Data yang sudah dikumpulkan olehnya selama 5 tahun terakhir ini akhirnya mencapai titik terang.

 

“Jawdi ketwua gouwrmwet itwu dihukwum mawti juwga? Bewsok?”ucap Chanyeol masih dengan mulut yang penuh jjangmyeon.Baekhyun hanya mengganguk singkat masih fokus dengan kerjaannya saat ini.

 

“Lain kali pilihlah salah satu,makan atau bicara,Chanyeol~a”ucap inspektur Chen yang baru saja memasuki ruangan divisi mereka.Berjalan ke arah mejanya dan mendudukan dirinya di sana.Membuka beberapa berkas yang sudah diajukan oleh Baekhyun siang tadi.

 

“Menurutmu bagaimana Chen? Apa kemungkinan anggota gourmet itu masih banyak diluar sana? Selain yang sudah kita tangkap?”tanya Baekhyun to the point.Chen hanya menggeleng singkat.

 

“Aku tidak yakin,organisasi itu sudah terlampau besar menurutku,dan agaknya aneh kalau memiliki sedikit anggota”ucap Chen sambil membuka lembaran demi lembaran berkas itu.

 

“Kita harus segera mencari tahunya”ucap Baekhyun tegas.Sedangkan,itu Chanyeol hanya menatap mereka heran.Tidak berkomentar karena,titah dari Chen yaitu memilih antara makan dan berbicara.

 

BRAK—

Pintu dibantingkan dengan keras oleh salah satu inspektur bersamaan dengan terkejutnya seisi ruangan.Inspektur itu –Minho menghampri meja Baekhyun sambil berlari.

 

“Baekhyun~a…Namamu jadi perbincangan diluar sana! Para wartawan mencarimu ! Mereka ingin menanyai pasal gourmet..Inspetur Shindong dan Donghae sedang menahan mereka diluar sana!”jerit Minho sambil menunjuk – nunjuk pintu yang tertutup itu.

 

“Yang menyelesaikan kasus ini kan divisi kita,tapi kenapa aku yang dicari?”tanya Baekhyun malas sambil memutar bola matanya.

 

“Karena aku bilang kau sudah menyelidiki ini dari lama,bahkan sebelum masuk ke kepolisian”ucap Minho santai.Membuat Baekhyun ingin memukulnya dengan komputernya sekarang juga,namun Chanyeol menahannya.

 

“Sudahlah kau seperti tidak tau Minho saja”ucap Chanyeol santai membuatnya ingin membakar Chanyeol juga.Mereka itu duo menyebalkan di divisi ini.Baekhyun hembuskan nafasnya yang terasa berat.

 

BAK..

 

Pintu ruangan itu terbuka dengan kasarnya menampilkan wajah gelisah Yesung.Yesung langsung berlari ke arah Baekhyun dan menggengam tangannya.

 

“Baekhyun~a ka—kau sudah tau kalau ayahmu akan dihukum mati?”tanya Yesung dengan suara seminimal mungkin.Baekhyun sentakan lengan Yesung tubuhnya menegang mentap Yesung dengan amarah.

 

“Dia monster! DIA BUKAN AYAHKU! CAMKAN ITU HYUNG!”jerit Baekhyun dihadapan wajah Yesung.Menggebrak pintu keluar ruangan itu dengan penuh amarah.Yesung hampir saja terjengkal saking kagetnya melihat sisi Baekhyun yang lain.

 

“N—nde? Apa masksudmu ayah,hyung?”tanya Luhan,Chanyeol dan Minho serentak.

 

“Ini bukan urusan anak kecil”ucap Yesung sembari memasukan kedua lengannya ke dua saku jeansnya.Senyuman kecil Yesung tunjukan Berjalan santai keluar ruangan seolah tidak ada hal buruk yang terjadi.

 

“Kenapa kalian semua meremehkanku hah?”tanya Luhan sambil menunjuk ke arah rekannya di kepolisian.

 

“Apa maksudmu ha?”tanya Chanyeol yang masih mengetik dokumennya.Luhan dengan mimik sedihnya berlari keluar sambil berteriak.

 

“AKU DISEBUT ANAK KECIL,BELUM WAKTUNYA TAU KALIAN FIKIR AKU DETEKTIF CILIK APA?!”jerit Luhan sambil menangis terus berlari hingga sampai keluar gedung kepolisian.

.

.

“Tugas kami adalah menangkap mereka yang bersembunyi dibalik bayang-bayang”

.

.

            Keputusan hakim sudah menentukan bahwa Choi Joon Sik adalah dalang dari pembunuhan sadis yang sudah berlangsung selama 25tahun.Akhirnya,Joon Sik pun melalui hukumannya.Sesaat sebelum wajahnya ditutupi oleh tas kain bisa terlihat wajahnya yang menyeringai.

 

“Kau pikir kau bisa membunuhku? Jangan bermimpi nak!”ucap Joon Sik untuk terakhir kalinya.Baekhyun tarik senyumnya simpul.Orang yang membunuh ibunya akhirnya dapat ia bunuh dengan tangannya sendiri.Ialah yang mengantar pria busuk ini ke tempat peristirahatan yang sesungguhnya.Baekhyun terus menggengam liontin kecil itu kuat.Tanpa ia sadari air mata turun dari kelopak matanya.Yah,sebusuknya seoorang Joonsik dia tetaplah ayahnya.Baekhyun sudah sebatang kara saat ini.Yah,begitulah.

.

.

“Setelah aku mengirimnya ke neraka,bagaimana ia hidup lagi?”

.

.

Seoul,15 september 2017.

mmiu.png

Cash..huff..huf..

Mata gadis itu terus menelisik menatap ke belakangnnya.Terus berlari tak seirama tanpa arah.Suara hujan menutupi suara gadis itu yang terus meminta pertolongan.

BRAK..

Ia buka pintu gedung tak berpenghuni itu dengan kasar.Tangannya menyatu sambil bersembunyi di balik kardus – kardus yang sudah melembab.Tangannya mengetikan nomor yang begitu ia ingat.Menunggu suara hangat yang biasa menyapanya dari ujung ponsel ini.

“Jebal..jawab! Irene!..”tangan gadis itu masih bergetar tanpa melepas gengamannya dari ponsel tersebut.Ia tak berhenti menggumamkan nama “Irene” berkali – kali dengan nafas yang tersendat-sendat.

Tik..tik..tik..kret..shek..shek..

Ia putuskan sambungan ponselnya pada akhirnya.Berusaha menghubungi nomor darurat.

BRAK….

Pintu pertama ruangan gedung itu mulai terbuka.Membuat tangannya mulai mendingin.Tangan gadis itu bergetar hebat.Ia tutupi mulutnya sambil memanjatkan doa untuk keselamatannya.

“Tolong..tolong aku..”ucap gadis itu sambil memegang ponnselnya sambil bergetar.Degupan jantungnya bertambah ketika suara ketukan sepatu semakin terdengar.

“Dengan siapa disini?”ucap seorang pria dari ujung sana.

“Jebal dowajuseyo..aku dikejar seseorang…………. dowajuseyo………………..dowajuseyo”ucapnya tetap dengan nada bergetarnya.Namun,sambungan ponselnya mulai terputus.Ia mulai menghubungi lagi kontak yang namananya terus ia sebut sedari tadi.

BAK..

Pintu terbuka dengan kasarnya.Membuat gadis itu semakin bergetar.Ia matikan ponselnya segera.Menyimpannya di sisinya yang masih bergetar hebat.Sambungan ponsel yang masih berjalan itu membuat ketegangan semakin kentara.Bulu kuduknya semakin berdiri saat terdengar hentakan kasar sepatu yang mendekatinya.

“Hei gadis manis .. apa sudah cukup main petak  umpetnya?”tanya pria itu sambil tersenyum lebar.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”gadis itu berteriak sekencang – kencangnya ketika pisau itu merobek organ dalamnya.Malaikat pencabut nyawa mengambil nyawanya dengan sekali tarikan ke atas.Membelah tubuh gadis itu jadi dua dengan sempurna.Dari ujung ponsel itu terdengar jeritan yang begitu pilu.Pria itu segera menginjak ponsel yang berdering nyaring karena suara jeritan gadis itu.Menggunakan lagi penutup kepala hitam yang jadi jati dirinya.Menundukan tubuhnya,menarik jantung gadis itu lalu membantingkan gadis itu dengan keras.Dengan seringaian pria itu mulai menggerogoti jantung itu seolah-olah daging masak yang amatlah enak.

Setelah waktu berlalu dengan lama suara jeritan itu membuat gadis itu terduduk.Gambaran dari pembunuhan itu muncul di otaknya bagai roll memori yang mulai tenggelam di otak gadis itu.Berputar – putar membuat gadis itu histeris.Matanya membulat sempurna saat suara gigi berbenturan yang terdengar seperti membelah hal yang menjijikan.Air mata mulai turun dengan perlahan di kedua mata indahnya.Sambil berteriak gadis itu berlari ke luar rumahnya yang saat itu turun hujan.Kakinya terus berjalan tanpa alas kaki menuju ke sebuah pulau mati.Menjatuhkan dirinya sambil memunggungi dermaga.Bibir merah madi gadis itu terus bergetar membuat tangannya saling menggengam.Bersembunyi di balik kedua kakinya.Tangis tak berhenti keluar dari matanya.Menangis di sebuah kota mati sendirian mungkin agak terdengar gila.

 

Bersamaan dengan gadis  itu gadis lainnya terus berlari,menangis sambil menerjang hujan yang kala itu semakin deras.Bibirnya yang bergetar itu terus melantunkan kata dan nama yang sama.

“Hyoeyeon eoni~ Eoniii~ Mian~ Miane~Mi”suara gadis bermarga Bae itu mulai melemah seiring dengan tubuhnya yang terjatuh.Bibirnya terus bergetar meskipun matanya sudah tertutup.

 

Sementara itu,di DIVISI GOLDEN TIME

“Dengan siapa disini?”tanya Shindong sesaat setelah mengangkat panggilan darurat tersebut.

“Jebal dowajuseyo..aku dikejar seseorang…………. dowajuseyo………………..dowajuseyo”ucap gadis di sebrang sana terdengar bergetar.

Piip..Piip..

Sambungan menuju ponsel itu tertutup membuat Shindong jadi panik.Ia berusaha mencoba menghubungi lagi nomor tersebut namun hanya nomor operatorlah yang menjawab mengatakan bahwa nomor yang dituju sibuk.

“DIVISI PATROLI PULAU AKSA MOHON CEPAT MENUJU WILAYAH TIMUR!”jerit Shindong sambil menekan tombol darurat.

“Waeyo,Shindong~a?”tanya Onew yang baru saja memasuki ruangan divisi golden time.

“Aku rasa akan ada pembunuhan baru”ucap Shindong sambil menatap lurus ke arah Onew.

Ngiung..Ngiung..Ngiung…

Mobil patroli akhirnya sampai di tkp kejadian.Namun,naas yang tersisa hanyalah jasad gadis yang tak berbentuk,ponsel,tas,dan jejak kaki yang berlumur lumpur.Tim forensik mulai menelisik tubuh korban dan benda di sekitarnya.Terlihat disana detektif Baekhyun sedang ikut memeriksa tkp.

Baekhyun sadar ada beberapa kesamaan dengan pembunuhan yang dilakukan organisasi gourmet.Jantung yang hilang badan yang terbelah dua sangatlah mirip dengan pembunuhan yang dilakukan oleh lelaki busuk itu.

“DIA KEMBALI”ucap gadis itu sambil menggengam lengan detektif Byun erat.Baekhyun melihat sekitar dan tidak didapati apapun kecuali orang-orang yang berpakaian hitam tanda berkabung.

“DIA KEMBALI”ucap gadis itu lagi sambil menggiti kuku jarinya.Sambil memandang Baekhyun dengan sorot matanya yang tajam ia berkata.

“AKU BISA MENDENGARNYA”ucap gadis itu dengan bibir yang pucat.

Kring..

Baekhyun arahkan pandangannya ke arah ponselnya yang berdering.

“Ya..ada kemajuan lain?Bagaimana dengan sidik jari tadi ada yang sesuai dengan orang yang tinggal disini?”tanya Baekhyun langsung to the point.

“Ani..disini tidak ada sidik jari itu Hyung…Tapi,kau ingat ketua organisasi gourmet?”tanya Chanyeol dari balik ponselnya.Baekhyun berucap sambil mengangguk.

“Iya aku ingat ada apa?”ucap Baekhyun singkat.

“Sidik jarinya sama”ucap Chanyeol.Baekhyun bulatkan matanya.Tangannya bergetar sambil menggengam ponsel tersebut.

“Mana mungkin? Jangan BERCANDA!”teriak Baekhyun sambil menghembuskan nafasnya,ia jauhkan ponselnya dari telinganya.Mana mungkin pria brengsek itu menepati janjinya kalau dia akan kembali.Mencoba untuk membunuhnya?.

“Kasus yang menarik?”fikir Baekhyun sambil mematikan ponselnya.Ia lihat wilayah tanpa cctv ini sambil bergumam.

“Aku kembali lagi ke tempat ini?”ucap Baekhyun sambil menatap tempat yang merupakan TKP dari pembunuhan gourmet beberapa tahun silam.Mengangkat kepalanya melihat dedaunan mengering dan batang yang sudah menghitam.Pria itu memulai tantangan ini dengan baik.Kini,caranya adalah menghubungkan waktu dengan benang yan tak terlihat.Takdir yang tidak nyata ini,Baekhyun harus memecahkannya.Ada satu hal yang Baekhyun yakini,insiden ini masih berhubungan dengan bajingan yang sudah ia bunuh dengan tangannya sendiri itu.

.

.

“Angin menghembuskan aroma-aroma darah,melantunkan lagu sendu tak seirama,menghubungkan waktu yang tidak nyata”

HOPE : PAST AND PRESENT

.

.

See You Next Time ~

Thank You For Still Waiting !

With Love,Re

 

 

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s