[Chapter] School 2017 – 1

school 2017

ParkSeungRiHae x kyri99 storyline

Title: School 2017

Cast: Kim Yerim, Mark Lee, Jung Jaehyun, Kang Seulgi, Na Jaemin

Support cast: Kim Jongin as Yeri’s brother

Genre: School life, AU, angst (?), friendship, comedy (?)

Rating: G – PG 15

Poster by: @ChocoYeppeo INDO FANFICTIONS ARTS (IFA) or @ChocoYeppeo (for her blog)

Note: Aloha! So this is my first FF about school life. Cast yang aku gunakan itu idol-idol rookie yang lagi nge hits belakangan ini yaitu member NCT dan Red Velvet. Ini juga pertama kalinya Euri nulis FF dengan cast selain Super Generation couple. Plot dari cerita ini sebagian besar merupakan hasil karya unnieku, @kyri99 yang bisa kalian temukan di dunia wattpad ^^. Jadi, ini termasuk FF collab ya reader-deul!! Semoga kalian suka! >< Dan ini bukan FF remake yaa hehe..

A/N: DON’T BE SIDERS AND PLAGIATOR! LEAVE SOME COMMENT AS YOUR RESPECT!

HAPPY READING ^^

“KIM YERIM BANGUNNN!!!”

Brak.

Yeri mengaduh dalam lelapnya. Ini pasti kelakuan Jongin.

“Hei, bangun, bantet!”

Jongin tanpa perasaan menendang punggung Yeri keras hingga akhirnya gadis itu menggelinding jatuh dari tempat tidurnya. Bunyi berdebam dengan cepat terdengar diselingi pekikan kesakitan tinggi.

“YAAA!!! KIM JONGIN!”

“Makanya kalau ku bilang bangun, cepat bangun.” ucapnya datar. Pemuda itu sudah siap dalam seragamnya. Seragam dari sekolah kenamaan Hanlim. Ya, sekolah yang banyak menelurkan artis berbakat itu.

“Ini hari pertamamu masuk SMA dan kau masih saja menjalankan rutinitas bangun telatmu? Kau mau mendapatkan hukuman di hari pertamamu?”

“Terserah.” jawab Yeri tak acuh kemudian kembali menyelimuti dirinya dengan selimut hangatnya. Jongin mendecih. “Baiklah, aku takkan bermurah hati padamu nanti. Aku berangkat duluan.”

“Pergi sana!” usir Yeri gusar. Jongin menyentak selimut Yeri kencang sehingga gadis itu menjerit lagi, kesal. “Jangan ganggu akuu!!”

Blam.

Jongin membanting pintu kamar Yeri, sama kesalnya. Niatnya ingin membantu adiknya itu agar tidak mendapatkan kesulitan ketika masa perkenalan ini malah dibuang mentah-mentah. Siapa yang tidak marah.

Tapi, sudah biasa Jongin dan Yeri berselisih paham seperti ini.

Yeri sudah terlelap lagi. Ia meringkuk di balik selimut hangat dengan nyaman. Sayang seribu sayang, kini Nyonya Kim yang menerobos masuk ke dalam kamarnya.

“KIM YERIM!”

Baik ibu maupun anak, semuanya sama. Suara mereka begitu kencang bak pengeras suara. “Bangun! Aku menyekolahkanmu ke Hanlim bukan agar kau bisa malas-malasan!”

“Mark sudah menunggumu di luar.”

Yeri yang tadinya masih ingin berpura-pura tidur dengan segera bangun, bahkan berdiri langsung dari tempat tidurnya. “Mark?!!” tanya Yeri kaget. Nyonya Kim mengangguk.

“Astaga.. Mati aku..”

Yeri terbirit-birit mengambil seragam serta handuknya lalu masuk ke kemar mandi. Nyonya Kim menyeringai. Apakah hanya Mark yang sanggup membangunkan gadisku?, batinnya sendiri. Ia menggeleng-gelengkan kepala dan meninggalkan kamar Yeri untuk menyiapkan beberapa sarapan lagi untuk Mark yang datang.

#skip

Yeri dengan wajah paniknya buru-buru turun tangga menuju ruang makan dimana ibunya berada.

Eomma!”

Sedetik kemudian, ia membeku mendapati pemuda itu sedang duduk di meja makan menikmati setangkup roti dengan selai cokelat.

Dengan tenang pula.

Yeri melirik jam tangannya dan membulatkan matanya. “Mark! Kita harus segera berangkat!!!”

Gadis itu menarik pergelangan tangan Mark kuat sehingga mau tak mau pemuda itu ikut terseret. Nyonya Kim mendelik. “Ya! Kim Yerim! Makan sarapanmu!”

“Aku sudah terlambat, eomma!!!”

Mark dengan cepat menyambar tasnya yang ada di atas meja dan menundukkan kepalanya hormat ke arah Nyonya Kim. Ia tak bisa mengucapkan salam karena mulutnya masih dipenuhi dengan roti.

“Ayo, Mark! Kenapa kau lambat sekalii!!”

Mark mendesah pasrah. Ia ingin marah sekali saja, tapi wajah polos gadis itu tak pernah bisa membuatnya marah.

“Naik.”

Mark sudah siap di atas pedalnya. Yeri duduk di boncengan belakang lantas memeluk erat pinggang Mark. “Aku siap. Kayuh dengan cepat oke?”

“Terserah..”

Jawaban pasrah dan ingin marah Mark itu malah membuat Yeri terkekeh pelan.

“Aku minta maaf. Kita berdua akan telat. Aku yakin itu.”

Mark hanya menjawab dengan dengusan berat. Tak sanggup berkata-kata.

Yeri merasakan darahnya kembali berdesir. Mark memang satu-satunya orang yang sangat sabar kepadanya.

Tak ada salahnya jika perasaan ini memang tetap tumbuh kan?

“Mark Lee!”

Hening.

Seluruh siswa saling berpandangan. Mencari-cari anak bernama Mark Lee itu mengangkat tangan. Nihil.

“Dia terlambat, Jae.” bisik Jongin di belakang Jung Jaehyun. Ya, Jaehyun menjadi pembimbing kelompok kelas Yeri selama masa pengenalan ini.

Jaehyun menaikkan kedua alisnya terkejut ketika melihat nama gadis itu tertera di kertas yang ada di dalam genggamannya.

“Kim Yerim!”

“Dia juga terlambat.” potong Jongin cepat, ogah-ogahan. Merasa sedikit malu juga. Jaehyun mengangguk-angguk, pikirannya kini berkelana kemana-mana.

Tampak sekali beberapa siswa laki-laki dengan segera berbisik-bisik ketika nama Yeri disebut. Tak ayal, Jaehyun segera menegur mereka.

“Apa yang kalian bicarakan?” tanyanya tajam. Wajah dingin Jaehyun tak pernah berubah.

“Tidak ada, sunbae.”

“Kami membicarakan Kim Yerim!” Satu siswa itu langsung dipelototi oleh kawan-kawannya. Hanya satu kata. Ia sangat berani.

“Siapa namamu?” Jongin dengan segera menginterogasi pemuda itu. Beraninya dia membicarakan Yeri di depanku, geramnya.

“Na Jaemin.” Pemuda itu kemudian memberikan senyum lebarnya yang memamerkan deretan gigi putihnya. Tak dapat dibantah, pemuda itu mempunyai pesona menarik serta lucu. Para gadis dengan segera berbisik-bisik juga.

“Apa yang kau bicarakan?”

“Dia cantik, pintar, berbakat. Kami tidak sabar menemuinya.”

Jongin mengurut pelipisnya. Merasa pusing karena adiknya ternyata mempunyai banyak penggemar padahal belum resmi menjadi anak SMA sepenuhnya. Jaehyun tertawa pelan. Ia menepuk bahu Jongin, “Ayolah. Kita urus mereka segera.”

“Kalian dapat pergi ke ruang gymnasium sekarang. Kepala sekolah akan memberikan sambutan bagi kalian, siswa siswi baru Hanlim.” Jaehyun segera mengambil alih. Kata-katanya yang tegas, singkat, serta jelas dengan segera dipatuhi oleh anak-anak.

“Ayolah.. Jangan stress seperti itu..”

“Astaga.. Aku tidak akan ikhlas jika semua pemuda yang menyukai adikku bertingkah seperti itu..”

Jaehyun terdiam. Hanya terdiam seperti memikirkan sesuatu.

“Oke. Kita telat.” sindir Mark ke arah Yeri yang melongokkan kepala ke dalam sekolah.

Suasana di dalam sana sudah sepi, mungkin karena semua siswa sudah masuk ke dalam ruangan dimana mereka seharusnya berada.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” rengek Yeri. “Ini kan hasil ulahmu, Yeri. Terima saja.”

Mark menyenderkan sepedanya pada gerbang dan duduk di bawah. Yeri mengerucutkan bibirnya. “Jongin pasti akan marah sekali padaku.”

“Tentu saja.” jawab Mark pendek. Yeri mendelik melihat Mark sama sekali tidak berusaha menenangkannya. Jika Jongin sampai marah besar, bisa habis hidup Yeri di tangannya.

“Psst..”

“Psst..”

Yeri terlonjak ketika mendapati sebuah kepala menyembul dari balik tembok tinggi yang memagari sekolah besar tersebut.

“Hei, kau Kim Yerim kan?”

Yeri membulatkan matanya heran. Bagaimana dia tahu?

“Sudahlah, cepat kesini. Jika kau tidak ingin habis oleh Jung sunbae.”

Jung? Jung Jaehyun kah?

“Cepat!” bisiknya keras kali ini.

“Mark, ayo.” Yeri menarik Mark yang terlihat sudah kehilangan semangatnya itu untuk segera mengikuti langkahnya.

“Kau bisa memanjat kan?” tanya pemuda itu lagi. Yeri terlongong. Bagaimana caranya ia memanjat tembok setinggi ini?

Michyeosseo?!” kesal Yeri. Apalagi dia memakai rok pendek dengan dalaman yang juga lebih pendek. Itu akan sangat mengerikan. (Kau gila?!)

“Naik ke pundakku.” Mark dengan cepat berjongkok di depan Yeri dan menepuk pundaknya, mengisyaratkan gadis itu untuk segera naik. Yeri menatapnya ragu.

“Ya! Ppali! Sebentar lagi waktu untuk berkumpul ke gymnasium habis. Cepat atau kau akan mendapatkan hukuman!” desak pemuda itu. (Cepat)

Yeri akhirnya menuruti perkataan pemuda yang bahkan tidak dikenalinya itu. Dengan terburu, Yeri naik ke atas pundak Mark dan berusaha berdiri menggapai tembok itu dan mengangkat beban dirinya sendiri. Uluran tangan pemuda dari balik tembok itu cukup membantu. Dia juga telah menyiapkan sebuah tangga agar lebih mudah untuk turun.

“Mark kau bisa melakukannya??” tanya Yeri cemas. Mark memberikan isyarat dia baik-baik saja dan mulai memanjat dengan bantuan celah-celah yang ada. Dengan cekatan, pemuda itu berhasil sampai di balik tembok. Yeri ternganga.

Daebak! Bagaimana kau melakukan semuanya?” (Keren!)

Yeri melupakan fakta tentang kegemaran Mark memanjat tebing. Tentu saja, pekerjaan seperti ini hanya terlalu mudah baginya.

Kajja.” (Ayo)

Pemuda tak dikenal itu tanpa permisi menarik tangan Yeri dan menggenggamnya erat. Mark mendelik melihat betapa lancangnya pemuda itu. Tapi, waktu mereka sempit, itu hanya masalah sepele yang akan membuat mereka semakin terlambat.

Mark memilih mengabaikannya.

Lagi.

 

Advertisements

2 thoughts on “[Chapter] School 2017 – 1

  1. Hahaha perang mulut antara dua bersaudara 😁 sikap kai selalu seperti itu kejam tapi sayang dan menjaga sekali adik kesayangannya itu 😂😂
    Mark kenapa dia terlihat sedikit cuek gtu apa dia juga kesal karna yeri telat bangun hahaha 😂😂
    Btw siapa pria yg menolong mark dan yeri itu dan sukses bikin mark cemburu tentu nya 😊
    Ditunggu next chapter nya ya seru nih uda ga sabar siapa pria itu 😁 atau jangan” pria itu jaemin hahaha entalah 😂😂

    Liked by 1 person

    • yah jongin mah malu-malu kambing (?) /abaikan/ sayang sama Yeri nya.. makanya bisanya marah-marah doang emang dasar..

      Mark mah gengsi, dia mau kesel sama Yeri juga susah, orang sayang >//<

      siapaaa yaa… mohon ditunggu kelanjutannyaa!! makasii banyak sudah komen panjang-panjang hehe.. suka banget nih readers gini..

      Warm hug, Euri {}

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s