[Ficlet-Series] FAITH – un

seungri2

ParkSeungRiHae storyline present

Title: FAITH

Rating: PG 13

Main cast: Choi Siwon, Im Yoona, Lee Donghae, Jessica Jung

Poster by: @MimosaPudica21 on Wattpad, thanks unnie!

Disclaimer: FF ini murni hasil karya Euri dan tidak menjiplak karya orang lain. DON’T BE A PLAGIATOR!

Notes: DON’T BE SIDERS AND PLAGIATOR!!

Happy reading!! ^^

Buk..

Yoona terjatuh dengan keras menghantam sisi tembok sebelah kiri ruang UKS. Di hadapannya, segerombolan gadis berpenampilan sangat kekinian dengan gaya yang jelas terlihat mewah tertawa serentak melihat Yoona yang tidak berdaya jatuh begitu saja.

“Im Yoona ku sayang, sampai kapan kau akan seperti ini huh? Bagaimana bisa kau selalu berada di dekat Siwon semudah itu? Seolah kau mengenal dia saja! Bagaimana bisa gadis lusuh dan miskin sepertimu mengenal Siwon yang tampan dan sangat mapan itu? Jawab pertanyaanku!”

Yoona hanya memegangi perutnya yang terasa begitu perih dan ngilu. Ini bukan kali pertamanya ia dihajar massa. Jadi, gadis ini sudah paham betul dengan rasa sakit yang telah menjadi kawannya ini.

Yoona memilih bungkam.

“Jangan pernah memberitahu siapapun bahwa kau tinggal serumah dengan Siwon! Atau tidak kau akan ditendang keluar dari rumah ini. Aku tidak mau teman-teman Siwon tahu tentang gadis lusuh sepertimu bisa tinggal bersama keluarga kami! Jadikan ini sebagai rahasia keluarga. Ah.. kepalaku pusing. Kenapa dia mau saja menampung anak karyawannya ini?”. Nyonya Choi mengibasi dirinya sendiri dengan kipas beludru yang selalu ada di tangannya.

Nyonya Choi meninggalkan Yoona yang masih membersihkan piring kotor di dapur. Gadis itu hanya menundukkan kepalanya dengan hormat begitu Nyonya Choi pergi meninggalkannya. Alasan Nyonya Choi memang masuk akal. Bagaimana bisa gadis sepertiku tinggal disini?, pikir Yoona.

“Kau masih tidak mau menjawabku juga?! Kenapa kau keras kepala sekali, sayang??”. Gadis pemimpin gerombolan itu mendorong bahu Yoona dengan tangannya.

“Aku tidak akan mengatakannya.”

“Oh, jadi begitu.. Taeyeon! Ambilkan botol air itu!” teriaknya. Gadis bernama Taeyeon yang ada agak jauh dari sang pemimpin mengangguk dan menyerahkan sebotol air mineral.

Byuurr…

Yoona memejamkan matanya begitu bilasan air membanjiri tubuhnya. Gadis itu tetap teguh pada pendiriannya. Bagaimana pun juga, ia harus tetap menjaga rahasia agar reputasi Siwon tetap terjaga.

Yoona tidak mau egois hanya karenanya, nama baik Siwon menjadi jelek.

Siwon, pemuda terkaya di sekolah ini, ketampanannya sudah tersohor kemana pun. Berkali-kali agensi yang mencari pemuda tampan dan berbakat datang ke sekolah ini untuk membujuk Siwon. Hanya saja pemuda itu terus menolaknya karena satu alasan. Satu alasan yang selalu ia sebut namun tak pernah ia jelaskan.

“YA!!! Bagaimana bisa kalian melakukan hal seperti ini disini?! Minggir!!”

Jessica Jung, nama gadis yang menjadi pemimpin gerombolan itu menghentikan aksinya menyiksa Yoona. Kepalanya menoleh dengan cepat. Seorang pemuda dengan cepat menyeruak masuk ke dalam gerombolan itu dan langsung berhadapan dengan Jessica yang terkenal sebagai Ice Princess di sekolah itu.

“Jangan lakukan hal seperti ini lagi. Cepat sana pergi! Atau aku akan mengadukanmu pada Jung Soo seonsaengnim.” usir pemuda itu. Jessica terpaku. Bagaimana tidak? Pemuda yang ia sukai membentaknya seperti ini? Hanya karena gadis ini? Selama ini pemuda yang ada di hadapannya tak pernah berurusan dengan kelakuannya yang seperti ini. (Guru)

“Ya! Lee Donghae! Apa pedulimu?” teriak Jessica kesal. Donghae mengendikkan bahunya dengan malas dan memberikan kode pada geng Jessica agar segera bubar.

Kriiingg…

Bel istirahat selesai berbunyi. Jessica menghentakkan kakinya dengan kesal dan memukul bahu pemuda itu keras sekali. Donghae hanya meringis kesakitan.

Pandangannya teralih pada Yoona yang meringkuk di pojok ruangan yang sedang menutup wajahnya.

Gwaenchanha?”. Donghae mengulurkan tangannya untuk membantu Yoona berdiri. Gadis itu tetap menutupi wajahnya. “Ya! Jangan membuatku menjadi tidak sabar!” (Kau baik-baik saja?)

Yoona membuka tangannya. Pandangan mereka bertemu. Donghae tercekat. Gadis ini?

“Terima kasih.” ujar Yoona singkat. Gadis itu langsung berdiri tanpa menyambut uluran tangan Donghae. Membuat pemuda itu bengong sendiri. Sebelum Donghae sadar sepenuhnya, Yoona sudah berlari meninggalkannya.

Donghae menatap tangannya sendiri dengan bingung. “Baru pertama kali ada gadis yang menolak tanganku..” gumamnya sendiri seolah sedih.

Lee Donghae, pemuda tebar pesona, terkadang sangat dingin, terkadang bisa sangat baik. Merupakan salah satu pewaris saham dari sekolah tempat ia berada sekarang ini. Ia sangat tidak terima jika ada orang yang tidak mau menerima kebaikan hatinya ataupun bantuannya. Donghae merasa diremehkan.

“Dasar, gadis aneh..”

#skip

“Im Yoona! Ikut denganku..”

Yoona mengangguk patuh begitu Kim seonsaengnim menyuruhnya ke ruangan begitu jam pelajaran selesai. (Guru)

“Duduklah.” Intonasinya melembut. Kim seonsaengnim menyodorkannya sebuah amlop panjang putih. “Apa ini, ssaem?” tanyanya berusaha sopam. Kim seonsaengnim tersenyum. “Kau akan dipindahkan ke kelas XI  Gold karena hasil ulangan akhirmu begitu memuaskan.”

Kelas Gold? Kelas unggulan itu? Kelas dimana hanya anak orang kaya dan sedikit anak pintar bisa masuk kesana?, batin Yoona.

“Ani, seonsaengnim. Tidak usah. Aku sudah menyukai kelasku saat ini.”. Yoona menyodorkan kembali amplop itu. “Tidak. Kau harus menerimanya. Bagaimanapun juga, setelah akhir liburan, kau sudah masuk ke dalam kelas Gold dan tidak bisa pindah lagi.” (Tidak, Guru)

“Sampai nanti saya lulus, seonsaengnim?”

“Ya.”. Kata-kata tegas Kim seonsaengnim membuat Yoona mengalah dan menerima keadaan. Jika beliau sudah seperti itu, keputusannya takkan bisa diganggu gugat.

“Ne, algesseumnida. Gamsahamnida, ssaem..” (Ya, aku mengerti. Terima kasih, Guru)

Kim seonsaengnim mengangguk senang. Ia menepuk bahu Yoona. “Bersemangatlah! Disana kau akan menemukan banyak manusia unik yang akan memberikan warna dalam kehidupanmu. Berjuanglah!”. Yoona hanya meringis melihat Kim seonsaengnim yang malah bersemangat dan bukannya dirinya.

Yoona menyusuri lorong dengan kepala yang pusing. Aduh, bagaimana ini? Aku akan sekelas dengan Jessica dan juga Siwon.. Bagaimana bisa aku bertahan hidup?, keluhnya sebal.

Donghae yang berada di ujung lorong menyipitkan matanya melihat gadis yang tadi ada di UKS berjalan sendirian dengan ekspresi yang begitu muram. Pemuda itu berniat menghampirinya. Namun, langkahnya terhenti melihat sesosok pemuda mendahuluinya menemui gadis itu. Dengan sigap, Donghae bersembunyi di balik pilar lorong yang besar-besar dan mengintip sedikit.

Yoona terlonjak begitu kepalanya menubruk sesuatu. Kepalanya langsung mendongak dan mendapati Siwon sudah berdiri di hadapannya. “Ah! Tuan Muda! Ani, maksudku, Siwon..” (Bukan,)

Yoona menundukkan kepalanya seperti kebiasaan yang selalu Nyonya Choi tekankan padanya. Untuk menghormati seluruh anggota keluarga Choi layaknya pembantu dan majikan.

“Aku dengar kau akan masuk ke kelas Gold? Bagaimana bisa itu terjadi?” tanyanya dingin. Ekspresi wajahnya tak berubah sama sekali. Tatapan tajam yang selalu membunuh Yoona dalam sekejap itu masih saja bertengger di matanya.

Yoona tergagap. “Ah, itu.. Bagaimana kau bisa tahu?”

Siwon menatap remeh Yoona. “Berita seperti itu pasti akan dengan cepat menyebar. Apalagi, gadis sepertimu tiba-tiba bisa masuk ke dalam kelasku. Apakah Ayah memberikanmu beberapa banyak uang?”

Yoona mendelik kesal. “Ani!! Aku masuk karena prestasiku! Jangan menuduhku macam-macam.”

Siwon mengendikkan bahunya. “Yah, selamat datang di kelas neraka seperti itu. Aku yakin kau akan mendapatkan banyak kesulitan disana.”. Siwon menepuk sebelah bahu Yoona dan berlalu dengan aura dinginnya.

Yoona mematung. Siwon? Menepuk bahunya?. Yoona merasakan hatinya terbang tinggi. Yoona mencintai Siwon. Sangat mencintai pemuda itu. Hal yang seharusnya tidak ia lakukan. Hal yang tidak sepantasnya ia rasakan.

Siwon tidak pantas bersanding dengannya. Siwon yang dingin dan tampan itu tidak cocok untuknya.

Walaupun Siwon selalu saja tidak menganggapnya, memperlakukannya dengan kasar, mengatainya dengan dingin, menatapnya dengan tajam menusuk, Yoona menyukai semua itu. Yoona tetap mencintai Siwon bagaimana pun pemuda itu dan keluarganya tidak menyukainya sama sekali. Statusnya dalam keluarga Choi lebih pantas disebut sebagai pembantu dibandingkan menjadi anak angkat.

Yoona seketika tersenyum sumringah. Langkahnya menjadi lebih ringan. Apa yang aku khawatirkan? Jessica? Tidak akan masalah. Setidaknya, aku akan terus bisa menatap Siwon setiap harinya.., Yoona menyemangati dirinya sendiri.

Donghae mengeryitkan alisnya dengan heran. Bagaimana bisa seorang Choi Siwon terlihat begitu akrab dengan gadis bahan bullyan itu?


*@Choi’smansion

“Bibi!!! Siapa yang membersihkan kamarku?!” teriak Siwon dengan panik. Bibi pelayan kediaman Choi datang tergopoh-gopoh. “Ada apa, Tuan Muda?”

“Dimana kertas not balokku? Aku membutuhkannya sekarang!” bentak Siwon tanpa hati ke arah wanita paruh baya itu. Bibi menggeleng. “Aku tidak pernah melihatnya, Tuan Muda. Yang terakhir membersihkan kamarmu adalah Im Yoona.”

Siwon mendengus kesal. “Kenapa kau biarkan dia memasuki kamarku?”

“Aku sedang sibuk sekali saat itu, dia menawarkan diri untuk membantuku. Jadi, aku membiarkannya membersihkan kamarmu.”

Siwon mengusap wajahnya dengan frustasi. “Astaga.. aku harus memainkannya besok. Bagaimana ini??”

“Aku akan memanggilkan Yoona kesini..”. Bibi itu pamit dan segera memanggil Yoona.

Beberapa lama Siwon mencari kertas itu, tidak juga kunjung ketemu. Yoona mengetuk pintu kamar Siwon dengan lembut. “Ada apa Tuan Muda? Kenapa mencariku?”

Siwon menatap Yoona dengan kesal. “Kau kemanakan kertas not yang ada di lantai beberapa hari yang lalu?”

Yoona panik. Ia ingat betul kemana perginya kertas itu. “Aku.. membuangnya.” ucapnya pelan sekali. Siwon membulatkan matanya. “Apa?! Membuangnya?? Astaga!! Bagaimana bisa, Im Yoona?!” teriaknya marah. Yoona memejamkan matanya. “Dasar perempuan tidak berguna! Sudahlah sana pergi!”

“Tapi, aku..”

“Pergi!” bentak Siwon dengan keras. Yoona pergi keluar dengan segera disusul dengan suara bantingan pintu yang memenuhi lorong lantai dua. Gadis itu memukul kepalanya sendiri dengan kesal. “Aduh! Kau begitu bodoh! Kenapa bisa kau menghilangkannya? Kau membuat Siwon panik.. Aduh, aku harus bagaimana..”

Ingatannya lamat-lamat bisa mengingat apa saja not yang tertulis di dalamnya. Yoona memang gadis yang jenius. Hanya saja, ia kurang beruntung dalam masalah finansial. Otaknya yang encer dapat segera kembali merangkai not-not indah yang diciptakan Siwon.

Gadis itu bergegas masuk ke dalam kamarnya dan mencari buku not yang biasa dipakai ketika pelajaran musik klasik diadakan di sekolah. Tangannya dengan lincah mengira-ngira nada apa yang pas dengan menggerakkan jari-jemarinya seolah sedang memainkan tuts piano sungguhan. Setiap kali satu baris selesai, senyuman puas terpampang di wajahnya.

#skip

“Siwon! Kau harus segera berangkat! Pertunjukannya akan segera dimulai!” teriak Nyonya Choi dari bawah. Siwon mengacak rambutnya yang sudah tersisir rapi dengan frustasi. “Bagaimana aku bisa memainkan lagunya jika caranya seperti ini?”

Siwon menyelempangkan tasnya dengan lesu dan hendak membuka pintu. Saat itu, matanya menangkap beberapa lembar kertas not balok tertumpuk dengan rapi di atas piano yang ada di dalam kamarnya di dekat jendela. Pemuda itu bergegas mengambilnya dan membacanya dengan saksama. Mulutnya menganga dengan tidak percaya begitu melihat isinya.

“Astaga! Bagaimana bisa ini ada disini?”

Siwon langsung menjejalkan kertas itu ke dalam tasnya dan turun menuju lantai bawah. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Yoona yang sedang menyapu ruang tengah. Matanya terpaku sesaat ke arah siluetnya. Perasaan bersalahnya muncul. Apakah aku harus meminta maaf?, tanyanya pada diri sendiri.

“Choi Siwon!”. Teriakan ibunya membuat Siwon mengurungkan niatnya dan segera masuk ke dalam mobil. Suara deru mobil menandakan seluruh keluarga Choi sudah pergi. Yoona menoleh ke arah pintu luar. Ia tersenyum senang.

Usaha kerasnya takkan sia-sia, Siwon pasti sangat senang bisa menemukan kertas itu kembali. Yoona tahu, Siwon akan tampil di balai kota untuk menyambut kedatangan Perdana Menteri yang akan meninjau wilayah di distrik Mapo-gu.

Semoga kau berhasil, Siwon-ah.., doa Yoona dalam hatinya.

Sebuah cinta tulus tak berbalas yang akan selalu dianut Yoona dalam hatinya. Karena, baginya, Siwon menjadi orang yang telah memberikan warna dalam kehidupannya. Siwon takkan pernah tergantikan baginya. Ia begitu menyayangi Siwon dengan segenap hatinya.

Walaupun, pemuda itu tak pernah tahu akan perasaan tabu yang Yoona rasakan.

ALOHA!! LEAVE SOME COMMENT GUYS! DON’T BE A SIDERS OKE?

MUCH LOVE, EURI ❤

Advertisements

12 thoughts on “[Ficlet-Series] FAITH – un

  1. Ko ceritanya gini sih?? kan jadi pengen nangis liat yoona dibully gtt, jangankan dibully, liat dia luka dikit aja gk tega.. 😥 😥
    ceritanya harus dilanjutkan..
    author yg terhormat, tolong beri yoona kami kebahagiaan.. 🙂 🙂
    semangat lanjutkan ff nya.. 😀

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s