[Chapter] 밀지마 (Don’t Push Me Away) – 2. You’re My Trouble

parkseungrihae___miljima-copy1

Title: 밀지마 [Don’t Push Me Away]

ParkSeungRiHae storyline

Cast: Cho Kyuhyun, Im Yoona, Lee Donghae, Jessica Jung

Rating: PG 13

Cover by: @ChocoYeppeo INDO FANFICTION ARTS (IFA)

FF ini merupakan FF remake ketiga Euri setelah I Got You My Love dan juga What Happen To My Family.. FF ini adalah remake dari drama ‘Uncontrollably Fond’ yang lumayan sukses di tahun 2016 dengan pemeran utamanya Kim Woo Bin dan juga Bae Suzy Miss A.

Note: DON’T BE A PLAGIATOR! DON’T BE A SIDERS TOO!!

HAPPY READING! ^^

Previous: PROLOG1.

Unnie!! Satu botol lagii!!” teriak Yoona kencang. Gadis itu benar-benar sudah mabuk. Miyoung, yang merupakan pemilik kedai tteobeokki paling besar di Daegu itu, hanya bisa geleng-geleng kepala.

Aniyo! Aku tidak akan memberikannya kepadamu lagi!” tolak Miyoung keras-keras dari arah dapur. “Aaaaa.. unnieeee jangan menjadi jahat kepadaku sekaranggg..” rengek Yoona layaknya anak kecil. Suara aegyeonya pun keluar tanpa Yoona sadari. Keadaan mabuk memang tak pernah bersahabat dengannya. Akal sehatnya bisa dipastikan sudah mengembara jauh.

Unniieee!!!!” pekik Yoona bertambah melengking, membuat Miyoung akhirnya menyerah.

“Ya!”. Miyoung memukul kepala Yoona dengan sendok sup yang sedang dipakainya memasak tadi dengan sangat keras, sehingga Yoona menjerit kesakitan. “Unnie! Apa salahku??” protes Yoona seraya menggembungkan pipinya kesal.

“Kau membuat kedaiku sangat ribut dengan ulahmu ini. Diamlah! Aku tidak heran jika kau dipecat dari pekerjaanmu.”

Unnieeeee!!!” teriak Yoona kesal. Miyoung hanya berlalu meninggalkan meja Yoona dan segera menghampiri meja pelanggan lainnya yang mau memesan.

“Gara-gara bajingan itu! Cho Kyuhyun!!!”. Rasanya, Yoona tidak bisa tidak berkata-kata tanpa berteriak karena ia memang sudah sangat kesal. Ia tidak peduli pada berapa banyaknya mata yang kini tertuju sepenuhnya kepada dirinya.

Unnie! Apakah kau tahu kenapa aku dipecat?! Ini semua karena manusia sialan itu! Cho Kyuhyun! Kau dengar? CHO KYUHYUN!” Racauan Yoona mulai tidak bisa dikontrol.

Beberapa pengunjung sudah mulai mengangkat ponsel mereka, mengarahkannya langsung ke Yoona, dan mulai merekamnya.

“Bajingan itu seenaknya saja! Apakah dia tidak tahu bagaimana sulitnya membuat skenario sesuai keinginannya?! Semua jalan cerita sudah aku sesuaikan dengan keinginannya! Seminggu yang lalu, dia menyetujui script yang aku tulis. Dan hari ini?! Dia tiba-tiba hanya bilang ‘tolong ganti alur scriptnya agar aku tidak mati.’ Apakah itu masih masuk akal!? Karenanya aku kehilangan pekerjaanku yang berharga!!”

Yoona terengah-engah lalu meneguk kembali sojunya dari botol. Para pengunjung terlihat terkejut dengan kata-kata kasar Yoona.

“Mohon tidak merekamnya, nona-nona..”. Miyoung menelungkupkan ponsel para pengunjungnya ketika sadar Yoona, pelanggan setianya yang paling ia sayangi layaknya adik sendiri, bisa jadi terancam dalam skandal berbahaya. Mengingat Kyuhyun merupakan superstar dengan fans yang bisa dibilang sangat fanatik.

“AKU BISA GILA!!! LIHAT SAJA CHO KYUHYUN! NAMA BAIKMU AKAN TERCEMAR SEBENTAR LAGII!!”

“Ya! Nona! Jangan sembarangan jika kau bicara, huh!”

Yoona menolehkan pandangan tajamnya ke arah suara. Tatapannya benar-benar mengerikan sekarang, tapi unsur aegyeo dalam wajahnya masih tetap terpancar. “Apa hakmu melarangku berbicara?!” teriak Yoona. Gadis itu terbatuk kecil lalu kembali meneguk sojunya yang tinggal seperempat botol lagi.

“Karenamu, popularitas Kyuhyun bisa saja terancam!”

“Memangnya siapa kau?” sembur Yoona kesal. Gadis itu berdiri perlahan dan berjalan terhuyung-huyung menuju meja laki-laki muda itu. Berkali-kali, kaki Yoona terantuk meja di kanan dan kirinya. Mabuk membuatnya tidak bisa menjaga keseimbangan bahkan hanya untuk berjalan sekalipun.

“Aku manager Kyuhyun!” bentak laki-laki itu kasar. Ia mendorong bahu Yoona hingga ia terjatuh ke belakang dan menimbulkan bunyi berdebam yang keras. “Apakah kau tidak tahu kesulitan apa yang kau timbulkan tadi?”

“Aku tidak salah! Hanya dia yang kehilangan akalnya saja! Seminggu yang lalu dia bilang dia setuju dengan naskah yang aku buatt!!” jerit Yoona hingga suaranya habis. Manager Kyuhyun itu lalu menyentil dahi Yoona dengan keras. Yoona mengaduh lagi kencang.

“Kalau kau memang managernya, buat Kyuhyun membayar semua kesalahannya terhadapku!! Carikan aku sebuah pekerjaan!” teriak Yoona begitu dekat di depan wajah Jungsoo. Pemuda itu mengeryitkan dahinya karena bau mulut Yoona benar-benar pekat oleh bau soju.

“Astaga!! Im Yoona berhentilah membuat gaduh di kedaiku.. Ya ampun..” omel Miyoung dengan nada asingnya yang masih saja kental. Yoona mulai terisak lagi seraya dipapah Miyoung menuju mejanya kembali.

Unnie.. apakah dalam masalah ini aku salah?” lirih Yoona dalam keputus asaan.

Miyoung tersenyum menenangkan. “Jika sedari tadi, apa yang kau teriakkan itu benar adanya, aku rasa kau tidak berhak mendapatkan perlakuan seburuk itu. Sampai kau dipecat pula.”. Miyoung menepuk bahu Yoona, membesarkan hati gadis itu.

Ahjussi… Ahjussi..” racau Yoona di sela isakan kecilnya sehingga siapapun iba mendengarnya. Karena kejadi pertemuan pertama mereka, Yoona kerap memanggil Donghae dengan sapaan ahjussi. Yoona menyangka foto seorang laki-laki yang cukup tua yang ada di dalam dompet yang ditemukannya kala itu adalah foto pemiliknya.

Karena itu, Yoona memanggil Donghae sebagai ahjussi.

Miyoung hanya bisa menghela napas, ia tahu betul bagaimana sulitnya kehidupan yang dijalani Yoona, yang bahkan tidak bisa dibayangkan siapapun. Tapi, karena kehidupan yang sulit terus menekannya itulah, Yoona bisa menjadi gadis yang sangat tegar. Yang membuat mental gadis itu sekuat baja namun hatinya tetaplah lembut.

Gadis itu selalu berusaha membuat orang lain tidak pernah khawatir akan keadaannya. Ia selalu bersikap seolah semuanya baik-baik saja walaupun keadaannya sangat-sangat buruk. Ya, Yoona sangat pandai dalam bersandiwara. Ia hanya tidak ingin, orang lain merasakan kesulitan yang sedang dihadapinya juga.

Walaupun merasa iba sekarang, Miyoung yakin, Yoona akan segera bangkit lagi. Karena tidak pernah ada masalah seberat apapun yang tidak pernah Yoona atasi. Sendirian pula. Karena Yoona adalah gadis terkuat yang pernah dilihat Miyoung dalam hidupnya.

“Kau akan membayarnya Cho Kyuhyun! Kau tidak akan pernah lepas dari genggamanku lagi!” teriak Yoona benar-benar sampai puncak rasa frustasinya.


*@Kyuhyun’s house

“Pagi, Pooh..”

Kyuhyun mengacak bulu anjing kesayangannya itu yang sangat lebat. Bulu lembut itu menutupi seluruh badannya tak terkecuali juga sampai menutupi seluruh wajahnya dan juga matanya.

“Kenapa kau tidak membangunkanku lebih awal?”

Anjing berwarna keemasan itu menyalak kencang seolah menyalahkan Kyuhyun yang terlelap terlalu dalam sehingga sulit untuk dibangunkan. “Arrayo, aku lagi yang salah kan?”

Pooh membenarkan lagi dengan gonggongan nyaringnya. Ekornya mengibas kesana-kemari menandakan dia senang melihat tuannya menganggapnya.

Kyuhyun berjalan menuju pantry dan membuka kulkas. “Aigoo, kenapa tidak ada makanan sama sekali? Apakah karena aku terlalu sibuk sehingga tidak bisa ke supermarket?”

Pemuda itu berdecak kesal menyadari perutnya semakin keroncongan. Ia membuka lemari berbentuk memanjang yang tergantung di dinding. Semacam kitchen setnya. “Ya ampun.. aku hanya punya ramyeon. Dasar Jungsoo tak berguna! Dia selalu saja membelikanku makanan instan..”

Masih mengomel sendiri, Kyuhyun akhirnya mau tak mau memasak ramyeonnya juga.

Pooh kembali menyalak. Kyuhyun menatap anjingnya sesaat berusaha mengartikan maksudnya. “Wae? Kau lapar?”

Dengkingan lirih terdengar segera. Kyuhyun mendengus, ternyata anjingnya ini mengikutinya kemana-mana bukan karena ingin menemaninya, melainkan meminta makanan padanya.

Kyuhyun berjalan lalu menuangkan makanan anjingnya ke dalam mangkuk Pooh sendiri. Anjing itu dengan gembira segera melahapnya.

“Aish.. lihatlah hidupmu. Kau selalu makan makanan mewah, tidak perlu repot-repot mencarinya. Dan kau juga bahkan memaksaku untuk selalu membeli barang mahal itu karena kau tidak mau makan makanan manusia.”

Ia kembali berjalan menuju pantry dan mengaduk-aduk ramyeonnya yang sudah matang. Kyuhyun mengambil sumpit lalu langsung mengambil beberapa dan menyuapkannya ke mulut.

Aigoo, ini sangatlah lezat.. Ya! Pooh! Kau harus mencoba makanan manusia sesekali. Aku yakin kau akan menyukainya juga.”

Kyuhyun memakan ramyeonnya dengan lahap. Mendadak, kedua alisnya terangkat terkejut menyadari pemikiran ringannya. “Apakah karena aku terlalu terbiasa makan-makanan instan sehingga aku bisa sakit parah seperti ini? Apakah karena aku tidak pernah makan makanan normal?” tanyanya pada diri sendiri.

Pemuda itu segera mengangkat pancinya dan membuang isi ramyeonnya semua ke dalam wastafel cuci piring.

“Ahh.. apakah aku harus mencari makanan normal sekarang?”


Ne.. sajangnim.”

Yoona mengangkat panggilan teleponnya masih dengan nada mengantuk. “Aku dipecat dari perusahaan juga?!!”. Ia langsung terloncat dari tempat tidurnya seraya berteriak histeris.

Sajangnim! Aku tidak melakukan apapun yang fatal! Kenapa Anda langsung memecatku tanpa alasan? Aku bahkan baru mendapatkan predikat pegawai terbaik sebulan yang lalu! Kau selalu memuji hasil karyaku, lalu kenapa kau langsung memecatku tanpa alasan seperti itu?!” protes Yoona kesal.

“…..”

“Ya Tuhan! Aku tidak percaya ini!” Yoona mengomel sendiri, gadis itu tak bisa berhenti mondar-mandir di tengah kamarnya.

“Cho Kyuhyun yang seenaknya dan bukan aku yang salah!!” teriak Yoona menumpahkan kekesalannya yang sudah memuncak.

“Ambil semua barangmu sekarang di kantor dan segera angkat kaki dari sini.” ucap Siwon, Head Manager dimana Yoona bekerja. Tepatnya di SK Entertainment.

“Tapi…”

“Aku tidak peduli kau mau protes seberat apapun lagi. Sekarang, hanya cepat pergi dari kantorku sebelum entertainment yang lain mendengar kabar buruk ini.”

Yoona mendengus sebal. Ia merasa diperlakukan dengan sangat tidak adil.

“Huwaaaaa!!! Kenapa Cho Kyuhyun selalu saja menyebabkan masalah dalam hidupku!”

Selalu?


Kyuhyun menutupi separuh wajahnya dengan scarf berwarna krem kesukaannya. Ia memakai kacamata hitam elegan yang bertengger di hidungnya kini. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri dengan waspada begitu ia turun di depan sebuah restoran yang menyajikan masakan khas Korea dengan spesialisasi makanan pinggir jalan.

Tteobokki, ramyeon, jjajangmyeon (mi dengan pasta kedelai), jjampong (mi pedas), kue ikan, sundae (sejenis jeroan babi), bulgogi, yukgaejang (sup daging pedas), kalguksu (mi kuah) dan berbagai penganan lainnya lengkap tersedia disini.

Restoran itu nampak sangat sederhana dna nyaman berada di pinggir jalanan Dongdaemun yang ramai. Tembok luar restoran itu dipenuhi berbagai tulisan yang menyatakan kecintaan fans Kyuhyun pada idolanya tersebut.

Ya, itu adalah restoran kepunyaan ibu Kyuhyun, Nyonya Cho.

Pemuda itu masuk dengan perlahan. Dan segera menjatuhkan dirinya di atas sofa yang empuk begitu menemukan tempat kosong.

Ahjumma, aku pesan satu bulgogi.”

Wanita pemilik restoran itu segera terhenti langkahnya mendengar suara khas Kyuhyun. Ia hanya terdiam dan tidak menoleh sama sekali.

Ahjummaaa.. aku pesan satu bulgogiii..” ucap Kyuhyun setengah bernyanyi kini dengan nada yang merengek. Wanita paruh baya itu tidak menghiraukannya dan malah mengampiri meja kostumer yang lain. Kyuhyun cemberut. Ia menengok ke kanan dan ke kiri secara cepat.

“Yaish, ahjumma! Aku sangat lapar. Cepat bawakan aku satu porsi bulgogi dan nasi!” bentak Kyuhyun tidak sabar.

Nyonya Cho akhirnya menoleh dengan pandangan tajam menusuk. Kyuhyun bergeming. Ia tidak terlihat takut atau apapun, tapi hatinya rupanya ciut juga.

“Aku-tidak-menjual-makanan-kepadamu!” Nyonya Cho menekankan setiap katanya dengan galak. Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. Ia membuka kacamatanya dengan tidak sabar dan juga membuka lilitan scarfnya. Sontak, ia segera menjadi tontonan para pengunjung.

Jeritan tertahan dari para gadis dan juga wanita yang berkunjung sontak merebut perhatian Shim Changmin – tangan kanan Nyonya Cho dalam menyelesaikan berbagai hal itu – untuk langsung buru-buru lari kesana-kemari meminta para kostumer menurunkan ponselnya dan tidak memotret hal ini.

“Apa hakmu hanya melarangku memakan masakanmu? Aku seorang bintang Hallyu terkenal dan banyak sekali pemilik restoran yang mengharapkan kehadiranku di tempat mereka!” bela Kyuhyun dengan wajah meyakinkan namun menyebalkan sekali. Tingkat narsisnya mulai meninggi.

Nyonya Cho mendengus, tidak peduli dengan omongan anaknya yang sepenuhnya memang benar.

“Jika begitu, pergi saja ke restoran mereka! Toh, aku juga tidak akan rugi tidak menerimamu disini!”

“Kau yakin? Mencampakkan anakmu yang super tampan seperti ini begitu saja?” Kyuhyun malah melakukan aegyeo yang cukup menggelikan hingga ia akhirnya terlihat lebih narsis dari selebriti manapun.

Nyonya Cho melebarkan matanya kesal. Tingkat kesabarannya habis. “Tidak! Kau bukan anakku!! Kau hanyalah berandalan yang terus menerus membuat sakit hati ibunya! Kau-bukan-anakku!”

Kyuhyun terdiam. Emosi jelas berkecamuk disana. Pemuda itu menggigit bibirnya, kebiasaannya jika gugup. “Apakah ada yang salah dengan menjadi artis?!” balas Kyuhyun dengan nada menyebalkan.

“Kau…!!” pekik Nyonya Cho tertahan saking marahnya. Emosinya sudah mencapai puncak. Tangannya sudah siap untuk menampar Kyuhyun, namun Changmin menahannya.

“Sudahlah, Ji Won! Walaupun begini keadaannya, Kyuhyun tetaplah anakmu!”

Nyonya Cho mengibaskan tangan Changmin kasar. “Kau! Kau sama sekali tidak mengerti!”

Mata perempuan paruh baya itu berkaca-kaca, ia memilih pergi segera ke dapur dan menghilang. Changmin menghela napasnya. Kyuhyun malah tersenyum lebar.

“Sudahlah, samcheon (paman). Kalau dia tidak begitu reaksinya, dia bukanlah ibuku yang cantik.” Kyuhyun mengangguk-angguk membenarkan pernyataannya sendiri dan mengedipkan matanya serta mengacungkan jempolnya ke arah Changmin. Mengisyaratkan dia baik-baik saja.

Changmin menggelengkan kepalanya, masih saja heran. Laki-laki paruh baya itu memang tidak pernah mengerti sikap ibu dan anak yang satu ini.

Kyuhyun bangkit dan menghampiri meja salah seorang kostumer perempuan. Kyuhyun melemparkan senyum lebar manisnya yang mematikan. “Jeogiyo..”. Kyuhyun menumpukan tubuhnya dengan kedua tangannya di pinggir meja. Ia mendekat ke telinga si kostumer perempuan yang sudah hampir hilang nyawanya itu melihat perlakuan Kyuhyun.

“Apakah aku bisa mendapatkan sesuap nasi dan juga bulgogimu? Nampaknya enak sekali..” bisik Kyuhyun lalu mengeluarkan smirknya. Si kostumer gadis itu hanya bisa mematung. Efek dari sangat terkejut diperlakukan seperti ini oleh seorang bintang Hallyu yang notabene adalah idaman semua gadis di Korea saat ini.


“Ya! Yoona-ya!”

Kwon Yuri, sahabat yang amat sangat dekat dengan Yoona, melambaikan kedua tangannya di depan wajah Yoona yang kosong serasa tidak bernyawa. Gadis itu masih juga tidak bereaksi.

“Ya ampun.. Cho Kyuhyun benar-benar biang kerok! Beraninya dia membuat Yoona menjadi gila seperti ini..” decak Yuri kesal.

Yoona bengong menatap lurus, entah pikirannya hilang kemana. Jiwanya juga mengembara entah kemana.

“Yoona-ya!”

Yuri berteriak tepat di telinga gadis itu hingga refleks tangan Yoona menampar kencang pipi Yuri. Sahabat Yoona itu hanya dapat melotot ke arah gadis itu kesal. “Ya! Apa-apaan ini?! Gara-gara Cho Kyuhyun yang membuatmu kehilangan akal, aku yang harus menanggung akibatnya?!” Omelan Yuri segera menyembur ketika Yoona masih saja tidak meresponsnya.

“Aku kehilangan pekerjaanku, Yuri-ya. Bagaimana bisa aku membiayai sekolah Taehyung dan juga membayar utang-utang keluargaku yang masih menumpuk?” ucap Yoona lemas. Akhirnya, gadis cantik itu buka suara setelah hanya berdiam diri melamun tepat di depan wajah Yuri. Yoona membaringkan kepalanya pasrah ke atas etalase toko yang menyimpan perhiasan. Buru-buru, Yuri mengangkat kepala gadis itu.

“Aish, jangan membuat barang jualan toko ini tertutup olehmu. Bisa-bisa, daganganku tidak laku.” bisik Yuri kencang. Yoona memberengut. “Arra, aku akan pulang saja.”. Yoona langsung menenteng tasnya kesal, seraya berjalan menghentak.

Yuri hanya geleng-geleng kepala. Mood Yoona benar-benar tidak bisa ditebak siapapun. Bahkan dirinya yang sudah menjadi sahabat karib dengan Im Yoona selama 10 tahun masih saja tidak bisa membaca perasaan gadis yang sekarang berumur 25 tahun itu.


“Kyuhyun-ah! Selamat pagi..”

Jungsoo menyapa Kyuhyun dengan riang sambil meletakkan barang belanjaannya di pantry dapur. Kedua alis Kyuhyun mengerut cepat. Bukan kebiasaan Jungsoo menemuinya dengan senyuman di bibir.

“Apa maumu?” tanya Kyuhyun cepat, ia mencium sesuatu yang tidak beres. Tangannya cekatan membuka lemari pendingin dan mengeluarkan minuman energi kalengan kesukaannya. Jungsoo langsung cemberut.

“Ya! Bisakah kau sedikit berbasa-basi denganku? Aku bahkan sudah membelikanmu semua barang ini. Kau bilang mulai hari ini kau mau makan makanan yang sehat bukan?”

Kyuhyun tak acuh. Pemuda itu melenggang menuju meja makan dan mulai memakan ramyeonnya lagi. “Aish.. ini makanan tidak sehat. Kau ini bagaimana sih?”. Jungsoo langsung menyabet mangkuk yang masih penuh berisikan ramyeon. Tapi, dengan cekatan pula Kyuhyun menahan tangan Jungsoo.

Ani, letakkan saja. Aku bosan mendengar kata makanan sehat.”

Jungsoo menghela napasnya. “Apakah karena ibumu kembali mengusirmu dari restorannya kemarin?” tanya Jungsoo pelan. Kyuhyun tidak menjawab. Tapi, dari sinar matanya yang kecewa, Jungsoo sudah tahu jawaban pemuda itu.

“Hei! Bukankah aku sudah pernah bilang jangan hiraukan perlakuan ibumu yang sangat tidak manusiawi itu? Aigoo.. ibumu benar-benar keterlaluan. Tidakkah dia tahu banyak sekali para ibu yang menginginkanmu sebagai anak mereka?”

Kyuhyun terdiam. Ia semakin menyuapkan ramyeonnya dengan kasar. Emosinya mulai bergolak. Ia tersedak seketika.

Jungsoo panik dan mengambilkan segelas air minum. Ia menepuk-nepuk bahu Kyuhyun berkali-kali dengan keras. Sengaja.

“Aww.. hyung! Apakah kau baru saja melakukan tindak kekerasan padaku?!”

Jungsoo menatap Kyuhyun dengan gemas. “Apa maumu!” bentak Kyuhyun sekarang. Untung saja, Jungsoo masih bisa menahan emosinya. Jika ia tidak ingat kalau Kyuhyun adalah anak dari seorang ibu yang disukai ayahnya, mungkin ia sudah mengundurkan diri dari awal.

“Sungmin sajangnim memintamu melakukan dokumenter.”

Kyuhyun hampir kembali tersedak.

Dokumenter? Kenapa itu kembali mengingatkanku pada kematian?Seolah-olah menjadi video terakhirku untuk mereka..

Ani. Aku menolaknya. Tolong sampaikan pada Sungmin kalau aku menolaknya.”

Jungsoo melebarkan matanya mendengarkan jawaban Kyuhyun yang cepat. “Ya! Apakah kau tidak memikirkan hal ini dengan baik?! Kau langsung saja menjawabnya tanpa memikirkannya!”

Kyuhyun mendengus tak sabar. “Jika aku bilang tidak mau, ya aku tidak mau melakukannya!!” teriak Kyuhyun sebal. “Yaish! Selera makanku rusak karenamu!” erangnya keras.

Kyuhyun langsung kembali membuang semua makanannya ke dalam wastafel dan buru-buru masuk ke dalam ruangan yang merupakan lemari besar pakaiannya. Jungsoo mengekor di belakang Kyuhyun seolah tidak akan melepaskannya.

“Cho Kyuhyun! Apakah kau kira kau masih anak SMA yang sulit sekali diatur? Beberapa hari yang lalu, mendadak kau menolak shooting scene terakhirmu dalam drama dan malah menimbulkan kekacauan disana..”

“Tapi, aku menyelesaikannya bukan?” potong Kyuhyun dingin. Jungsoo terdiam sejenak, lantas melebarkan matanya sendiri kesal. Menyadari kalau Kyuhyun kembali mengunggulinya dalam hal berdebat.

Hyung, aku mohon, mulai dari sekarang jangan paksa aku melakukan hal-hal yang tidak ingin aku lakukan..” pinta Kyuhyun lirih. Hatinya sakit mengingat kembali waktu hidupnya yang benar-benar tinggal sebentar lagi.

Apakah aku harus menghabiskannya dengan hal yang tidak aku sukai? Alasanku masuk akal bukan? Aku akan menghabiskan waktuku untuk membayar semua kesalahan terbesarku..


*@Lee’s manor

“Kyaaaa!!! Andwaeee!!!”. Teriakan histeris nan melengking itu membuat kedamaian kediaman keluarga Lee seketika hancur lebur.

“Waa! Astaga! Siapa yang menyebarkan fitnah seperti ini!!” teriak gadis itu lagi dengan marah seraya terus menggeser jari telunjuknya di atas layar tab miliknya.

Jinjjayo… manusia tak punya hati! Cho Kyuhyun ku tidak mungkin melakukan semua ini!!” desisnya lagi. Dan pada akhirnya, ia membanting tabnya sendiri melihat berita yang cukup membuatnya kesal di pagi hari seperti ini semakin bertambah banyak.

“Nona, kenapa kau tampak frustasi seperti itu, eoh?” tanya sang bibi yang biasa membantu pekerjaan-pekerjaan rumah keluarga Lee. Bae Irene, anak kedua dari keluarga Lee, walaupun dia sebenarnya bukan anak kandung Lee Dong Wook – seorang menteri terkenal yang kini menjabat dalam jajaran kabinet pemerintah Korea belum lama ini.

Bwa! Lihat ini, Bi.. Kau pasti setuju denganku! Kyuhyun oppa tidak akan melakukan semua inii!!”. Irene mengacungkan tabnya tepat di depan wajah Bibi. “Omo! Dia tidak mungkin melakukannya bukan?” seru Bibi yang terkejut mendadak.

HOT TOPIC!

CHO KYUHYUN DIKABARKAN TELAH MENGHABISKAN WAKTUNYA DENGAN PARA WANITA PENGHIBUR DI SEBUAH KLUB SEHARIAN PENUH KEMARIN. APAKAH KYUHYUN MASIH BISA DIKATAKAN SEBAGAI SOSOK YANG MEWAKILI IDENTITAS KOREA YANG BERMARTABAT?

Di atas artikel itu juga, terpampang beberapa foto bukti yang menunjukkan jika Kyuhyun memang benar-benar pergi kesana. Mungkin seorang sasaeng yang termasuk haters sudah menguntitnya sejak lama untuk menunggu celah yang akan dipakainya guna menjatuhkan nama besar Cho Kyuhyun.

“Huaaa… oppa ku tidak mungkin melakukan itu bukan??” tangis Irene kencang. Ya, Irene memang seorang fans maniak Kyuhyun. Yang seolah takkan bisa hidup jika Kyuhyun tidak terlahir di dunia ini.

“Ada apa ini? Kenapa kau menangis Irene-ah?”

Suara berat itu membuat Irene buru-buru menyeka matanya sendiri. “Aniyo, aku baik-baik saja, appa..” ucap Irene pelan. Gadis itu bergegas menekuni bukunya lagi. Dong Wook hanya tersenyum simpul.

“Kau ini.. kau kira kau bisa mengelabui ibumu jika kau melakukannya seperti ini? Ia pasti akan marah besar jika tahu kau tidak belajar dan masih saja sibuk menjadi fangirl Kyuhyun. Sini, biar appa lihat apa yang membuatmu sampai se histeris itu.”

Dong Wook menyabet tab Irene dan membacanya perlahan. Ia mendecakkan lidahnya tak percaya. “Wah.. dia benar-benar tidak bisa ditebak. Beberapa hari yang lalu, kementrian baru saja memberinya penghargaan karena dia dapat menjadi panutan bagi warga Korea. Dan sekarang.. aigoo, aku bahkan tidak kuat membacanya..”

Irene mengambil tabnya kembali seraya mengerucutkan bibir. “Bagaimana pun juga, aku tetap mencintai Kyuhyun oppa!”

Aigoo, tetap saja Irene-ah, aku tidak bisa menerima dia sebagai menantuku jika dia terus bersikap seperti ini..”

Gadis itu langsung merengut, tapi mendadak ia segera menekuni bukunya kembali melihat ibunya datang tiba-tiba.

“Irene-ah! Apakah kau sedang belajar sekarang?”

Dong Wook mengangkat kedua alisnya seolah mengatakan ya. Irene tersedak kala terlalu terburu-buru meminum air mendengar perkataan ibunya barusan.

“Oh.. ya ampun, aku pusing sekali, eomma. Aku rasa aku harus belajar di kamar.” ucap Irene seraya menutupi wajahnya takut Nyonya Lee dapat melihatnya sedang berbohong. Sebenarnya, gadis itu panik karena ngeri membayangkan jika ibunya baru saja mendengar semua rengekan dan obrolannya dengan sang ayah, yang tentunya membicarakan Kyuhyun.

Entah kenapa, Nyonya Lee begitu membenci Cho Kyuhyun. Dan juga, karena itu Irene selalu takut berbicara lagi mengenai Kyuhyun. Bisa dipastikan ibunya akan langsung marah besar kepadanya jika ia kelepasan mengatakan kata ‘Kyuhyun’ saja.

Irene juga merasa ibunya terlalu memaksanya belajar padahal ia benar-benar benci belajar. Sebenarnya, jika diberikan pilihan selain belajar, Irene lebih memilih menghabiskan hidupnya untuk menjadi presiden klub penggemar Kyuhyun saja

“Aku harus segera ke kamar sekarang.”

Irene mengumpulkan barangnya asal ke dalam dekapannya dan cepat-cepat lari meninggalkan ruang makan.

“Nona! Kau bilang kau mau sarapan dengan telur?” teriak Bibi ketika melihat Irene yang mengambil langkah seribu.

“Mungkin Irene terlalu lelah belajar. Kasihan sekali dia harus bersaing dengan anak-anak yang super pintar.” Wajah Nyonya Lee terlihat cemas. Bibi hanya bisa mengulum senyumnya. Ia tahu, Irene bukanlah anak yang rajin belajar seperti apa yang selama ini majikannya kira. Irene benar-benar pemalas jika itu menyangkut masalah belajar. Jiwa fangirlnya telah menghasutnya menjadi pemalas dalam belajar dan di dalam otak gadis itu hanya ada Kyuhyun, Kyuhyun, dan Kyuhyun lagi.

Dong Wook mengelus pundak istrinya, menenangkannya agar tidak terlalu khawatir. “Tenanglah, yeobo.. Irene adalah anak yang bisa diandalkan. Jangan terlalu mengkhawatirkannya.”

Dong Wook lalu memeluk istrinya dengan erat. “Aku benar-benar berterima kasih kepadamu karena telah menjadi istriku yang baik dan menjadi ibu yang baik untuk kedua anakku..” bisik Dong Wook mesra menggelitik kuping Nyonya Lee.

Nyonya Lee hanya bisa tersenyum paksa. Ia tahu, suaminya tidak akan bisa tulus sepenuhnya mencintai dirinya. Karena ia juga tahu, masih ada satu perempuan yang akan selalu ada dalam lubuk hati terdalam pria itu.

Tapi, bukankah ini hanya masalah siapa yang kuat bertahan melalui semuanya?

Hanya itu pikiran yang bisa membuat Nyonya Lee menjalani kehidupannya dengan normal. Atau bisa dibilang terlihat normal namun sebenarnya hidup dalam penuh kepura-puraan yang sempurna.


Sudah hampir setengah jam, Nyonya Cho sama sekali tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya mengupas bawang putih. Padahal biasanya, pekerjaan mudah itu bisa ia lakukan hanya dalam waktu 10 menit.

Pandangan wanita paruh baya itu hanya terpaku pada satu siluet yang terpampang besar-besar dalam foto di head line koran pagi hari ini.

LEE DONG WOOK TERBUKTI MENJADI MENTERI DENGAN CARA KERJA PALING EFISIEN DALAM 25 TAHUN TERAKHIR! WALAUPUN BARU BEBERAPA MINGGU MENJABAT, KELIHAIANNYA DALAM MENGATUR DEPARTEMEN HUKUM TIDAK BISA DIRAGUKAN LAGI.

Iris kelabu kepunyaan Nyonya Cho sedikit berkabut. Berbagai macam emosi tumpah ruah disana, seolah ia sedang mengingat kembali masa lalu yang kelam. Atau memang malah seperti itu kejadiannya sekarang.

Tangannya mengelus perlahan foto Dong Wook yang tersenyum lebar. Senyuman yang sukses menobatkannya menjadi menteri paling disukai dalam era ini. Selain keramahannya, Dong Wook juga disukai karena sikapnya yang merakyat. Sorot matanya yang tegas juga sanggup melelehkan siapapun yang melihatnya.

Tapi, apakah itu hanya topeng semata? Cho Ji Won tidak bisa mengatakan hal itu. Ia terlalu jatuh cinta dengan kepribadian menteri yang satu ini, layaknya masyarakat yang lain. Atau malah mengenalnya lebih dalam dari yang seharusnya mereka ketahui.

Prang!

Suara piring yang bisa dipastikan langsung terpecah belah ketika menghantam lantai itu, sontak membuat Nyonya Cho buyar lamunannya.

“Oh astaga.. Tamatlah aku..” gumaman panik seseorang dari dapur terdengar kentara. Nyonya Cho buru-buru menghampiri asal kegaduhannya. Perempuan paruh baya itu hanya bisa bersedekap seraya berdiri diam di hadapan pria paruh baya yang kini sedang tergopoh-gopoh membereskan pecahan beling dan juga makanan yang ada di dalamnya.

“Ya! Ji Won! Jangan kesini! Kau akan terkena pecahan belingnya!” teriak Changmin. Ya, siapa lagi kalau bukan Changmin yang berbuat onar di kala restoran bahkan belum membuka pintu besi yang menjadi pengaman di luar.

Nyonya Cho hanya berdiam diri, menatap Changmin lekat-lekat. Menyelidik. Pandangan matanya beralih sekilas ke arah kontainer kecil berisi makanan masakannya yang sudah disiapkan untuk berjualan hari ini. Bertumpuk-tumpuk kontainer makanan sudah disiapkan di atas meja dapur. Changmin hanya bisa tersenyum salah tingkah.

“Ah, emm masalah itu… Aku benar-benar tidak akan memberikannya pada Kyuhyun! Emm.. temanku, Yunho, yang ingin mencicipi seluruh masakanmu.”

Pandangan Ji Won menyipit kala melihat satu kontainer makanan yang cukup besar berisikan kimchi lobak dan juga bulgogi yang baru matang dengan uapnya yang masih mengepul. Changmin memaki dirinya sendiri kenapa begitu ceroboh. Dan dia juga memaki dirinya sendiri yang selalu tidak bisa berkutik jika Ji Won sudah menatapnya dengan pandangan tajamnya membisu.

Geurae! Aku memang akan memberikannya pada Kyuhyun!” seru Changmin lantas segera berdiri. “Dia adalah orang yang pemilih sehingga ia bahkan tidak mau memakan makanan sampingan seperti kimchi yang dibuat oleh pembantu di rumahnya. Dia terus saja bilang padaku kalau dia hanya ingin memakan masakan buatan ibunya!”. Changmin tersengal karena mengucapkan kalimat pembelaannya terhadap Kyuhyun sedikit terlalu berlebihan.

“Dia masih sangat muda tetapi dia hanya makan ramyeon dan juga nasi kepal untuk makanan sehari-harinya. Ia membutuhkan kasih sayangmu, Ji Won-ah.. Apakah kau tidak juga mengerti?” bujuk Changmin, nada suaranya mulai merendah.

Nyonya Cho masih membatu. Ekspresi wajahnya sama sekali tidak berubah. Datar tapi mempunyai tatapan mata tajam yang menyeramkan.

“Tidak bisakah aku membawakan sedikit untuknya? Sampai kapan kau akan terus seperti ini? Kejadian itu sudah terjadi 7 tahun yang lalu dan kau masih saja menyimpan rasa marahmu dan akhirnya mencampakkan Kyuhyun seperti ini?? Kau begitu dingin untuk seorang ibu baginya.” tanya Changmin heran sekaligus iba kepada Kyuhyun.

“Apakah kau menyesal pernah melahirkan anakmu sendiri, hah?!” teriak Changmin di ambang batas kesabarannya.

Changmin tahu, Kyuhyun sangat menyayangi ibunya lebih dari apapun. Hanya karena masalah masa lalunya saja, Kyuhyun mendapatkan perlakuan layaknya orang asing yang harus disingkirkan oleh ibunya sendiri.

Geureom, ambil saja peranku sebagai seorang ibu untuknya.” ucap Nyonya Cho dingin. Tangannya membuang makanan yang sudah ada dalam kontainer makanan itu. Changmin hanya bisa membelalak kaget. Sungguh, Ji Won begitu keras kepala.., keluh Changmin sendiri tidak mengerti.

Benar kata Kyuhyun, apakah ada yang salah dengan menjadi seorang artis?

Kyuhyun membeku menatap layar LCD kecil yang menempel di pintu masuk rumahnya kala melihat siluet Yoona terpampang disana, sedang melakukan hal-hal kecil yang aneh karena mengira kamera yang ada dalam interkomnya rusak.

Rahangnya mengeras kala bayangan gadis itu berkelebat dalam ingatannya. Entah apa itu.. Dia masih belum siap untuk mengingatnya kembali.

“Cho Kyuhyun-ssi!” teriak Yoona kencang ke arah interkom. Gadis itu mengerucutkan bibirnya setelah sekian lama dia menekan bel tanpa henti namun tetap tak ada respon. “Kyuhyun-ssi!!” teriaknya lagi dengan nada imutnya yang khas.

Kepalan tangan Kyuhyun mengerat. Gemuruh emosinya mulai datang mendera.

Aniyo, Kyuhyun.. Jangan sekarang..

Ige yeoja… Mwoya.. (ada apa dengan gadis ini)” lirih Kyuhyun pelan. Jungsoo yang sedang asyik mengulum permen batangnya segera bangkit. Matanya membulat heran kala melihat siapa gadis yang sejak tadi menjadi penyebab Kyuhyun berdiri lama disitu.

ANNYEONG HASEYO??

GIMANAA CHAPTER INI? SERU GA? ATAU GA SERU? ATAU KURANG WAH? ATAU GIMANA?? PLEASE LEAVE SOME COMMENT.. BIAR EURI JUGA BISA TAHU KEKURANGANNYA DIMANA.. MAU KRITIK ATAUPUN SARAN BENER-BENER DITERIMA DENGAN LAPANG DADA.. SO, PLEASE GUYS LEAVE SOME COMMENT OKE?

MUCH LOVE, EURI {}

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s