[Ficlet] It’s You

                                           It’s You

                                        Author : Re

               Sehun & OC || Romance,Little bit sad||Ficlet||TT

Disclaimer : Hey..author yang sudah membuat kalian baper here~

Untuk kelanjutan ff mohon bersabar ya..thor lagi banyak kendala akhir-akhir ini😂
                                                         …

“Jika ada satu orang yang ingin aku miliki,itu adalah kamu”

                                                       …

Sehun pov — 

Seoul,16 March 2017

Aku perhatikan bunga yang bermekaran sambil berjalan menuju sekolahku.Aku memandang sekitar.Tak banyak yang berubah dari sini,hanya beberapa barang yang penempatannya berbeda.Aroma sekolah ini masihlah sama persis seperti saat itu,saat untuk pertama kalinya aku melihat gadis itu.Gadis yang seindah bunga yang bermekaran saat ini.

Seingatku sama denganku saat ini gadis itu—Ahn Ju Hee sedang memandangi sekitar sambil menyentuh bunga-bunga itu dengan lengan lentiknya.Wajah gadis itu yang canggung ketika menatapku dengan kedua mata bulatnya itu.Aku hanya tersenyum dan berlalu dari hadapannya saat itu.

Tidak cukup dengan berdiri di depan sekolah.Aku mulai masuk dan berjalan santai di koridor sekolah sambil menatapi orang yang berlalu-lalang.Di koridor inilah kami bertemu untuk kedua kalinya.Rasanya takdir memang mempersiapkan ini semua untuk kami.Dipertemukan untuk mulai saling mengagumi.

Pertemuan singkat kami membawa kami menjalin hubungan yang lebih dari teman.Aku menyatakan perasaanku di koridor ini sambil membawa sebucket bunga.Aku menawar cintanya dengan ketulusanku dan beruntung dia menerimanya.

“Aku mau mencoba berhubungan denganmu”ucap Ju Hee.Saat itu aku merasa menjadi pria paling beruntung di dunia ini.Tapi,hubungan kami tidak berjalan selancar yang aku kira.Dengan,berjalannya waktu bosan melanda hatiku kala itu.Mencoba-coba cinta yang baru untuk kesenanganku sendiri.Air matanya kala itu menyadarkanku bahwa yang kulakukan salah.

Author pov—

Sehun terus berjalan mengelilingi sekolah yang sepi itu sambil terus bernostalgia.Kenangan yang membuat Sehun sulit untuk mencintai lagi.Dibuka olehnya pintu kelas yang sudah usang itu,mendorongnya sedikit dan menyelipkan tubuhnya ke celah pintu tersebut.Sehun dudukan dirinya di salah satu bangku kelas itu.Menutup matanya membiarkan aroma-aroma yang mengandung kenangannya itu merasuki tubuhnya.Wajah tampannya itu hanya tetap menutup bahkan ketika celah-celah cahaya yang menyinarinya sudah tertutup.Dihadapannya seorang gadis tersenyum,tangannya terulur,namun ia tarik itu kembali.
“Hei”suara kecil itu mampu membuat Sehun membuka matanya lebar.Dihadapannya seorang gadis dalam balutan dress peach.Tersenyum sambil membelakangi mentari dan memegangi lehernya tanda canggung.Takdir mereka begitu aneh.Mereka dipertemukan lagi meski mereka tidak ingin.
“Sudah lama ya?”ucap Sehun basa – basi.Gadis itu—Ju hee hanya menunduk sambil mengganguk kecil.Gadis itu tetap seperti biasanya,seorang gadis yang canggung dan manis.
“Aku tidak mengira,kita akan bertemu di sini”ucap Ju hee sambil mengangkat kepalanya.Membalikan tubuhnya dan membelakangi Sehun.Tak butuh waktu lama untuk Sehun berdiri dan berjalan disamping gadis itu.
“Kau selalu malu seperti biasanya”ucap Sehun berusaha menggali lagi kenangannya dengan Ju hee.Dari sudut matanya Sehun lihat kalau gadis itu tersenyum kecil.
“Tidak seperti biasanya aku sudah berubah”ucap Ju hee sambil memalingkan pandangannya ke arah Sehun.Senyuman tidak berhenti hilang dari bibir Ju hee.Sehun balas senyuman itu,memandangi terus gadis itu.Matanya hampir menyeruak keluar ketika gadis itu sentuh tangannya seperti yang biasa gadis ini lakukan dulu.
“Tidak—aku rasa kau tidak banyak berubah”ucap Sehun sambil mengangguk kecil.Ju hee gelengkan kepalanya.Anak rambut gadis itu berterbangan,membuat gadis itu menarik rambutnya kebelakang telinganya.
“Aku sudah berubah,buktinya cinta yang dulu kusimpan untukmu sekarang sudah jadi milik orang lain”ucap Ju hee sambil menyungginkan senyum tipisnya.
“Itu mungkin karena aku tidak bisa menjaga hatimu”ucap Sehun.Nadanya tertahan,seolah mengoyak perasaan Ju hee yang kala itu masih tersenyum.
“Maafkan aku,karena memulai suatu hubungan yang sudah retak itu adalah hal mustahil bagiku”ucap Ju hee dengan nada yang mengalun lembut.Sehun tahu persis jika nada suara gadis ini sudah seperti ini artinya dia akan menangis.
“Tidak—Tidak ada yang salah diantara kita berdua,bukanlah juga salah takdir,ini hanya sebuah hukum alam,yang menyakiti sudahlah harus merasakan rasanya sakit hati”ucap Sehun sambil tersenyum kecil.Ju hee balas senyuman pria di hadapannya ini.

Tangan Ju hee terulur menuju ke arah pipi Sehun.Membelainya lembut seperti yang biasa ia lakukan dahulu.Memberikan pria itu kekuatan meski itu sedikit.
“Tidak—Ini bukan soal hukum alam,ini hanya soal kemana hati kita akan berlabuh untuk terakhir kalinya..Kurasa perlabuhanmu bukanlah kepadaku,dan perlabuhanku pun bukanlah kepadamu—Mungkin—Kita ditakdirkan untuk membuat sebuah garis yang tidak bisa kita berdua lewati”ucap Ju hee sambil tersenyum lembut.Berbalik dan meninggalkan Sehun yang masih terdiam karena sentuhan lembutnya.
Ju hee membalikan tubuhnya menatap Sehun untuk terakhir kalinya.Memberikan senyum terbaiknya.Celah-celah matanya sudah berusaha menahan keluarnya air mata yang ada di sana.
“Berbahagialah…oppa”ucap Ju hee tetap dengan senyumannya.Badannya segera berbalik arah,berlari secepat mungkin meninggalkan Sehun yang masih terdiam sambil membelakangi matahari.

Brak—

Ju hee tutup pintu mobil itu dengan kasar.Membiarkan supirnya menjalankan mobil itu ke arah tujuan.Sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya ia menangis,meredam suara isakannya pun tak mungkin.Orang yang begitu ia rindukan tiba-tiba ada di hadapannya dan yang ia lakukan hanya melakukan salam perpisahan lagi.Lukanya tidak terobati sempurna,melihat pria itu hanya membuatnya lemah lagi.
“Maafkan aku,oppa..Aku hanya tidak bisa memulai lagi denganmu..meski hati ini masih tidak bisa menghilangkan namamu yang terukir sempurna di sana”isak Ju hee.Tidak memperdulikan supirnya yang terus menanyai ada apa dengannya.
“Jika ada satu orang yang ingin kucintai,itu adalah kau..dan jika ada orang yang ingin kumiliki itu juga kau”isak Ju hee,tangisnya tersedu-sedu.Matanya sudah memerah,sang supir hanya memandangi nonanya itu dengan tatapan sendu.

Sementara,itu Sehun masih memandangi pintu yang dilewati oleh gadisnya itu.Senyumnya miris,air mata sudah keluar sedikit demi sedikit dari sana.Mengeluarkan segala hal yang ia tahan selama ini.Meskipun ia pria,ada kalanya ia pun ingin menangis.
“Bagaimana aku bisa bahagia? Kalau kebahagiaanku itu,ketika aku bisa memilikimu,menggengam tanganmu,dan tua bersamamu,apa itu terlalu egois?”isakan yang keluar dari bibir Sehun bahkan tidak membuat Ju hee kembali.Tubuh Sehun merosot ke lantai yang dingin.Tanpa sadar mereka ingin memiliki satu—sama lain.Namun pada,akhirnya mereka hanya membuat batasan yang bahkan tidak perlu mereka buat.

                                                          …

“The One I Love,The One I Want To Be Mine,It’s You”

                                                             …

THE END

 

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s