[Chapter] School 2017 – 시작

school 2017.jpg

ParkSeungRiHae x kyri99 storyline

Title: School 2017

Cast: Kim Yerim, Mark Lee, Jung Jaehyun, Kang Seulgi, Na Jaemin

Support cast: Kim Jongin as Yeri’s brother

Genre: School life, AU, angst (?), friendship, comedy (?)

Rating: G – PG 15

Poster by: @ChocoYeppeo INDO FANFICTIONS ARTS (IFA) or @ChocoYeppeo (for her blog)

Note: Aloha! So this is my first FF about school life. Cast yang aku gunakan itu idol-idol rookie yang lagi nge hits belakangan ini yaitu member NCT dan Red Velvet. Ini juga pertama kalinya Euri nulis FF dengan cast selain Super Generation couple. Plot dari cerita ini sebagian besar merupakan hasil karya unnieku, @kyri99 yang bisa kalian temukan di dunia wattpad ^^. Jadi, ini termasuk FF collab ya reader-deul!! Semoga kalian suka! >< Dan ini bukan FF remake yaa hehe..

A/N: DON’T BE SIDERS AND PLAGIATOR! LEAVE SOME COMMENT AS YOUR RESPECT!

HAPPY READING ^^

Mark serta Yeri terengah ketika langkah mereka terhenti di pinggir Sungai Han di dekat jembatan Banpo. Senyum di kedua bibir mereka terulas sempurna. Pipi Yeri yang bersemu kemerahan karena kelelahan bahkan menambah cantiknya gadis berusia 15 tahun itu.

Senyuman manis Mark Lee juga tak kalah lebarnya, menandakan kedua remaja ini sedang dalam kondisi yang begitu bahagia.

“Waaa!! Kita lulus dengan nilai tertinggi, Yeri-ya!!”

Mark mengacungkan tinggi-tinggi tangannya dengan tangan Yeri dalam genggamannya. Ia melebarkan kedua tangannya, mempersilahkan angin semilir menerpa seluruh tubuhnya, merasa sangat puas bahwa perjuangan mereka berdua dalam menghadapi ujian akhir di bangku sekolah menengah pertama tidaklah sia-sia.

“Em! Aku juga sangat senang..” Yeri juga tertawa senang melihat tingkah laku Mark yang kekanakan karena ia senang secara berlebihan.

“Hei, apakah tidak apa-apa jika kita kabur duluan dibanding yang lain?” Yeri baru menyadari hal itu kala melirik jam di pergelangan tangannya. Seharusnya mereka masih ada di auditorium untuk memberikan salam perpisahan kepada guru-guru.

Gwaenchanha.. Bukankah kita juga masih harus pergi ke sekolah lagi untuk mengambil berkas? Kau tahu salam perpisahan ketika hari kelulusan takkan pernah diingat oleh guru. Terlalu banyak siswa yang mengucapkan perpisahan sehingga tak satupun membekas dalam hati mereka.”

Yeri terkikik pelan. Teori Mark sungguh aneh tapi mungkin benar adanya.

“Hei, kau harus tahu kau cantik sekali hari ini.”

Yeri mengerjapkan matanya beberapa kali. Tangannya yang sedari tadi menopang berat tubuhnya di tanah, mencengkram rerumputan di sekitarnya dengan erat. Apa yang baru saja Mark katakan tadi?

Kepala Yeri yang sejak tadi menatap aliran Sungai Han yang tenang kini tertoleh ke arah Mark yang berada di sampingnya. Pemuda dengan senyuman menenangkannya itu tampak sangat menikmati senja bersamanya.

“Cantik?” ulang Yeri bingung. Baru pertama kalinya, Mark memuji dirinya seperti ini. Biasanya, apa yang dilontarkan Mark hanyalah ejekan berupa ‘wajahmu jelek sekali’ atau ‘kau harus tahu tinggimu tidak memadai, pendek’

“Eoh. Yeppeuji. Apa karena kau memegang karangan bunga itu?”

Pandangan Yeri tertuju ke arah sebuket bunga dari Jaehyun tadi yang datang ke hari kelulusannya. Pemuda yang lebih tua setahun darinya itu bilang ia menggantikan posisi Jongin, kakaknya, yang tidak dapat hadir. Dalam hati, Yeri sungguh kesal kenapa kakak kandungnya malah tak bisa hadir.

Jaehyun adalah tetangga Yeri, teman main Yeri sedari mereka kecil. Rumah mereka berdua yang tak terlalu jauh, hanya berjarak sekitar 3 rumah ke samping kanan, membuat Yeri maupun Jaehyun sering berkunjung ke rumah masing-masing.

Ditambah, orangtua Jaehyun yang sering pergi ke luar negeri ataupun ke luar kota dan jarang berada di rumah, sering menitipkan Jaehyun pada Nyonya Kim, ibu Yeri. Mau tak mau, hubungan keluarga mereka juga semakin dekat, layaknya saudara.

Molla. Bukankah aku sudah cantik dari awal?” Yeri lantas memasang pose aegyeonya dan menaruh kedua tangannya di bawah wajahnya. Sebenarnya, ini hanyalah pengalih kegugupan dirinya sendiri.

Mark melengos, terlihat muak, padahal hatinya ikut tersenyum. “Aku tarik kata-kataku kembali.” ucapnya seolah kesal. “Ya!” Yeri memukul bahu pemuda itu bercanda.

“Kau selalu jelek kapanpun dan dimanapun, pendek.”

Mulai lagi, batin Yeri sebal. Padahal baru saja, Mark membawa hatinya terbang cukup tinggi.

“Apakah aku seburuk itu? Jika seperti itu apakah pemuda takkan ada yang menyukaiku di SMA?”

Mark membulatkan matanya melihat Yeri mendadak murung. “Ya! Aku tidak bermaksud seperti itu.”

“Tapi, itu bagus. Karena hanya akan ada satu pemuda yang berhak mencintaimu.”

Ne?” (Apa?) note: untuk menyatakan rasa heran.

Mark membuang wajah. Kembali menatap aliran Sungai Han setelah beberapa lama, ia memperhatikan Yeri lamat-lamat ketika gadis itu sama sekali tidak menyadarinya.

Nugunyago?” (siapakah itu?)

Molla. Aku juga tidak ingin tahu. Tapi, yang jelas, aku yakin sudah ada satu pemuda yang mencintaimu sejak lama.”

Mark merasakan darahnya berdesir. Apa-apaan ini? Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan Mark Lee?

“Jika aku menemukan pemuda itu, tapi aku tidak bisa mencintainya karena mencintai orang lain apa yang harus aku lakukan, Mark?”

“Belajarlah mencintai orang yang selalu ada di sisimu. Karena aku yakin, cinta juga dapat tumbuh karena mereka terbiasa. Sehingga mereka merasa nyaman bersama.”

“Apakah apabila aku dapat melakukan semua itu, kau masih mau menjadi sahabatku? Selalu ada di sisiku?” ucap Yeri takut-takut memandang Mark.

Pemuda itu kembali mengalihkan pandangannya sehingga kini, iris mereka berdua terkunci erat. “Tentu saja. Apakah ada alasan aku harus jauh darimu?”

Yeri menggeleng kuat. “Berjanjilah.” Gadis itu mengulurkan kelingkingnya. Mark tersenyum penuh arti. Kebiasaan mereka sejak SD tak ada yang berubah sama sekali walaupun mereka terus tumbuh menuju dewasa.

Pinky promise.” Mark mengaitkan jarinya, kemudia menggenggam tangan Yeri erat dan menempelkan tangannya di dahi seolah menempelkan sesuatu. “Ja, sudah tersimpan dengan erat. Kau bisa melihatnya di dahiku. Semua tertulis dengan jelas.” Sorot mata jenakanya membuat Yeri perlahan kembali mendapatkan senyum manisnya.

“Mark Lee tidak akan meninggalkan Kim Yerim dalam keadaan apapun.” Mark membacakan kembali janjinya, seakan mengucap sumpah. Yeri menghela napasnya lega. Entah karena alasan apa, hatinya begitu terbebani membayangkan Mark pergi jauh darinya.

Ia hanya merasa tidak sanggup.

Igeo.” (Ini.)

Mark terlihat berusaha melepas kancing kedua jasnya. Kemudian, ia mengulurkan kancing itu ke depan hidung Yeri. “Simpan ini sebagai bukti pembayarannya.” Mark membual. Jelas sekali. Arti dari kancing kedua bukanlah itu.

Arti dari kancing kedua dari jas sekolah yang diberikan pemuda kepada seorang gadis di saat kelulusan merupakan tanda bahwa ia menerima gadis itu sebagai orang yang ia sayangi. Hal ini juga merupakan mitos, bahwa sang gadis akan selamanya mencintai pemuda itu.

Ah, mungkin Mark terlalu banyak membaca serial romantis kepunyaan kakak laki-lakinya, Lee Donghae itu. Maklum, Donghae sudah kuliah semester 4. Pemuda satu itu memang sedang dimabuk cinta dengan gadis cantik bak super model bernama Im Yoona.

Yeri menatap lama benda kecil itu. Hatinya berdegup kencang. Gadis itu yakin ada yang salah dengannya hari ini.

Eoh, arachi.” (oh, baiklah.) Yeri mengambilnya, berusaha untuk tetap terlihat tenang. Gadis itu membuka kalung tanpa liontin apapun itu dari lehernya. Perlahan, ia mencoba memasukkan kalung itu ke dalam lubang kancing berwarna hitam tersebut. “Bwa. Ini tidak akan hilang.” (Lihat.)

Yeri tersenyum lebar, memamerkan deretan gigi putih rapinya ke arah Mark. Pemuda itu juga tersenyum sama lebarnya, walaupun hatinya berdentam cukup keras. Tidak tahu karena alasan apa. Mark hanya memilih untuk mengabaikan semua itu.

Mark memilih untuk menyerah dan mengubur semua itu. Seluruh perasaan yang membuatnya berdebar setiap kali melihat mata Yeri yang jernih.

Mark hanya tidak menyangka jika Yeri juga sedang berusaha untuk melupakan segala perasaan itu.

Sebuah kesalah pahaman.

Karena Mark menyangka gadis itu menyukai Jung Jaehyun, kakak kelasnya.

Dan karena Yeri menyangka Mark menyukai Kang Seulgi, kakak kelas mereka juga, yang dekat dengan Jaehyun.

Semua ini hanya masalah kesalahpahaman. Dan bubar begitu saja.

Apakah pada akhirnya keduanya menyerah akan perasaan masing-masing dan berlanjut membohongi diri sendiri?

Apa pada akhirnya hanya salah satu dari mereka yang menyerah dan benar-benar melupakan semuanya? Hingga hanya ada satu sisi yang bertahan, seberapa pun menyakitkan keadaan itu?

“Yeri..”

Mwo-“ (Apa-)

Ucapan Yeri terhenti seketika kala sesuatu yang hangat menyambut bibirnya kilat. Pelakunya buru-buru berdiri dengan kaki menghentak tak beraturan.

“Ayo kita pulang.” ucapnya dengan suara bergetar karena panik serta gugup bersamaan.

Mark mengulurkan tangannya, namun netranya sama sekali memilih tidak terarah kepada Yeri yang masih terduduk, terkesiap disana. Gadis itu berusaha mengumpulkan kesadarannya kembali. Detak jantungnya tak dapat terkontrol lagi. Menggila.

Mark kembali tidak sabar. “Ppali-wa! Kita akan dimarahi eomma jika tidak pulang tepat waktu!” (Cepatlah; ibu) Segala ketidak sabaran itu merupakan bentuk kecanggungan Mark. Gelisah. Pemuda itu sangat gelisah sekarang melihat Yeri sama sekali terlihat tak merespon tindakannya.

That’s their first kiss.

“Eoh.” Yeri akhirnya mengucapkan sesuatu, membuat Mark bernapas sedikit lega. Gadis itu berdiri kemudian menepuk-nepuk bagian belakang roknya. Tatapannya terasa kosong. Mark menjadi serba salah. Bodohnya aku, batin Mark kesal.

“Yeri-ya, maaf-“

“Tidak usah minta maaf. Kau sama sekali tidak salah.” gumamnya pelan. Datar tanpa emosi apapun. Gadis itu berjalan mendahului Mark dengan kepala tertunduk.

Bodoh, Kim Yerim, bodoh! Kau masih terkejut juga? Kenapa kau sepolos itu?

“Akh.. kenapa ini menjadi semakin sulit..” lirihnya seraya menepuk dadanya beberapa kali, berusaha menghilangkan rasa sesaknya.

Apakah aku benar-benar tidak bisa menghilangkan perasaan bodoh ini? – Yeri

Lalu, apakah aku memang harus mengubur perasaanku sebelum mengakar lebih kuat? – Mark

ANNYEONG!!

GIMANA NIH PROLOGNYA?? UDAH SERU ATAU BELUM :” TINGGALKAN JEJAK YAA READER DEUL BIAR KITA MAKIN SEMANGAT! DIJAMIN SERU CAUSE ADA MASTERNIM MARK-YERI COUPLE DI BALIK LAYAR HOHO..

@kyri99 di wattpad emang udah lumayan terkenal di wattpad buat FF mark-yeri couplenya yang fluff gitu, suka bikin reader baper sendiri. Lucky me, i got to collab with her ><

Semoga kalian suka yaa!! visit juga wattpad Euri di @ParkSeungRiHae dan @taehyungyerm (my new account for rookie idol!)

THANKS A LOT FOR YOUR ATTENTION, READER-DEUL!! MOHON DUKUNGANNYA {}

MUCH LOVE, EURI ❤

Advertisements

4 thoughts on “[Chapter] School 2017 – 시작

    • HAHAHAHAHAH why so ngakak komennya.. aduh aduh markri emang gemay sangatt kzl liatnya..

      susah kl ga dipendam nanti jadi bencana -markri

      makasii banyakk yaa udh komenn!

      Much love, Euri

      Like

  1. Rookie rookie my super rookie rookie rookie rookie 🎤🎤
    Hahaha suka rookie couple nih tapi sayang jarang bgt nemuin moment Mark Yeri 😞
    Mereka berdua keliatan cocok bgt karna sama” line 99 😁
    Pas baca prolog nya lucu bgt apalagi pas mark nyium yeri yg ternyata itu first kiss yeri 😂 mereka sama” merutuki kebodohan masing” hahaha 😂😂
    Haii aku riders baru disini 😁 ijin baca ff yg lain ya thor/eon 😂😂

    Liked by 1 person

    • Annyeong!!! Eheheheheh yes ada yang suka markri juga :)) shipper berat aku tuh wkwkw..

      Nee.. semoga sukaa yaa!! Baca aja FF aku juga yang lain semoga sukaa yaa.. tapi kayaknya kamu suka Yeri? hehe.. makasii banyakk udh komen!

      Much love, Euri ❤

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s