[Twoshoot] Regret : Sehun Side

Untitlkd-1.png

Regret : Sehun Side

Re Present

Park Jiyeon | Oh Sehun

PG 15+

Genre : Angst,Friendship,School life,Little bit romance

Twoshoot

“Pertemuanmu denganku itu bukan salahmu,salahku ataupun takdir”

.

.

     Ketika itu aku sedang berjalan menuju bangkuku.Dari kejauhan aku lihat gadis dengan rambut pendek itu sedang tertidur di pangkuan tangannya.Muka gadis itu tertutup sepenuhnya.Hingga beberapa gadis mengelilinganya sambil tertawa.Aku terkejut melihat hal itu,ingin sekali aku bantu gadis itu tapi yang kulakukan hanya diam.

“Haha..liat si bodoh ini..belum apa-apa sudah tidur saja”kikikan gadis – gadis itu.Aku berbalik dan melihat gadis itu belum terusik,hingga para gadis itu berlalu ia pun terlihat menaikan tubuhnya,matanya yang sendu terlihat begitu menyedihkan saat itu.Tapi,aku hanya bisa jadi penonton yang baik dan terdiam.Mata gadis itu menatapku yang saat itu masih menatapnya.Disaat pandangan kami bertemu aku langsung berbalik ke arah depan.Aku rasakan degupan aneh di dadaku saat itu.Aku memberanikan diri dengan menatap lagi gadis itu,dan kulihat ia sudah tenggelamkan lagi wajahnya di pangkuan tangannya.Tanpa sadar aku tarik senyuman kecilku.

Setelah hari itu tanpa sadar aku sering memerhatikannya.Aku tanpa sadar sering mengikutinya saat jam istirahat tiba.Ia tidak pernah habiskan waktunya di kelas.Ia selalu makan di luar kelas bersama teman – temannya dari kelas yang berbada.Disitulah aku bisa melihatnya tertawa dan tersenyum,terlihat ..sanggat manis.

Waktu berlalu begitu cepat,satu bulan sudah terlewati.Tapi gadis bernama Jiyeon itu tak pernah sekalipun mengobrol dengan teman di kelas.Hingga suatu hari ada pembagian kelompok kenegaraan.Gadis lainnya mulai berkumpul dengan kelompoknya masing – masing.Aku lihat gadis itu terlihat bingung mencari kelompok.

“Hey..kau belum punya kelompok?”tanyaku padanya yang terlihat kebingungan.Gadis itu berbalik dan membuat rambutnya yang pendek itu diterbangkan oleh angin memperlihatkan lehernya.Kecantikan gadis itu bertambah lagi.Aku lihat ia duduk malu – malu di sebelah Chanyeol saat itu.Aku hanya tersenyum melihatnya.

“Siapa yang jadi ketua?”tanyaku pada mereka.Mereka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanda mereka tidak ingin jadi ketua.Gadis itu pun sama,ia menggelengkan kepalanya.Akirnya,aku lah yang menjadi ketua kelompok.

“Kalau sekertaris siapa?”tanyaku lagi.Mataku bertemu pandang dengannya,aku lihat ia tundukan wajahnya.Ah—benar-benar manis bukan?.

“Coba lihat tulisannya”ucapku sambil melihat buku mereka satu persatu.Kulihat dengan ragu ia serahkan buku itu.Aku lihat nama yang tertera disana “Park Jiyeon”.Setelah lama satu kelas aku baru tahu namanya Jiyeon.

“Oke..Jiyeon saja yang jadi sekertaris,kan Jiyeon satu-satunya perempuan disini,tulisannya juga bagus dan terbaca”ucapku sambil menyunggingkan smirkku.Dengan ini kami bisa lebih dekat,kekeke~

Aku lihat Jiyeon terlihat panik sambil menggelengkan kepalanya.Benar-benar manis gadis ini.Waktu berlalu begitu cepat bagi kami.Kami sudah jadi semakin dekat terlebih karena,hobi kami benar-benar sama.

“Jiyeon apa ada orang yang kamu suka”tanyaku to the point.Waktu itu aku,Chen,Jiyeon,dan Juhee sedang memainkan “Truth or Dare”.

Aku lihat muka bingungnya itu tampak berfikir keras.Lalu,setelah beberapa lama terdiam ia akhirnya menjawab.

“Tidak ada”ucap Jiyeon santai sambil menggelengkan kepalanya.

“Mana mungkin! Kamu tidak pernah suka pada seseorangpun?”tanyaku,ia terlihat agak terkejut begitupun yang lainnya sebab aku terlihat begitu ambisius ingin mengetahui orang yang ia suka.

“Ah,ada! Dia Kim Wo Bin”ucapnya santai,aku hampir gemas karena tingkahnya.

“Bukan aktor! Tapi siswa di Seoul Junior High School!”sentaku.Ia terlihat semakin terkejut begitupun yang lain.

“Tidak ada”jawabnya singkat.Itu membuatku semakin geram.Hah,sudahlah..

Waktu kami terus berlalu dengan indah.Kedekatan kami membuatnya tidak canggung lagi bahkan berteriak padaku.Hari ini kami akan mengadakan kerja kelompok.Aku beigtu ingin melihat wajahnya di hari libur ini di balutan baju casual rasanya akan terlihat sangat manis.

“Halo..”sapaku ketika id caller “Jiyeon” muncul di ponselku.

“Hei Sekarang jadi kan?”ucapannya terdengar begitu manis di telingaku.

“Hem..Tentu sabar saja tunggu di sana..,Masih On The Way”ucapku dengan nada yang agak kukeraskan karena saat ini bus begitu penuh.Kudengar hembusan nafasnya yang lelah.

“Awas kalau tidak jadi,aku sudah membeli cemilan!”ucapnya dengan nada yang terdengar sedikit mengalun,terdengar agak manja/?.Kalau,benar aku ingin tertawa sekarang.

“Wah..DAEBAK! aku pasti akan datang menghabiskannya”ucapku sambil tersenyum simpul.

“Aku tutup”ucapnya,dan tak berapa lama suara dari sana pun berhenti terdengar.

.

.

“Waktu kami berlalu begitu cepat”

.

.

       Tanpa aku sadari waktu indahku dengannya selesai begitu cepat.Kini kami sudah ada di tingkat 3 Junior High School.Tak pernah aku fikirkan kalau kami akan ada di kelas yang berbeda.Aku tak pernah mendengar kabar darinya.Jarang sekali aku lihat ia muncul untuk bertemu Ju hee sekalipun.Hingga suatu hari kami bertemu lagi.

Saat itu aku sedang ada kegiatan ekstrakulikuler.Aku lihat dari jauh ia dan Ju hee sedang mengobrol.Rambutnya kini sudah memanjang dan ia terlihat lebih manis.Bando itu masih senantiasa menemani rambut indahnya.Aku berjalan mendekati mereka sebab Ju hee memanggilku.Aku tatap Jiyeon sambil tersenyum aku lihat ia menundukan wajahnya dan membuat wajahnya tertutup oleh rambutnya yang sudah panjang.Awalnya aku berbincang dengan Ju hee.Namun,akhirnya aku membuka pembicaraanku dengannya.

“Ah…data komikku terhapus habis,kamu punya salinannya kan?Aku ingin memintanya”ucapku sambil memelas.Sebenarnya,data komikku itu masih ada,yah..ini hanya alasan saja.

“Tentu saja,jangan lupa besok kekelasku dan bawa flashdiskmu Sehun~a”ucapnya sambil tersenyum.Suaranya terdengar lebih lembut dari sebelumnya.Aku ikut tersenyum dengannya.Ini adalah langkahku untuk mendekatinya lagi.

.

.

“Tapi…..”

.

.

           Waktu itu aku lihat Ju hee yang masih duduk sendirian.Jiyeon sudah tidak ada lagi disana.Aku mendekatinya karena,penasaran.

“Ju hee~a..kenapa kau belum pulang? Tidak pulang dengan Jiyeon?”tanyaku sambil mendudukan diri di sebelah Ju Hee.

“Tidak..ada hal penting yang ingin kuucapkan padamu,Sehun~a””ucapan Ju hee membuat keningku berkerut.

“Aku menyukaimu”ucap Ju hee to the point.Aku hanya terdiam sambil menggeleng.

“Aku sud..”ucapanku tertahan karena,Ju hee menggengam lenganku.

“Aku tau Sehun~a kau suka kepada Jiyeon kan? Tapi Jiyeon sudah menyukai Chanyeol dari dulu,ia tidak mungkin memilihmu”ucapannya bagai pedang yang langsung menancap di hatiku saat itu.

“Ju hee..Aku pulang dulu”ucapku singkat dan segera ingin meninggalkan tempat itu.Namun,Ju hee menarik tanganku kuat.

“Apa lebihnya Jiyeon?Kenapa tidak mau mencoba denganku?Apa lebihnya dia?!”ucap Ju hee sambil menarik-narik tanganku.Aku hentakan tangannya keras.Aku muak mendengar semua ini.Setibanya di rumah aku bantingkan tasku ke lantai.

“Lalu..kenapa kau selalu bertingkah manis seperti itu dihadapanku hah?”tanyaku pada diriku sendiri.Aku meneteskan air mata yang belum pernah aku teteskan untuk seorang wanita pun.Hatiku terluka.Melihat potretnya yang memenuhi kamarku justru membuatku tambah sesak.

.

.

“Aku tidak pernah tahu kalau meninggalkanmu adalah kesalahan terbesarku”

.

.

        Setelah itu kami tidak pernah lagi berhubungan dan sepertinya hubungannya dan Ju hee juga melonggar.Tapi,ternyata aku menyesalinya,aku menyesal meninggalkannya tanpa menanyakan yang sebenarnya.Menyesal karena tidak bisa mengungkapkan perasaanku.Menyesal karena menyerah pada cintaku untuknya.Menyesal karena tidak tahu perasaannya padaku.Menyesal karena tidak bertanya kenapa ia menyukai komiku yang bahkan sering dihina orang.Menyesal karena tidak bertanya mengapa ia selalu tersenyum padaku.

Aku fikir perasaan menyesal itu berhenti.Kami dipertemukan di sekolah yang sama lagi.Aku dan dia bertemu lagi di kelompok yang sama saat itu.Aku sadar kalau aku masih mencintainya.Aku ingin memilikinya.Tapi,kini kami sudah jadi dua orang asing.Aku tidak bisa menyapanya begitupun dia.Mungkin kisah cinta kami hanya sebatas mengagumi tanpa bisa memiliki.Yah,mungkin hanya sebatas itu saja.

THE END

A/N : FUAHHHHHHH AKHIRNYA TAMAT,Jangan menyesal sad end,ini karena based on my real life,thor gatau apa bener cemceman thor emang perasaannya kek gini atau nggak,tapi yah intinya

“Kami sudah jadi dua orang asing”

 THANKS FOR READING ^^

Advertisements

8 thoughts on “[Twoshoot] Regret : Sehun Side

  1. Kok sakit yah bacanya. Duhhh, ini samaan kaya aku Thor. Tapi bedanya, kata sobatnya, si doi belum mau jalin hubungan soalnya fokus ke pendidikan. 😂😂
    Yah, mewek nih. Nostalgia again, jadi curcol deh.
    Hoho, bodo ah. Next, hunji lagi Thor… D tunggu karya yg lain

    Liked by 1 person

  2. Sdih skali endingnya..trnyata hanya mnjadi org asing diakhirnya..tp ttp bgus critanya thor…aq tggu update dr ff kmu yg lain ya..smangat buat updatenya^_^

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s