[Twoshoot] Regret : Jiyeon Side

Untitlek-1

Regret

Author : Re

Starring : Oh Sehun | Park Jiyeon

Length : Twoshoot

Rated : PG 15+

Genre : Sad,School life,Friendship,Little bit romance

Disclaimer : Ini adalah untuk kalian semua yang selalu mensuport  author dengan like,dan coment ini persembahan dari author,sebagai ucapan terima kasih pada kalian semua..Bahkan author rasa ini pun tidak cukup

Semoga suka dan maaf untuk pairingnya HunJi lagi ^^

“Meski aku tidak tahu apa perasaanmu yang sebenarnya,aku rasa aku telah menyakitimu”

.

.

              Entah mulai dari kapan,orang yang biasa didekatku itu kini memasuki fikiranku dan mengusik hatiku.Dia bukanlah pria dengan standar cool dan terlihat sulit di dekati.Justru dia membuatku jatuh cinta dengan tingkahnya yang konyol.Aku masih berada di Kirin Junior High School tingkat dua waktu itu.Tanpa sengaja kami dipertemukan oleh takdir di kelas tersebut.Aku yang pendiam waktu itu tidak mendapatkan kelompok untuk pelajaran kenegaraan.Dia menyapaku dengan hangat dan memintaku untuk masuk ke kelompoknya.

“Hei kau belum punya kelompok?”ucap pria bernama Sehun itu.Rambutku yang tertata rapi oleh bando kala itu terbang dan menampilkan bagian leherku.Rambutku kala itu tak sepanjang rambut gadis lainnya.Dengan canggung aku duduk bersama dengannya dan teman laki-lakinya yang lain.Yah,dikelompok itu hanya aku yang merupakan perempuan.

        Waktu berlalu begitu cepat,kami pun makin dekat.Obrolan aneh sampai obrolan terseram sudah pernah kami bicarakan.Berbagi permen karet,mengobrol mengenai hobi kami menulis dan menggambar,tapi sungguh aku tidak pernah merasakan perasaan aneh kala itu padanya.

        Dia adalah pria yang amatlah menawan,sahabatku mengatakan kalau mereka mencintainya.Tapi,dari sekian banyak sahabatku ada satu orang yang tak bisa aku hianati dia adalah Ahn Ju Hee.Ju Hee mengatakan kalau ia merasakan cinta pada pandangan pertama pada Sehun.Aku begitu terkejut ketika tebakanku saat “Truth or Dare” ternyata benar.Ia juga menyukai Sehun.

          Perasaan dilema selalu melanda hatiku.Mengatakan pada hatiku untuk tidak jatuh cinta padanya.Aku tidak ingin menggangap hal itu merupakan getaran berbeda terhadap pria itu.

           Aku masih takut jatuh cinta lagi.Aku tidak mau terluka lagi.Aku tancapkan prinsip – prinsip itu pada hatiku agar aku tidak jatuh pada pesona Sehun.Tapi nyatanya aku selalu lebih dekat dengan Sehun dibandingkan Ju hee.Aku ingat sekali saat Ju hee merenggut padaku.

“Enak sekali jadi kamu,kamu selalu ada obrolan dengan Sehun ya,Jiyeon? Kamu tidak jatuh cinta padanya kan?”tanya Ju hee sambil melihatku dengan tatapan aneh.Aku bingung harus menjawab apa.Hatiku bergetar ingin mengiyakan,namun..

“Tidak,itu hanya hobi kami sama saja,aku akan panggil dia dan carikan obrolan untuk kalian berdua”ucapku sambil menyentuh punggung Sehun seperti yang biasa kulakukan untuk memanggilnya.

“Ah tidak usah”ucap Ju hee tiba-tiba dan berlalu ke arah belakang tempat sahabat kami berkumpul.

“Ada apa,Ji?”tanya Sehun memandangku heran.Aku tidak tahu harus menanggap apa.

“Ah..tidak  aku hanya ingin bertanya,apakah komik buatanmu sudah tamat,Sehun~a?”tanyaku akhirnya,dan obrolan panjang kami dimulai lagi hanya dengan pertanyaan singkat dariku.Tak salah memang jika sahabatku cemburu padaku,tapi ini bukan kemauanku kan?.

         Jam istirahat pun dimulai,aku seperti biasa menggambil permen karet stroberi agar tidak mengantuk saat pelajaran matematika nanti.Saat kelas sudah hampir dimulai aku pun memasukan 2 buah permen karet ke mulutku dan mengunyahnya.Seperti biasanya Sehun tiba-tiba saja berbalik dan menatapku.

“Bwahaha !! seperti biasa pipimu itu seperti memakan ratusan permen karet meski hanya memakan dua”kikik Sehun hingga terpingkal-pingkal,aku pukul bahunya sambil mendeath glare kearahnya.

“Arra..arra…aku hanya bercanda”ucapnya sambil tersenyum kearahku.Aku merasa debaran itu membesar tapi aku menahannya.Aku tidak bisa melukai Ju hee.

“Cih..”desisiku sambil mengalihkan pandanganku.

“Aku ingin memintanya”rengek Sehun kepadaku.Aku berikan kepadanya satu.Iabaca quote yang tersedia di bungkus tersebut dengan keras-keras.

“Waktunya membuka hati”ucapnya sambil memperlihatkan kertas itu padaku.Aku hanya menatap heran.Lalu,kami memalingkan pandangan kami ketika Kim saem datang dari pintu kelas.

.

.

“Apakah keputusanku salah? Aku hanya ingin semuanya bahagia”

.

.

              Aku berjalan di sisi jalan sambil memutar-mutar kantong plastik yang isinya cemilan.Hari ini kami akan mengadakan kerja kelompok kenegaraan.Aku telepon Sehun untuk memastikan kedatangan Sehun.

“Hei sekarang jadi kan?”tanyaku sambil mendengarkan suaranya dari ponselku.Aku dengar suara hiuk piuk orang-orang dalam bus.Ia yakin Sehun naik bus sekarang.

“Hemm..Tentu sabar saja tunggu sana,masih On The Way”ucapannya agak dikencangkan tapi tanpa dikencangkan pun aku masih bisa mendengarnya.

“Awas kalau tidak jadi,aku sudah membeli cemilan!”ucapku dengan nada manja.Entah kenapa aku ingin mengucapkan seperti itu hari ini.

“Wah..DAEBAK! aku pasti akan datang dan menghabiskannya”ucapnya dari balik ponsel ini.Aku tarik senyumku dan menggengam ponselku lebih erat.

“Aku tidak boleh menyukainya”ucapku dalam hati.Sambil menatap ponselnya aku tutup sambungan ponsel kami.Sambil menarik tudung jaketku aku berjalan menuju arah rumah.

.

.

“Lagi-lagi waktu lebih cepat dariku”

.  

.

             Waktu kami berlalu begitu cepat.Tak terasa kami sudah ada di kelas berbeda.Dari sanalah aku rasakan kalau aku mencintainya,aku tak bisa berada jauh darinya,dan membiarkannya jauh dari pandanganku.Aku mulai menanyakan semua kabarnya dengan memanfaatkan Ju hee yang sering menceritakan tentangnya.Disatu sisi aku terluka tapi di sisi lain aku bahagia dengan hanya mendengar kabarnya.

        Hingga suatu hari ketika Ju hee sedang bercerita tentangnya padaku Sehun datang ke hadapanku.Ia tersenyum sambil menatapku.Aku merasa bersalah pada Ju hee yang memanggilnya.

“Ah…data komikku terhapus habis,kamu punya salinannya kan?Aku ingin memintannya”ucapnya sambil menatapku dengan memelas.

“Tentu saja,jangan lupa besok kekelasku dan bawa flashdiskmu Sehun~a”ucapku sambil tersenyum.Ia pun ikut tersenyum.

.

.

“Tapi..”

.

.

       Setelah pertemuan hari itu dia tidak datang untuk meminta data dariku atau apapun itu.Kontak kami terputus seiring dengan merenggangnya hubunganku dengan Ju hee.Aku baru merasakan kalau ternyata aku menyesal tidak pernah menanyakan kenapa ia begitu nyaman denganku.Kenapa ia begitu suka satu kelompok denganku.Kenapa ia tidak suka pada sahabatku yang lain.Kenapa ia menanyakan pria yang aku suka.

         Namun,sebelum itu terjadi….Kami sudah menjadi dua orang asing.Aku masih mencintainya bahkan setelah kami menginjak Senior High School.Bahkan lebih dari mencintainya aku ingin kami saling memiliki.Aku ingin sampaikan kalau aku begitu menyesal meski aku tidak tahu seperti apa perasaannya.Tapi yang jelas aku mencintainya dari hatiku yang paling dalam.Karena,meski ingin melupakannya tapi,kami dipertemukan lagi di sekolah yang sama.

T.B.C

Sekalian curhat aja sih intinya,dan terima kasih sudah membaca ^^

 

Advertisements

11 thoughts on “[Twoshoot] Regret : Jiyeon Side

  1. Woah,aq snang kmu bikin ff hunji lg@hunji shipper..keke…aq suka sama ff nya..apa sehun juga mnyukai jiyeon??aq hrap bgitu..kasian jiyeon,trpaksa menahan prasaannya demi shabatnya ju hee…pnasaran sama lnjutannya…aq tggu lnjutannya thor..

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s