[END 1] Q.U.O.N : Be With You

Untitled-1.jpg

Tittle      : Q.U.O.N :  PROMISE

Author : Re

Length : Threeshoot

Rating : M

Genre  : Action,Romance,Tragedy,etc

Main Cast  : Oh Sehun | Park Jiyeon

And other cast(s) you can found it at story

Disclaimer : FF INI MURNI IDE DARI OTAK SAYA SENDIRI,DONT BE PLAGIATOR AND RCL PLEASE!

Summary :

“PADA TAHUN 2050 DI KOREA SELATAN TERJADI TRAGEDI YANG MENEWASKAN HAMPIR 80% WARGA KOREA SELATAN,DINGINNYA MALAM MENAKUTI MEREKA BERIRINGAN DENGAN ROH-ROH YANG TEWAS, PARA PEMBAWA PESAN HARUS MENYAMPAIKAN SEGALANYA DENGAN RAPI DAN AMAN”

.

.

.

“Jika takdir membuat mereka bertemu mana mungkin takdir memisahkan mereka,para orang –orang baik”

.

.

.

        Jiyeon pegang kepalanya yang terasa berdenyut.Tangannya merayap ke arah rak-rak buku yang ada di ruangan tersebut.Kakinya yang terasa berdenyut ia paksakan untuk berjalan.Matanya terus menelisik mencari orang yang ingin segera ia temui setelah ia bangun.Di ruangan putih itu ia terus berjalan meski dengan jalan yang tertatih.Hingga sampailah ia disebuah ruangan.Ia lihat sebuah kaca yang menutupi ruangan itu.Itu menampilkan wajah samar yang dibaluti oleh selimut putih sebatas dada.Detak jantung pria itu menurun secara konstan.

“Andwae !!!!!!!!!!!!”jerit Jiyeon sambil berlari mendekati kasur yang diatasnya terletak orang yang ia cari tadi.Pengurangan detak jantung itu semakin membuat Jiyeon keranjingan.Dokter yang berusaha menahannya pun sudah menyerah karena,dibantingkan dengan  kekuatannya.Air mata tidak berhenti turun dan membasahi pipinya.

Disisi lain………..

Sehun tatap wilayah yang terlihat asing di matanya.Wilayah yang begitu putih dan membuat Sehun merasa tenang.Ia gengam sebuah alat yang mengikat bagian dadanya.

“Aku dimana?” ucap Sehun sambil berjalan di tengah ruangan putih bersih.Siluet wajah seorang gadis memanggilnya dari jauh.Ia segera mendekatinya seolah dapat tarikan.

Deg..

Sehun rasakan rasa sakit dari benda itu mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.Ia rasa matanya berkunang – kunang.Dadanya bergetar hebat menyiratkan rasa sakit yang tak tertahan.Tubuh Sehun perlahan tumbang dalam posisi terduduk.Ia lihat ada seseorang yang  bersembunyi di kegelapan.Dengan sepenuh tenaga Sehun dekati siluet tubuh itu.Namun,tubuhnya melawan lagi dan bergetar hebat.

“Nugu?”tanya Sehun pada siluet tubuh itu.Ia lihat siluet itu tampilkan senyum misterius.

“Berani sekali manusia rendah sepertimu bertanya kepadaku,dewa pembawa arwah hah?”ucap siluet itu angkuh.Sehun terpaku diam melihat keadaannya yang dipenuhi alat – alat aneh itu.

“Apa aku sudah mati?”tanya Sehun lagi.Dengan perlahan namun,pasti siluet itu berbalik sambil tunjukan smirknya.

DEGH..

Wajah pria itu benar – benar mirip dengannya,dan itulah yang membuatnya terkejut.

“Menurutmu?”ucap seseorang yang nampak mirip dengannya.Tangannya yang dipenuhi kegelapan itu mulai menggapai tubuh Sehun.

“ANDWAE”jeritan seorang gadis membuat Sehun berbalik melihat ke belakang.Di bagian sana ia lihat siluet yang nampak terang mulai menggapai lengannya yang lain.

“Hiks..Andwae…Andwae!”jerit gadis itu sambil terus menarik tubuh Sehun.Tatapan mata yang begitu Sehun kenal dipenuhi oleh air mata.

“Andwae”ucapan gadis itu semakin mengecil diiringi tubuhnya yang mulai menghilang ditarik oleh cahaya.Sehun terus berusaha berlari meski rasa sakit semakin kentara.

Namun,semakin ia mendekat rasa sakitnya semakin terasa menyakitkan.Alat itu semakin menusuk seolah menarik keluar isi tubuhnya.Sehun akhirnya bersimpuh tangannya berusaha mencapai gadis itu namun tak sampai.Ia lihat perlahan air mata turun dari siluet tubuh gadis yang perlahan hilang dari penglihatannya.

“Sehuniiee!!! ANDWAE!!”ucapan gadis itu membuat kesadaran Sehun untuk berlari semakin kuat.Ia rasakan rasa sakit itu terus menyerangnya tapi yang ia lakukan hanya mengejar suara yang memanggilnya dengan kekuatan.

Disisi lain……

” Sehuniee! ANDWAE!!”ucap Jiyeon sambil memeluk tubuh Sehun yang sudah tidak bernyawa.

“A..A..nd..wae…”ucap Jiyeon sambil menangis sesegukan.

Bruk..

Jiyeon ambruk didepan tubuh Sehun yang mulai kaku.Ia memeluknya dengan sekuat tenaga.Ia tidak ingin ada yang merebut Sehun darinya.Persetan dengan dewa.Ia hidup untuk bersama Sehun da jika ia tidak bisa bersama Sehun maka sebaiknya ia segera mati.

“A..aku mohon bertahanlah demi aku,kau bilang aku ini malaiktmu.kan..Sehun~a? Bangun brengsek! BANGUNN!”jerit Jiyeon sambil terus menggoyangkan tubuh Sehun.

“Jiyeon~a…Dia sudah tiad”belum sempat ia selesaikan ucapannya.Jiyeon menatapnya dengan amarah,kemampuannya keluar lagi karena amarah itu.

“DIAM KAU! Sehunnie hanya butuh istirahat,dia bilang dia tidak akan meninggalkanku,dia akan selalu ada di sisiku! Akan selalu !”ringis Jiyeon sambil terus memeluk tubuh Sehun.

Bagai keajaiban pendeteksi jantung itu mulai menyala lagi,menimbulkan garis-garis kecil tanda kehidupan Sehun berhasil di selamatkan.

“Sehunie~”ucap Jiyeon dengan haru.Ia memmundurkan dirinya dan membiarkan dokter-dokter itu menangani Sehun.Jiyeon bersujud menyatakan begitu bersyukurnya ia atas hidupnya orang yang bisa memberikan ruang nafas untuknya.

“Terima kasih karena tetap hidup”lega Jiyeon sambil memerosotkan tubuhnya ke lantai yang dingin.Sambil menatap ruangan operasi dimana Sehun berada.

.

.

“Ketika mereka mau merebutmu dariku apa yang bisa kulakukan selain memperjuangkanmu?”

.

.

3 Tahun Kemudian…

            Jiyeon pegang terus tangan Sehun.Kondisinya kini sudah lebih stabil dari sebelumnya.Jiyeon tersenyum sambil membersihkan tubuh Sehun dengan handuk kecil yang sudah ia basuh dengan air hangat.Ini jadi rutinitasnya 3 tahun terakhir ini.

“Sampai kapan kau mau tertidur,hah? Kau pikir aku akan selalu menunggu mu?”ucap Jiyeon sambil membersihkan tubuh Jiyeon.

“Hei,ada seorang namja tampan melamarku..apa aku harus menerimanya karena kau terlalu suka tidur hah?”ucap Jiyeon sambil terus menggengam lengan Sehun.Jiyeon suka sekali menggoda Sehun yang sedang beristirahat dengan tenang itu.

Cup..

Jiyeon kecup pipi Sehun yang terasa dingin itu.Sambil tersenyum ia menyelimuti Sehun hingga sebatas dada.

“Kamu bilang kamu suka sifatku yang manis seperti sekarang kan? Aku akan melakukan semua tindakan manis jika kamu mau membuka matamu itu,kau mengerti Sehun~a? Jalja”ucapan Jiyeon diakhiri dengan matanya yang ikut tertutup.Saat tubuhnya memasuki alam bawah sadar,tangan yang ia tunggu bergerak itu akhirnya bergerak juga.Senyum kecil keluar dari mulut pria itu.

“Hey..aku sudah bangun”ucap pria itu dengan serak.Ia senang akhirnya matanya bisa terbuka juga.

“Apa katamu tadi? Bagaimana bisa menikahi namja lain padahal kondisimu se-menyedihkan ini ketika menungguku bangun!”ucap Sehun sambil menarik tubuh Jiyeon ke dalam pelukannya.Ia cium kening Jiyeon berkali-kali.

.

.

“Kau tau kebahagiaanku seperti apa? Ketika aku bisa bersamamu selamanya”

.

.

        Cahaya matahari membuat tidurnya terusik.Jiyeon geliatkan tubuhnya namun,yang ia rasakan malah berbalik.Badannya terasa lebih dihimpit.Ia buka matanya perlahan dan ia lihat orang yang ia tunggu menatapnya dengan senyuman.

“Ah..lagi-lagi mimpi seperti..”belum selesai Jiyeon berucap,Sehun langsung menarik tengkuk Jiyeon dan menciumnya dalam.Jiyeon bulatkan matanya saking terkejutnya.

“hmpp”Jiyeon ingin sekali melawan namun rasa rindunya malah mebuat Sehun memainkan permainan ini.Ia biarkan Sehun menciumnya lebih dalam lagi.Ia terlalu bahagia karena,akhirnya pria ini bangun juga.Ia biarkan Sehun menyentuhnya lebih lagi.Ia biarkan cinta yang mereka pendam selama ini menyatu dan memberikan kehangatan pada hati mereka masing-masing.

.

.

.

“Karena aku tidak akan bisa jika bukan bersamamu”

.

.

EPILOG

Jiyeon tersenyum kearah putranya yang baru berusia 1 tahun itu.Ia biarkan suaminya bercengkarama dengan pangeran kecilnya.Ia begitu bahagia ketika tangan kecil itu menggengam tangan suaminya.

“Appa”suara kecil itu mampu membuat suaminya tersenyum lebar.Ia putar – putar tubuh putranya ke awan seolah menjadikannya Superman.

“Anak appa sudah besar ternyata”ucap Sehun sambil mengecupi pipi gembul putranya itu.Jiyeon hampiri suaminya yang terlihat kewalahan itu.Ia bawa tas suaminya dan menggandeng tangannya.

“Jangan lupakan dan tinggalkan aku,jangan buat aku cemas,arra?”ucap Jiyeon sambil menyenderkan kepalannya ke bahu koko Sehun.Ia biarkan suaminya menciumi keningnya.Ia sudah merasa bahagia dengan keluarga kecilnya,tapi ia yakin ini masih awal dari sebuah cerita yang sebenarnya..

THE END

A/N : YEYYYY AKHIRNYA THOR BERHASIL MENYELESAIKAN INI !!

Terimakasih author ucapkan pada kalian yang sudah mengapresiasi ff abal ini,terimakasih sudah menunggu,terima kasih sudah berkomentar dengan sopan..

Author ucapkan selalu terima kasih yang tak terhingga.

Ini chapter end yang ga di PW khusus buat readers yang dibawah umur!

Untuk yang di PW harap bersabar,ini pertama kalinya thor bikin NC

.

.

And Keep Waiting For

Re-Q.U.O.N

a.k.a

Q.U.O.N Season 2

Thanks ^^

Advertisements

3 thoughts on “[END 1] Q.U.O.N : Be With You

  1. Huaaa!!!akhirnya kmu upate jga critanya thor..aq snang bgt..snang akhirnya mreka bisa hdup bhagia..tp aq mau lihat byk lg moment mreka..aq tggu special chapter yg di password itu..keke..wah,Quon season 2???bkalan seru nih dan ditunggu bgt..smangat thor!!!!

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s