Love Is Not Enough Chapter 1

Loveisnotenough.jpg

Love Is Not Enough

Re Present

Rated : M

Genre : Marriage life,Romance,Angst

Length: Chaptered

Starring : Park Jiyeon | Oh Sehun | Im Yoon Ah

Summary:

Jiyeon tidak pernah berfikir kalau kehidupan pernikahannya tidak akan berjalan lancar,ia tidak pernah berfikir kalau suaminya akan berfikir untuk menikah lagi,dari sekian banyak pertanyaan yang muncul di benaknya,Kenapa suaminya ingin menggapai cinta yang lain? Apa cinta darinya semembosankan itu kah?

Disclaimer :

Story by me,DON’T PLAGIAT IT!

If you don’t like it..just don’t read it!

Like,share,and coment is Amazing Suport for AUTHOR!

Warning :

Cerita ini diberlakukan untuk umur 17+

Karena,didalamnya terdapat adegan yang menjuru ke erotis,kekerasan,dan kehidupan rumah tangga

Tanggung akibatnya sendiri jika memaksa membaca!

Happy Reading ! ^^

.

.

“Jika kau fikir apa yang kau kejar saat ini benar,kenapa dulu memilihku?”

.

.

               Jiyeon sandarkan kepalanya ke tembok yang mulai jadi sahabatnya saat ini.Pertengkarannya dengan suaminya itu tidaklah berhenti hanya dengan satu hari saja.Dari sekian banyak hal yang bisa suaminya lakukan untuk mendapatkan tahta dan kekayaan mengapa harus menikah dengan wanita lain?

Hati wanita mana yang tak terluka ketika dengan santainya seorang suami mengatakan ingin menikah lagi agar mencapai kekayaan dan dengan alasan untuk membahagiakannya?

Komitmen mereka dari awal adalah cinta yang membuat semua terjadi,dan biarlah cinta juga yang jadi solusi.Tapi,nyatanya itu tidak berlaku bagi suaminya Sehun.Suaminya hanya memikirkan kekayaan dan tahta yang tinggi dan mengatakan itu persiapan mereka untuk dihari tua.Ia bisa terima ketika suaminya masih ada di batas itu.Tapi,kini suaminya kelewat batas,suaminya ingin membawa lagi cinta yang lain.Ia kembali mengingat kejadian tadi malam,dan air mata lagi-lagi menetes di pipinya,melalui lehernya dan menghilang dan terus digantikan air mata yang baru.

Flashback

“Kenapa? Kenapa harus menikah lagi? Apa cintaku tidak ada harganya bagimu barang sepeserpun? Aku tidak mau dimadu ! Lebih baik kita bercerai saja!”jerit Jiyeon dengan sekuat tenaga.Air mata tak berhenti mengalir dari kelopak matanya.Sehun pandang Jiyeon dengan amarahh.Sehun lalu mengambil gelas dari nakas dan membantingkannya ke lantai.

Prang..

        Ia ambil pecahan dari gelas itu dan mengoreskannya ke lengan Jiyeon sambil terus mencengkram lengan Jiyeon erat.

“Aww..ampun..”ringis Jiyeon ketika pecahan itu mulai mengiris lengannya.Sehun dengan santainya hanya terus mengiriskan pecahan tersebut ke lengan Jiyeon.

“AKU LAKUKAN INI DEMI KAU DAN KERJAANMU HANYA MELAWAN HAH?”sentak Sehun sambil memperdalam luka di lengan Jiyeon.Air mata terus turun dari mata Jiyeon.Ia terus mencoba menarik lengannya,bahkan posisinya awalnya yang berdiri kini sudah terduduk di hadapan Sehun.

“Cuk…up….Aww”jerit Jiyeon untuk terakhir kalinya,dan matanya terpejam.Darah yang keluar dari tangan Jiyeon tidak membuat Sehun merasa bersalah.Setelah membalut lagi luka Jiyeon dengan perban Sehun melangkah keluar dari kamarnya dan Jiyeon.

Flashback end

Jiyeon sentuh luka yang dibalut perban itu dengan lembut.Matanya terus menerus mengeluarkan cairan bening.Bahkan beberapa bagian matanya ada yang sudah mengering saking seringnya ia menaangis satu minggu terakhir ini.

Ia sadar kalau ia tidaklah sekaya dan semenawan calon istri suaminya yang sekarang.Tapi dulu suaminya tidak mementingkan itu,yang selalu suaminya kumandangkan adalah bahwa mencintainya dan dicintai olehnya adalah hal termahal di dunia ini.Tapi ekspetasi berbanding terbalik dengan kenyataan.Suaminya akhirnya jatuh cinta juga dengan tahta dan kekayaan.

“Hhh”hembusan nafas Jiyeon terdengar sangat lelah dan sendu.Ia usap terus air mata yang berjatuhan.Ia lirik jam yang ternyata sudah melewati waktu batas malam.Akhir-akhir ini suaminya sering sekali makan diluar dengan kolega dan calon istrinya yang baru.Ia hanya menunggu dan berharap suaminya mau memakan makan malam yang sudah ia buat.Yah,tapi kembali ke awal,kenyataan tidak seindah ekspetasi kan?

Jiyeon tarik selimutnya hingga sebatas dada dan memasuki lagi mimpi yang akan membuat dadanya terus terasa sesak.Mimpi yang menghampirinya akhir-akhir ini adalah tinggal serumah dengan wanita baru pilihan suaminya.Ia rasa ia sudah mulai terbiasa bermimpi seperti ini.Bukan terbiasa tapi TERPAKSA terbiasa.

.

.

“Prioritas utamamu itu aku,atau wanita yang katanya jadi jalan untuk membahagiakanku?”

.

.

           Sehun gengam lengan wanita yang akan dinikahinya tidak lama lagi.Begitu juga dengan gadis itu,gadis itu senderkan kepalanya di bahu Sehun.Semilir angin malam melalui mereka berdua.

“Oppa..apa tak masalah kamu pulang larut?”tanya gadis yang biasa dipanggil Yoona itu sambil menunjuk-nunjuk dada Sehun.

“Hmm…Kamu juga kan calon istriku dia harus mengerti baik itu cepat atau lambat”ucap Sehun dengan santai.Itu membuat gadis yang sedang menyenderkan dirinya ke Sehun jadi tersenyum lebar.Dengan kecepatan kilat gadis itu tarik tengkuk Sehun hingga bibirnya dan Sehun bertemu.Ia perdalam pagutannya pada Sehun.Tangannya sudah meraba bagian dada Sehun secara langsung dan berusaha membuka jas yang masih Sehun kenakan.Sehun langsung menggedong Yoona secara bridal style tanpa melepaskan pagutannya.Sehun lalu membaringkan tubuh Yoona dikasur king size sambil membiarkan Yoona untuk tetap memagut bibirnya.Malam itu pun berlalu dengan desahan yang dikeluarkan oleh keduanya disertai tangisan dari dimensi yang berbeda.

.

.

“Lagi-lagi kau pilih dia,Aku baru tahu kalau cintamu selemah itu”

.

.

           Jiyeon buka matanya yang terasa berat.Ia pegangi kepalanya yang terasa pening.Ia lihat suaminya masih tertidur di sampingnya,entahlah pukul berapapun suaminya pulang yang penting suaminya itu masih mengingatnya.

Jiyeon dudukan dirinya,dan segera berjalan ke arah kamar mandi.Setelah membersihkan dirinya ia siapkan perlatan kerja suaminya dan bergegas menuju dapur.Ia siapkan roti bakar dan susu yang biasa dimakan suaminya sebelum berangkat kerja.Setelah selesai ia pun langsung berjalan lagi ke kamarnya.

“Oppa ireona”ucap Jiyeon lembut sambil menekan lengan Sehun.Sehun yang terusik pun langsung merentangkan lengannya.

“Eugh..ini sudah pagi?”tanya Sehun yang masih setengah sadar itu.Jiyeon hanya balas dengan anggukan.Ketika Jiyeon ingin berjalan meninggalkannya Sehun langsung menariknya kembali.

“Morning kiss chagi~a”ucap Sehun sambil menunjuk bibirnya.

Cup..

Jiyeon berikan kecupan singkat.Namun,Sehun langsung menahannya dan langsung memperdalam pagutan mereka.Jiyeon langsung memundurkan dirinya cepat hingga ia terbentur tembok.

“Ini sudah siang oppa..cepat bersiap dan pergilah ke kantor”ucap Jiyeon sambil berlari meninggalkan Sehun.Sehun sandarkan tubuhnya ke penyangga kasurnya.

“Aku lakukan semuanya untukmu Jii”ringis Sehun sambil menarik nafasnya dalam.Sehun tahu ia sudah mengecewakan Jiyeon tapi,harus bagaimana lagi kan?

Sesampainya di meja makan  Sehun langsung melahap rotinya dan meneguk susuny cepat.Sarapan itu terasa canggung,tidak ada dari mereka yang mengatakan sepatah kata pun,mereka hanya fokus dengan makanannya.

“Aku selesai”ucap Jiyeon sambil berlalu menuju wastafel.Namun,lengan Sehun berhasil mencegahnya.

“Jangan pergi dulu ada yang belum selesai kita bicarakan”ucap Sehun sambil menggengam lengan Jiyeon erat.

“Aww..”ringis Jiyeon saat Sehun tidak sengaja mengenai lukanya.

“Mian!”ucap Sehun sambil melonggarkan lengannya dari Jiyeon.Jiyeon berbalik dan melihat mengarah ke Sehun.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan dan tidak ada yang ingin aku bicarakan!”ucap Jiyeon sambil melepas tangan Sehun kasar.

“Ini tentang pernikahanku”ucapan Sehun resmi membuat Jiyeon terdiam.Tubuh Jiyeon terus bergetar dari atas sampai bawah.

“A..aku tidak ada urusan dengan itu”ucap Jiyeon,posisinya yang memunggungi Sehun membuat air matanya bebas mengalir.

“Kamu adalah istriku..jadi kamu harus tau..Pernikahanku diadakan bulan depan”ucapan Sehun bagaika pedang yang langsung menancab di hati Jiyeon.Jiyeon tarik ujung bajunya sambil menahan agar suara tangisannya keluar.

“Aku sudah bilang aku tidak ada urusan,sebab kalau oppa ingin menikahi dia aku buk..”

PLAK

Belum selesai ucapan Jiyeon pipinya sudah jadi sasaran tamparan dari Sehun.Air matanya semakin meleleh dan tak berhenti turun dari matanya.

“AKU TIDAK AKAN MENCERAIKANMU!”sentakan Sehun membuat Jiyeon semakin merasakan tusukan ke hatinya.

“Kenapa kamu begitu egois?”ucap Jiyeon lemah.Sehun langsung membantingkan piring yang ia gunakan untuk makan tadi ke lantai dan berlalu dari hadapan Jiyeon.

BRAK!

Pintu rumahnya ditutup dengan kasar oleh Sehun..Tubuh Jiyeon merosot,kakinya jadi bantalan untuk tangisnya.Lelehan air matanya tidak ada habisnya.Tangisannya terdengar pilu di ruangan sebesar dan sesepi ini.

“Apa yang kamu inginkan,hah?”isak Jiyeon pilu.Tangannya sudah mencengram kakinya hingga ada tanda berwarna merah disana.Ia acak rambutnya dan terus menangis hingga ia tertidur di tempat tersebut.

.

.

“Apa yang kamu inginkan? Aku tetap tinggal atau bagaimana?”

.

.

T.B.C

Advertisements

46 thoughts on “Love Is Not Enough Chapter 1

  1. Sakit bgt atuh hati ini liat kelakuan sehun ke Jiyeon. Ya tuhan, sebenarnya dimana kemurahan hati kecil sehun. Kasihan lah Jiyeon sakit secara mental & fisik. Huhuhuhu

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s