[Part 1] Can I…

can-i

|| Title: Can I… || Author: Phiyun || Genre: Romance | Hurt | Sad | Merrid life || Cast: Im Yoona | Choi Siwon | Kim Jieun (OC) ||Rating : 17+ || Length : Ficlet series||

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. FF ini terinspirasi dari film maupun buku yang pernah ditonton dan dibaca oleh author.  Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

Maaf juga ya kalau saat membacanya ada kalimat tulisan yang kasar di dalam fanfic ini. Aku juga berterimakasih untuk kakakku yang tersayang,  K.tiara yang sudah mau menambahkan  ide ceritanya untuk aku tulis di fanfic ini. Tanpa eonni cerita ini tak akan berjalan lancar, gomawo eonni  (♥o♥)/

Preview: Teaser

Note:  Di dalam cerita ini terkandung unsur kekerasan dan adengan erotisme jadi bagi yang tidak menyukai genre tersebut silakan segera tutup halaman ini. Karena Author tak mau bertanggung jawab bila nanti anda ketagihan setelah membacanya, wkwkw 😀 [Becanda]

No Bash, No Plagiat and  Copypaste! Dont forget Like & Comment ❤

*** Happy  Reading ***

-Preview-

Gadis itu lalu bangkit dari tempat duduknya dan kemudian berkata. “Maaf Pak, sekali lagi maaf. Saya tidak perlu itu dan besok saya akan memberi surat pengunduran diri saya.”

“Yoona-ssii… maafkan aku bila menyinggung perasaanmu. Aku bingung… aku harus minta tolong pada siapa lagi, aku tidak ingin menikah selain dengan Jieun.” Lelaki itu berkata dengan raut wajah kecewa.

“Maaf Pak tapi saya juga akan menikah dengan pilihan orang tua saya. Saya tidak ingin mengecewakan mereka juga.”

Siwon menegadahkan kepalanya. “Apa kau dipaksa juga?” dan Yoona pun membalas dengan mengangguk pelan. “Kalau begitu rencana ini bisa membuatmu tidak menikah dengan orang itu.”

“Maksud bapak?”

“Ya, kau dan aku menikah, dengan itu masalah kita berdua terselesaikan.” tambah Siwon dengan senyum yang mengembang.

-End-

~OoO~

“Itu benar Pak, tapi bagi saya masalah masih ada.”

“Masalah apa?” tanya Siwon kembali.

“Orang tua saya pasti marah besar kepadaku.”

Siwon menjadi bingung saat mendengar pernyataan Yoona. “Marah untuk apa?”

“Karena…karena saya akan bercerai dengan Anda nanti.”

“Itu benarr, tapi itu mungkin akan terjadi tiga tahun nanti bila semua berjalan sesuai rencana.”

“Benar, orang tua saya pasti akan mengatakan padaku. apakah pilihanmu bisa menjamin kau bahagia. Itu pasti mereka katakan sebelum kita menikah, kalau kira bercerai orang tuaku akan menyalahkan saya, dan akan berkata seharusnya kau ikut kata-kata kami. Harus ditaruh dimana mukaku?”

Untuk sesaat Siwon terdiam waktu mendengar penjelasan sekertarisnya, Yoona. “Jadi… kau tetap akan menikah dengan orang yang tidak kau cintai?”

“Saya hanya seorang wanita yang tidak menarik dan saya tahu diri, mana ada laki-laki yang suka dengan saya.” Seraya menghela napas panjang,

“Apa kau pernah pacaran?” kata Siwon. Namun ketika, Siwon menyadari pertanyaannya terlalu private, laki-laki itu langsung meminta maaf. “Maaf, kalau kau tidak mau menjawab juga tidak apa-apa”

Terlihat dengan jelas kecanggungan di antara mereka berdua saat ini. Namun ketegangan ini kemudian tercairkan setelah Yoona menjawab pertanyaan atasannya, Siwon. “Saya akan menjawabnya tapi Bapak jangan bilang kepada siapa-siapa.”

“Baiklah.”

Dengan nada yang bulat wanita itu pun berkata. “Belum ada, saya juga tidak mau menikah apalagi kawin,”

“Yoona-Yoona apa bedanya menikah dan kawin?” balas Siwon dengan tersenyum geli.

Tapi tanggapan Yoona sebaliknya. “Beda—itu beda Pak.”

Siwon semakin tidak mengerti dengan maksud wanita yang saat ini ada di depannya. “Beda??”

“Iya, kalau menikah ada penghulu sedangkan kawin Cuma berdua lagian itu sakit, aku takut.”

“Apa kau takut?” ucap Siwon kembali dan langsung di iyakan oleh Yoona.

Untuk sekian kalinya, lelaki jangkung itu tersenyum geli, sampai-sampai ia harus berdiri dari tempat duduknya. Saat mendengar pernyataan Yoona, “Kamu kalau sudah mencobanya pasti minta terus sama suamimu kelak.”

“Tetap, saya tidak mau, saya takut. Kalau ada oranng yang mau menikah denganku tanpa kawin dan seumur hidup, saya akan dengan senang hati menerimanya.”

Siwon langsung terdiam dan kemudian duduk kembali di kursinya waktu mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Yoona. “Jika, suamimu ingin menikah lagi dengan orang lain boleh tidak.”

“Saya tidak tahu.” sahut Yoona.

Lelaki itu menarik napas dan berkata kembali. “Kalau begitu, aku akan menikahimu tanpa kawin kau mau?”

“Tapi nanti cerai, orangtuaku akan marah.”

“Aku tidak akan menceraikanmu tapi dengan satu syarat.”

“Apa syaratnya?” sahut Yoona.

“Kau boleh mengijinkanku menikahi Jieun.”

Manik Yoona terbuka lebar saat dirinya mendapati, bila dirinya harus mau dimadu. “Bo—bolehkah saya bertanya?” ucap Yoona ragu.

“Silakan.”

“Apakah Bapak sudah pernah kawin.”

Sebelah sudut bibir lelaki itu tertarik sebelum ia menjawab pertanyaan Yoona. “Baik, akan aku jawab pertanyaanmu. Lagipula kita juga sebentar lagi akan menikah. Aku dan Jieun sudah jauh berhubungan, terutama soal di tempat tidur, tapi perlu kau ketahui aku hanya berhubungan dengan Jieun seorang.”

“Apa Bapak benar-benar mau menikah denganku tanpa kawin tapi seumur hidup?”

“Iya.”

“Kalau aku tidak mau diduakan, bagaimana?” tanya Yoona kembali.

“Kau akanku ceraikan.”

Dan Yoona pun menyahut. “Kalau begitu, aku tidak mau menikah denganmu.”

“Mengapa?” tanya Siwon.

“Aku tidak mau nanti kau menceraikanku, lagi.”

“Aku tidak akan menceraikanmu, bila kau mengijinkanku menikah lagi.” tukas Siwon.

“Baik tapi harus ada surat perjanjiannya, bahwa kau tidak akan menceraikanku!”

“Baiklah, tapi kau harus memberi ijin untukku agar aku bisa menikahi Jieun.”

“Aku kan mengijinkannya, asal kau tidak menceraikanku.” sahut Yoona lantang.

Setelah masalah diantara mereka terselesaikan, Siwon lalu mengatur rencana utntuk pertemuan keluarga. “Baiklah, besok kita akan ke orangtuaku untuk perkenalan dan setelah itu ke orangtuamu. Setelah itu kita akan memilih hari baik untuk kita menikah.”

“Apakah semua itu, tidak kecepatan?” ucap Yoona.

Dan dengan entengnya Siwon menjawab. “Lebih cepat lebih baik.”

“Ta—tapi… benarkah kau tidak akan meminta yang itu?” nada suara gadis itu mulai meragu.

“Maksudmu, hakku setelah menikah?”

Yoona langsung mengangguk, mengiyakan perkataan Siwon. “Aku tidak akan meminta itu.” tambah pria itu kembali.

“Baik, kalau begitu buat perjanjian kau tidak akan menceraikanku.”

“Tentu, aku akan buat sekarang untukmu sekarang. kau tunggu sebentar di sini.”

Siwon langsung menulis dengan ekspresi wajah yang serius setelah selesai, tulisan itu di berikan kepada Yoona.

“Coba kau baca dulu, apa kau setuju?”

Yoona mengambil kertas itu lalu membacanya. “Surat ini bagus, baiklah aku akan menandatanganinya. Aku setuju dengan isi dalam surat perjanjian ini.” dan lalu ia menandatangani surat itu kemudian ia memberikannya ke lelaki itu utntuk ditandatangani oleh dirinya. Setelah di tandatangani kertas itu diberikan kembali ke Yoona. “Aku akan menyimpannya.”

“Baik, besok aku akan kerumahmu, untuk memperkenalkan diri dan membawamu ke orangtuaku untuk memperkenalkan dirimu ke orangtuaku.”

“Baiklah, aku akan menantikanmu.”

“Oke, sekarang kau boleh pulang.” Setelah mengatakan itu, Yoona undur diri untuk keluar dari ruangan itu, kembali keruangannya untuk membereskan semua berkas di meja lalu segera pulang.

Di rumah Yoona langsung memberi tahukan kepada kedua orangtuanya bahwa besok bosnya akan nelamar dirinya. Kedua orangtuanya pertama tidak percaya dan tidak setuju tapi setelah diberi penjelasan oleh Yoona, akhirnya mereka mau menerimanya.

~OoO~

Keesokan harinya, Bosnya Yoona datang bersama dengan kedua orangtuanya. Kedua orangtua Yoona kaget karena kedua orangtua dari pihak lelaki ingin segera pernikahan dilaksanakan karena mereka ingin anaknya cepat-cepat memiliki momongan, Tuan dan Nyonya Choi melakukan itu semua karena Siwon adalah anak semata wayang.

“Maaf Siwon dan Yoona sudah lama berhubungan?” orangtua Yoona bertanya.

“Sudah Pak, saya sangat mencintainya karena itu saya dia menjadi istriku.”

“Apakah itu benar, Yoona-ah?” tanya sang Ayah kembali namun kali ini ia bertanya kepada ke sang putrinya. “Iya, Ayah. Aku sangat mencintainya, aku ingin mengabdi sebagai istrinya.”

Tuan Im tidak dapat berkata apa-apa lagi. ia hanya bisa memperbolehkan apa yang akan Siwon dan Yoona lakukan. “Baiklah kalau begitu tiga minggu lagi kita akan mengadakan pernikahan kalian.”

Setelah Siwon dan kedua orangtuanya pergi, Yoona dinasehati oelh kedua orangtuanya. “Yoona-ah, kami berdua merestui pernikahanmu Nak, dan kami berharap pernikahanmu langgeng. Jika ada percecokan selesaikanlah dengan kepala dinging dan  kekeluargaan untuk menyelesaikannya.” Ucap Tuan Im dan di iyakan oleh Yoona dengan anggukan.

~OoO~

Hari berjalan cepat bagi Yoona. Hari pernikahannya semakin dekat. Yoona di cutikan dari pekerjaan kantornya. Akhirnya hari pernikahannya datang juga, Yoona akhirnya dipersunting oleh Siwon dengan pesta yang cukup mewah.

Sewaktu satu hari sebelum akad nikah diadakan keluarga masing-masing mempelai di kumpulkan. Disitu Keluarga Siwon datang dengan seorang laki-laki tua yang diperkenalkan dengan keluarga Yoona sebagai teman jauh ayahnya Siwon untuk melihat apakah Yoona dan Siwon akan bagus dalam pernikahannya. Yoona dan Siwon di panggil dan di persilakan duduk di depannya. Yoona sangat ketakutan karena  dia takut rencananya ketahuan. Orang tua itu menatap Yoona dan Siwon bergantian cukup lama. Setelah lama ditunggu-tunggu, lelaki tua itu akhinya bicara.

“Hmm… kau yang bernama Im Yoona?”

“Benar, Pak.” sahut Yoona kikuk.

“Kau tidak perlu takut padaku, Nak. Kau bisa memanggil aku Kakek.” tutur pria tua itu mencairkan kegugupan yang melanda Yoona.

“Baik, Kakek.” balas Yoona sambil mengangguk.

Tak lama kemudian lelaki tua itu melontarkan pertanyaan kepada Siwon. “Dan kau, Siwon-ah.. dapat dari mana gadis ini?”

“Biasa, Kek datang sendiri,” sahut Siwon entang.

“Siwon-ah, kau sangat tepat sekali memilih gadis ini. Aku kira kau mengambil gadis yang bernama Jieun.”

Mendengar nama orang terkasihnya disebut-sebut oleh pria tersebut, membuat Siwon jengkel. “Sudahlah, Kek.. aku tidak mau Kakek menjelek-jelakan Jieun.”

“Siwon-ah, coba hilangkan rasa cintamu dengan Jieun dan mulailah mencintai istrimu ini.”

“Kakek, bagaimana sih, kalau aku tidak mencintainya mana mungkin aku ingin menikahi dirinya.” cetus Siwon dengan nada yang ditinggikan.

Pria tua itu tersenyum saat melihat reaksi yang diperlihatkan Siwon kepada dirinya. “Siwon-ah… Kakek tahu rencana kalian berdua, tapi semua itu tidak akan berjalan lama. Bila Tuhan mengijinkan kalian akan mendapatkan satu anak dalam kurung waktu kurang dari dua tahun lagi.”

Mendengar itu, Yoona tersenyum. “Yoona-ah, aku tahu pasti kau tidak percaya dan kau perlu catatat anak ini adalah anakmu dengan Siwon yang lahir dari rahimmu.” Kata pria tua itu, “Dan aku Siwon-ah, kau harus hati-hati dengan kelakukanmu jika ingin membuat keputusan, fikirkanlah baik buruknya.”

“Aku akan mengingat semua perkataanmu, Kakek.”

“Siwon-ah, semua keputusan ada ditanganmu, kebahagianmu dan kebahagian Yoona da di tanganmu. Kau akan tahu seiring berjalannya waktu bila Yoona adalah orang yang kau nanti-nantikan, kau sangat beruntung, Nak.”

Tak lama kemudian laki-laki tua itu berkata kepada Ayahnya Siwon. “Putramu sudah tepat memilih calon isrinya. Kau akan mendapatkan cucu-cucu yang lucu dari Siwon dan Yoona. Dan Kau Yoona-ah..” sesaat perkataannya terpotong saat melirik ke arah Siwon. “Kau harus kuat melawan suamimu ini, Yoona-ah. dia..” sambil menunjuk kearah Siwon. “Hanya melihatmu saya ia sudah tidak tahan.”

Muka Yoona menjadi takut tapi warna pipinya menyemburkan warna kemerahan. “Yoona-ah, ketakutanmu dan kemaluanmu itu yang menjadi daya tarikmu, lama-kelamaan suamimu penasaran denganmu,”

Tiba-tiba Siwon menyela perkataan lelaki tua itu, “Tidak mungkin aku penasaran dengan perempuan seperti ini.”  refleks Siwon membuat Yoona berkata dalam hatinya. “Baiklah, aku tidak akan malu-malu di depannya. Aku ingin tahu apakah perkataan Kakek benar atau tidak.”

Setelah acara percakapan selesai, kedua keluarga makan-makan. Sedangkan Yoona langsung menarik Siwon untuk bicara dengan cara menjauhi keluarga yang sedang makan keperkarangan depan.

“Siwon, siapa Kakek itu?”

“Dia teman Ayahku. Yang sudah dianggap seperti Bapaknya sendiri.”

“Semua perkataannya tidak benarkan?” tanya Yoona.

Siwon lalu menggidiknya bahunya. “Aku tidak tahu. Yang aku tahu dia punya indra keenam dan perkataannya sering benar.”

“Apa sering benar? Jadi kita berdua…”

Yoona terlihat gugup dan Siwon menyadarinya. “Sudahlah, kau tidak perlu pikirkan ucapannya. Lagipula mana mungkin aku tertarik padamu, kau kan tahu kalau aku mencintai Jieun.”

“Benar juga,” sahut Yoona. “Lagipula kau hanya tertarik dengan tubuh Jieun mana tahan sama yang lain.”

Perkataan itu terdengar mengejek di kedua telingan pria tersebut. “Kau kira aku lemah syahwat.”

“Jangan marah dulu, siapa tahu itu benar tapi itu membuat aku senang.”

“Terserah apa katamu.” Wajah Yoona terlihat tersenyum dan itu membuat Siwon menjadi kesal, “Tapi jangan merasa senang dulu, aku rasa hanya padamu saja aku tidak bisa melakukan itu karena kau membuatku mual, aku kira kau tidak bisa membuatku terangsang, mungkin ciumanmu saja kau tidak bisa,” ucapnya sambil tertawa mengejek.

Itu membuat Yoona merasa terhina. “Kau kurang ajar, memang aku belum pernah ciuman sepertimu tapi aku bisa membuatmu lupa diri saat aku menciummu dan perlu kau tahu ciuman, Jieunmu itu  akan kalah, kau akan ketagihan dengan ciumanku.” balas Yoona sambil mengepalkan kedua tangannya.

“Apa? Mana mungkin itu terjadi ciumanmu membuatku menginginkanmu, itu lucu.” cibir Siwon kembali sambil ketawa.

“Kurang ajar! Apa kau perlu bukti!”

“Bukti apa? Kau akan menciumku?” tantang Siwon.

“I—itu mungkin, bila kau butuh bukti.”

Siwon terus tertawa geli melihat kemarahan Yoona, “Itu lucu, Sudahlah…” saat Siwon akan pergi, tiba-tiba Yoona manahannya dengan menarik lengan milik lelaki itu.

“Apa kau perlu bukti?”

“Sudahlah, jangan membuatku tertawa lagi, Yoona-ah. ayo kita masuk kedalam.”

“Boleh, aku sekarang tahu kau takut perkataannya benar atau kau takut kalah?” kata Yoona.

Perkataan Yoona di sambut datar oleh Siwon. “Takut kalah? Aku hanya tidak mau kau sedih.”

“Bohong, aku tahu kau takut perkataanku benar bahwa aku lebih baik dari Jieunmu itu.”

“Apa!!!” Siwon berteriak dengan tampang tidak suka. “Baiklah aku ingin tahu seberapa hebatnya kamu ini yang masih amatiran.”

“Baik, aku akan buktikan!” Yoona kemudian terdiam seraya menelan ludah bingung dan kikuk.

Melihat gadis itu tidak bisa membuktikan perkataannya, membuat Siwon ingin lebih memojokannya. “Come on, Yoona-ah. Buktikan kalau kau lebih baik dari Jieun. Aku sudah muak melihatmu yang masih amatiran yang sok melebihi Jieun. Asal kau tahu Kau tidak ada apa-apanya dari Jieun.”

“Baik akan aku buktikan omonganku!”

Perlahan-lahan Yoona berjalan mendekati Siwon. Setelah mendekat mereka berdua berhadap-hadapan. Yoona mulai menyentuh wajah Siwon dan mulai mencium Siwon. sewaktu mencium Siwon, bibir Yoona gementar dan kikuk sedangkan Siwon tidak bereaksi, dia hanya diam. Yoona pun menyudahi ciumannya.

“Hanya segitu saja?” kata Siwon dingin. “Kau memang amatiran, kau kira dengan hanya kau cium seperti itu aku terangsang mana mungkin.” Seraya menyeringai.

“Diam! I—itu baru pemanasan sekarang aku akan serius.”

“Ooo… ini pemanasan, aku takut yang seriusnya.” Dengan masih tertawa.

Yoona mendekati Siwon kembali dan kemudian menyuruh pria itu menunduk. Siwon pun menuruti, kemudian Yoona langsung mengecup bagian belakang kuping Siwon setelah itu dia mengigit kuping SIwon. Siwon kaget dan berkata. “Apa-apaan ini, kalau kau kesal jangan…”

Belum sempat Siwon menyelesaikan ucapannya, bibir tipis milik Yoona sudah mendarat di atas bibirnya. Kali ini bibir Yoona yang gemetar sudah tidak ada lagi. bibir tipis dan lembut itu mulau menggulum bibir bawah milik Siwon. kelakuan Yoona itu membuat Siwon kaku dan menelan ludah. Lelaki itu membuat mulai tergoda dengan apa yang diberikan oleh perempuan itu.

Harus dia akui bahwa dirinya sekarang sudah terangsang oleh permainannya Yoona sekarang, bukan mulut saja yang bermain, tangan Yoona  mulai bereaksi membuka kemeja Siwon. Setelah kemeja terbuka tangannya mengembara di tubuh bidang milik lelaki itu. lama-kelamaan Siwon tidak tahan juga dia mulai membalas, ciuman Yoona. Malah sekarang dia lebih ganas.

Tangannya pun mulai mengembara di bagian sensitif Yoona. Baju mereka sudah terbuka sebagian, terutama bagian atas. Siwon sudah tidak tahan lagi, dia sudah ingin mengakhiri permainan ini dengan mata yang garang seperti binatang buas mencari tempat yang aman untuk memakan mangsanya dengan aman. Sedangkan Yoona terlihat terbawa arus. Ya, perempuan itu terus menelusuri tubuh tegap Siwon dengan mesra dan itu membuat Siwon semakin hilang akal.

Akhirnya Siwon menemukan tempat yang cocok. Siwon menggendong tubuh Yoona ketempat itu. setelah sampai Siwon tanpa basa-basi lagi mulai mencumbui Yoona. Tapi sebelum itu terjadi ada suara yang memanggil mereka berdua, dia adalah ibunya Yoona.

“Yoona, Siwon… dimana kalian, ayo makan bersama. Yoona… Siwon…”

Suara itu membuat Yoona dan Siwon tersadar. Yoona terlihat sangat malu karena dia sudah bertelanjang dada di hadapan Siwon. Sedangkan Siwon nyaris saja ingin memasukkan kejantanannya ke dalam Yoona. Mengetahui itu, Yoona lagsung menendang Siwon jauh-jauh dan Siwon pun langsung jatuh terduduk dan menyeringai kesakitan. Tanpa sengata Yoona memandang sesuatu milik Siwon yang berada diantara kedua pahanya. Yoona merinding dan takut benda itu besar dan kaku. Yoona langsung mengambil bajunya dan memakainya.

“Maaf, Siwon-ah, ibuku memanggilku, cepat kau rapikan pakaianmu.”

Siwon langsung tersadar, “Sial! Kajadian ini tidak boleh terjadi lagi.” kemudian merapikan resleting celananya dan langsung memakai kemajanya. Yoona selesai duluan dan ia langsung menghampiri Siwon. “Kau mau apa lagi, Yoona-ah?!”

“Mau apa? Aku ingin membantumu, cepat nanti ibu tahu apa yang kita lakukan.” Dengan cepat Yoona membantu Siwon mengancingi kemeja yang dikenakan oleh pria tersebut.

Belum sempat Yoona mengancingi dua kancing dari leher milik Siwon, tiba-tiba Nyonya Im sudah tiba di tempat. “Sedang apa kalian?”

Tubuh Yoona membeku begitu pula Siwon. “Eh… Mama… Ka—kami  tadi sedang bicara, bukan Siwon-ah.” sambil menyikut tangan Siwon untuk memberi kode.

“Itu benar, Mam.” Jawab Siwon canggung.

Nyonya Im memperhatikan keduanya dengan seksama. “Tapi—Tapi kenapa kalian jadi berantakan, begini?” dengan pandangan curiga.

Yoona dan Siwon saling pandang-pandang. Mereka terlihat tidak berkutik. “Jangan katakan pada Mama, kalau kau…”

-TBC-

~OoO~

Annyeonghaseo Yeorobun, ketemu lagi dengan Phiyun disini, hehehe 😀

Akhirnya aku publish Part perdanya, untuk kalian semua. semoga pertanyaan kalian di Teaser terjawab ya 🙂 Semoga kalian menyukainya ya ^^

Maaf ya kalau ada kata yang typo bertebaran dimana – mana saat membacanya, maklum penulis juga manusia biasa, hehehe 😀

Dan rencanya di part – part yang akan datang, kemungkinan Phiyun protect soalnya bahaya kalo gak di gembok. Tapi tenang aja bagi good readers yang selalu ninggalin komentarnya disini, pasti Phiyun kasih kok, jadi…

Jangan lupa RCL-nya ya, karena komentar dari readers semua adalah sebagai vitamin aku untuk lebih semangat lagih buat menulis Fanfic selanjutnya.

See you next chapter berikutnya…

Gomawo ^^ ❤ ❤ ❤

 

Advertisements

36 thoughts on “[Part 1] Can I…

  1. Kekekke.. Lucu ceritanya
    Padahal kayaknya omongan si kakek itu ada benernya juga sih. . yoona yang polos jadi berani.. Siwonnya masih mencintai ji eun hadehh.. Tapi kalo omongan kakek kebukti kan siwon bakal ninggalin ji eun buat yoona.. Ditunggu kelanjutannya.

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s