[Chapter] 밀지마 (Don’t Push Me Away) – 1. The Main Reason

parkseungrihae___miljima-copy1

Title: 밀지마 [Don’t Push Me Away]

ParkSeungRiHae storyline

Cast: Cho Kyuhyun, Im Yoona, Lee Donghae, Jessica Jung

Rating: PG 13

Cover by: @ChocoYeppeo INDO FANFICTION ARTS (IFA)

FF ini merupakan FF remake ketiga Euri setelah I Got You My Love dan juga What Happen To My Family.. FF ini adalah remake dari drama ‘Uncontrollably Fond’ yang lumayan sukses di tahun 2016 dengan pemeran utamanya Kim Woo Bin dan juga Bae Suzy Miss A.

Note: DON’T BE A PLAGIATOR! DON’T BE A SIDERS TOO!!

HAPPY READING! ^^

“Kyuhyun-ah!”

Manager Kyuhyun, Park Jungsoo, berteriak kehabisan akal ketika Kyuhyun mengurung dirinya sendiri di dalam mobil, hampir sekitar satu jam penuh.

“Kyuhyun-ah! Ayolah keluar.. Aku berjanji akan membujuk penulis lain agar tokoh yang kau perankan tidak mati dalam drama ini. Ayolah, cepat keluar dan jangan mengurung diri seperti ini.. Kau menakutiku..” pinta Jungsoo separuh memelas dan separuh marah.

Jungsoo menggedor-gedor kaca mobil berkali-kali. Kyuhyun duduk terdiam di balik kemudi dengan kedua tangannya bersedekap di dada. Pandangannya kosong menatap ke depan. Kebiasaannya jika dia sedang gusar ataupun banyak sekali yang dipikirkannya. Membuat wajahnya semakin dingin dan menyeramkan, seolah tak ada jiwa yang menguasai tubuhnya.

“Cho Kyuhyun!! Ayo keluar!”

Kini teriakan Jungsoo berganti dengan teriakan Lee Sungmin, CEO Moon Entertainment yang menaungi Kyuhyun sebagai aktor terkenal. “Aku tahu kau mungkin kesal dengan penulis itu. Sekarang keluarlah dulu! Dan kita bicarakan baik-baik sekarang..” bujuk Sungmin gemas.

Sajangnim… Lihatlah, berbagai artikel sudah memenuhi internet..”

Krystal Jung, stylist pribadi Kyuhyun, buru-buru berlari ke arah Sungmin yang mengusap wajahnya putus asa. Ia sudah tidak tahu bagaimana harus menghadapi aktor yang temperamennya sangat buruk semacam Kyuhyun. Bisa berubah sangat drastis kapan saja. Mood aktor kelahiran tahun 1989 itu sungguh sulit ditebak. Benar-benar membuat susah semua orang setiap kali moodnya memburuk.

“Wa.. daebak.. Kru drama benar-benar tidak bisa dijaga mulutnya. Igeo..”. Krystal berdecak kesal sendiri melihat berbagai macam artikel tidak sedap mulai bermunculan secara cepat. Menjamur begitu saja. Tangannya yang lentik bermain lincah di atas layar ponselnya. Men scroll artikel yang kini jumlahnya mulai berubah dari puluhan menjadi ratusan dan ratusan menjadi ribuan lalu segara menjadi hot topic.

“Cho Kyuhyun menolak mati dalam drama barunya. Apakah dia aktor yang takut mati?”

“Troublemaker Kyu kembali membuat heboh dunia perfilman. Drama terbarunya kini terhenti begitu saja karena Cho Kyuhyun menolak mati.”

“Dan lihat komentarnya..”. Krystal terus mengoceh membacakan keras-keras berbagai hal yang menurutnya menarik.

“Wua, daebak! Apakah karena dia sepopuler itu hingga dia dengan mudahnya menghancurkan hasil kerja keras orang? Aku tidak mengira dia akan seburuk itu.”. Krystal membacakannya dengan penuh penghayatan sehingga gadis itu terkesan seperti orang yang melontarkan ocehan sinis di dalam kolom komentar itu.

“Apakah dia masih bisa menyebut dirinya sebagai artis?”

“Dia menghancurkan kariernya sendiri.”

“Dia aktor gila yang-..”

“DIAM! Artikel macam apa itu!” teriak Sungmin marah. Krystal langsung bungkam melihat bosnya itu marah besar. Beringsut-ingsut, Krystal memasukkan ponselnya ke dalam saku seraya menatap bossnya itu takut-takut. Sungmin segera meraih ponselnya dan menekan kontak wartawan yang biasa ia kenal.

“Ya! Reporter Eun! Kenapa kau menerbitkan artikel semacam itu?!” amuk Sungmin segera setelah kata ‘yeoboseyo’ terdengar. Semburan kemarahan tak ada hentinya setiap kali wartawan itu baru mengatakan sesuatu. Jika wartawan itu mengatakan satu kata, maka Sungmin membalasnya dengan 20 kata yang intinya sama saja menyalahkan Reporter Eun.

Sifatnya yang temperamen dan aneh memang tidak bisa dilawan siapapun. Terkadang dia akan sangat – teramat – lembut dan ada kalanya dia menjadi lebih garang dibandingkan singa tergalak sekalipun.

Mwo, Im Yoona? Dia yang mengatakan itu semua kepadamu?”. Krystal mengerjapkan matanya mendengar Sungmin menyebutkan nama Yoona. Bukankah itu penulis naskah yang tadi?

“Cepat segera hapus semua berita itu! Tolonglah aku, jangan buat skandal semacam itu. Kasihan Sutradara Jang, dia sudah berusaha keras untuk menjaga rating dramanya tetap setinggi ini. Kyuhyun ku juga sudah bekerja keras, ne?”

Terjadi nego yang alot antara Sungin dan Reporter Eun, sedangkan Jungsoo dan Krystal hanya bisa terus membujuk Kyuhyun untuk keluar.

Kyuhyun mendadak kembali mendapatkan akalnya. Sebuah pikiran terlintas dalam benaknya dengan cepat. Pemuda itu menyalakan mobilnya dan segera memberi klakson kepada Jungsoo dan Krystal yang masih saja menempel di badan mobilnya. Tentu saja, dua orang itu langsung terkejut mendengar suara mesin dinyalakan serta klakson yang keras bertubi-tubi.

“Ya, ya! Kemana dia akan pergi!!”. Jungsoo memekik panik sendiri. Dia berusaha menghentikan Kyuhyun yang mulai menekan pedal gasnya, dengan langkah yang terseok-seok. “Ya, Cho Kyuhyun!! Jangan kabur!”

Terlambat. Kyuhyun tanpa ambil tempo segera pergi meninggalkan tempat shooting. Tak ayal, sikap Kyuhyun ini kembali membuat Sungmin mencak-mencak tidak karuan. Bos entertainment yang kini sedang berjaya itu sudah benar-benar kehabisan kesabarannya sejak lama.

“Ya Tuhan! Jungsoo! Kenapa kau tidak kejar dia sekarang?!!” teriak Sungmin marah. Jungsoo mengkerut dan segera masuk ke dalam van yang biasa dipakainya dan juga Krystal untuk mengantar segala perlengkapan shooting Kyuhyun.

Ppali-ya, Krystal!”


Kyuhyun menaikkan syalnya untuk bisa menutupi separuh wajahnya. Kacamata hitamnya bertengger menutupi matanya. Topi hitam yang biasa ia pakai pun ia turunkan sebisanya untuk menghindari tatapan orang-orang yang memperhatikannya.

Bisa dibilang, penyamarannya harus lumayan kuat karena postur tinggi jangkungnya dan juga tatapan matanya yang mudah dikenali. Jika seorang artis harus menutup seluruh wajahnya ketika berada di tempat umum, wajar bukan?

Lalu lalang suster dan juga pasien yang ada di dalam kursi roda terlihat sangat ramai memenuhi lobi. Kyuhyun mempercepat langkahnya menuju lorong dengan tulisan, “Spesialis Penyakit Dalam”.

Bruk..

Kyuhyun tidak sengaja menabrak seorang wanita berumur 50 tahunan yang sedang melintas melewati lorong itu juga. “Mianhada..”. Kyuhyun mengucapkan dengan nadanya yang sangat berat itu. Wanita itu menaikkan sebelah alisnya. Rasanya aku mengenal orang ini..

Kyuhyun menundukkan kepalanya sejenak lalu cepat-cepat melanjutkan langkahnya.

Wanita itu tertegun. Bukankah itu suara Cho Kyuhyun? Apa yang dia lakukan disini?

“Nyonya Lee, apakah kau baik-baik saja?” tanya seorang pengawal pribadinya. Nyonya Lee mengangguk seraya tersenyum tipis. Ekor matanya masih menatap siluet Kyuhyun yang menghilang di balik pintu.

Tidak mungkin, seorang Cho Kyuhyun kan?, batinnya sendiri.

“Nyonya, kita harus bergegas… Tuan akan segera memulai konferensi persnya..”. Nyonya Lee mengangguk pelan lantas mengikuti saran pengawal pribadinya itu dan cepat-cepat melangkah, namun matanya masih tidak bisa lepas dari pintu yang memisahkan bangsal penyakit dalam dengan bangsal yang lainnya itu.

*other side

“Kyuhyun-ssi..”

Dokter itu terperanjat kala melihat Kyuhyun langsung menerabas masuk ke dalam ruangannya. Apalagi, ini belum jam prakteknya.

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya kasar ke atas kursi yang berada di hadapan meja sang dokter.

“Semalam, aku benar-benar tidak bisa tidur memikirkan hal apa yang kau katakan 3 hari yang lalu kepadaku..” ucap Kyuhyun segera tanpa buang waktu. Membuat sang dokter sendiri kebingungan. Tapi wajahnya yang tenang bak air tanpa riak membuat ekspresi terkejut dan bingungnya tak kentara.

Tapi, kemudian, rasanya semua perkataan Kyuhyun tersangkut di kerongkongannya. Mengatakan semua hal ini di depan dokter bukanlah perkara yang mudah. Ini benar-benar beban yang sangat berat yang kini mengendap dalam hatinya. Membuatnya sangat marah akan takdir dan juga kenyataan yang harus terjadi. Membuat sifat keras kepalanya terus memberontak sehingga membuat batinnya lelah.

“Aku.. aku hanya tidak bisa mengerti kenapa hal ini terjadi kepadaku. Ini sungguh tidak masul akal.” Tangan Kyuhyun mengurut pelipisnya kuat. Rasa pusing mulai melanda kepalanya lagi. Rasa pusing yang membuatnya tersiksa beberapa bulan belakangan ini.

“Apa maksudmu?” tanya dokter itu balik. Kyuhyun hanya tersenyum sinis.

“Bahwa aku terkena penyakit yang sangat sulit disembuhkan ketika teknologi pengobatan sekarang sangatlah mutakhir. Yang membuatku bahkan tidak punya waktu untuk hidup barang setahun pun.”

Kyuhyun menatap Dokter Kim dengan berjuta emosi dalam iris mata gelapnya.

“Kau tidak tahu bukan bagaimana betapa kerasnya aku menjaga tubuhku dengan pola hidup sehat?”

Dokter Kim sengaja tidak menjawab. Hanya membiarkan Kyuhyun menumpahkan segala emosinya.

“Aku bisa berlari jarak 100 meter hanya dalam waktu 11 detik. Untuk mendaki Gunung Cheonggye saja, aku tidak membutuhkan waktu 30 menit. Aku tidur dan makan dengan baik. Aku baik-baik saja selama ini dan hanya merasakan sakit kepala hebat kadang-kadang selama beberapa bulan belakangan ini!” teriak Kyuhyun dalam satu tarikan napas. Nada tidak terima sungguh kentara di dalamnya. Amarah benar-benar terasa menguasai diri pemuda tampan itu.

Ne.. Aku mengerti.” ucap Dokter Kim masih tenang.

“Kau tidak salah mendiagnosaku karena kau terbawa suasana ketika mengetahui aku bermain dalam drama yang memberikan akhir untukku dengan cara mati. Benar kan? Kau hanya mengambil kesimpulan konyol dari situ.”. Memang ini alasan konyol yang Kyuhyun buat, hanya untuk menghibur dirinya saja. Tapi, nampaknya, alasan konyolnya malah menusuknya kian dalam.

Animnida.. Aku tidak seperti itu.”

Wajah Kyuhyun berubah pias. Raut mukanya tidak bisa dijelaskan sekarang. Putus asa. Sifatnya yang keras kepala tidak mau menerima kenyataan yang ada, dan juga meremehkan kemampuan dokter di hadapannya ini. Semua tercampur aduk menjadi satu. Menjadi satu ekspresi kuat. Ketidak percayaan akan apa yang sedang dia hadapi sekarang.

“Jika bukan karena itu, lalu karena apa? Aku hidup dengan sangat sehat. Lalu kenapa aku terkena radang otak separah ini? Aku dengar akhir-akhir ini banyak sekali dokter bodoh yang salah mendiagnosis orang dan malah membuat orang itu mati dengan waktu yang bertambah singkat.Kau bilang radang otak yang parah bisa berubah menjadi kanker. Berarti aku terkena kanker otak?”

Dokter Kim menghela napasnya. Ia tahu betul temperamen Cho Kyuhyun yang sangat jelek. Seenaknya saja menuduh orang jika itu memang tidak sesuai dengan keinginannya. Selalu menganggap orang lain salah jika itu memang tidak sesuai akal sehatnya ataupun kemauannya.

“Apakah aku harus mencarikan dokter lain untukmu, Kyuhyun-ssi? Jika kau memang tidak mempercayai diagnosisku ini.” sahut Dokter Kim masih dengan pembawaannya yang tenang.

Kyuhyun tertunduk. Ia kehabisan kata-kata. Hatinya benar-benar mendapat pukulan telak sejak 3 hari kemarin. Sekeras apapun ia berusaha membohongi dirinya sendiri bahwa ia baik-baik saja, rasa sakit tak tertahankan itu selalu kembali, seolah mengingatkan ajalnya akan segera tiba, persis sama seperti apa yang Dokter Kim katakan padanya.

Pemuda itu terdiam lama. Ia sungguh sangat ingin menangis sekarang. Menyalahkan Tuhan, semua hal yang ia anggap baik, kenapa hal seburuk ini sampai terjadi? Kenapa ia baru mengetahui semuanya ketika ia hanya bisa hidup 3 bulan lagi? Sehingga penyakitnya sama sekali tidak bisa ditangani seperti ini?

Kyuhyun memejamkan matanya. Berusaha menata kembali hatinya yang selalu saja porak poranda ketika mengingat betapa menyedihkannya hidupnya 3 bulan ke depan.

Kyuhyun menarik napasnya dengan berat.

“Apa yang akan terjadi jika aku menolak untuk mati, Dokter?” tanya Kyuhyun pelan. Kini, sangat terdengar suaranya begitu putus asa dan egonya runtuh seketika.

“Apakah kau bisa memutuskan aku akan mati 3 bulan ke depan hanya karena kau seorang dokter?”

“Bagaimana bisa kau tahu kalau aku akan mati sebentar lagi?”

“Kalau aku mengatakan, aku tidak ingin mati, lalu apa yang akan terjadi, eoh?” tanya Kyuhyun bertubi-tubi dengan nada sinis. Namun di kalimat terakhir, suaranya bergetar menahan tangis.

Dokter Kim hanya diam. Dia sudah pernah melihat semua hal ini. Penolakan secara mental oleh para pasiennya yang baru saja terkena diagnosa yang serius. Tapi, Cho Kyuhyun lah yang paling parah. Selain karena emosinya dapat berubah secara drastis kapan saja, temperamen Kyuhyun yang buruk juga mempengaruhi semua penolakan keras Kyuhyun. Yang malah akan membuat keaadan pemuda itu semakin memburuk.


“Ya! Kenapa kau pergi begitu saja!! Episode drama yang kau lakukan hari ini, akan ditayangkan nanti malam! Bisakah kau tidak menimbulkan keributan kali ini saja, Kyuhyun-ah?”

Kyuhyun mengeratkan kepalan tangannya. Pelupuk matanya sudah dipenuhi air mata dan siap jebol kapan saja. Pemberontakan dalam dirinya semakin menjadi.

“Bisakah kau mati saja di drama ini? Setelah drama ini, aku berjanji akan mencarikan naskah yang tidak ada adegan dimana kau akan mati. Ne?”. Suara Sungmin yang memohon, berusaha membujuk dari seberang sana. Kyuhyun membisu. Bukan masalah ia suka atau tidak suka bermain drama dimana dia akan mati.

Dia hanya takut akan kematian sesungguhnya yang akan segera menghampirinya. Tanpa bisa ditunda ataupun dipercepat.

“Eii.. babo-ya! Jawab aku sekarang! Kumohon selesaikan scenenya sekarang. Bisakah kau mengasihini ku sekarang? Kredibilitasmu juga akan turun jika kau tidak bertanggung jawab seperti ini.. Arra? Mulai sekarang aku akan mencarikan skrip yang happy ending untukmu. Jadi, tolonglah mati kali ini saja tanpa membuat keributan disana-sini. Hanya kali ini saja..”

Kenapa kau mengatakan mati seolah-olah itu tidak berarti apa-apa, Sungmin-ssi? Kehidupan benar-benar berarti sekarang untukku. Hanya untuk menarik satu napas saja, aku sudah takut jika hembusan berikutnya, aku mungkin sudah tidak bisa merasakannya.

Air mata meleleh perlahan di pipi Kyuhyun. Bibirnya bergetar. Pikirannya kacau, ia sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Apa yang seharusnya aku katakan? Tidak boleh ada yang tahu jika waktu hidupku tinggal 3 bulan lagi..


*@Kyuhyun’s house

Ne, Kyuhyun-ssi.. Ada yang bisa aku bantu?”

“Pengacara Yoon, bisakah aku meminta bantuanmu?”

Kyuhyun mempercepat kecepatan pada treadmillnya. Ia mulai berlari perlahan seraya memasang headset di telinganya.

“Ah, apakah ini masalah nama gadis dan umurnya itu?”

“Em, matjayo.. Bisakah kau mencarikan dia untukku? Kau mempunyai banyak koneksi untuk sekadar mencari orang.”

Terdengar tawa ringan di sebelah sana, mengiyakan bahwa pekerjaan seperti itu sungguhlah mudah. “Seberapa jauh aku harus mencari informasi tentangnya, Kyuhyun-ssi?” tanya Pengacara Yoon enteng.

“Bisakah kau mencarikan alamat, siapa saja relasi yang masih dia punya, apakah dia sudah menikah atau belum, jika dia sudah menikah, laki-laki seperti apa yang dia nikahi, apa pekerjaannya sekarang.”. Kyuhyun berusaha mengingat apa poin penting lagi yang harus dicarinya. Ia terlalu cepat mengatakan semuanya hingga ia lupa apa yang telah ia katakan barusan.

“Apakah masih ada lagi?”

Animnida, Pengacara Yoon. Sudah cukup.”. Kyuhyun tersenyum hangat seolah masa depannya mulai kembali ada titik cerah.

“Ah, aku hampir lupa. Jika aku menemukannya, apakah aku harus memberitahumu bahwa kau lah yang mencarinya?”

Aniyo.. Jangan membawa namaku. Dan jangan katakan padanya kalau aku yang mencarinya.”

“Jika begitu, kau tidak berencana menemuinya?” tanya Pengacara Yoon heran dan juga terkejut. Kyuhyun tersenyum tipis. “Ani.. aku malah tidak ingin menemuinya.”

Pengacara Yoon menghela napasnya, menggambarkan rasa keterkejutan yang terus menerus datang menderanya setiap kali dia harus menghadapi kepribadian Cho Kyuhyun yang misterius. Ia tak pernah bisa memahami pemuda keras kepala satu ini.

Geureom, aku akan segera mencarinya. Dan jika aku menemukannya, aku akan memberitahukannya kepadamu..”

“Em.. geurae.. Aku pergi dulu..” sambung Pengacara Yoon. “Jangan terlalu memaksakan tubuhmu dalam berolahraga, ne? Aku sudah bisa mendengar helaan napasmu yang berat sekarang.”

Kyuhyun terkekeh. “Baiklah.. Selamat malam Pengacara Yoon..”

“Tidurlah yang cukup, Kyuhyun-ssi.. Selamat malam.”

Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya. Pemuda itu terlarut dalam pikirannya sendiri. Mengembara entah kemana, berusaha mencari memori lama yang kini mulai muncul kembali sejak tadi siang. Dan itu sungguh membuatnya pusing bukan main. Tatapannya kosong, seolah jiwanya kembali hilang entah kemana.


*@Han River

“Taehyung-ah… Apakah kau makan dengan baik??” tanya Yoona dengan nada riangnya walaupun sangat kentara juga bahwa ia memaksakan nada itu. Yoona tersenyum tipis kala mendengar erangan Taehyung setiap kali mendengarnya berbicara menggunakan nada yang menurut Taehyung ‘menggelikan’ itu. Padahal sebenarnya, suara Yoona penuh dengan aegyeo.

Yoona memejamkan matanya menikmati hembusan angin malam yang dingin dengan tangan menopang dagu di pinggir Sungai Han.

Ne.. nuna.. Aku makan dengan baik. Apakah kau sudah pulang bekerja?”

Yoona tersenyum pahit. “Aniyo.. Aku sedang dalam lembur sekarang. Ya! Aku akan mengaktifkan video callnya, jadi bersiaplah melihat wajahku sekarang. Aku ingin tahu kau makan apa. Aku mau melihat apakah kau makan dengan baik seperti apa yang selalu aku omelkan padamu.” ucap Yoona seakan-akan ia siap mendamprat adiknya itu kapan saja.

Yoona menjauhkan ponselnya dari telinga lalu memencet tanda video call. Sejenak, ia menunggu jaringan bekerja dengan baik.

Nuna!”. Taehyung berseru dengan lucunya kala melihat wajah lesu dan letih Yoona muncul di layar ponsel miliknya. “Annyeong, Taehyung-ah, ja, sekarang aku mau melihat makan malammu..”

Taehyung terlihat pucat seketika. Yoona mengeryitkan dahinya. “Ah, kau berbohong bukan?” tuduh Yoona kesal. Namun, ekspresinya segera berubah menjadi sedih.

Gadis itu menghela napasnya berat. “Mianhae, Taehyung-ah, karenaku kau tidak pernah bisa makan dengan sangat baik. Kau jarang sekali makan daging atau makanan apapun yang terlihat enak. Maafkan aku karena telah membuatmu sengsara, Taehyung-ah.. Ya ampun, malangnya nasib adikku..” ratap Yoona seraya mulai terisak pelan.

“Ya! Ya! Nuna! Kenapa kau menangis?” teriak Taehyung panik. Yoona berjongkok seraya membenamkan kepalanya di antara kedua tangannya yang disilangkan di paha.

Nunaaa.. aku bercandaa.. Lihatlah, ini.. Aku sedang menunggu dagingnya matang. Bwa!”

Yoona menghentikan isakannya seketika. Ia mengusap kasar matanya dan menatap layar ponselnya kembali. Taehyung rupanya telah mengarahkan kameranya ke arah panggangan daging. Suara mendesis yang disebabkan oleh daging yang sedang dipanggang membuat perut Yoona ikut keroncongan sesaat.

“Donghae hyung yang membelikannya untukku..”

Mata Yoona membulat. Donghae?, refleks Yoona terbangun.

“Donghae?” ulang Yoona heran. Taehyung mengangguk meyakinkan Yoona. “Hyung! Apakah kau mau menyapa nuna?”

Annyeong, Yoona-ya.. Taehyung akan makan dengan sangat baik hari ini. Aku akan mentraktirnya banyak daging panggang hari ini. Kebetulan aku mendapatkan bonus beberapa hari terakhir.”. Senyum Yoona merekah cepat. Wajah Donghae yang jenaka membuat hatinya lebih tenang sekarang. Senyuman pemuda itu tak pernah gagal membuat Yoona mendapatkan kembali apa itu kata ceria.

“Eii.. ahjussi, kenapa kau menghabiskan uang bonusmu hanya untuk makan daging panggang dengan Taehyung? Kau tahu kan dia makannya sangatt banyak. Kau menyia-nyiakan uangmu dengan tidak semestinya. Untuk hidupmu sehari-hari saja, kau sudah sulit mencukupinya.” balas Yoona cepat-cepat. “Taehyung-ah! Jangan makan terlalu banyak, eoh? Jangan membuatku malu!”

Ahjussi adalah panggilan akrab Yoona untuk Donghae karena perkenalan mereka sungguhlah tidak terduga. Donghae begitu saja menyelamatkan dirinya dan juga adiknya dari kejaran para lintah darat yang kala itu hampir membunuhnya. Dan karena dandanannya waktu itu, Yoona mengira, Donghae adalah seorang pria yang cukup tua.

“Aish, aku memang sengaja menabung ini untuk bisa makan bersama kalian. Apakah kau mau bergabung dengan kami? Jangan sungkan, Yoona-ya. Kau seperti tidak mengenalku saja..”

“Apakah kau sudah makan?” sambung Donghae. Yoona menggeleng pelan.

“Wah.. Kau selalu saja menyuruh Taehyung makan dengan baik tapi kau sendiri tidak makan dengan baik. Kau curang..” canda Donghae, lagi-lagi dengan senyuman hangatnya. Yoona tertawa sejenak lantas terdiam murung kembali. Donghae sangat peka terhadap itu.

“Ada masalah Yoona-ya?”. Yoona terkejut. Gadis itu menggeleng kuat segera.

“Tidak ada masalah kok, silahkan lanjutkan makanmu, ahjussi. Taehyung-ah! Ingat jangan membuatku malu..” seru Yoona.

Aniyo, jangan dengarkan nunamu. Makanlah sepuasnya..”. Donghae malah menyodorkan lebih banyak piring daging segar ke depan Taehyung. Mata remaja laki-laki itu tentu saja berbinar. Ia sungguh ingin memakannya.

“Nah, begitu.. Panggang lebih banyak. Jangan dengarkan nunamu.. Masalah membayarnya tenang saja.”. Donghae mengedipkan matanya ke arah Taehyung. Yoona hanya mencemooh pelan.

“Kau yakin tidak akan bergabung?”

Yoona terhenyak. Ingin rasanya. Tapi, dia sudah bilang sedang dalam jam lembur.

Aniyo. Aku sedang ada lembur.”. Donghae hanya mengangguk-angguk. “Baiklah, makan dengan baik, Yoona-ya! Minggu depan aku akan menemuimu. Arra?”

Yoona mengiyakan. “Idda bwa!”

Hyung, kau menyukai nuna bukan?” goda Taehyung kala Donghae menyerahkan kembali ponsel Taehyung. Pipi Donghae merona. Taehyung tersenyum usil.

“Kalau kau menyukainya, nyatakan saja..”

“Kakak mu mempunyai daya tarik yang kuat untuk para lelaki. Tak heran, aku bisa terjerat dalam pesonanya juga.”. Donghae mengalihkan topik pembicaraan. “Nah, ini sudah matang, makanlah dengan banyak!” seru Donghae bersemangat. Taehyung hanya tersenyum tipis.

Dari tingkah laku Donghae yang menjadi resah, Taehyung sudah tahu bahwa hyungnya ini mempunyai perasaan terhadap kakaknya satu-satunya. Satu-satunya anggota keluarga yang masih ia punya.

Donghae? Hyung? Donghae hanyalah sekadar orang baru yang memasuki lingkup keluarga kecil Taehyung dan Yoona. Seseorang yang asing, yang pernah Taehyung tolong di stasiun kereta bawah tanah ketika Donghae baru saja terkena pencopetan. Lalu, tanpa sengaja, Donghae menyelamatkan Taehyung dan Yoona dari kejaran para lintah darat.

Entah ini semacam takdir yang sudah digariskan atau memang ketidaksengajaan murni.

Dan kini, Donghae sudah dianggap sebagai keluarga mereka sendiri.

Hyung, kenapa kau tidak menikah dengan nuna saja? Dia pasti akan sangat menyukaimu. Walaupun kau tidak kaya, nuna pasti akan tetap memilihmu karena kau sangat baik dan bisa mengerti keinginannya. Nuna selalu bilang ingin menikah dengan orang sepertimu..”

Donghae menggeleng perlahan. “Aku hanya tidak bisa, Taehyung-ah..”

“Tidak akan pernah bisa.” lirih Donghae pelan.

ANNYEONG HASEYO!!

Gimana chapter yang ini? Memuaskan? Atau mengecewakan kalian malah? Kalau agak membosankan maklum yaa soalnya kan baru pengantar buat ngenalin semua tokoh yang cukup banyak.. Vomment juseyo!! Komen kalian sangat berharga 😉

Warm hug, Euri

Advertisements

8 thoughts on “[Chapter] 밀지마 (Don’t Push Me Away) – 1. The Main Reason

    • emm yawla terhura.. kurang panjang yaa?? siplah insya allah aku tambahin porsinya (?) di next chap yaa.. semoga kamu bisa tambah suka..

      Jawaban dari rasa penasaran kamu ada di chap selanjutnya kok, kecuali kenapa donghae gabisa sama Yoona heheh

      makasii banyakk yaa udh komen!!!

      Much love, Euri

      Like

    • iyaa nii donghae suka main rahasia-rahasian /eh/ hehe jawabannya mungkin masi agak lama soalnya dalam beberapa chap baru ada alasan dianya 😉

      makasii banyak yaa udh komen!!

      Warm hug, Euri

      Like

  1. Makin penasaran aja kok Donghae oppa gk mau nikah sma yoona sih kan Donghae oppa udh mulai suka sma yoona kasihan hidupnya yoona sma taehyung kyuhyun kejam bnget ya

    Liked by 1 person

    • wkwkwk annyeong!! weh nah loh haeppa punya alasan amat sangat kuat buat ga nikah sama Yoong.. tapi, alesannya mungkin masih bakalan keungkap dalam beberapa chap selanjutnya.

      Kyuhyun memang kejam dan dingin – Yoona

      Makasii banyakk yaa udh komenn!!

      Much love, Euri

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s