겨울 사랑 [Winter Love] – P R O L O G (Yoona-Siwon Ver.)

artwork-71

Title: 겨울 사랑 [Winter Love]

Cast: Im Yoona, Lee Donghae, Choi Siwon, Bae Suzy

ParkSeungRiHae storyline present

Poster by: @Chaerim INDO FANFICTION ARTS (IFA)

Annyeong hasimnikka!! FF ini merupakan semacam songfict sebenernya, cuma aku gatau ini beneran songfict apa ga.. (?) Soalnya, dasar cerita ini emang dari lagu ‘Winter Love’ nya Donghae sama Eunhyuk buat fans sebelum mereka masuk wajib militer.

Lagu ini artinya dalemm bangett makanya Euri terisnpirasi buat bikin FF dari lagu ini.. Jadi, mungkin bisa disebut songfict kali yaa cuma dalam bentuk chapter dan ditambahin imajinasi liar yang lain :v

DON’T BE SIDERS! DON’T BE A PLAGIATOR!! Dan jangan lupa tinggalkan komentar kalian bisa berupa kritik, saran, ungkapan hati kalian juga boleh (?) hehe.. Pokoknya comment juseyo!

HAPPY READING ^^

Musim dingin. 2011

“Jadi, kau akan pergi?”. Yoona mencengkram erat gelas kopinya yang mulai mendingin. Matanya menatap pedih pemuda di hadapannya.

Pemuda di hadapan Yoona menelan ludahnya susah payah. Mencari alasan yang tepat. Yang tidak akan melukai gadis yang disayanginya itu.

“Kau benar-benar akan pergi?” tanyanya kembali dengan menekankan setiap katanya.

“Ya, aku akan pergi.”

“Dan aku yang terakhir mengetahuinya. Hah..”. Yoona menghela napasnya kasar. Ia membuang pandangannya ke luar kafe. Memperhatikan setiap butir salju yang turun dengan perlahan. Berusaha mendinginkan hatinya yang terluka.

“Siwon-ah, setidaknya kau bisa memberitahuku terlebih dahulu di saat bahkan teman sekelas kita belum tahu rencana itu..”. Siwon terpaku. Yoona terlihat begitu terluka. Apakah efeknya sebesar ini?

Siwon sengaja menyembunyikan hal ini dari Im Yoona – sahabatnya yang paling dekat, ani, sebenarnya lebih dari itu. Pemuda ini menyukainya – karena takut gadis itu terluka mendengar kepergiannya.

Selama 14 tahun mereka bersama, tak sedetik pun mereka bisa terpisah dengan mudah. Mereka hanya terpisah ketika harus berlibur masing-masing dengan keluarga mereka. Keluarga Im dan keluarga Choi bahkan sudah seperti menjadi satu keluarga besar.

Ani.. itu bukan maksudku.. Aku tidak tahu kalau kau malah akan menjadi bertambah sedih seperti ini.. Aku takut kau akan terluka.” lirihnya pelan.

“Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal, huh? Aku akan mempersiapkan diriku lebih baik. Kenapa kau menyembunyikannya dariku?”

Siwon tidak sanggup melihat ke dalam mata Yoona yang mulai berkaca-kaca. Jika Yoona menangis, itu adalah kelemahan terbesar seorang Choi Siwon. Pemuda itu mulai memaki dirinya sendiri karena terlalu egois.

“Aku sudah bilang. Aku tidak suka menjadi yang terakhir tahu tentang sebuah berita besar. Aku mengatakannya selalu jika kita mendapat sebuah berita besar datang. Aku selalu bilang ‘aku bukan yang terakhir, kan?’ kau selalu mendengar itu. Dan kau malah melakukannya? Bahkan ketika ini menyangkut masalah persahabatan kita?”. Amarah Yoona meledak. Siwon meraih tangan gadis itu, menggenggamnya erat, berusaha menenangkannya.

Yoona menepis tangan Siwon. “Kau sangat mengecewakanku.. Kau harus tahu itu.”

Yoona menyabet tasnya dan bergegas pergi dari kafe dengan langkah yang menghentak.

Siwon mengusap wajahnya sendiri dengan frustasi. Bagaimana bisa ini terjadi?

Yoona berlari menerabas salju yang mulai turun dengan deras. Dia tidak peduli dengan dinginnya udara yang semakin menusuk tulangnya. Membuat gadis itu semakin putih, putih, pucat.

Apakah aku salah jika tidak bisa melepaskanmu, Siwon-ah?Aku begitu menyayangimu.. Apakah aku terlalu egois?

#skip

Nyonya Choi mengetuk pintu kamar anak semata wayangnya pelan. Tidak ada sahutan setelah ini kelima kalinya dia mengetuk pintunya. Siwon bukan anak pembangkang yang suka mengurung diri. Ini baru pertama kalinya, Nyonya Choi melihat Siwon melakukannya.

“Siwon.. bukakan pintunya untuk eomma, Nak..”

Hening.

Nyonya Choi menghela napasnya dengan berat. “Ini masalah Yoona bukan?”

Siwon membuka matanya yang tadi dipejamkan dengan sengaja. Berpura-pura tidur jika saja ibunya mendadak menerabas masuk. Rahangnya mengeras mendengar tebakan ibunya 100% benar adanya.

“Kau membuatnya menangis tadi kan?”

Lagi, Nyonya Choi tahu, anaknya hanya tidak ingin berbicara dengan siapapun. Walaupun, Nyonya Choi tahu, Siwon pasti di dalam sedang menyimaknya.

Siwon bangkit perlahan. Berusaha untuk tidak menimbulkan satu suara pun. Ia terduduk di belakang pintu. Menyandarkan kepalanya pada daun pintunya yang dingin.

“Aku tahu kau juga terluka akan kepindahan ini.. Tapi, bukankah mendapatkan beasiswa lebih bagus? Seharusnya Yoona mengerti keadaanmu. Dia hanya shock sesaat. Lekas kemasi barangmu dan jam 3 pagi nanti, Tuan Yoon akan mengantarmu ke bandara Incheon.”

Tap.. tap.. tap..

Suara langkah kaki Nyonya Choi menggema. Siwon mengusap wajahnya lagi dengan kesal. Kenapa aku malah menimbulkan masalah ketika kami akan berpisah?

Bagaimana aku akan mengatakan hal itu, Yoona-ya?

*@airport

Siwon menatap nanar layar LCD raksasa yang menampilkan jadwal keberangkatan pesawat apa saja yang menuju London, Inggris. Nomor penerbangannya sudah merangkak naik menduduki posisi puncak daftar yang menandakan bahwa dia akan segera angkat kaki dari Korea.

Pemuda itu tak henti-hentinya membuang napas berat seraya melihat jam tangannya yang terlihat begitu cepat berdetak. Kakinya mengetuk dengan gelisah. Tangannya mencengkram erat pegangan koper besarnya.

Kenapa Yoona belum juga datang?

Siwon sudah mengirimkan note kecil kepada gadis itu seperti apa yang biasa dia lakukan. Menyelipkan note itu di satu kotak kecil khusus yang tertempel di jendela kamar Yoona yang mungil.

Memang tidak masuk akal menyuruh Yoona tetap datang pagi-pagi buta seperti ini. Tapi, Siwon benar-benar ingin melihat gadis itu sampai kali terakhir ia harus naik ke pesawat. Dan meninggalkan Korea selama beberapa tahun.

Siwon hendak mengatakan sesuatu. Sesuatu yang belum gadis itu pernah ketahui. Perasaannya yang paling dalam.

30 menit berlalu, Yoona belum datang. Detak jarum jam seakan meneror Siwon dan membuatnya berkeringat dingin.

Kumohon, Yoong, maafkan kesalahanku kemarin dan datanglah sekarang..

Para penumpang Korean Airlines menuju London, Inggris diharapkan segera memasuki pintu 7 karena pesawat akan segera take off. Terima kasih.

Deg.

Mata Siwon menyipit kala supirnya, Tuan Yoon, kembali datang tanpa seorang pun yang mengikutinya. Yang artinya..

“Maafkan aku, Tuan Muda. Tapi, Nona Im sedang tidak ada di rumah. Aku sudah berusaha mencarinya kemana-mana dan bergegas kesini.”

Siwon menatap Tuan Yoon dengan kecewa. “Kau yakin?” katanya parau dan sarat kekecewaan.

Tuan Yoon mengangguk. Tidak pernah sekalipun Yoona pergi dari rumah jika bukan saatnya liburan. Malah sekarang adalah minggu padat mereka untuk melaksanakan ujian akhir semester.

Siwon meraih ponselnya. Pemuda itu menggigit bibirnya kala panggilannya tak kunjung diangkat.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi, silahkan coba lagi..

“Angkat, Yoona-ah, angkat..”. Kakinya menghentak tak sabar. “Damn it!” maki Siwon kesal.

Panggilan terakhir untuk seluruh penumpang Korean Airlines menuju London, Inggris. Diharapkan segera memasuki pesawat melalui gate 7. Terima kasih.

Siwon menundukkan kepalanya. Berusaha mengusir rasa kecewa dan sedihnya yang teramat sangat.

Ia tersenyum miring ke arah Tuan Yoon. “Baiklah.. Jaga dirimu baik-baik. Sampaikan salamku pada eomma dan juga Yoona.”

“Baik, Tuan Muda.”

“Aku berangkat..”. Siwon menarik kopernya dengan lunglai. Rasanya langkahnya begitu berat. Sesaat, matanya terpaku ke arah salju yang mulai turun lagi setelah sempat mereda tadi. Salju adalah bayangan Yoona. Karena gadis itu sangat menyukai salju.

Aku pergi, Yoong. Jaga dirimu baik-baik, bisik Siwon pelan dalam hatinya.

Yoona berlari sekuat tenaga ketika taksi yang ditumpanginya memasuki area bandara Incheon. “Bodoh! Kenapa aku malah ke Gimpo??” rutuk Yoona kesal sembari terus berlari memasuki bandara. Ia celingukan berusaha mencari satu sosok jangkung dengan senyuman yang selalu sukses menawan hatinya.

Dimana dia?

Matanya membulat ketika pandangannya menangkap satu gestur yang tak asing baginya.

“Tuan Yoon!!”

Pria bernama Tuan Yoon atau supir pribadi Siwon itu menoleh. Pandangannya terasa getir.

“Dimana Siwon?” tanya Yoona cepat. Pria itu tidak menjawab dan malah menatapnya prihatin.

“Dimana dia??”

Tuan Yoon menunjuk ke arah lapangan pacu. Sebuah pesawat terlihat sedang take off. Yoona histeris.

“Jangan katakan kalau Siwon menaiki pesawat yang itu?!”

“Sayangnya, memang itu pesawat yang ditumpangi Tuan Muda, Nona..”

Yoona merasakan kakinya langsung lemas. Gadis itu bersimpuh di lantai. Isakannya perlahan terdengar. Pria paruh baya itu tidak tahu harus bagaimana. Ia tahu bagaimana hubungan Siwon dan Yoona yang sangat dekat. Ia tahu bagaimana beratnya Tuan Mudanya itu melepaskan gadis yang disukainya itu.

Sudah menjadi rahasia umum jika Siwon memang menyukai Yoona. Hanya gadis itu saja yang tidak tahu bahwa Siwon mencintainya.

“Siwon-ah.. kau tidak boleh pergi begitu saja.. Kau belum mengatakan sesuatu yang kau bilang dalam notemu..”. Yoona memukulkan tangannya dengan kesal ke atas lantai yang sangat dingin.

Tuan Yoon merengkuh bahu Yoona menyuruh gadis itu untuk berdiri.

Pria itu menyodorkan satu buah sapu tangan dan juga sepucuk note lagi. Berwarna kuning lembut.

“Apa ini?” tanya Yoona terpotong-potong oleh sesenggukan.

“Tuan Muda yang menitipkannya padaku. Dia menyuruhku untuk memberikannya padamu jika kau tidak datang.”

“Tapi aku datang!” teriak Yoona putus asa.

“Tapi, kau terlambat Nona..” sergah Tuan Yoon cepat. Gadis itu tersadar. Tidak ada gunanya ia mendebat Tuan Yoon yang tak tahu apapun. Ini memang murni kebodohannya.

Perlahan, ia membaca setiap kata yang tertulis dengan tulisan tangan Siwon yang rapi.

To: Im Yoona (My Deer)

Yah, aku tahu kau tidak akan datang karena masih marah padaku. Aku tidak heran jika kau melakukan itu. Aku tidak akan menyalahkanmu. Jujur saja, aku kecewa. Apakah karena satu kesalahan kecil itu kau sampai tidak mau melihatku lagi?

Aku menyiapkan sapu tangan kesayanganku untuk kenang-kenanganmu. Gunakan ini untuk mengusap air matamu. Siapa tahu kau juga menangis karena aku pergi? Hehe, aku cuma bercanda. Kau tidak mungkin akan menangisi pemuda payah sepertiku.

Yoong, aku sudah berjanji akan mengatakan sesuatu padamu dalam noteku sebelumnya.

Aku ingin mengatakannya padamu langsung. Tapi, jika kau tidak datang seperti ini, aku tidak akan mengatakannya dalam note ini juga. Karena aku ingin mengatakannya sembari menatap matamu yang indah itu.

Karena itu, berjanjilah padaku kalau kau akan terus menungguku bagaimana pun yang terjadi. Aku pasti akan kembali. Dan akan mengatakannya semua padamu. Asalkan kau berjanji akan menungguku. Bagaimana? Adilkah? Jika kau tidak mau melakukannya juga, bukan masalah bagiku. Karena aku memang pantas dicampakkan begitu saja bukan?

Jaga dirimu baik-baik. Aku pasti akan sering merindukan waktuku bersamamu, Yoona-ya. Sayang sekali aku tidak bisa menghabiskan musim dingin ini bersamamu.. Padahal, ini cuaca yang bagus untuk bermain salju yang kau sukai bukan?

Your little rascal,

Choi Siwon.

Yoona mematung ketika pandangannya sudah mencapai akhir note Siwon. Air matanya kembali mengalir perlahan. Lalu menitik di atas note kecil itu hingga basah kuyup.

Aku akan menunggumu, Siwon-ah. Sampai salju pertama turun membawamu kembali. Aku berjanji.

Salju turun perlahan. Begitu perlahan. Seolah ingin menangkap janji Yoona dalam bulirnya yang putih bersih itu.

AS USUALLY VOMMENT JUSEYO!! DON’T BE SILENT READERS ^^

Advertisements

13 thoughts on “겨울 사랑 [Winter Love] – P R O L O G (Yoona-Siwon Ver.)

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s