Escape [Part 1 of 3]

hunji

|| Title: Escape|| Author: Phiyun || Genre: Romance | School Life || Cast: Sehun | Jiyeon | Chanyeol || Lenght: Drabbel Series

 

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. FF ini terinspirasi dari film maupun buku yang pernah ditonton dan dibaca oleh author.  Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

 

Isi dalam Fanfic ini aku fokuskan dari sisi Sehun, ya dan tulisan yang di italic [bergaris miring], itu adalah ungkapan isi batin pemainnya ^^

Don’t Bash and Plagiat! Please Don’t Be Silent Reader!

*** Happy  Reading ***

Di sebuah ruangan yang cukup besar terlihat seseorang pria sedang sibuk membaca dokumen-dokumen yang ada di atas meja kerjanya. Sesekali ia menghela napas yang panjang saat membalikan lembaran-lembarin arsip yang saat ini sedang ia amati.

“Anda harus mulai serius untuk mempersiapkan datangnya waktu mengelolah rumah sakit ini.” kata seorang pria paruh baya yang berdiri di hadapannya.

Namun lawan bicaranya terlihat tak peduli dengan ucapan lelaki tersebut. Merasa tak dihiraukan pria itu pun kembali berkata.

“Mungkin yang anda kencani saat ini semua wanita-wanita cantik tapi jangan main-main saja. Pikirkan juga nasip rumah sakit ini, Tuan muda Sehun” imbuhnya.

Seketika dahi pemuda itu berkerut. Alisnya hitamnya yang tebal menyatu satu sama lain saat menatap pria tua yang ada di depannya. “Iya, iya aku tahu, Pak Sekertaris!” balasnya dengan nada yang malas. “Aku akan memilih calon istriku baik-baik. Jadi kau tidak perlu khawatir.”

-OoO-

 

-Pov Sehun-

 

Aku termangun saat menatap potret-potret calon istriku. Cukup banyak yang telah disiapkan oleh  orang tuaku. Dan tepat di hari ulang tahunku yang ke-25 tahun, kedua orang tuaku menyuruhku segera melepaskan masa lajangku. Kurasa apa yang dikatakan oleh sekertaris Kim benar. Aku harus menyiapkan diriku untuk melanjutkan pengelolahan rumah sakit yang telah didirikan oleh ayahku.

“Tuan Sehun, pasti banyak orang yang ingin memanfaatkan orang pintar dan masa depan yang terjamin seperti anda. Tuan Oh pasti memikirkan hal sama seperti saya.”

Kata-kata yang sama yang sering aku dengar sejak kecil. “Kau adalah penerus perusahaan.” “Kehidupanmu di berkahi Tuhan.”

 

Aku akui bila aku tumbuh tanpa pernah memikirkan hal yang serius, bahkan aku tak harus berusaha mati-matian untuk mendapatkan apa yang kuinginkan. Dan semua itu membuatku benar-benar bosan.

Kuhelakan napas yang panjang sebelum membalas perkataan sekertarisku. “Ya, kau benar Pak Kim. Ayahku pasti khawatir tentang kelangsungan rumah sakit ini.” sambil terus membaca resume calon istriku kelak, dan saat membaca dokemen terakhir aku terkejut.

“Hah?!” pekikku.

Tubuhku masih terpaku saat melihat selembar foto yang di selipkan di sana. Potret itu menggambarkan seorang gadis muda berkepang. Yang membuatku terkejut bukanlah penampilan gadis itu tapi yang membuatku terkejut adalah pakaian yang dikenakannya. Gadis itu mengenakan seragam sekolah  menengah akhir.

Apakah dia masih anak sekolah?” tanya batinku. Kubaca  kembali arsip yang ada di dalam amplop berwarna coklat tersebut.

Di dalam arsip tersebut tertera biodata gadis itu.

Park Jiyeon. Kelas 3 SMA Hyunai.

Dan yang semakin membuatku tercengang adalah alamat orang tuanya nya bekerja. Alamat yang dimasukan oleh sang ibu perempuan itu adalah alamat rumah sakitku sendiri.

Posisi: Asisten divisi ortopedi Rs. Oh Heseong.

Di sana juga aku menemukan sepucuk surat yang bertuliskan.

“Mohon pertimbangkan putri saya! Park Lena.”

 

Ini sangat kebetulan sekali. Kalau memang harus secepatnya menikah sebaiknya aku bermain-main saja dengan anak SMA.

Lamunanku terusik saat Pak Kim memanggil diriku kembali. “Ada apa Tuan? Apakah ada yang menarik buat anda?” ujar sekertaris Kim.

Aku pun membalas dengan seulas senyuman. “Akan aku pikirkan pelan-pelan.”

-OoO-

 

-Beberapa hari kemudian-

Bel tanda pulang sekolah berdering. Murid-murid pun berhamburan keluar dari ruang kelas. tepat di saat itu pula tiba sebuah mobil mewah berwarnah silver berhenti tepat di depan gerbang sekolah Hyunai. Sontak semua mata siswa dan siswi tertuju kearah mobil tersebut. dan tak lama kemudian turunlah seorang pria dengan menggunakan  pakaian casual namun terlihat trendi turun dari dalam mobil. Ia juga tak lupa membawa keluar sebuket bunga mawar merah dari bangku belakang mobilnya. Setelah itu ia berjalan menghampiri kerumunan siswi yang saat ini sedang terpesonan oleh dirinya.

“Keren sekali!!!” jerit siswi saat Sehun hendak akan bertanya kepada dirinya. “Terima kasih. Aku ingin tanya apakah di sini ada siswi yang bernama Park Jiyeon?” tanpa ba-bi-bu-be-bo lawan bicaranya membalas. “Tadi aku lihat dia masuk ke ruang kesehatan bersama pacarnya.”

Pria itu sedikit terkejut dengan perkataan gadis tersebut. Namun keterkejutan itu tak berlangsung lama karena ia langsung pergi bergegas ke ruangan yang dimaksud.

-OoO-

 

-Pov Sehun-

 

Dengan langkah yang pelan namun mantap aku berjalan menuju ruang yang dimaksud oleh siswi tersebut. Sepanjang jalan aku terus memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mungkin saja aku akan menjadi orang yang jahat bila posisiku seperti ini, tapi…” sambil menekan kenop pintu yang saat ini sedang tertutup dihadapanku.

Dan membukanya dengan lebar-lebar. “Aku tidak peduli jadi orang jahat maupun pemikiran apa yang orang pikirkan  terhadap diriku.

-OoO-

 

Brraakk!!!

Suara bantingan pintu membuat dua penghuni dalam ruangan tersebut terkejut. Ya, dua orang itu adalah Jiyeon dan kekasihnya Chanyeol. Posisi mereka saat ini adalah berpelukan. Jiyeon merangkulkan kedua lengannya di atas pundak Namja yang ada di hadapannya sedangkan pasangannya   melingkarkan sebelah tangannya di pinggang kekasihnya, Jiyeon. bukan di situ saja. jarak muka meraka sangatlah dekat dan saat melihat itu semua Sehun  pun melipatkan tangannya dengan dahi yang berkerut.

“Apakah kau yang bernama Park Jiyeon?” tanyanya dengan sorot mata yang dingin.

Kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu segera melepaskan pelukan diantara mereka berdua. “I—iya,” jawab Jiyeon rikuh.

Setelah mendengar jawaban dari bibir mungil gadis itu, Sehun langsung bergegas ke arah Jiyeon dan pria itu pun menarik pergelangan milik Jiyeon. “Perkenalkan namaku Oh Sehun. Aku adalah calon suamimu kelak, mohon bimbingannya.” Kemudian merengkuh tubuh yeoja tersebut.

Mwooo?!!Ca—calon suami!” jerit Jiyeon tak percaya.

-TBC-

 

 

Annyeong!!! ketemu lagi sama Phiyun Disini…

Kayanya dah lama ya tak jumpa, jadi kangen sama readers yang udah setia membaca fanfic milikku /Authornya kepedean. nih/ ><

Aku membawakan cerita baru lagi nih buat kalian semua, semoga kalian menyukainya, ya 🙂 

Sehubung aku akan mulai aktif kembali membuat ff, jadi dimohon suportnya ya dengan cara tidak menjadi silent readers. Biar aku lebih semangat lagi buat ceritanya untuk kalian semua. Karena dukungan kalian semua adalah vitamin penambah semangatku dikala aku WB. See You next part, bye…bye ^^

Advertisements

33 thoughts on “Escape [Part 1 of 3]

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s