[Threeshoot] Q.U.O.N : PROMISE

image

Tittle      : Q.U.O.N :  PROMISE

Author : Re

Length : Threeshoot

Rating : M

Genre  : Action,Romance,Tragedy,etc

Main Cast  : Oh Sehun | Park Jiyeon

And other cast(s) you can found it at story

Disclaimer : FF INI MURNI IDE DARI OTAK SAYA SENDIRI,DONT BE PLAGIATOR AND RCL PLEASE!

A/N : Bagi yang belum baca tentang info chip dimohon baca lagi chapter 1 ada penjelasan mengenai chip dari Saya…

“PADA TAHUN 2050 DI KOREA SELATAN TERJADI TRAGEDI YANG MENEWASKAN HAMPIR 80% WARGA KOREA SELATAN,DINGINNYA MALAM MENAKUTI MEREKA BERIRINGAN DENGAN ROH-ROH YANG TEWAS, PARA PEMBAWA PESAN HARUS MENYAMPAIKAN SEGALANYA DENGAN RAPI DAN AMAN”

                
                     
                              Before :
                               Quon


                                    .
                                   .
                                   .
                             ♣♣♣
“Mereka yang bersembunyi di bayang-bayang hanya tersenyum sambil menyesap puntung
                        rokok mereka”
                              ♣♣♣
                                    .
                                    .
                                    .
     Sesampainya di mobil Jiyeon membuka website khsusus pengguna quon.Disana ada beberapa foto yang memperlihatkan wajah pamannya yang tersenyum bangga memamerkan karya negara korea selatan bagian kanan.

    Jiyeon tersadar dari lamunannya ketika sehun menepuk pundaknya.Jiyeon melemparkan senyumnya sejenak lalu mengalihkan pandangan ke jalanan.

“Apa yang kamu pikirkan hum?”tanya Sehun lembut.

“Hanya mengingat masa lalu,aku begitu beruntung karena bertemu paman,karena lahir sebagai keponakannya dan mendapatkan kasih sayangnya”ucap Jiyeon sambil menatap keluar jendela.

“Kamu selalu memikirkan hal yang tidak penting”ucap Sehun sambil tersenyum meremehkan.

“Yak!”pekik Jiyeon sambil memukul bahu Sehun keras.

“Aw…kamu memukul lukanya lagi”rengek Sehun.

“Ah dasar katanya kemapuanya regenerasi tapi dipukul sedikit saja merengek”ucap Jiyeon tak peduli.Sehun hanya bisa mempoutkan bibirnya.
                                       .
                                       .
                                       .
                                 ❇❇❇
“Waktunya keluar hei para penyuka kegelapan”
                                ❇❇❇
                                      .
                                      .
                                      .
CKIT…

    Sehun memberhentikan mobilnya saat dihadapannya terlihat api yang menggelegar.Jiyeon segera keluar dari mobil.Ia tutup mulutnya melihat biadabnya hal yang dilakukan para pria berjas itu.

“Hey keponakanku kamu datang disaat yang tepat”ucap paman Jiyeon sambil membanting mayat seorang pria paruh baya.Ia lalu menjilat tangannya yang di penuhi darah.

“Menjijikan”pikir Jiyeon.Sehun langsung menahan tubuh Jiyeon dibelakangnnya.Kejadian tadi mengingatkannya pada detik – detik kematian pamannnya.

Flashback (Jiyeon memory) ~

“Jii waktu paman tidak lama lagi”ucap paman sambil menatapku tajam.Kulihat waktu di mantel bom itu hanya tersisa 1 menit lagi.

“Kita harus menarik mantel ini dari tubuhmu ayo paman ayo”isaku sambil menarik – narik mantel paman.

“Tidak jii itu tidak bisa dilakukan”ucap paman sambil mengentikan tanganku yang menarik mantel bom itu.

“Tapi …tapi …pamannn”isaku lagi,lalu aku memeluk paman erat mungkin ini terakhir kalinya aku merasakan hangatnya tubuhnya.Paman merupakan ayah bagiku.Karena sejak lahir aku sudah yatim piatu dan beliaulah yang mengurusku.

“Dengar ini jii,berjanjilah pada paman jaga chip itu sampai dengan aman ke prof agasa di jepang,dia adalah orang yang bisa dipercaya dan yang paling tahu mengenai chip itu dan penggunaanya”ucap paman sambil menangkupkan wajahku di tangannya.Aku hanya bisa mengangguk.

“Lindungilah Sehun daripada paman,dia yang akan membuatmu selalu bahagia, dia yang akan selalu menyayangimu,berjanjilah pada paman untuk selalu bahagia”isak paman sedikit demi sedikit keluar.

“Kamu adalah putriku yang paling berharga,jika tuhan mengijinkan aku hidup lagi,aku ingin ditakdirkan lahir sebagai ayahmu,dan selalu bisa melindungimu,tidak selemah ini”isak paman sambil merenggangkan pelukannya ia mendorongku menuju Sehun.

“Sehun jagalah putriku yang paling kucintai kumohon”isak paman untuk yang terakhir kali.

3

2

1

BLAR ..!

  Paman pecah jadi berkeping -keping dihadapanku.Bukan! Ayahku tewas dihadapanku dan aku tak bisa berbuat apa- apa.

“PAMAAAAAAAANNNNNN!!”teriaku sambil terisak-isak.Sehun hanya memeluku dafi belakang.Tanpa bisa bicara sedikit pun.

Flashback end~

      Kornea mata Jiyeon berubah jadi kemerahan.Benda di sampingnya jadi melayang menuju pamannya.

“Jii?”ucap Sehun yang berada di belakangnya.Jiyeon langsung memalingkan wajahnya.

“Ada apa oppa?”tanya Jiyeon sambil memalingkan kepalanya.

“Kenapa badanmu jadi beraura merah,matamu juga korneanya berubah jadi merah jii”ucap Sehun khawatir.Jiyeon hanya menggeleng.

“Jangan -jangan chip itu mulai mengelurkan virusnya! Kita harus pergi cepat Jiyeon !!!”histeris Sehun sambil menarik Jiyeon kedalam mobil.

     Namun belum sampai ke mobil tangan Jiyeon ditarik oleh pamannya.Jiyeon langsung berbalik dan melempar barang yang melayang tadi ke arah pamannya.

“Mati kau ! Keparat gila !”histeris Jiyeon sambil melempar barang-barang itu ke arah pamannya.

“AKH! GYAHHH”histeris Jiyeon saat merasakan kepalanya berdenyut.Sehun sudah hafal kejadian ini.Sehun langsung meemeluk Jiyeon erat.

“Kumohon jangan hilangkan keinginan untuk hidup”ucap Sehun lembut.Jiyeon mersakan lagi hatinya menghangat.Seketika amarahnya mereda.

“Ayo”ucap Sehun menuntun Jiyeon ke mobil.

“Maafkan aku,lagi-lagi aku tidak bisa menahan emosiku”ucao Jiyeon dalam pelukan Sehun.

“Kita bereskan dulu pria berjas itu,lalu kita segera ke lapangan penerbangan,aku sudah mendapat bantuan helikopter”ucap Sehun sambil mengenggam tangan Jiyeon.Kekuatan mereka saling berensonansi.

    Jiyeon mulai membuat pelindungnya.Cakupannya lebih besar dari sebelumnya.Sehun mulai menembaki para pria berjas itu.

Jug…gujug…gujug

     Sehun menatap ke atas,helikopter itu kah yang akan membantu mereka,tapi saat Sehun melihat dengan jelas ada bidikan menuju badan Jiyeon.

“Jiyeon~aa”teriak Sehun lalu melindungi punggung Jiyeon.

Jdar….jdar..jdar…

Oek..

     Tembakan itu mengenai seluruh tubuh Sehun.Sehun mengeluarkan darah dari mulutnya.Darah itu mengalir di seluruh punggung Jiyeon.

“T..e..taplah…hi..dup”ucap Sehun terengah -engah.Jiyeon membulatkan matanya.Aura itu kembali menyelubungi Jiyeon.

“Oppaaaaaaaaaaa”teriak Jiyeon penuh amarah.Benda disekitarnya jadi terlempar menuju ke arah helikopter itu.Helikopter itu pun akhirnya jatuh.Itu membuat pertahanan Jiyeon terbuka dan para pasukan di hadapannya mulai menembakinya.

     Jiyeon terbangkan badan para pasukan itu,lalu melempar mereka jauh.Badan Jiyeon todak kuat lagi dan langsung tersungkur di sebelah Sehun.

“Oppa …tung..gu..aku”ucap Jiyeon tersendat – sendat.Lalu kehilangan kesadarannya.

     Sedangkan seorang pria berjas putih hanya tersenyum menatap mereka.

“Maaf,aku datang terlambat ! Perjuangan kalian sudah selesai”ucap pria misterius itu sambil membawa tubuh Jiyeon dan Sehun ke helikopter yang mengambang di tengah awan.
                                  ♦♦♦
                                        .
                                        .
“Karena yang baik tidak diciptakan dua kali,karena akhir baik hanya bagi mereka orang-orang baik,mereka yang baik tidak berharap setinggi awan mereka hanya berharap setara dengan tanah yang bisa membantu semua orang”
                                     .
                                     .
                                ♦♦♦
    Jiyeon memegangi kepalanya yang terasa pusing.Ia pegang perutnya yang terasa ngilu.

“Aku dimana?”pikir Jiyeon.Ia melihat ke arah sampingnya.Disana terbaring Sehun yang tertidur pulas.

“Sehun~a”pekik Jiyeon sambil berusaha meraih Sehun.Namun,akhirnya ia terjatuh dan merintih kesakitan.

“Bersabarlah,nak…dia terluka parah,dia harus istirahat dulu”ucap seorang pria berjas putih,jas yang biasa dipakai dokter itu sambil tersenyum.Jiyeon menggangukan kepalanya mengerti.Pria itu menuntunnya kembali ke atas ranjangnya.

“Kalian akhirnya akan bersatu setelah lenyapnya takdir menyakitkan ini,aku jadi ingat masa mudaku”ucap pria itu sambil terkikik.Jiyeon memandangnya heran.

“Anda siapa?”ucap Jiyeon heran.Pria itu hanya tersenyum miring.

“Belum waktunya kamu tau”ucap pria itu lalu berlali dari hadapan Jiyeon.Jiyeon hanya bisa menatap heran.Orang baik kah? Atau orang jahat? Ilmuan gila kah?.Dia takut pria tadi adalah dokter suruhan paman gilanya itu tapi ia hilangkan semua pemikirannya dan mulai tertidur,hanya untuk membuatnya lebih tenang.
                                     .
                                     .
“Karena akhir yang baik hanya bagi mereka yang berjuang untuk jadi baik”
                                     .
                                     .
                                 

TBC

UNTUK CHAPTER S.E.L.A.N.J.U.T.N.Y.A

akan author protect sebab ada adegan yang kurang pantas dibaca anak di bawah umur
*ehem

Buat pw syarat :
-berumur lebih dari 18 tahun atau tanggung akibatnya

-Meninggalkan like dan komentar di chapter ini dan sebelumnya

-Pw bisa ditanyakan ke : 5F2285F4

Berikan bukti scnya !

2 . 20 .5

                

Advertisements

18 thoughts on “[Threeshoot] Q.U.O.N : PROMISE

  1. Seru kalo yg temanya fantasy jd bisa berimajinasi. Kekuatab Jiyeon kuat banget ternyata tp kt aku pas adegan berantemnya kecepetan. Hehehe. Tp suka semuanya, Hunji apalagi. 🙂

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s