[Threeshoot] Q.U.O.N

image

Tittle      : Q.U.O.N

Author : Re

Length : Threeshoot

Rating : M

Genre  : Action,Romance,Tragedy,etc

Main Cast  : Oh Sehun | Park Jiyeon

And other cast(s) you can found it at story

Disclaimer : FF INI MURNI IDE DARI OTAK SAYA SENDIRI,DONT BE PLAGIATOR AND RCL PLEASE!

“PADA TAHUN 2050 DI KOREA SELATAN TERJADI TRAGEDI YANG MENEWASKAN HAMPIR 80% WARGA KOREA SELATAN,DINGINNYA MALAM MENAKUTI MEREKA BERIRINGAN DENGAN ROH-ROH YANG TEWAS, PARA PEMBAWA PESAN HARUS MENYAMPAIKAN SEGALANYA DENGAN RAPI DAN AMAN”


                                  .
                                  .
                                  .
                               ●●●
“Apapun caranya kita harus dapatkan
                              chipnya”
                              ●●●
                                 .
                                 .
                                 .
Seoul , 12 Oktober 2050

    Para pria berjas hitam memasuki ruangan kedap suara yang berisi beberapa meja hitam.Banyak mayat yang tergeletak di meja itu.

      Salah satu dari pria berjas itu mulai menguarkan sebuah pisau bedah. Ia belah perut mayat itu.

     Setelah melihat isi perut mayat itu ia mulai membanting mayatnya saat ia sadari yang ia cari itu tidak ada.

“SIALAN !!!” Umpat pria berjas itu.Ini mayat yang ke-80 yang sudah ia bedah hari ini.Dan lagi – lagi chip itu tidak ada di tubuhharus m t ini.

“Sudahlah, kak lagipula para paradoks semuanya sudah tewas”ucap pria berjas yang lain.

“Aku tidak yakin tapi sepertinya chip itu ada di tubuh warga lokal”ucap pria berjas yang lain.

“Keparat kau,Jonghyun !!”umpat pria berjas itu lagi.

“Bagaimanapun kita harus menemukan syarat dan bahan pembuat serum quon itu”ucap pria berjas hitam yang lain.
                                .
                                .
                                .
                          ♪♬♪
“Waktunya semua menggegam bunga hitam,lemparlah ke awan dan buat ia terbang melayang”
                         ♪♬♪
                               .
                               .
                               .
   Seorang gadis berbaju hitam menatap nisan yang bertulis “Cho Jonghyun” dengan nanar.Ia meletakan bunga krisan dengan pita hitam diatas makam tersebut.Menggengam kedua tangannya sambil mendoakan pamannya.

“Semoga arwah paman tenang,jii akan sangat merindukan paman, terima kasih karena sudah merawat jii dari kecil”gadis bersurai cokelat itu pergi setelah memeluk makam pamannya itu.Setelah Korea Selatan dibagi jadi dua bagian Korea Selatan jadi kacau.

   Bagian korea selatan yang kanan dibawah pimpinan pamannya sejahtera dan terus maju.Sedangkan bagian yang kiri mengalami krisis ekonomi, dan kejahatan merajalela.

    Orang-orang yang berada di sisi kanan mulai mengembangkan serum Quon.Serum tersebut bisa membuat seseorang bisa memiliki kemampuan tertentu. Seperti mengeluarkan api dan aksi heroik lainnya.

      Masih segar diingatannya ketika ia bisa selamat dari bom atom yang dikirimkan oleh sisi kiri.Ia begitu beruntung memiliki paman sepetinya.

     Ia mulai melenggang masuk ke mobil yang sudah disiapkan. Ia akan segera pergi dari Korea.Sebenarnya ia tidak mau meninggalkan Korea.Tapi,apa dayanya?

“Sehun-ah, ayo kita pergi”ucap gadis bernama Jiyeon itu pada kekasih sekaligus pengawalnya.

“Baiklah nona”ucap Sehun sambil mulai menjalankan mobilnya.

“Dasar!”teriak Jiyeon sambil mencubit pinggang Sehun gemas.

“Hehe…”ucap Sehun sambil menunjukan senyum anehnya.
                              .
                              .
                              .
                       Q.U.O.N
           “Kenapa pergi begitu cepat”
                        Q.U.O.N
                              .
                               .
                               .

      Sesampainya di bandara mereka terkejut karena, ada banyak sekali pria berjas hitam yang menghangi jalan mereka.

“Ada apa keponakanku ji?kenapa pergi tanpa mengucapkan perpisahan pada paman mu ini hm? “Ucap salah satu dari mereka sambil mengeluarkan smirknya.

“Paman macam apa kau yang tega membunuh adiknya sendiri hanya demi sebuah serum!”ucap Jiyeon sambil melempar tasnya sembarang.

“Adik macam apa yang menyembunyikan hal sebesar itu”ucap pria berjas itu sambil memasukan tangannya ke saku celananya.

“Tapi itu untuk kemajuan negara Korea Selatan bagian kanan!! “ucap Jiyeon sambil menepuk bahunya kasar.

“Lalu Korea selatan bagian kiri harus terus menderita diatas kemajuan kalian… Aku hanya meminta sedikit rahasia tentang itu lalu kenapa dia tidak mau memberitahunya hah? “Sentak pria berjas hitam itu.

“Lalu kenapa paman mau membagi kekuasaan? “ucap Jiyeon bakas menyentak.

“Karena aku butuh kekuasaan”ucap pria itu singkat.

“Sudahlah, biarkan aku pergi”ucap Jiyeon langsung ke poin yang ingin ia tuju ia malas membahas apapun mengenai kematian pamannya.

“Tidak secepat itu jii… Paman tau kamu punya chipnya kan? ” ucap pria itu lagi

DEG…

“Chip ? Chip apa maksudmu hah? “ucap Jiyeon gugup. Ia tahu betul apa yang dicari pamannya ini.

“Jangan bersikap seolah-olah kamu tidak tahu apa yang aku tanya”ucap pria itu sambil tersenyum sinis.

“Aku tidak akan memberikannya”ucap Jiyeon tegas.

JDAR!!

   Satu tembakan menandai dimulainya peperangan itu.Jiyeon menghalangj peluru itu dengan prisai hologramnya.Sehun mulai ada didepan Jiyeon untuk melindunginya.

   Sehun menembakan peluru ke arah para pria berjas hitam itu.Mereka semua mulai berjatuhan.Jiyeon terus beusaha meningkatakan prisainya.Sehun dan Jiyeon bisa saling membantu karena mereka sudah saling terhubung.Peluru Sehun bisa dengan bebas menembus prisai yang dibuat Jiyeon.

    Para pria berjas itu tewas,namun salah satu dari pria berjas itu mulai lari masuk ke helikopternya.Ia berucap dengan keras.

“AKU AKAN KEMBALI DENGAN BALA BANTUAN YANG LAIN!! “ucap pria berjas sekaligus paman Jiyeon.Dan helikopter pun mulai pergi dari wilayah kanan.

“Aww….”ringis Sehun sambil memegang bahunya.

“Sehun-ah!  Kamu terluka? “ucap Jiyeon khawatir.Ia membantu Sehun berdiri dan berjalan ke mobil.

“Sebaiknya kita sembuhkan dulu lukamu!!distrik mana yang aman sekarang? “tanya Jiyeon dengan nada cemas.Tangan Sehun menahan tangan Jiyeon.

“Jangan nona kita sudah sejauh ini lebih baik kita lanjutkan! “ucap Sehun sambil terengah-engah.

“Kau mau mati bodoh?!  Sebutkan saja distrik mana dan jangan membantah! “sentak Jiyeon membuat Sehun terkejut.

“Distrik 4,nona”ucap Sehun pada akhirnya.Jiyeon pun mulai menjalankan mobilnya ke distrik 4.
                              .
                              .
                              .
                        ☆☆☆
“Kamu selalu bilang jangan khawatir padaku tapi semua tindakanmu selalu membuatku khawatir”
                          ☆☆☆
                                .
                                .
                                .
Aww…

  Sehun meringis ketika Jiyeon mengeluarkan peluru dari tubuhnya.Dasar wanita stress melakukan operasi tanpa melakukan bius atau sterilisasi.

“Siap!”ucap Jiyeon sambil memukul perbannya pelan agar menempel di bahu Sehun.

“Dasar wanita gila”ucap Sehun setelah Jiyeon selesai membalut lukanya.

“Syukur – syukur aku obati”ucap Jiyeon angkuh.

“Terserahlah”ucap Sehun sambil berjalan menuju mobil.Jiyeon  menahan lengan Sehun.

“Tunggu sampai lukamu membaik”ucap Jiyeon lembut.

“Tidak !! Kita harus segera pergi selagi bisa!”ucap Sehun tegas.Jiyeon hanya menunduk.

“Maaf aku jadi bebanmu”ucap Jiyeon lagi.

“Kamu tidak pernah jadi bebanku,aku justru bahagia karena tuhan mempertemukan
kita”ucap Sehun sambil mengenggam kedua tangan Jiyeon.

“Sehun – ah…”ucap Jiyeon lembut.Sehun tak bisa memungkiri rasa cintanya lagi.Sehun bawa Jiyeon kepelukannya.

“Tapi takdir mempermainkan kita saat ini…memaksa kita jangan bersatu”ucap Sehun lemah.Jiyeon mengusap lembut punggung Sehun.

“Setelah menyerahkan chip ini kita bisa bersatu bersabarlah sedikit lagi”ucap Jiyeon lembut.Mereka saling menatap,tersenyum sambil memunggungi matahari.
                              .
                              .
                              .
                        ♡♡♡
“Bahkan cinta kita terus bersemi”
                       ♡♡♡
                             .
                             .
                             .

“Kita pergi sekarang saja”ucap Sehun.Sambil mengelus rambut Jiyeon yang bersandar di bahunya.

“Tapi luka mu belum sembuh benar,oppa”ucap Jiyeon manja.

“Tapi kemampuan ku kan justru di regenerasi jadi aku akan lebih cepat sembuh”ucap Sehun sambil mengecup dahi Jiyeon lembut.

“Baiklah ayo!”ucap Jiyeon antusias.Mereka yang berdiri di bayang – bayang tersenyum sambil menertawakan mereka.Mereka tidak akan kalah semudah itu.

                           TBC

See you next chapter ~

                          

Advertisements

28 thoughts on “[Threeshoot] Q.U.O.N

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s