Pretty Devil [Part-4]

Pretty Devil Naughty

|| Title: Pretty Devil || Author: Phiyun || Genre: Comedy | Romance | Fantasi || Main Cast:  Sehun | Jiyeon || Lenght : Ficlet Series

Cerita ini hanya fiksi belakang. Cerita ini terinspirasi dari Webtoon yang judulnya untouchable. Namun  isi dalam ff ini hampir seluruhnya berbeda. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada di sini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee…😄

No Bash, Plagiat, Copypaste! Dont forget Like & Comment ❤

Preview: Part 1 | Part 2 | Part 3

*** Happy  Reading ***

Sinar mentari yang keemasan mengintip dari sela-sela daun jendela. Dari kejauhan terdengar suara nyanyian burung-burung yang berkicau merdu menyambut kehangatan abadi yang selalu terbit dari ufuk timur di setiap pagi. Di sebuah ruangan yang tak terlalu besar terlihat dua orang yang berlawan jenis sedang berpelukan di atas ranjang. Keduanya terlihat tidur begitu pulas.

Tak beberapa lama kemudian bagunlah salah satu dari mereka. Ternyata yang terlebih dahulu terbangun adalah sang gadis. Gadis muda itu menatapi wajah lawan jenisnya dengan senyum yang merekah. Sesekali jari –jemarinya menyentuh lembut wajah pria tersebut. Seolah dirinya sedang mempelajari setiap testur, lengkungan dan inci wajah pemuda tersebut. Jarinya yang lentik mulai menggerayangi setiap lekuk wajah pria tersebut.

Gadis muda tersebut terus memandangi wajah pria itu tanpa mengedipkan mata. Pemuda itu mempunyai alis mata bak permadani dari persia, begitu tebal dan pekat. Hidungnya yang mancung menambah ke tajaman rahangnya, pria itu terlihat sangat jantan dan menggoda. Yang paling terpenting dari semuanya, pria itu bersih tidak ‘kotor’ berbeda dengan kebanyakan pria yang selama ini pernah ditemui bahkan di sentuh oleh dirinya.

~OoO~

“Apa yang kau lihat?” tanya Sehun di saat kedua mata mereka saling beradu.

Jiyeon terlihat agak kikuk saat ketahuan apa yang sedang ia lakukan. “I—itu… apakah pendeta semuanya perjaka?” ujarnya dengan senyum yang agak dipaksakan.

Pemuda itu terdiam dan untuk sesaat ia menutup matanya. Ditanyakan hal semacam itu Sehun pun menghembuskan napas panjang sebelum ia menjawabnya. “Aku ini masih calon pendeta, waktu sedang manggang di luar negeri aku dipanggil untuk bertugas di gereja ini.”

“Jadi, pendeta itu semuanya masih perjaka?” tanyanya kembali.

Sehun bangkit dari atas kasurnya dan kemudian tersenyum. “Itu benar, orang-orang yang melayani Tuhan seperti aku, harus mempunyai hati dan tubuh yang bersih tidak diperbolehkan bersentuhan dengan wanita.”

“Tapi ada pendeta yang cabul sama anak-anak, kan?”

Sehun tertunduk saat mendengar pertanyaan Jiyeon kembali, pemuda itu langsung mempercepat gerakan tangannya untuk sesegera mungkin mengancingkan pakaiannya yang biasa ia kenakan untuk berkhotbah. Tak selang beberapa menit kemudian Sehun pun angkat bicara sambil memunggungi Jiyeon. “Kasus seperti itu jarang sekali terjadi!”

“Ooh… Tapi sayang sekali sampai sekarang kau tidak pernah punya kekasih. Padahal kalau kau mau cari pasangan, pasti banyak wanita yang menyukaimu.” ledek gadis tersebut sambil menunjuk-nunjuk belakang pundak milik Sehun dengan jari telunjuknya yang lentik.

“… Dulu pernah punya, tapi aku diputus.”

Jiyeon tercengang saat mendengar pengakuan yang mengejutkan dari Sehun. “Wanita itu tidak suka kalau aku masih mempunyai keyakinan pada Tuhan dia bilang aku ini kuno.” ujar Sehun dengan posisi masih memunggungi. “Aku mau berdoa dulu.” dan kemudian pemuda itu pun berlalu sedangkan iblis cantik itu masih termangun menatap sosok Sehun yang kian menjauh dari pandangannya.

~OoO~

-Pov Jiyeon-

Perlahan-lahan aku berjalan mengendap-endap menyusul Sehun. Sehun selalu berdoa setelah melakukan itu denganku, mungkin ia sangat merasa berdosa melakukan itu semua meskipun yang kami lakukan sepanjang malam hanyalah berpelukan. Kadang-kadang Sehun bersimpuh di sana sangat lama. Apakah aku keterlaluan dengan mangsaku? Meskipun begitu aku tidak bisa melepaskan dirinya begitu saja.

Tapi yang menjadi pertanyaanku sekarang, seperti apa ya sosok wanita yang pernah ada di dalam kehidupan Sehun? Betapa bodohnya wanita itu karena telah melepaskan seorang pria semacam dirinya.

~OoO~

“Sehun… Sehun… Sehun… Sehun!!!” pekik Jiyeon sambil memeluk seekor kucing di saat Sehun sedang sibuk menanam beberapa tumbuhan bunga di belakang taman gereja.

“Tidak usah memanggilku berkali-kali, aku juga sudah dengar.” Sahut pemuda yang sedang memegang sebuah skop kecil di sebelah tangan kanannya.

Jiyeon mendesis. “Kucing liar ini! Buang kotoran! Bau sekali!!!” teriaknya kembali sambil mencengkram lebih kencang tubuh gempal berbulu lebat tersebut. Kucing itu meronta-ronta, Sehun pun menjadi tak tega saat kucing itu terlihat kesakitan saat Jiyeon memeluknya.

“Tidak boleh main kasar. Kemarikan kucing itu padaku.” katanya pelan sambil mengulurkan tangannyanya. Namun tanggapan yang diterima sebaliknya.

 “Tapi kucing ini merusaki bunga yang telah kau rawat!” pekik gadis itu kembali.

Kali ini kucing gembul berbulu oranye itu di balikkan tubuhnya sehingga kedua mata kucing gempal itu berhadapan dengan Jiyeon. Merasa terancam kucing itu membalas pelukan Jiyeon dengan menanjapkan beberapa kukunya di kedua tangan gadis itu.

Heesszz, desis sang kucing sambil menatap sinis ke arah Jiyeon. “Aduh sakit! Brengsek!” Tak terima di pelakukan seperti itu Jiyeon pun langsung mengangkat tinggi-tinggi tubuh berbulu oranye tersebut dari pandangannya. Melihat kegaduhan mereka berdua, Sehun pun tertawa. Karena ini adalah pemandangan yang langkah atau bisa dibilang pemandangan yang baru pertama kali ia lihat. Dimana seorang manusia sedang bergulat dengan seekor kucing bahkan mereka berdua seperti saling mengerti bahasa mereka masing-masing. Karena ketika kucing itu mengeong Jiyeon pun membalas kembali.

Namun keadaan itu tak berlangsung lama karena beberapa saat kemudian datanglah seseorang dari belakang punggung Sehun.

“Sehun-ah…”

Secara bersama-sama Sehun dan Jiyeon menoleh ke arah asal suara tersebut. “Sehun-ah..” dan di saat Jiyeon menatap Sehun, rahang pemuda itu seketika menegang, kedua matanya pun terbuka lebar, Jiyeon bisa mengambil kesimpulan bila pria ini sedang terkejut setengah mati saat menatap seorang wanita yang ada di hadapannya.

“S—shera …” ucap Sehun terbata-bata.

Wanita berambut ikal tersebut mulai berjalan mendekati Sehun. “Apa kabar, maaf bila aku datang mendadak seperti ini.” imbuhnya. “Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu.”

“Denganku?” sahutnya dengan ekspresi dan nada suara yang masih sama.

“Iya, tapi bisakah kita berbicara empat mata saja?” ucap Yeoja itu dan kemudian menoleh ke arah Jiyeon yang tepa berdiri di belakang Sehun.

Merasa keberadaannya tak diharapkan di sana, Jiyeon pun berpamitan. “Sehun-ah, aku mau masuk ke dalam dulu ya.”

“Oh, iya…” balas Sehun sambil menoleh ke arah Jiyeon dan kemudian kembali ke Shera.

Jiyeon pun lalu pergi meninggalkan Sehun dan Shera dari belakang taman gereja. Tapi karena Jiyeon merasa penasaran denagan apa yang akan mereka perbincangkan, gadis itu pun bersembunyi di belakang rimbunan pohon yang tak jauh dari sana.

“Itu pasti mantan kekasih Sehun. Mau apa dia datang ke sini?” gumanya.

Kedua mata Jiyeon terus menyelidik saat menatap gerak tubuh wanita yang ada di sisi Sehun. “Sorot mata wanita itu sangat menyebalkan. Tidak mungkin, kan dia ke sini untuk ber…” Jiyeon tergagap saat dirinya hendak akan menyelesaikan ucapannya,,, “Tidak mungkin!!! Tidak mungkin dia ingin kembali bersama Sehun!” jerit batinnya tak percaya.

 -TBC-

~OoO~

Aloo…aloo…aloo… ketemu lagi sama Phiyun di sini, mudah-mudahan kalian gak bosen yah ketemu dengan diriku terus ^^

Sesuai janjiku sebelum hiatus, aku bawakan update-tan pretty devil kepada kalian semua. Rencanya aku akan resmi hiatus di akhir bulan ini atau gak di bulan depan. Jadi maap kalau bakalan lama update kelanjutannya, soalnya aku bakalan hiatus selama dua atau tiga bulan ke depan. meskipun begitu aku akan tetap update kok tapi gak sesering dulu. Dan untuk alasannya diriku hiatus sudah aku posting di blogku waktu beberapa hari yang lalu. Jadi mohon pengertiannya yah, dear…

Phiyun juga mau ngasih tahu untuk part finalnya kemungkinan besar bakalan aku protect, kenapa di protect pertama karena kemungkinan, ceritanya aku buat agak dewasa, kedua karena banyaknya silent readers di sini… Phiyun gak bisa berbuat apa-apa sama mahluk yang satu ini… jadi jangan salahkan aku bila diriku menjadi silent author di saat kalian hendak meminta pwnya. Tapi tenang bagi good readers yang udah setia ngikutin ff ini dan mau meninggalkan komennya dari part awal hingga part ini, bakalan aku kasih kok, enggak sampe 1×24 jam kok daku balesnya, hehe… 😀

Okeh deh cuap-cuapnya…

See you n makasih banyak buat reader yang dah nyempetin waktunya buat baca + ninggalin komennya di sini ❤

Advertisements

36 thoughts on “Pretty Devil [Part-4]

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s