[Ficlet-Series] Secret Choice #2

image

Laykim Artposter & Storyline

SECRET CHOICE #2
About Feeling

Main Cast:
Im Yoona, Choi Siwon, Kwon Yuri
Support Cast:
Jessica Jung, Choi Sulli, Choi Minho, Im Siwan
Genre:
Romance, Angst, Sad, Friendship
Length:
Ficlet – Series
Rating: PG – 13

Happy reading & comment juseyo…

“Akhirnya kau membukakan pintu untukku. Aku takut kalau kau tertidur.” Yuri mengelus dada, lega karena sudah melihat wajah Yoona dari balik pintu.

“Ssst!” Yoona menaruh salah satu jari telunjuknya di depan mulutnya, memberi isyarat pada Yuri agar tidak mengeluarkan suara keras-keras.
“Di rumahku ada orang asing, jadi jangan bicara keras-keras,” bisik Yoona.
Yuri membelalakkan kedua bola matanya. “Apa? Kau menyimpan namja di rumahmu?”
Yoona membuka mulutnya membentuk huruf O. “Bukan begitu. Aku hanya menolongnya tadi waktu dia datang dengan tampang memelas padaku. Aku… tidak mengenal pemuda itu.”
Yuri penasaran seperti apa pemuda yang menumpang tidur di rumah Yoona. Mungkin saja pemuda itu tampan atau menarik untuk dijadikan teman atau sahabat. “Aku ingin melihatnya.” Yuri hendak menerobos masuk ke dalam rumah Yoona namun Yoona langsung menghalanginya.
“A, apa yang akan kau lakukan?” tanya Yoona takut kalau Yuri akan berbuat macam-macam pada namja yang berada di dalam rumahnya.
Yuri menghembuskan nafas kasar. “Yaak! Aku tidak akan berbuat macam-macam, hanya ingin melihat namja itu. Kau tahu, kan? Aku sangat pandai menilai orang dari penampilannya.”
Yoona mengangguk, membenarkan kata-kata Yuri. “Ya, kau benar. Kalau begitu, ayo kita masuk. Sudah larut malam begini tidak baik kalau berada di luar rumah terus.” Yoona menyuruh Yuri masuk ke dalam rumahnya. Tak lama kemudian ia menutup pintu kayu rumahnya dan menyusul Yuri menapaki lantai ruang tamu perlahan-lahan.
Di dalam rumah, Yuri mengamati isi ruang tengah. Ia melihat seorang namja tidur dengan tenang di kasur lantai. “Itu?” tanya Yuri seraya mengarahkan jari telunjuknya pada seorang namja tampan dan gagah yang tengah menutup kedua kelopak matanya.
Yuri mengangguk pelan dan tersenyum. Tiba-tiba ia mendekati Siwon dan mencubit lengan kanannya. “Yaak! Bangunlah!”
Yoona terlonjak kaget, heran pada Yuri yang terlalu berani mengganggu tidur seseorang yang asing bagi mereka. “Yaak! Yuri-a, apa yang kau lakukan, eoh?” tegur Yoona dengan suara berbisik.
Yuri malah terkikik geli mendengar Yoona berbisik. “Aku mengenal namja ini. Dia Choi Siwon, kan?”
“Hah? Bagaimana kau tahu?” tanya Yoona tak percaya. “Kau yakin mengenalnya?”
Yuri mengangguk mantab. “Dia adalah temanku, ah lebih tepatnya dia itu anak rekan bisnis appa. Ya, tuan Choi adalah salah satu pemegang saham di perusahaan keluargaku.”
“Apa?” pekik Yoona keras. Suaranya mampu membangunkan Siwon dari tidurnya.
“Ada apa?” tanya Siwon bingung karena di tempat itu ada dua yeoja cantik. “Apa yang terjadi?” lanjutnya. “Kwon Yuri?” pekik Siwon terkejut melihat keberadaan Yuri di rumah Yoona.
Yuri tersenyum hambar. “Yaak! Kau benar-benar memalukan. Dasar gembel!” Yuri memukul Siwon dengan tangan kosong. Siwon pun mengaduh kesakitan terkena pukulan tangan Yuri. “Bangun kau! Pulang sana!” teriak Yuri.
Yoona berusaha menyuruh Yuri memelankan suaranya atau lebih baik jika Yuri menutup mulutnya. “Yuri-a, ini sudah malam. Pelankam suaramu!” bisik Yoona yang dilanda ketakutan jika tetangganya datang memprotes kegaduhan di rumahnya.
Yuri sadar kalau dirinya sedang berada di rumah Yoona yang tidak cukup kedap suara karena rumah Yoona adalah hanok. “Baiklah.”
*****
Keesokan harinya, setelah menikmati sarapan, Siwon pamit pulang ke rumahnya. Ia sangat berterimakasih pada Yoona yang telah bersedia menolongnya. “Suatu saat aku pasti membalas kebaikanmu, Yoona-ssi.”
Yoona merasa tersanjung mendengar kata-kata Siwon. Ia tersenyum malu. “Tidak masalah, aku senang karena bisa menolong orang lain. Hati-hati di jalan.”
Siwon tak lelah memandang wajah cantik Yoona, ditambah lagi gadis itu berhati mulia, lembut dan merupakan tipe idealnya. ‘Seandainya aku bisa memilikimu, Im Yoona,’ batin Siwon saat dirinya melangkah semakin jauh dari rumah Yoona.
Yuri meras lega karena Siwon sudah pergi dari rumah Yoona. Sekarang saatnya dia pulang ke rumahnya karena pagi ini ia harus masuk kuliah. “Aku pulang dulu ya, bye!” ucap Yuri seraya melambaikan tangan kanannya apda Yoona yang berdiri di depan pintu. “Oh ya, aku menunggumu di kampus nanti jam 10.”
Yoona mengangguk. “Eoh.”
Yoona berada di rumah seorang diri. Sebelum berangkat ke kampus, ia harus membersihkan rumahny terlebih dahulu supaya keluarganya tidak curiga jika mereka sudah tiba di rumah. “Aku harus segera membersihkan ruangan ini.” Yoona memegang kemucing untuk membersihkan lantai rumahnya yang terbuat dari kayu. Membersihkan lantai menggunakan kemucing memambg sangat praktis dan mudah dilakukan.
Sepuluh menit telah berlalu. Yoona merasa sangat lelah dan ingin beriatirahat.
Tiba-tiba….
Brukk!
Tubuh Yoona terjatuh di atas lantai. Gadis cantik nan baik itu memegang dada kirinya dan meringis menahan sakit. “Ya Tuhan, apa yang terjadi padaku. Aku mohon jangan sekarang.”
“Yoona-a, apa yang telah terjadi padamu? Kau tidak apa-apa?” Tiba-tiba Siwan datang berhambur menolong Yoona yang terjatuh di ruang tengah.
“Oppa, jantungku terasa nyeri sekali,” rintih Yoona yang merasa kesakitan karena penyakit jantung yang ia derita.
Siwan sangat mencemaskan keadaan Yoona. “Ayo kita ke rumah sakit sekarang!”
Yoona menggeleng pelan. “Tidak usah, Oppa. Aku istirahat di rumah saja.” Yoona menolak dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dokter ahli jantung. Ia tidak dapat membayangkan betapa banyak biaya yang harus dikeluarkan keluarganya untuk membiayai pengobatannya di rumah sakit.
“Kau yakin?” tanya Siwan khawatir.
Yoona mengangguk. “Ya, biarkan aku istirahat di rumah saja, Oppa. Aku pasti akan baik-baik saja. Aku janji.” Yoona mengulurkan jari kelingkingnya pada Siwan.
“Kau ini selalu seperti anak kecil,” ungkap Siwan diiringi senyum datarnya. Ia terpaksa tersenyum di depan Yoona agar adiknya itu tidak mengetahui seberapa besar rasa kekhawatirannya pada Yoona. “Baiklah, kau harus janji akan baik-baik saja, Yoona-a.”
“Ya, Oppa. Aku janji,” ucap Yoona dengan senyum tipisnya. Ia berusaha mengembangkan senyumnya pada Siwan di tengah-tengah rasa sakit pada jantungnya. Yoona harus kuat menahan sakit yang semakin lama semakin parah.
*****
Matahari semakin menyingsing ke arah barat. Yuri yang telah menunggu Yoona selama satu jam, berusaha sabar menanti kedatanga sahabatnya. Ia yakin Yoona akan datang di kampus karena Yoona tidak akan mungkin berani membolos.
Kriiiing!
Yoona tersentak kaget mendengar ponselnya berdering tanpa diduga. Nama Yuri tertera di layar ponsel touchscreen-nya. Keraguan mendadak dalam benaknya. Ia tidak ingin berbohong ataupun berkata jujur pada Yuri jika sahabatnya itu menanyakan perihal dirinya yang belum menampakkan diri di kampus.
“Kenapa tidak diangkat?” tanya Siwan yang melihat adiknya tak seperti biasa. “Itu Yuri, kan?”
Yoona mengangguk. “Ya, ini Yuri. Aku tidak ingin menjawab pertanyaannya jika dia menanyakan kenapa aku tak kunjung pergi ke kampus, Oppa.”
Siwan mendekati Yoona kemudian membelai rambut adiknya lembut. “Baiklah kalau begitu oppa antar kau ke kampus. Kita berangkat sekarang. Bersiap-siaplah!”
Yoona menatap Siwan haru. Kakaknya terlalu baik untuknya. “Hem, baik, Oppa. Aku akan bersiap-siap.”
*****
Yuri merasa ada yang aneh pada Yoona. Tidak biasanya Yoona membiarkan teleponnya menggantung abstrak. Tak ada sms dari Yoona, tak ada email juga. Yuri pun khawatir pada Yoona. “Apakah dia marah padaku karena tadi malam aku membuat Siwon terbangun? Tapi apa hubungan Yoona dengan Siwon? Mereka baru saja mengenal, kan?” Yuri bicara pada dirinya sendiri. Mencoba menebak apa yang telah terjadi pada Yoona hingga sahabat karibnya itu tak mau mengangkat telepon darinya.
Sesaat kemudian.
Yuri memutuskan tak menunggu Yoona lagi. Dia ingin pergi ke kantin kampus yang terletak di lantai satu.
“Yuri-a!” panggil seseorang.
Suara orang itu terdengar tidak asing baginya namun ia juga tak begitu mengenal suara pemuda yang baru saja memanggil namanya.
“Yaak Kwon Yuri!”
Yuri menghentikan langkahnya. Orang itu memanggil namanya lengkap. Dengan perlahan, Yuri membalikkan badannya. “Choi Siwon? tanya Yuri tak percaya kalau Siwon memanggilnya.
“Aku mencarimu ke mana-mana tapi kau malah duduk diam di sini. Apa yang sedang kau lakukan?”
Yuri tidak menyangka kalau Siwon akan mendatanginya. Selama ini keduanya memang saling mengenal tetapi tak ada komunikasi sejak Yuri pindah ke Busan. Akhirnya gadis bersurai panjang itu kembali ke Seoul lagi. “Tadinya aku menunggu Yoona. Mungkin dia tidak masuk kuliah hari ini.”
“Oh iya, temanmu itu… Im Yoona, apakah dia juga kuliah di sini?” tanya Siwon penasaran.
Yuri menganggukan kepala. Ia tak dapat melepaskan pandangannya dari sosok Siwon, pemuda yang pernah mendapatkan tempat spesial di hatinya. “Dia satu angkatan denganku dan kami juga satu kelas. Memangnya ada apa?”
Siwon menyandarkan tubuhnya pada dinding yang semula berada di sebelah kirinya. Cukup melelahkan berdiri selama beberapa menit tanpa bersandar, mengingat dirinya menyusuri jalan gang-gang kecil semalam. “Aku hanya ingin mengenalnya lebih dekat. Sepertinya aku tidak bisa melupakannya begitu saja. Kau tahu? Mungkin… Aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.”
Yuri terkikik geli mendengar pengakuan Siwon. Sebenarnya yang ia rasakan lebih tepatnya khawatir jika Siwon benar-benar jatuh cinta pada Yoona. Ia terkikik geli hanya untuk menutupi kekhawatirannya itu. “Apakah kau yakin? Ucapanmu itu membuatku merinding.”
Siwon mengernyitkan keningnya, heran pada Yuri. Menurutnya, seharusnya Yuri senang kalau sahabatnya saling menyukai. “Ya, tentu saja aku yakin. Aku akan menemuinya lagi besok. Oia, kau punya nomor ponselnya, kan? Boleh aku minta nomer ponsel Yoona?”
Deg!
Harapan Yuri untuk mendapatkan hati Siwon nyaris pupus. Pemuda itu terus menerus menanyakan tentang Yoona. “Tak bisakah kau menanyakan tentang diriku? Kita sudah mengenal sejak lama tetapi kita juga pernah putus komunikasi.
Siwon terdiam. Sebenarnya ia sangat paham apa yang dikatakan oleh Yuri. “Oh, iya. Maaf, aku lupa. Maafkan aku benar-benar lupa.”
“Choi Siwon!” seru Siwan yang heboh melihat teman lamanya sedang mengobrol dengan Yuri.
Yuri dan Siwon terlonjak kaget karena tiba-tiba Siwan memanggil Siwon dengan nada yang cukup tinggi. Siwon menoleh ke arah Siwan. Seulas senyum tersungging di bibirnya.
“Im Yoona…” lirih Siwon senang melihat sosok Yoona di belakang Siwan yang berjalan mendekat ke arahnya.
Yoona terkesima melihat Siwon yang telah berganti kostum celana jeans, kemeja motif kotak-kotak berwarna merah hati dan dipadukan dengan sniker berwarna putih, sangat berbeda dengan penampilannya ketika mereka bertemu pertama kali kemarin.
“Hei, aku sangat merindukanmu. Kenapa baru muncul sekarang?” tanya Siwan seraya menepuk bahu Siwon.
Siwon tersenyum senang bertemu Siwan apalagi Yoona. “Sudah ku duga. Im Yoona pasti adikmu, Siwan-a.”
Siwan meleburkan senyumnya. “Im Yoona? Kalian sudah saling mengenal?”
Yoona dan Yuri langsung membelalakkan kedua netra mereka.
“Tidak, hmmm… Kami bertemu kemarin setelah pulang dari kampus,” sahut Yoona bohong. Ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya karena Siwan pasti akan marah padanya yang telah membiarkan seorang pemuda tidur di dalam rumah hanya bersama dua orang gadis perawan.
“Ah, iya. Yoong benar. Aku dan Yoong tidak sengaja bertemu dengan Choi Siwon kemarin setelah kamo berdua merayakan pesta kecil-kecilan atas keberhasilanku,” tambah Yuri untuk menyelamatkan Yoona.
Sedangkan Siwon hanya terbengong menyaksikan kebohongan dua orang gadis pada Siwan.
“Siwon-a, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Sebentar saja.” Yuri mengajak Siwon bicara empat mata.
Siwon menurut begitu saja pada Yuri. Keduanya menjauh dari Siwan dan Yoona sebentar.
Saat sudah berada pada jarak yang aman dari Siwan, Yuri mulai mengatakan sesuatu pada Siwon.
“Hei, kau harus bantu kami berbohong di depan Siwan. Jangan pernah mengatakan pada Siwan kalau semalam kau  menginap di rumah keluarga Im.”
Siwon bingung. Namun tak lama kemudian ia dapat mengerti maksud ucapan Yuri. Ya, dia harus berbohong kalau pernah menginap di rumah keluarga Im. Kalau tidak, Yoona pasti dimarahi habis-habisan. Setelah semua yang dibicarakan dirasa jelas dan dapat dimengerti, akhirnya Siwon dan Yuri kembali menemui Yoona dan Siwan.
*****
Kuliah telah berakhir. Untunglah tak ada sesuatu yang buruk terjadi pada Yoona. Jantungnya yang terasa nyeri tiba-tiba normal kembali setelah Yoona berjalan-jalan bersama Yuri di dalam kampus. Keduanya bersiap untuk pulang. Seperti biasa, Yuri akan mengantarkan Yoona pulang ke rumahnya.
“Hei kalian berdua, tunggu!” seru Siwon yang memanggil Yoona dan Yuri dengan suara lantang.
Dua gadis yang dipanggil pun berhenti berjalan dan menoleh ke arah Siwon yang berlari ke arah mereka.
“Ada apa?” tanya Yoona dengan ekspresi datar.
Siwon menunjukkan senyumnya pada Yoona. Ia selalu melakukan hal itu di depan Yoona. “Emm, Im Yoona, bisakah nanti malam kita makan bersama?”
Deg!
Baru kali ini ada seorang pemuda yang mengajak Yoona makan malam. Bukannya merasa senang, Yoona justru merasa cemas.
“Kenapa? Kau tidak mau?” terka Siwon asal.
Yoona menggeleng. “Bukan itu. Ini kali pertamanya ada seseorang yang mengajakku makan malam, selain Yuri dan keluargaku.”
Siwon lega mendengar pengakuan Yoona. Ia mengira Yoona menolak ajakannya.
“Emm, bagaimana dengan Yuri? Kita ajak dia juga. Tidak apa-apa, kan?”
“Emm, tidak apa-apa. Tentu boleh,” ucap Siwon yang sebenarnya tidak begitu senang jika Yoona mengajak Yuri karena yang dia inginkan adalah makan malam berdua dengan Yoona. Tapi apa boleh buat, Yuri adalah sahabat Yoona. Jadi, mau tidak mau, dia harus mengiyakan kata-kata Yoona. “Kita bertemu di restoran Jepang di dekat sungai Han jam tujuh malam. Bagaimana?”
Yoona mengangguk setuju. “Baiklah. Kami setuju.”
Sedangkan Yuri hanya menatap Siwon penuh harap.

Tbc

Advertisements

19 thoughts on “[Ficlet-Series] Secret Choice #2

  1. Wah kaya nya seru nih bakalan ada cinta segitiga , itu tadi author kaya nya salah tulis nama siwan jadi siwon deh atau aku yg salah yah…
    Izin baca chapter 1 nya ya

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s