[Ficlet-Series] Faults Amour [4]

Faults Amour 2Faults Amour

121268778

Previous : [ 1 : Blind ] [ 2 : Insane ]  [ 3 : Frankness ]

Now [ 4 : Terrible ]

Written by Alkindi
Starring Super Junior’s Siwon (25 y.o) and Girls Generation’s Yoona (20 y.o)
This Fanfiction with Romance,  Angst  Genre and PG-17 Rated

Setiap orang memang mempunyai hak untuk dicintai dan mencintai, tapi tak seharusnya cinta tumbuh di antara ikatan tali persaudaraan. Walaupun cinta buta, dan masih bisa diperjuangkan, tetap saja, pada akhirnya tak akan bisa memutus kudrat tali persaudaraan.Orang-orang pasti akan berpikir, apakah Siwon sudah gila karena bisa-bisanya dia mencintai Yoona bukan sebagai adiknya, tapi sebagai wanita, wanita yang normal.

Siwon melepaskan tautan bibirnya, dan menangkup pipi Yoona yang sudah basah karena air mata. “Sorry, I didn’t want you hurting by someone..

Yoona masih saja tersedu dengan air mata yang semakin deras. “You Crazy, crazy, crazy…” Ucapnya sambil menepuk-nepuk dada bidang Siwon, masih dengan isakan pastinya.

“Ya, aku gila karena aku mencintaimu. Aku tak bisa lagi membendung perasaanku ini. Kau bisa meninjuku, atau membunuhku sekarang kalau kau mau.” Siwon mengenggam tangan Yoona yang berkeringat dingin itu.

“Kau mengerikan, Oppa” Yoona semakin terisak.

“Aku memang mengerikan, kau bisa mengabaikan perasaan bodohku ini, kau bisa cari semua pria yang kau mau. Tapi kau tidak akan pernah bisa menghapus semua perasaanku padamu.” Siwon merengkuh tubuh kecil Yoona yang sudah bergetar hebat dalam pelukanya.

“Maafkan aku, aku bukan kakak yang baik. Maaf juga karena telah mencintaimu–“

“–mulai sekarang, anggap saja tidak pernah terjadi apapun diantara kita” Ucap Siwon terakhir kalinya sebelum ia melangkah meninggalkan Yoona.

Menangis, hal itu yang dilakukan Yoona sekarang, tahu kenyataan yang sulit diduga oleh siapapun. Sesungguhnya hati kecil Yoona tak ingin menyakiti Siwon sedikitpun. Lantas bagaimana dengan hubungan mereka sekarang ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Yoona terduduk dibelakang pintu kamarnya, tergulai lemas di lantai marmer yang dingin, sebuah kenyataan mengejutkan yang ia terima membuat tubuhnya bergetar. Entah mengapa, gadis itu terus saja menangis, walau tiada seorangpun yang tahu. Hatinya ikut sedih melihat Siwon dengan keadaan hancur seperti tadi. Ingin hati berkata yang sejujurnya, namun ia takut merusak tatanan keluarga.

Sarapan pagi hari ini hanya diiringi suara dentuman sendok makan. Sepi, batin Yoona.
Oppa tidak makan ?” tanyanya pada Tn. dan Ny. Choi yang sudah kembali dari perjalanan bisnisnya hari ini.

Ah, Oppamu sedang tidur. Dia sedang demam.” Ucap halus Ny. Choi. Yoona tertegun sejenak, kemudian mengangguk paham.

Oh ya Yoona, karena kuliahmu sore, Bibi minta bantuanmu untuk memberi Siwon Obat dan makanan ya, karena Bibi akan ke kantor Siwon, mengecek kerja pegawainya” Ucap Ny. Choi sambil mengeluarkan kantung-kantung yang isinya obat dari dalam tasnya.

Ah, baiklah” Yoona mengangguk ragu.

Yoona hampir melakukan semua yang diperintahkan Ny. Choi, Ya, hampir, karena sedari tadi ia hanya berdiri di depan pintu kamar Siwon dengan nampan berisi makanan dan obat-obatan. Entah mengapa jantungnya berdebar kencang sekali, sampai-sampai keringat dingin membanjiri tubuhnya.

Akhirnya ia beranikan diri untuk membuka pintu itu, setengah terbuka, ia bisa melihat Siwon berbaring di tempat tidurnya dengan kompres di dahinya. Nampan sudah Yoona letakkan di meja kecil samping tempat tidurnya. Sementara tanganya beralih mengambil kompres itu dan menggantinya dengan yang baru. Dapat Yoona rasakan tubuh Siwon yang panas. Perlahan mata Siwon membuka, membuat Yoona cepat-cepat memindahkan tanganya dari dahi Siwon.

Oppa kau harus meminum obatmu.” Yoona mengambil salah satu obat dari kantung itu.

“Letakan saja di situ, aku akan meminumnya sendiri” Ucap Siwon sambil memalingkan tidurnya membelakangi Yoona.”Kau boleh pergi” lanjut Siwon. Yoona tidak melakukan yang Siwon katakan, dia tetap pada posisinya, memandangi punggung Siwon.

Oppa, aku ingin bicarakan sesuatu” Ucap Yoona lirih, Siwon tetap tak membalikan badanya. Yoona menghembus nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan kata-katanya.

“Bagaimana jika kita coba jalani saja–” Yoona mengambil jeda.

“–mari berjuang bersama.” Siwon sontak membalikan badanya mendengar kalimat terakhir Yoona dan menatap Yoona lekat-lekat.

“Aku sama mengerikannya sepertimu–” Yoona mengambil jeda lagi, kali ini lebih panjang

“–karena aku juga mencintaimu… bukan sebagai kakak, tapi sebagai pria”

 

 

–tbc

 

a/n :

Pendek ? namanya juga ficlet. 1 chapter lagi kugembok loh :3 Sekitar Chapter 6 nanti. Btw ada banyaak banget yang bilang ‘kok pendek amat ?’ ya karena namanya juga ficlet sayang. ‘kok alurnya kecepetan ?’ Karena aku nggak suka alur-alur yang ribet kaya film uttaran :3,  dan aku nggak suka banget sama style FF yang panjang tapi membosankan. Mungkin nanti Sequelnya yang panjang  :3 . Ada pertanyaan lagi ?

Feel free to Visit My House !

Advertisements

49 thoughts on “[Ficlet-Series] Faults Amour [4]

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s