Trap ‘Chapter 1’

Cover by Hyekim@Art (Thanks yaa)

Title : Trap Chapter 1

Author : Puspita.desu

Cast : Cho Kyuhyun

Lee Hana /oc

Genre : Complicated, Romance, Angst, Sad, kekerasan

Rating : 17+

Length : Chaptered.

******

Adakah pilihan lain selain terperangkap olehmu? 

Jika tidak ada, bagaimana jika aku mati saja? 


Lee Hana harus meradang kembali tatkala dia berfikir bahwa dirinya sedang berada di neraka.

Oh atau ini sama sekali menjadi surga bagi semua orang dan dia adalah malaikat pemenggal yang siap sedia memenggal orang yang keluar dari jalan yang benar. Tapi demi Tuhan, dia sama sekali tak menyukai keadaan seperti ini. Keadaan dimana telinganya berdengung bak kemasukan nyamuk atau otaknya yang panas dan siap meledak.

Jika bisa Hana ingin sekali membunuh siapa saja yang membuatnya meradang seperti orang gila.

Dan dia tak akan pernah bisa, atau dirinya yang akan remuk sebelum membuktikan keinginannya.

Hana mendengus, lantas memasang earphone ditelinganya dan kembali fokus ke jalanan. Sekali lagi mengabaikan teriakan para gadis karena -makhluk Tuhan paling tampan- baru saja melewat dihadapan mereka. Dan Hana satu-satunya gadis yang tidak berpengaruh akan hal itu.

Memilih untuk menghindar dengan gerutuan kesal dari bibirnya.

Atau kegadisannya mesti dipertanyakan. 

Dia Cho Kyuhyun.

Seniornya di jurusan management bisnis, Hana akui dia tampan bak dewa Zeus, Cho Kyuhyun juga memiliki otak jenius karena selalu berhasil meraih nilai sempurna disetiap mata pelajaran dan juga dia merupakan pewaris tunggal perusahaan raksasa korea Cho Enterprise.

Singkatnya, Cho Kyuhyun sempurna.

Dan bagaimana Lee Hana yang membenci Cho Kyuhyun melebihi apapun bisa tahu perihal pria itu?

Dan sebuah rangkulan membuat Hana terlonjak, dia tahu siapa itu. Maka Hana menolehkan wajahnya pada wajah berseri seorang gadis yang demi Neptunus Hana ingin sekali menceburkannya kedalam kolam berisi piranha penuh.

Dia bersiap, telinganya mulai Hana jauhkan kemudian berhitung..

3

2

1

“Kau tahu?  Cho Kyuhyun hari ini memakai parfum baru, oh dan wanginya lebih seksi dari biasanya. Ya Tuhan, aku bersumpah jika dia mau aku ingin menempelkan hidungku sepanjang waktu di tubuhnya.. ”

Nah, itu dia.

Lee Hana yang malang mengetahui segalanya tentang Cho Kyuhyun karena sahabat dekatnya adalah penggemar berat yang dengan senang hati menceritakan semua hal tentang pria itu padanya. Bahkan dia merupakan ketua dari perkumpulan penggemar Cho Kyuhyun.

Dia memang gila.

“Dia akan menendangmu bahkan sebelum kau mencium bajunya, Kwon Yuri. ”

Jawab Hana acuh, dia meraih ponselnya dan menaikkan volume lagu yang dia dengar. Yuri berdecak kesal, gadis itu melepaskan earphone Hana lantas berbelok memasuki kelas mereka.

“Kau ini mengapa benci sekali pada Kyuhyun? ”

Tanya Yuri kembali, setelah mendudukan dirinya disamping Hana.

“Aku tidak membencinya, hanya tidak suka saja. Kau lihat gaya angkuhnya itu?  Ah dia seperti sombong karena banyak orang yang mengidolakannya.. ”

Kwon Yuri kembali mendengus, membalikkan badannya dan berpura-pura sibuk dengan bukunya. Membiarkan Hana dan segala pendapatnya tentang Kyuhyun.

Ya, biarkan saja.

******

Malam itu Lee Hana kembali melakukan aktifitas seperti biasa. Kuliah. Kerja. Dan sekarang dirinya berada di hadapan wajah tenang sang ayah. Dia sama sekali tak tahu apa lagi yang harus dilakukan demi ayahnya agar segera bangun dari koma.

Hana tersenyum, kendati jantungnya selalu berdebar dan irisnya yang tak pernah lepas dari monitor disampingnya. Takut jika benda itu tiba-tiba berdengung dan apa yang dia takutkan terjadi.

Hana menggeleng keras, air matanya kembali menggeleng.

Mengingat kenangan akan dia dan ayahnya. Itu adalah masa terindah dalam hidupnya.

Sebelum keluarga mereka bangkrut dan ayahnya yang terkena serangan jantung sampai koma.

Ibu Hana, dia meninggal lima tahun yang lalu karena kanker. Hana benar-benar sendirian, atau tempat dia berlindung saat ini bukan termasuk menemani.

Hatinya kembali berjengit, dia melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda akibat lamunan bodohnya yang tak pernah berujung. Gadis itu meraih handuk basah di baskom kecil dan membersihkan wajah serta leher ayahnya. Menelusuri setiap jengkal tubuhnya membayangkan bahwa tubuh itu sedang memeluknya, menciumnya dan berkata

Jangan khawatir, ayah selalu bersamamu. 

Biarlah,

Hana tak memiliki apapun lagi selain harapan dan khayalan.

“Ayah, apa mimpimu indah?  Apa terlalu indah sampai kau tidak rela untuk bangun? ”

Hana mencoba menyapa ayahnya walau dengan suara tercekat, rasa asin di bibirnya kian menambah rasa sakit Hana. Dia kembali menyimpan handuknya dan menggunting kuku ayahnya.

“Bolehkah aku ikut dalam mimpimu? Bolehkah aku selamanya berada dalam mimpimu? ”

Sebagaimana mati, jika Hana harus mati saja. Dia bahkan rela.

Tapi, bagaimana dengan ayahnya?

“Ayah, aku lelah. ”

Segala hal yang terjadi di hidupnya dia merasa tak sanggup lagi menghadapinya.

Dia benar-benar lelah.

******

Lee Hana menapaki erat sepatunya yang beradu dengan ubin, dia merapatkan mantelnya yang serasa menjadi dingin. Pendingin ruangan atau suasana hatinya yang dingin, dia tak bisa lagi membedakan.

Lift berdenting dan Hana dengan sigap memasuki kotak itu. Menekan angka 34 dan berdiam diri setelahnya. Hal yang menjadi favoritnya sekarang adalah berdiam dan melamun, namun lebih tepat itu adalah sebuah kebingungan dan dia tak ada gairah lagi untuk tersenyum.

Lift kembali berdenting, Hana memasuki kamar apartement 1421 dan memasukkan kodenya. Dia menarik nafasnya pelan, siap akan semuanya. Dan membuka pintu perlahan.

Gelap.

Gelap.

Dia membenci gelap.

Maka dengan serampangan menekan saklar dan seketika lampu menyala.

Dan seketika matanya membulat.

Disana, diruang tamu apartement.

Dia menemukan Cho Kyuhyun dan seorang gadis sedang bercumbu liar. Kyuhyun bahkan sudah berani menggenggam dada wanita itu dan menciumi lehernya penuh nafsu. Dan Hana dengan idiotnya masih mematung tanpa tahu harus bagaimana.

Hatinya berteriak,

Otaknya berteriak,

Seluruh tubuhnya berteriak,

Apa mulutnya juga boleh berteriak?

Cho Kyuhyun sekilas memandang kearahnya lantas menghentikan aktifitasnya dan berbisik pada wanita di pangkuannya. Dan detik berikutnya wanita itu berdiri seraya membenarkan penampilan berantakannya karya Cho Kyuhyun.

Wanita seksi bak model, wajahnya seperti dipahat sedemikian rupa menyerupai Athena. Namun seringai licik yang dia hadapkan pada Hana dan dengan sengaja menyenggol tubuhnya sampai Hana terhuyung dan ya, air mata yang dia tahan sedari tadi hancur sudah. Turun dengan mulusnya tanpa toleransi. Tanpa rasa malu.

Dan Cho Kyuhyun disana, menyaksikan kebodohan Hana yang menangis.

Satu bulan hidup dengan Kyuhyun dan kelakuan pria itu semakin brengsek. Dia memang tak ada hak untuk melarang apapun yang pria itu lakukan, toh Hana disini hanya numpang saja. Dia yang seharusnya berterimakasih karena dengan bantuan Kyuhyun dia bisa melunasi hutang ayahnya dan hidup secara gratis sampai Hana dan ayahnya bisa hidup layak kembali.

Kyuhyun bilang, ini karena ayahnya pernah menolong ayah Kyuhyun dulu. Entah itu apa.

Cho Kyuhyun mendekati Hana yang  terdiam kaku, wajahnya menunduk dan semakin memundurkan tubuhnya kala Kyuhyun semakin mendekat. Pria itu memenjarakan Hana dengan dinding. Meraih wajah yang berderai air mata dan menjambak rambut Hana kasar sampai gadis itu mendongak kesakitan.

“Darimana saja kau hah? ”

Tanya Kyuhyun pelan, penuh penekanan.

“Ma maaf, aku dari tempat a ayah.. ”

“Apa kau bilang? Apa kau tak lihat aku yang kelaparan disini dan kau dengan seenaknya mengunjungi ayahmu itu, apa kau idiot? ”

Kyuhyun semakin keras menjambak rambut Hana, membuatnya menggeleng dan air matanya semakin deras. Cho Kyuhyun yang sehabis bercumbu mengatakan bahwa dirinya lapar, mengapa tak minta wanita tadi saja yang memasak untuknya?

“Kau tidak menjawabku? Cepat buatkan aku makanan! ”

Kyuhyun mendorong keras tubuh Hana sampai tersungkur dan meninggalkan gadis itu begitu saja.

Yah, dia memang pria baik hati.

Dan juga brengsek.

Ayah, bolehkah aku mati saja? 


Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s