[Twoshoot] You’re My Angel – part 1

You’re My Angel

“I Found You in Devil Nest”

By : Febby Fatma

Drama, Romance, Crime, Hurt/Comfort, Fluff

Cast :

Lee Donghae Super Junior

Nam Jihyun 4Minute

Eunhyuk Super Junior

Nona Nay (OC)

Hyuna 4Minute

Gayoon 4Minute

∴∴∴∴

“Kukira semua orang yang sepertimu itu iblis. Ternyata ada juga malaikat di sarang iblis.”

∴∴∴∴

“Nona Nay, bisa kau berikan temanku yang satu ini seorang teman untuk malam ini?” Eunhyuk, pria yang di kanan-kirinya sudah bersandar dua orang wanita cantik dengan pakaian sexy itu menunjuk temannya yang duduk sendiri di depannya.

“Baiklah, kau ingin yang seperti apa?” Tanya wanita yang tadi di panggil oleh Eunhyuk dengan sebutan Nona Nay pada teman Eunhyuk yang hanya cuek dan terfokus pada botol bir di depannya.

“Terserah kau saja.” Sahut Donghae, teman Eunhyuk yang hanya sibuk dengan botol birnya.

Nona Nay pergi meninggalkan dua bersahabat itu. Saat ini mereka ada di sebuah Bar yang terkenal dikalangan orang kaya. Bar yang terkesan baik bagi yang baru mengenalnya, tapi bagi yang sudah sangat mengenalnya, mereka akan tahu apa saja yang disiapkan Bar ini.

Eunhyuk melepas rangkulannya dari dua wanita cantik nan sexy yang tadi terus saja bermanja padanya. Dia merebut botol ketiga yang baru saja ingin Donghae buka.

“Aku tidak mungkin mengantarmu ke hotel.” Ucap Eunhyuk saat menaruh botol itu di meja lagi.

Donghae ingin mengambil botol itu lagi tapi Eunhyuk lebih cepat darinya. “Kau tidak mungkin menyetir kalau mabuk. Bodoh!” Omel Eunhyuk yang kemudian memberikan botol bir itu pada wanita di sebelah kirinya.

“Aku masih ingin minum. Sinikan botolnya.” Rancau Donghae.

Eunhyuk hanya menggeleng melihat tingkah sahabatnya ini. Dia tahu betapa Donghae menderita selama ini, tapi dia tidak pernah bisa memuat sahabatnya itu baik-baik saja. Hanya Donghae yang selalu berusaha baik-baik saja di depan Eunhyuk. Tapi Eunhyuk tidak bodoh.

“Malam ini kau harus benar-benar membebaskan dirimu.” Ucap Eunhyuk pelan tapi tepat di samping telinga Donghae yang menelungkupkan kepalanya di atas meja.

“Kalau begitu biarkan aku lebih mabuk lagi.” Sahut Donghae marah.

Tiba-tiba dua orang wanita datang menghampiri mereka. Salah satunya adalah Nona Nay dan seorang lagi adalah seorang wanita cantik dengan rambut panjang berwarna coklat kemerahan, tubuhnya langsing dan termasuk tinggi. Dia cantik, sangat cantik bagi Eunhyuk dan Donghae yang melihatnya.

Deg! Deg!

“Wow, harta berharga ya?” Gumam Eunhyuk.

Nona Nay tersenyum dan mengangguk. “Yang ini mahal, tapi karena sepertinya kau butuh, untuk malam ini aku berikan pelayanan spesial untuk teman pelanggan setiaku. Semoga saja kau juga akan jadi pelanggan setiaku.”

“Nah, Jihyun-ah, kau temani dia.” Nona Nay menujuk Donghae, dan wanita yang disebut bernama Jihyun tadi langsung mengambil tempat di sebelah Donghae.

Setelah mengantar pesanan Eunhyuk tadi Nona Nay pamit untuk mengurus pelanggan lainnya. Eunhyuk kembali asik dengan dua wanitanya malam ini dan Donghae sendiri hanya diam.

Dalam pelukannya sekarang ada Jihyun yang asik memainkan kancing kemeja yang Donghae kenakan. Gadis cantik yang sayangnya bekerja dalam dunia kelam ini.

“Aku pergi dulaan.” Pamit Eunhyuk.

Donghae hanya diam sebelum akhirnya dia bertanya pada Jihyun. “Kau juga ingin pergi sekarang?”

“Terserah kau saja.” Sahut Jihyun pasrah.

Mereka pergi. Tidak dengan rangkulan, tidak dengan pegangan tanggan. Hanya berjalan sejajar saja.

Di depan Bar, mobil Donghae sudah disiapkan oleh salah satu pelayan yang tadi dia beri pesan untuk mengambilkan mobilnya. Untungnya setelah melihat Jihyun tadi Donghae tidak minum lagi, jadi dia sedikit lebih sadar saat ini.

“Kau yakin?” Tanya Jihyun tepat saat Donghae membukakan dia pintu mobilnya. “Kalau kau masih mabuk, aku bisa menyetirkannya untukmu.”

Donghae yang tadinya sempat bingung kini mengerti arah pembicaraan Jihyun. “Tidak perlu, aku bisa kalau hanya sampai hotel.”

“Baiklah. Hati-hati.” Pesan Jihyun sebelum akhirnya dia masuk ke dalam mobil Donghae.

Setelah mempersilahkan wanitanya malam ini masuk ke dalam mobil Donghae juga masuk ke dalam mobil itu. Dan meluncur menuju hotel tempat Eunhyuk pesankan kamar untuknya malam ini.

∴∴∴∴

“Kau mau minum?” Tawar Donghae pada Jihyun.

Saat ini mereka sudah di dalam kamar hotel yang Eunhyuk pesan untuk mereka.

Jihyun menggeleng. Wanita itu perlahan menurunkan jaketnya yang menutupi tubuh putih mulus miliknya. Ada raut tidak suka di wajah Jihyun.

“Kau mau minum dulu?” Donghae mengangguk dan kembali menenggak minuman di tangannya itu untuk kesekian kalinya.

Jihyun sendiri memilih untuk duduk di samping Donghae. Wanita itu kini hanya mengenakan sebuah tangtop berwarna hitam dan hot pans. Tapi dia membawa selimut dari kasur tadi ke sofa tempat mereka duduk saat ini.

“Kau kedinginan?” Jihyun mengangguk dan merapatkan selimutnya saat menyahuti pertanyaan Donghae yang sekarang sudah jelas-jelas mabuk.

Donghae menaruh gelasnya di meja dan setelah itu mendekat pada Jihyun. Terus mendekatkan wajahnya pada wajah Jihyun yang malah hanya diam.

Jihyun sudah tahu apa yang akan Donghae lakukan dan dia tidak memiliki hak untuk menolaknya. Karena malam ini dia milik Donghae.

Wajah Donghae terus mendekati wajah Jihyun. Bahkan Jihyun sudah bisa mencium bau alcohol dari napas Donghae.

Tapi tepat saat Donghae memeluknya, Jihyun langsung merasa keberatan. Donghae menimpanya dan tidak melakukan apapun. Membuat Jihyun susah bernafas.

Pelan-pelan Jihyun mencoba untuk mengangkat tubuh Donghae yang rupanya tertidur. Dalam hati wanita itu senang bukan main karena malam ini di terbebas dari pekerjaannya yang laknat ini.

Jihyun tidak kuat kalau harus mengangkat Donghae ke kasur jadi dia hanya menyelimuti penyelamatnya itu dan pindah menuju kasur itu. Dia terlalu senang hingga air matanya mengalir begitu saja.

“Terima kasih Tuhan. Kau bebaskan aku lagi dari pekerjaan sial ini.” Ucap Jihyun bersyukur dia duduk meringkuk di atas kasur dalam kamar itu.

Hatinya begitu senang tapi dia tetap sakit ketika mengingat kalau dia sudah terlalu sering melakukan pekerjaan laknat ini. Terlalu sering. Tapi Jihyun masih benar-benar ingin bebas dari pekerjaan ini.

∴∴∴∴

Selalu seperti ini memang. Setiap kali Jihyun bebas dari pekerjaan ini dia akan terus berterima kasih pada Tuhan semalam penuh. Dia benar-benar bersyukur karena semua ini.

Entah sudah berapa puluh tetes air mata yang menetes malam ini karena rasa bersyukur Jihyun pada Tuhan.

“Aku merasa sangat bersalah pada eomma dan appa di sana. Aku benar-benar putri yang buruk. Aku mempermalukan mereka Tuhan. Aku ini sangat hina!!” Rancau Jihyun saat dirinya menangis lagi.

Jihyun teringat ayah dan ibunya yang sudah tidak ada dan mungkin sudah berada di surga. “Aku tidak akan bisa bertemu mereka di akhirat nanti, semua karena perkerjaan sial ini. Maafkan aku eommaappa. Maafkan Jihyun.”

“Tuhan, bantu aku bebas. Aku ingin bebas dalam jeratan ini, sungguh-sungguh ingin bebas. Tapi iblis jahat itu terlalu menakutkan bagiku. Bantu aku untuk bebas Tuhan. Kirimkan aku seorang malaikat untuk membantuku. Aku mohon.” Suara Jihyun sudah mulai serak. Dia sudah menangis empat jam penuh dan kini dia mengantuk.

Tanpa sadar Jihyun tertidur dan jatuh ke samping. Harusnya dia jatuh ke lantai tapi Donghae menangkapnya. Jihyun tidak bangun dan masih terus tertidur hingga Donghae menaruhnya di kasur.

“Kau berisik sekali.” Keluh Donghae, tapi dia tahu kalau Jihyun tidak mendengarnya.

Perlahan Donghae mengangkat tangannya mengelap sisa-sisa air mata di kedua pipi Jihyun.

Baru kali ini Donghae mendengar keluhan seperti ini. Ternyata ada orang yang lebih menderita dari dirinya. Itu pikirnya saat dia terbangun karena semua keluhan kesah Jihyun.

Yah, Donghae mendengarnya. Tidak semua tapi Donghae tahu apa yang Jihyun katakan tadi sekitar satu jam sebelum dia menangkap Jihyun tadi.

“Kau wanita baik ya? Kukira semua orang yang sepertimu itu iblis. Ternyata ada juga malaikat di sarang iblis.” Donghae tersenyum saat dia menyelimuti Jihyun dengan selimut yang menyelimutnya tadi.

∴∴∴∴

Jihyun terbangun karena kaget. Dia mendengar suara ponselnya berbunyi. Saat diliatnya nama Nona Nay di layar dia langsung mengangkat panggilan itu.

“Iya, aku akan segera pulang.” Itu kata Jihyun sebelum dia menutup telponnya.

Setelah menaruh ponselnya di meja terdekat Jihyun baru sadar kalau hari mulai siang dan kini dia sendirian di dalam kamar ini. Dia juga bingung dengan selimut yang membalutnya saat ini.

Tapi Jihyun tidak terlalu mempermasalahkannya. Dia buru-buru mandi sebelum kembali ke apartement tempat dia dan wanita-wanita lain yang berprofesi sama dengannya tinggal.

Tepat saat Jihyun masuk apartement itu dia langsung disambut oleh teman-temannya. Gayoon dan Hyuna.

Eonnie, bagaimana malammu? Kudengar dari Nona Nay kau pergi dengan teman Eunhyuk oppa.” Hyuna bertanya sambil mengikuti langkah Jihyun yang masuk ke dalam kamarnya. Gayoon sendiri mengikutinya tanpa berkata apapun.

“Biasa saja.” Jawab Jihyun sebelum dia mendudukan dirinya di kasur miliknya. Melepas heels yang dia kenakan dan mendesah menghembuskan nafasnya.

“Masa sih? Dia tidak seheboh Eunhyuk oppa?” Kini giliran Gayoon yang bertanya.

“Mana aku tahu. Aku belum pernah pergi dengan Eunhyuk oppa. Hanya pernah kenal dia saja.” Sahut Jihyun malas. “Sudahlah aku mau istirahat. Aku capek. Kalau ada Nona Nay, bangunkan aku ya?”

Jihyun menarik selimutnya dan tidur begitu saja meninggalkan Hyuna dan Gayoon yang sedari tadi sudah menunggunya.

∴∴∴∴

Malamnya Donghae datang ke Bar itu lagi tanpa Eunhyuk dan langsung mencari Nona Nay. Dia benar-benar datang telalu cepat untuk ukuran teman Eunhyuk.

“Ada apa?” Tanya Nona Nay.

“Aku ingin wanita yang kemarin kau berikan padaku untuk menemani aku malam lagi.” Nona Nay tersenyum senang mendengar perkataan Donghae barusan.

“Apa dia memuaskanmu?” Donghae mengangguk sambil menaruh kembali gelas birnya. “Baiklah, tunggu dulu, aku akan panggilkan dia untukmu.”

Donghae tidak melakukan apapun setelah Nona Nay pergi. Dia hanya melihat-lihat tempatnya saat ini dan tidak lama Jihyun datang dengan diiringin oleh Nona Nay.

“Bersenang-senanglah.” Ucap Nona Nay sebelum dia pergi meninggalkan Jihyun dan Donghae berdua.

Mereka hanya diam untuk satu menit pertama, lalu setelah itu Donghae mulai membuka pembicaraan mereka.

“Kau mau menemaniku ke sebuah tempat?”

“Aku?” Jihyun menunjuk dirinya sendiri saat bertanya balik pada Donghae.

Donghae mengangguk. “Iya kau. Kau mau kan menemani aku?”

“Ke mana?”

“Kau akan tahu nanti. Tapi kau maukan?” Jihyun mengangguk ragu. Dia mau karena itu harus, juga karena melihat mata Donghae yang sepertinya memohon padanya.

Kali ini mereka keluar Bar itu dengan bergandengan. Lebih tepatnya lagi Donghae menarik Jihyun untuk berjalan lebih cepat lagi. “Ayo, kalau terlalu malam nanti kau bisa kedinginan lagi.”

Mata Jihyun hanya bisa membelo saat mendengar komentar Donghae barusan.

Seperti kemarin saat keluar Bar itu mobil Donghae sudah siap dan Donghae langsung membukakan pintu untuk wanitanya malam ini. Yah, Jihyun lagi wanita itu.

“Kita mau ke mana sih? Kenapa kau bawa mobilnya cepat sekali?” Tanya Jihyun yang sedari tadi hanya diam.

“Kan sudah aku bilang nanti juga kau akan tahu. Sabar saja.” Saat mengatakan itu Jihyun bisa merasakannya, merasakan sebuah kesenangan yang benar-benar kesenangan dari Donghae. Dia juga jadi semakin penasaran karena Donghae terus saja tersenyum sepanjang jalan itu.

“Kau tidak mabukkan?” Donghae langsung menggeleng saat Jihyun bertanya seperti itu padanya.

“Kalau aku mabuk, aku tidak akan mengajakmu ke tempat itu seperti saat ini.” Jawab Donghae kemudian. Dari tadi pria ini benar-benar terlihat begitu senang. Tapi entah apa yang sedang di pikirkannya, Jihyun juga tidak tahu.

Mereka diam lagi tapi Jihyun berpikir kalau ini saatnya dia mengenal orang yang ada di sampingnya ini. Dari kemarin dia bahkan belum tahu siapa nama pria ini.

“Oh ya, namamu siapa?” Tanya Jihyun yang langsung mendapat sekilas tatapan heran dari Donghae.

“Memangnya penting ya namaku?” Tanya Donghae balik.

“Tidak juga. Tapi kita mungkin akan sering bertemu nanti. Jadi siapa namamu tuan?” Donghae terkekeh karena jawaban Jihyun barusan, juga karena panggilan tuan yang Jihyun berikan padanya.

“Tahu dari mana kalau kita akan sering bertemu?” Donghae tidak menjawab dan malah balik bertanya sambil terkekeh sendiri. Membuat Jihyun malu dengan sikap itu.

“Emm, karena kukira kalau kau akan menjadi pelanggan setia Bar kami.” Donghae mengangguk menerima jawaban yang masuk akal itu. Ternyata wanita di sampingnya ini pintar juga.

“Yah, aku juga berpikir seperti itu. Baiklah, namaku Lee Donghae. Aku sahabat juga sepupu dari Eunhyuk.” Jawab Donghae yang langsung si sambung dengan perkenalan dirinya.

“Oh, aku Nam Jihyun.”

“Namamu terlalu bagus untukmu.” Cela Donghae. Dia hanya bercanda tentunya tapi Jihyun menanggapinya berbeda.

“Aku tahu. Harusnya aku mengganti namaku.” Keluh wanita itu dan itu membuat Donghae sidikit merasa bersalah karena mencela namanya.

Donghae menepuk pelan pundak wanita di sampingnya. “Maaf, aku hanya bercanda. Aku tidak benar-benar mencelamu.”

“Tak apa. Kau pantas mencelaku seperti itu.” Sahut Jihyun yang kemudian memaksakan tersenyum pada Donghae.

Donghae meraih tangan Jihyun kali ini. Dia menggengamnya kuat hingga membuat Jihyun menatapnya. “Tidak. Kurasa kau tidak layak mendapat celaan seperti itu.”

“Maafkan aku ya?” Nada bicara Donghae berubah begitu manja pada Jihyun dan kembali membuat Jihyun heran dengan sikap pria ini.

Jihyun terkekeh pelan mendengar itu. “Baiklah aku memaafkanmu Tuan Lee.”

“Jangan panggil aku seperti itu.” Sahut Donghae. “Cukup Donghae oppa. Bisa kan?”

Jihyun mengangguk dan mengulangi jawabannya. “Aku memaafkanmu Donghae oppa.”

Mereka tersenyum. Yah, tersenyum senang. Entah apa yang begitu menyenangkan hingga membuat mereka terus tersenyum selama perjalanan itu.

∴∴∴∴

Sampai di pinggir pantai timur di Gangwondo Donghae membukakan pintu mobil untuk Jihyun dan berjalan menuju pantai sambil menggandeng tangan wanita itu.

Mereka masih terus tersenyum dan bercanda seolah mereka sudah mengenal begitu lama.

Oppa, kenapa kau mengajakku ke tempat ini?” Tanya Jihyun yang kini asik menikmati sapuan ombak di kakinya.

“Karena pantai ini memiliki nama yang sama denganku.” Sahut Donghae yang juga sama-sama menikmati sapuan ombak malam itu.

“Dulu aku dan seseorang sering datang ke tempat ini. Aku senang karena pantai ini memiliki nama yang sama denganku dan begitu pula orang itu.” Cerita Donghae. “Tapi semenjak dia pergi, aku jarang ke sini, aku malas pergi sendiri.”

Jihyun diam sejenak memikirkan apa yang harus dia katakan untuk ini.

“Lalu kenapa oppa mengajakku? Harusnya aku tidak pantas kau ajak ke tempat kenangan seperti ini.” Donghae menatap Jihyun dengan tatapan teduhnya.

Walau pantai itu gelap tapi mata Donghae seperti bintang yang bersinar di langit malam itu. Jihyun bisa melihatnya. Karena mata itu terang.

“Iya juga. Tapi entah kenapa setelah melihatmu kemarin aku jadi ingin mengajakmu ke tempat ini.” Sahut Donghae yang melepas gandengannya dari tangan Jihyun dan berjalan mendekati ombak yang datang.

Oppa nanti kau bisa basah kuyup!!” Teriak Jihyun dari belakangnya tapi Donghae tidak berbalik dia membiarkan dirinya diterpa dinginnya air ombak.

Ini memang bukan musim dingin tapi ini sudah masuk musim gugur dan air pantai dimusim ini bisa dibilang dingin. Walau masih tidak sedingin air dimusim dingin.

Setelah basah kuyup Donghae berlari menghampiri Jihyun yang berdiri di tempatnya tadi. Wanita itu telihat sedikit cemas karena Donghae basah kuyup seperti saat ini.

“Kalau kau sakit karena kedinginan bagaimana?” Omel Jihyun pada Donghae yang kini memeluk dirinya sendiri, marasa dingin.

“Bukannya kau akan menghangatkan aku?” Donghae tersenyum usil pada Jihyun saat bertanya seperti itu.

Tapi Jihyun malah terlihat gugup juga tidak suka. “Yah, itu memang tugasku bukan?”

Donghae kembali terkekeh karena mendengar sahutan Jihyun itu. Dia mengusap kasar kepala Jihyun dan membuat rambut wanita itu sedikit berantakan. “Tenang saja aku tidak akan memintanya. Aku bawa baju ganti di mobilku. Ayo kita cari toilet umum.”

Donghae tidak memperdulikan tatapan heran Jihyun yang kesekian kalinya, dia langsung menarik tangan Jihyun dengan tangannya yang dingin sekali saat ini.

Di dalam mobil yang berjalan pelan karena sedang mencari toilet umum itu, Jihyun terus menggenggam tangan kanan Donghae dan berusaha untuk menghangatkannya. Walau hanya sedikit.

Oppa sih! Kenapa harus mendekat ke ombak seperti tadi? Jadi kedinginan seperti inikan?” Omel Jihyun lagi. Wanita ini benar-benar khawartir.

“Nah, itu toilet umumnya. Kau tunggu di sini ya? Aku ganti baju dulu.” Donghae pergi keluar mobil sambil membawa bungkusan yang isinya baju ganti yang tadi ada di jok belakang.

Setelah Donghae pergi Jihyun memilih untuk menyalahkan tipe mobil itu dan mendengarkan siaran radio yang ada malam itu. Sambil menunggu dan mendegarkan radio yang sedang menyajikan salah satu lagu yang Jihyun suka, Jihyun membuka-buka laci di depannya.

Ada kertas-kertas yang sepertinya itu adalah berkas-berkas kantor Donghae. Baru setelah Jihyun ingin memasukan kertas-kertas itu sebuah kertas jatuh. Jihyun langsung mengambilnya. Ternyata itu foto, bukan kertas biasa.

Di foto itu ada Donghae dan dua orang lain. Yang satunya seorang pria dan satu lagi yang ada di tengah itu seorang wanita.

Karena terlalu asik melihat foto itu Jihyun sampai tidak sadar kalau Donghae datang dan masuk ke dalam mobil itu.

Oppa ini siapa?” Tanya Jihyun setelah Donghae mulai menjalankan mobilnya lagi.

Donghae melihat sekilas dan kembali fokus pada jalanan di depan. “Oh, itu adikku dan istrinya.”

“Dia tampan ya? Istrinya juga cantik. Mereka sangat cocok.” Sahut Jihyun yang kemudian kembali memasukan foto itu ke dalam laci di depannya.

Donghae diam dan hanya fokus pada jalanannya, tidak berniat menyahuti komentar Jihyun tadi.

“Namanya siapa oppa?”

“Siapa?”

“Adikmu.”

“Oh, Cho Kyuhyun. Dia bukan adik kandungku, ayahnya dan ibuku menikah saat aku berumur lima belas tahun. Jadi margaku dan dia berbeda.”

Jihyun mengangguk-anggukan kepalanya dan kembali bertanya. “Lalu isrtinya ini siapa?”

“Seo Joohyun.” Jawab Donghae. “Tapi sekarang Cho Joohyun.”

∴∴∴∴

 

Advertisements

2 thoughts on “[Twoshoot] You’re My Angel – part 1

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s