[Twoshoot #1] Antara Om dan Brondong

Antara Om dan Brondong REAL.jpg

deliadeaa

present

Starring SM Rookies Lami │ NCT U Mark │ Anonymous

#1 contain ± 400 words

Twoshoot

General │ Ngabsurd │ failed Fluff│ Romance│Schoolife

«Disclaimer» Storyline and poster murni milik owe, castnya juga /digeplak/

 

“Ck, cium aku dulu kalau mau.”

 

Jangan salahkan gadis itu jika banyak  makhluk-makhuk menempel erat padanya bak permen karet, selalu mengekorinya di manapun, lebih  parah dari sekadar paparazzi.

Lekuk simpul manis penuh pesona, siapa lagi kalau bukan miik gadis berparas anggun, titisan dewi Aphrodite. Seorang gadis ingusan nomor absen dua puluh dua kelas tujuh A yang letaknya tepat di antara dua bundaran kolam ikan.

“Lami-ya! Kau begitu cantik… Parasmu elok bagaikan rembulan, senyummu indah laksana pelangi memecah hujan…”

Dan sesungguhnya Lami sangat benci dengan posisi kelasnya. Diapit oleh kelas senior yang bisa dibilang isinya ‘pujangga labil’ semua yang kerap kali membuatnya kesal lewat bait syair yang klise dan menjijikkan itu.

“Maaf saja, tapi wajahku tidak bopeng-bopeng.”

Mark, salah satu dari sekian anggota dari kelas ‘pujangga labil’, selalu tertawa geli melihat ulah teman-temannya pada Lami. Wajah imutnya itu sangat manis melebihi sari tebu sekalipun, terutama saat tertawa. Dan, well, jujur saja, Lami juga sedkikit terpikat pada tawa riangnya itu. Camkan, sedikit!

Tawa Mark kian mereda, tatkala dari ujung gerbang sana muncul seseorang yang sangat familiar baginya. Melambaikan tangan sembari menapaki jalan setapak menuju kelasnya. Diiringi cahaya putih tak kasat mata yang terpancar sangat terang di mata para gadis. Dia sangat tampan –sangat. Badannya tegap tinggi menjulang, terpatut jauh dengan Mark yang umm lumayan—pendek. Jika tiba-tiba Cinderella kehilangan pangerannya, maka di sinilah orang itu berdiri, tepat di depan Mark dan dirinya. Tiba-tiba Lami merasa pusing karena ketampanan dua makhluk itu disandingkan dan sangat jelas bahwa keduanya memang sangat memesona . Perbedaannya hanya terletak pada umur, terang saja.

“Mark, hari ini kita harus pergi.”

Tampang cool dan suara dinginnya sanggup membuat dataran sekolah itu menjadi es seketika, tidak lupa dengan para dewi yang lupa arah jalan pulang. Semua orang hanyut memandanginya, beberapa orang menyikut lengan Mark, bertanya-tanya atas kehadiran orang asing itu.

“Ah, hyung… Waktu pulang sekolah saja, ya. Aku ada kuis jam terakhir.”

“Baiklah, tapi jangan sampai terlambat. Kau akan tahu sendiri akibatnya.”

Mark tersenyum kecut memandang hyungnya itu, terlebih saat mendapati Lami meliriknya dengan tatapan takjub –terpesona akan ketampannannya—. Tidak bisa dipungkiri, Mark merasa kalah saing.

Bahkan auranya masih mendominasi meski langkahnya sudah lenyap di balik gerbang.

Lami beringsut mendekat, “Mark sunbae, boleh aku minta nomor telponnya?”

Kejengkelan Mark berujung pada jitakan yang mendarat dengan mulus di dahi gadis itu, yang meringis kesakitan disertai death-glare pada sang pelaku.

“Ck, cium aku dulu kalau mau.”

Fin

-jangan salahkan daku tentang kegajean cerita ini-

Yeay! FF Debut ♥

Advertisements

4 thoughts on “[Twoshoot #1] Antara Om dan Brondong

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s