Mad [Chapter 1]

mad-phiyun

|| Title: Mad || Author: Phiyun || Genre: Romance | Friendship | Sad | Hurt | School life || PG: 15+ || Cast: Park Jiyeon | Wu Yifan a.k.a Kris | Yoo Seungho | Lee Jieun || Lenght : Ficlet Series

Poster Credit : hackerseo [at] ARTZONE (Thank’s ^^)

 

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Cerita ini juga terinspirasi dari buku maupun film yang sudah dibaca maupun di tonton sama Author. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

*** Happy  Reading ***

 

~Summary~

Mari kita hancurkan cinta mereka berdua.

~~~ooo~~~

Dari kejauhan terlihat ada seorang gadis sedang berjalan menuruni anak tangga. Kedua matanya menatap jauh ke depan dan tak sengaja ia melihat bayangan seorang pria yang sedang berjalan memunggunginya. Sepertinya Yeoja tersebut cukup mengenal sosok pria berpostur tinggi tersebut dan tiba-tiba gadis itu pun memanggil Namja tersebut.

“Hei!” panggil gadis itu.

Pria itu pun menghentikan langkah kakinya dan kemudian ia pun menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang telah memanggil dirinya.

“Apakah kau mau bersekutu denganku?” tanya gadis itu sembari berjalan mendekati pria jangkung itu dan tak lama mereka saling berhadapan. “Ayo kita hancurkan cinta mereka berdua?” tambah  Yeoja itu kembali.

Pria itu masih mematung saat mendengar perkataan lawan bicaranya. Namun itu tak berlangsung lama karena sesaat kemudian pria itu pun menarik sebelah sudut bibirnya sambil menatap lekat kedua manik milik Yeoja tersebut yang berwarna hitam pekat tersebut.

~OoO~

– POV Jiyeon –

Cinta itu… aku tak pernah tahu rasa perih itu. Rasa sakit yang di torehkan oleh cinta yang sering digadang-gadangkan oleh semua orang bahwa cinta itu membuat orang sekitarnya bahagia. Yang aku rasakan adalah kebalikannya. Cinta itu sangat menyakitkan bahkan aku harus selalu menggunakan topeng di depan orang yang aku cintai agar aku bisa dekat dengan dirinya.

~OoO~

-Flash Back-

Di pagi yang cerah terlihat sudah banyak siswa maupun siswi yang sudah berlalu – lalang di koridor kelas. Para murid terlihat bersemangat tapi ada satu orang siswi yang terlihat murung. Ia terus memandangi sosok seorang pria yang sedang bercengkraman dengan teman sekelasnya. Kedua manik mata gadis itu terus menatap belakang punggung milik pria itu, sesekali gadis itu tersenyum dari kejauhan.

“Kring!!!”

Bel kelas pun berbunyi, gadis berambut panjang tersebut lalu memberanikan dirinya berjalan menghampiri pria yang sedari tadi ia pehatikan. Tanpa ragu Yeoja itu pun menepuk belakang pundak milik Namja itu sambil berkata. “Pagi, Seungho-ah” sapa gadis itu sambil memperlihatkan sederet gigi putihnya yang terlihat rapi di depan hadapan pria tersebut.

“Ah kau, Jiyeon-ah.”

“Seungho, aku boleh pinjam buku catatan kimiamu, tidak? Soalnya kemarin aku tak sempat mencatat semua tulisan yang ada di depan papan tulis.” pinta gadis berambut kecoklatan tersebut.

Permintaannya pun langsung di kabulkan oleh Seungho. Pria itu lalu mengeluarkan buku catatan yang dimaksud oleh sahabatnya, Jiyeon. “Ini… kau ini aneh, Jiyeon-ah. Kau selalu mendapat nilai lebih bagus dariku di setiap mata pelajaran tapi kenapa kau selalu meminjam buku catatanku?” tanya Seungho heran.

Jiyeon pun hanya membalasnya dengan tersenyum simpul sambil membuka buku catatan Seungho yang akan ia pinjam. Saat mereka berdua sedang berjalan menuju kelas mereka berdua, tiba-tiba Seungho memberikan kabar yang mengejutkan bagi Jiyeon.

“Aku kemarin baru saja jadian dengan Jieun, anak kelas sebelah kelas kita.” ucap pria itu dengan tersipu malu di depan sahabat perempuannya. Sontak bibir Jiyeon yang saat tadi tersenyum ceria seketika menghilang begitu saja dari wajahnya.

Gadis itu terdiam terpaku tapi itu tak berlangsung lama karena beberapa detik kemudian, Senyuman itu mengembang kembali dari kedua sudut milik Jiyeon. “Eeh? Beneran? Pasti kau bohong.” ujar Jiyeon dengan nada yang sedikit meledek kepada temannya. Tapi Seungho langsung membantah ucapan lawan bicaranya. “Beneran, kemarin aku baru saja menembaknya dan aku langsung diterima.” balas Seungho senang sambil menggaruk-garuk tengkuk lehernya yang tak merasa gatal tersebut dikarenakan tersipu malu.

Jiyeon terdiam saat melihat wajah Seungho yang mulai menyemburkan warna kemerahan. Ia tahu kalau pria yang ada di hadapannya ini, sedang sangat bahagianya dan ia juga tak ingin pria itu tahu kalau di dalam hati terdalamnya, dirinya sangat terluka mendengar kabar berita itu.

“Benarkah? Sudah aku duga pasti kau akan menembak gadis itu. Gelagatmu terlihat dengan jelas, kalau kau itu suka sama dia.” celetuk Jiyeon dengan tersenyum mengembang di wajahnya.

“Apakah sikapku terlalu ketara, bila aku melihat dirinya?” Jiyeon lalu membalas dengan anggukan kepalanya. “Hemm…”

Dan orang yang sedang mereka bicara sedari tadi muncul. Ya, gadis mungil yang terlihat sangat manis dengan jepitan rambut berpita pink sebagai penghias rambutnya yang terurai indah.

“Ahh… itu dia, aku pergi dulu ya.” kata Namja itu dan ia pun pergi meninggalkan Jiyeon begitu saja. Jiyeon hanya bisa membisu sambil tetap menatap belakang punggung milik Seungho dari kejauhan.

Sesampainya di depan kekasihnya, Seungho terlihat sangat senang. Bibirnya selalu memperlihatkan senyuman yang merekah di wajahnya. Jiyeon tetap terpaku, gadis itu merasa kalau kakinya tak mampu berjalan dari tempatnya berdiri. Tak sengaja Jiyeon melihat seorang Namja yang berperawakan tinggi menatap Seungho dan Jieun. Kedua mata pria itu menatap dalam ke arah gadis yang ada di depan pria yang ia kenal, ya gadis yang ia tatap itu adalah Jieun.

“Tatapanmu saat melihat Jieun sama seperti diriku.” ucap Jiyeon dengan suara yang lemah.

Hati Jiyeon pun tergelitik saat menatap pria tersebut. Ia seperti melihat pantulan bayangannya saat melihat pria itu. “Aku dan kau sama-sama berada di dalam cinta yang tak mungkin tergapai.” ucapnya di dalam hati seraya tersenyum masam.

~OoO~

~Sepulang sekolah~

Setelah bel pulang sekolah, Seungho langsung keluar dari kelas tanpa menunggu Jiyeon. Biasanya mereka berdua selalu bersama selama tiga tahun belakangan ini, namun saat ini sudah berbeda. Jiyeon tak bisa selalu ada disamping Seungho karena pria itu sudah mempunyai kekasih yaitu Lee Jieun.

Jiyeon pun memasukkan alat tulisnya dari atas meja ke dalam tasnya dengan lesu. Sepanjang pelajaran, gadis itu sama sekali tak semangat. Pikirannya berkecambah kemana-mana. Bahkan pelajaran yang diterangkan oleh gurunya sama sekali tak masuk di otaknya. Di dalam pikirannya hanya ada satu nama, ya itu adalah Seungho. Pria yang amat ia cintai. Dadanya semakin sesak saat mengingat perkataan Seungho tadi pagi di koridor kelas.

Jiyeon pun keluar dari kelasnya dengan langkah yang berat, tak jauh dari sana, Jiyeon tak sengaja melihat lengan sebelah kanan Seungho terbalut perban. Melihat hal itu Jiyeon langsung berlari menghampirinya. “Seungho-ah! Apakah kau terluka.” kata Jiyeon sambil menyentuh lengannya yang terdapat perban tersebut.

“Ini hanya luka kecil kok, Jiyeon-ah. Kemarin aku tak sengaja jatuh dari tangga rumahku.” balas Seungho untuk menenangkan Jiyeon yang sedang khawatir dengan lukanya. Tak sengaja perban yang membalut di lengannya pun terlepas, sehingga luka goresan yang ada di lengannya terlihat oleh mata Jiyeon.

Melihat Seungho terlihat kesulitan untuk memperbaiki perbannya, Jiyeon pun berniat membantu. “Biar aku bantu.” tawar Jiyeon, namun niat baiknya langsung ditolaknya dengan kasar. Tangan Jiyeon langsung ditepisnya saat gadis itu hendak akan membalut lukannya.

Pastinya Jiyeon terkejut dengan apa yang barusan, pria yang selama ini ia kenal ramah dan baik berlaku kasar terhadapnya. Kedua tangan milik Jiyeon untuk beberapa saat bergetar, tapi gadis itu langsung menyembunyikannya sebelum di lihat oleh pria yang saat ini ada di hadapannya.

“Tak usah, lagipula sebentar lagi kekasihku akan datang. Aku tak ingin Jieun salah paham bila nanti dia melihatnya. Maafkan aku, Jiyeon-ah.” Seungho berusaha menjelaskan maksudnya kepada Jiyeon. Jiyeon mengerti kenapa sikap Seungho seperti itu, tapi tetap saja ia terkejut dengan sikap Seungho yang berubah drastis terhadap dirinya.

Dengan tersenyum lebar Jiyeon pun berkata. “Tenang saja, Seungho-ah. Aku mengerti kok. ” selang beberapa saat terdengar suara seorang gadis memanggil Seungho dari seberang depan pintu kelasnya. “Seungho-ah!” mendengar namanya di panggil, pria  itu pun langsung menolehkan pandangannya ke sumber suara tersebut.

“Jiyeon-ah, aku pergi dulu ya.” gadis itu pun menganguk pelan. “Hemm…”

Tinggallah sendiri Jiyeon di koridor sekolah, gadis itu tertegun dalam sepinya saat kedua matanya menatap pria yang ia cintai sedang menggengam erat tangan gadis lain. Namun lamunan Jiyeon tak berlangsung lama karena beberapa saat kemudian datanglah seorang gadis yang memanggilnya.

“Jiyeon-ah! Ayo kita pergi ke tempat karaoke bersama.” tawar Yeoja itu. tawaran itu pun disambut baik oleh Jiyeon. “Ayo!” seru Jiyeon dengan tersenyum ceria.

Sesungguhnya di dalam hati Jiyeon yang terdalam ia sangat terluka. Ia menutup rapat-rapat rasa kecewanya dan perihnya dengan senyuman.

Seungho-ah… apakah kau tahu hati ini hancur berkeping-keping karenamu.” lirihnya sambil menoleh kan wajahnya untuk melihat belakang punggung Namja tersebut untuk yang terakhir kalinya sebelum ia pergi beranjak dari tempatnya saat ini.

~OoO~

Saat Jiyeon dan sahabat-sahabatnya hendak pergi dari dalam kelas, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Jiyeon. Otomatis Jiyeon dan sahabatnya kompak menengok kebelakang.

Sonsaengnim.” ucap mereka bertiga kompak. Pria paruh baya itu pun lalu berjalan ke arah Jiyeon dan kawan-kawan. “Jiyeon-ah, bisa kah kau membatuku?” tanya gurunya tersebut dan Jiyeon langsung mengiyakannya dengan menganguk-anggukan kepala.

“Tolong bawakan buku-buku yang ada di atas meja kelas ke ruangan Bapak sekalin tolong dikoreksi jawaban yang salah maupun yang benar. Kunci jawabannya sudah Bapak taruh di atas meja kerja Bapak. Kebetulan ada urusan penting yang tak bisaku tunda. Karena kau murid terpintar di kelas, jadi Bapak bisa tenang meninggalkannya padamu.” ujar pria paruh baya tersebut dan kebetulan juga ia adalah wali kelas Jiyeon. Jiyeon tak mampu menolak permintaan sang guru, akhirnya Jiyeon pun melaksanakan perintah sang gurunya.

Pria paruh baya itu pun pergi dan Jiyeon lalu meminta maaf pada temannya Eunjung dan Hyomin karena dirinya tak bisa pergi bersama mereka. Untungnya kedua temannya mengerti dan tak marah padanya.

“Ya sudah tak apa-apa, Jiyeon-ah. Lain waktu saja kita ngumpul lagi. Masih banyak hari lain, kalau kita kita undur saja acaranya, benar tidak Hyomin?”

Pertanyaan Eunjung pun di benarkan oleh Hyomin. “Tentu. Gak seru kalau kita cuma berdua ke sana, lain waktu saja.”

Gomawoyo Eunjung-ah, Hyomin-ah. Kalau begitu aku pergi dulu ya.”

“Mmm…” balas Eunjung. Saat Jiyeon hendak pergi ke ruang guru dengan membawa beberapa tumpukan buku di kedua tangannya, Eunjung memanggil. “Yaa! Park Jiyeon-ah!” teriak Eunjung dari kejauhan. Mendengar dirinya sedang dipanggil oleh sahabatnya, Jiyeon pun menghentikan langkah kakinya dan kemudian membalikan badannya. “Ada apa?” tanya Jiyeon.

Kemudian gadis berambut panjang kemerahan tersebut membalas. “Hwaiting!!” sambil sebelah tangannya mengepal untuk memberi semangat temannya yaitu  Jiyeon. Hyomin pun ikutan memberi semangat pada Jiyeon dengan membentuk kedua tangannya dengan gambar berbentuk hati .Jiyeonpun terkekeh saat melihat kelakuan Eunjung dan Hyomin yang bisa membuatnya melupakan kesedihannya pada Seungho meskipun hanya sesaat tapi itu cukup membantu.

~OoO~

Jiyeon lalu berjalan dengan langkah yang tertatih-tatih sambil membawa setumpukan buka di kedua tangannya. Ia berjalan dengan langkah yang berat menyeleusuri lorong kelas. Tak berapa lama kemudian beberapa tumpukan buku itu pun jatuh dari dekapannya dan mau tak mau Jiyeon harus memunggutnya.

“Aduh…” keluhnya sambil membungku kan punggungnya dan sebelah tangannya sibuk merapikan beberapa buku yang berserakan di bawah lantai. Setelah selesai buku itu dipungutnya tak sengaja Jiyeon melihat suatu pemandangan yang membuat hatinya hancur redam. Ya , dia melihat Seungho sedang bermesraan dengan kekasihnya yaitu Jieun dan tak selang beberapa saat mereka pun berciuman.

Kedua bola mata Jiyeon terbuka lebar. Wajahnya mulai memanas, tak lama kemudian pandangan mata Jiyeon pun kabur karena tertutupi oleh tetesan airmatanya. Airmatanya jatuh begitu saja dari kedua sudut matanya. Ia tak bisa menahan lagi kesedihannya, seketika buku yang ada di dekapannya jatuh berantakan ke bawah lantai dan kedua kaki milik gadis itu pun lung-lai.

Jiyeon jatuh terduduk lemas. Dia pun lalu menangis terisak-isak. Ia tak bisa lagi menahan rasa sedihnya. Semakin ia tahan rasa itu, samakin dalam rasa pedih yang tertoreh di hatinya dan itu membuat dadanya semakin sesak. “Berakhir sudah… semua sudah tak mungkin lagi…” rintihnya dalam tangis.

-Flash back – End-

~OoO~

-Pov Jiyeon-

Cintaku hancur dalam seketika. Cinta yang selama ini aku jaga dan kupupuk senjak lima tahun berakhir dalam waktu sehari. Cintaku sudah pergi jauh dan tak dapat aku genggam lagi. Cinta yang sudah tak tahu tujuannya kemana harus aku lakukan? Apakah aku sanggup membenam perasaan ini? Bila iya, sampai kapan aku bisa melakukannya? Apakah cinta ini aku buang saja? tapi… aku tak bisa melakukannya, itu seperti suatu pilihan yang sulit yang tak mungkin bisa aku lakukan.

“Tapi semuanya bisa terjadi bila bersama dengan dirinya…” ungkap batin Jiyeon sambil kedua matanya menatap jauh belakang punggung seorang Namja yang sedang berjalan menuruni anak tangga.

~OoO~

Jiyeon lalu berjalan menghampiri Namja yang berperawakan tinggi tersebut dan kemudian Jiyeon pun memanggilnya. “Hei!!!” panggilnya.

Pria itu pun menghentikan langkah kakinya dan kemudian ia pun menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang telah memanggil dirinya.

“Apakah kau mau bersekutu denganku?” tanya Jiyeon  sembari berjalan mendekati pria jangkung itu dan tak lama kedua mata mereka pun saling bertatapan. “Kau suka Jieun, kan?” tanya Jiyeon dengan gamblang di depan hadapan pria itu.

Pria itu masih mematung saat mendengar perkataan lawan bicaranya. Merasa tak di gubris, Jiyeon lalu berjalan kembali mendekati pemuda itu lebih dekat dan sekarang jarak diantara mereka kurang dari satu meter. Jiyeon juga membaca name tag yang tertera di kemeja siswa tersebut. “Wu Yifan? Aku tahu saat kau melihat Jieun. Tatapan matamu sama sepertiku saat menatap Seungho. Kau menginginkan gadis itu, kan?” tanya Jiyeon kembali tapi Namja itu tetap terdiam.

Dengan langkah yang mantap Jiyeon berjalan lebih dekat lagi di depan hadapan Yifan. “Bersekutulah denganku. Ayo kita hancurkan cinta mereka berdua? Kau dapat menjadikan Jieun sebagai kekasihmu sedangkan aku mendapatkan Seungho kembali ke dalam pelukanku. Bagaimana?” tambah  Jiyeon kembali.

Yifan tetap terdiam tapi itu tak berlangsung lama karena sesaat kemudian pria itu pun menarik sebelah sudut bibirnya sambil menatap lekat kedua manik milik Jiyeon yang berwarna hitam pekat tersebut.

“Boleh… Cinta mereka berdua ayo kita rusak. Mari kita berkomplot.” ungakap Yifan dengan senyuman simpulnya.

~OoO~

-Pov Jiyeon-

Perasaan ini sudah tak dapat lagi aku bendung. Aku harus berjuang agar bisa mendapatkan cintaku. kali ini aku tak bisa berpangku tangan lagi. Demi mendapat surga yang aku inginkan aku harus berubah menjadi iblis. Mungkin benar aku sudah gila. Ya, gila karena terlalu mencintainya dan cinta itu membuatku menjadi seorang monster dan menjadikan aku orang yang tidak tahu malu.

Aku jadi teringat tentang cerita Adam dan Hawa yang telah memakan buah terlarang di surga. Aku sempat berpikir dan bertanya-tanya. Sebenarnya buah terlarang itu rasanya semanis apa? Sampai-sampai mereka rela melakukan dosa dan membantah Tuhan hanya untuk dapat memakannya meskipun barang sedikit saja. Dan saat ini aku dapat memahami perasaan mereka. Ya,  perasaanku tak jauh beda dengan mereka berdua.

Rasa cintaku kepada Seungho sudah mendarah danging di diriku. Yang aku inginkan adalah hanya Seungho seorang, aku ingin dia selalu di sisiku. Meskipun aku harus merasakan sakit yang amat pedih oleh cintanya dan bahkan aku harus melakukan cara kotor untuk memiliknya. Itu sudah tak jadi masalah lagi untukku. Permainan ini pun dimulai dan aku sudah tidak bisa menghentikannya bahkan aku sudah tak dapat kembali lagi. Aku akan tetap melakukannya karena aku ingin mendapatkan surgaku yaitu bersama dengan Seungho, pria yang sangat aku cintai. Meskipun aku harus terjerumus ke dalam lubang neraka sekalipun aku tak peduli, asal kan aku bisa bersama dengan dirinya itu sudah cukup bagiku.

~TBC~

~OoO~

Alooha semuanya, ketemu lagi sama Phiyun di sini…

Daku bawakan fanfic baru lagi nih, sebenernya ini penembus ff ku yang masih on-going juga sih, hehe.. dan kebetulan aku lagi free sampe lebaran jadi aku rencananya ada ff yang mau aku tamatin, kalau sempet jugak sih, hehe 😀

Ini kali kedua aku pasangin uri Jiyi ma abang Yifan, semoga kalian semuanya suka yah, maap kalau ceritanya rada geje /sama kaya yang buat ></

Penasaran sama lanjutannya? jangan lupa RCL yo… biar diriku semangat buat update-tin nih ff, hihi… sebelum dan sesudahnya aku ucapkan terimakasih kepada semua reader’s yang udah ninggalin komennya di sini ❤

Advertisements

9 thoughts on “Mad [Chapter 1]

  1. Nooooo,,
    Jiyeon gak boleh balas dendammm,,
    Uda lupain aja seungho , cari yang lain,,,
    Meski sebenarnya aku ngarepin jiyeon jdian sama seungho,,,,

    Liked by 1 person

    • Di sini JIyeon gak balas dendam kok say, dia cuman terobsesi sama seungho jadi dia mau ngancurin hubungan seungho sama jieun dengan bantuan Yifan…
      btw makasih yah dah nyempetin mampir kesini buat baca ^^

      Like

    • Yap di sini jiyi ma abang kris aku buat jadi org jaat, hehe 😀
      Iya sama-sama, ya dear…
      Untuk falinnya aku usahakan besok aku publish di sini ya, jadi di tunggu aja yah…
      Makasih dah nyempetin mampri kesini buat baca ❤

      Like

  2. Suka sama ceritanyaaaa >.<

    Ya ampun Jiyi benar2 cinta banget ama Seungho.. Tapi Jiyi kaya terobsesi yaa? Ahh tapi tak apaa aku sukaa seriusss thorr, sudut pandang Jiyeon yg dirimu buat keren bangett!! Aku jadi merasakan perasaan Jiyi yg cinta mati ama Seungho, dan sempat berkaca2 nih mata saat Seungho nepis tangan Jiyi -_- jahat kau oppa!!

    Ini cast utama pria siapa? Hhhh aku harap tuan Yoo, aku baca ff ini karena covernya SeungJi namun di tulisan Kriss?? Pleasee thorr semoga ini SeungJi~~~ Jarang sekarang yg bikin ff SeungJi huuhuhuu

    Buat SeungHo menyesal dan ngejar2 Jiyi thor! ..

    Liked by 1 person

    • Wah… senengnya kalau kamu suka sama ff gajeku ini ^^
      Yap disini ada sih abang kris tapi aku lum tau juga sih bakalan jadi kaya gimana, hehe 😀
      jadi di tunggu aja ya dear kelanjutannya gimana?
      Makasih dah nyempetin mampir kesini ❤

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s