Ficlet – Morning Kiss?

Hun-Sie (Morning Kiss)

Light Bi Proudly Present

Morning Kiss? ♥ Starring By EXO’s Oh Sehun & OC’s Casie Jung ♥ RomanceFluffMarriage LifeFor PG-17!Ficlet (900+)

WARNING! Disarankan untuk membaca setelah buka puasa atau sebelum imsak XD

♥♥♥

Burung-burung berkicauan, menemani sang mentari keluar dari peraduannya. Casie tahu bahwa suasana pagi di Maldives berbeda dengan suasana pagi di Seoul. Jika di Seoul, mungkin sudah terdengar deru kendaraan dan orang-orang yang mulai ramai keluar dari rumah untuk beraktivitas. Namun di Maldives, Casie akan mendengar kicauan burung dan sapuan udara pagi yang segar melewati jendela.

Kemudian Oh Sehun berada di sampingnya, memberi kehangatan ternyaman yang pernah Casie dapat.

PersonA.~Opera.Za.no.Kaijin~.full.1126855

Sehun pernah berkata bahwa tepat setelah mengikrar janji sehidup semati, mereka akan langsung pergi berbulan madu. Dan Sehun benar-benar melakukan itu. Anggap bahwa Casie gila menikahi pria dengan sejuta kenekatannya. Anggap bahwa Casie bodoh menikahi pria dengan segala pemaksaan yang dilakukannya. Karena cinta memang seperti itu. Cinta gila, cinta bodoh, karena dia terlalu buta untuk mengenali siapa pasangannya.

Deru napas teratur membelai lembut permukaan wajah Casie. Wajahnya tampak begitu damai dalam tidur, sangat tampan, seolah-olah dia adalah seorang pangeran dari negeri dongeng. Tak pernah Casie melihat wajah Sehun sedekat ini, tak pernah ia merasakan betapa nyaman rengkuhan tangan besar ini sebelumnya. Dan saat kelopak mata pria itu terbuka, netra coklat gelapnya menghipnotis Casie untuk beberapa saat.

Lalu bibir tipis itu tertarik membentuk sesungging senyum manis.

Jiwanya tersedot ke dalam pesona Sehun, mengalami jatuh cinta untuk yang kesekian kali pada orang yang sama, satu-satunya pria yang membuat dia kecanduan untuk selalu melihat wajah tampannya. Casie mencelos, dia rasakan jantungnya berpacu lebih cepat seiring darah yang memanas. Casie sudah menutup matanya saat jarak mereka semakin terpotong.

Namun tak kunjung ia rasakan sesuatu pada bibirnya.

“Sarapan apa pagi ini?”

Sial.

Casie langsung membuka matanya dengan berpuluh-puluh rutukan. Betapa dia sangat bodoh mengira Sehun akan memberinya ciuman pagi ini. Pagi pertama mereka dalam lembar baru sebagai sepasang suami istri. Yeah, seharusnya seperti itu, kan.

Casie berdehem untuk mengenyahkan rasa malunya. “Terserah kau saja.”

Sehun, masih dengan senyumnya mengangguk. “Baiklah. Aku akan menyiapkan sarapan, lalu kau rapikan tempat ini.” kemudian Sehun bangkit keluar dari kamar, meninggalkan Casie yang masih membatu di atas ranjang king size-nya. Perempuan itu menghela napas panjang. Dia berpikir bahwa Sehun pasti mengira dia sedang kegeeran tadi. Memang sih.

“Aish!”

Casie menyembunyikan seluruh tubuhnya di balik selimut tebal, berharap rasa malu itu segera pergi. Setelah beberapa menit, Casie menyibakkan kembali selimutnya. Berusaha untuk melupakan kejadian memalukan tadi.

Casie pun mulai merapikan kamar yang berantakan karena ulah mereka semalam. Tidak, mereka belum melakukan ‘itu’. Semalam Sehun dan Casie perang bantal karena berbeda pendapat tentang ‘itu’. Sehun ingin segera melakukannya agar segera memeiliki anak, namun Casie menolak dengan alasan masih ingin fokus pada pekerjaannya. Dan perang bantal itupun terjadi. Kamar menjadi penuh dengan bulu-bulu bantal yang berserakan di lantai, meja, kasur, dimanapun.

Butuh waktu cukup lama untuk membersihkan kamar dari bulu-bulu itu. Setelah dirasa bersih, Casie segera keluar dari kamar dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Sepi. Tidak ada tanda-tanda Sehun ada di sana. Kemana lelaki itu?

Kemudian ia melihat pintu balkon terbuka. Casie melangkah ke arah sana dan mendapati Sehun tengah menata makanan di atas meja bundar dengan apron hitam membelit pinggangnya. Sehun menoleh kala menyadari keberadaan Casie di abang pintu.

“Oh, sudah selesai?” tanyanya sambil tersenyum sumringah. Pria itu terlihat semakin tampan setelah mandi. Dan senyum manisnya sebagai bonus.

Casie yang masih dalam mode terkejut hanya mengangguk beberapa kali. Tentu saja, ia tak menyangka jika Sehun akan membuat mereka sarapan di balkon.

“Ayo, duduklah.” Sehun menarik tangan Casie yang mematung dan mendudukkannya di atas kursi. Kemudian dia sendiri mengambil tempat di depan istrinya. “Makanlah. Ini pagi pertama kita sebagai suami istri, kan.” Begitu kata Sehun dengan senyum menawan yang tak kunjung luntur. Casie hanya tertawa kecil dan mencibir. Dia mulai memasukkan sesuap makanan buatan Sehun ke dalam mulutnya. Percayalah, walau ia tidak bisa memasak, namun ia cukup bisa menilai bahwa masakan Sehun sangatlah enak.

Di tengah acaranya menikmati sarapan, Casie melirik Sehun yang menatapnya sambil bertopang dagu. Ia mengerutkan kening. “Kau tidak makan?”

“Aku makan, sebentar lagi.”

Casie hanya mengedikkan bahu acuh. Sehun memang aneh, dan ia takut jika dirinya ikut menjadi seaneh Sehun karena harus bertemu setiap hari. Casie hendak menyantap kembali sarapannya, namun tertahan. Ia tak tahu sejak kapan Sehun berdiri lalu memajukan tubuh kekarnya. Tiba-tiba saja setelah Sehun meraih dagunya, ia rasakan material lembut itu menyapu permukaan bibirnya. Casie bahkan hampir tersedak karena perlakuan tiba-tiba Sehun.

Lelaki itu semakin memperdalam ciumannya, membuat Casie terbuai lalu memejamkan mata. Sehun dengan pandai bermain-main di dalam rongga mulut Casie, sesekali kepalanya bergerak mencari posisi ternyaman untuk menikmati bibir Casie. Beberapa menit berlalu, dan Sehun mulai menjauhkan wajahnya.

Sehun menatap lekat sang istri selama beberapa detik. Kemudian, dia kembali merengsek maju, memegang pipi tirus gadis itu, dan mencium keningnya begitu lembut, begitu tulus dan penuh kasih sayang. Casie terpejam bersamaan perasaan hangat yang datang beriringan dengan bergejolaknya jantung di dada.

Detik semakin berlalu, pria berdagu lancip itu menjauh tuk kembali nikmati hadiah terindah yang pernah Tuhan kirimkan, seseorang yang akan menemani hari-harinya mulai saat ini. Sehun masih mempertahankan posisinya. Dengan meja bundar sebagai penghalang, dan sinar matahari yang menyelinap di antara wajah mereka. Sehun tersenyum, menatap tepat pada binar hazel milik Casie, sesuatu yang membuatnya tak pernah ingin berpaling pada perempuan lain. Dan lelaki itu berbisik..

“Selamat pagi, istriku.”

 

Fin

 

Heol. Ini aku bikin apa sih XD absurd gilak XD bulan puasa malah bikin kissing-kissing beginian :v maafkan daku :v salahkan Sehun yang meracuniku dengan foto-foto bangsatnya :v sekali lagi maafkan atas keabsurd an ini XD

oke, buat poster aku make Irene sebagai visual Casie. kalo ada yang bilang aku seorang HunRene shiper.. aku nggak akan menampik itu :v Kalo Sehun bilang “Selamat pagi, istriku.” aku bakalan bilang “Selamat malam, readersku.”

Good Night

13466127_888454191284187_1632688945829388526_n

Best Regard,

Light Bi

Advertisements

3 thoughts on “Ficlet – Morning Kiss?

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s