[Drabble] Hot Daddy?

Hot Daddy

|| Title: Hot Daddy? || Author: Phiyun || Genre: Comedy (Maybe) | Merried life || Main Cast:  Xiumin | Jiyeon || Lenght: Drabble ||

 

Cerita ini hanya fiksi belakang. Cerita ini terinspirasi dari film mau pun buku yang pernah di tonton dan di baca oleh penulis.  Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

No Bash, Plagiat, Copypaste! Dont forget Like & Comment ❤

Cerita ini aku fokuskan di POV Xiumin ya ^^

*** Happy  Reading ***

Tidak ada yang mempersiapkan aku menghadapi kelahiran putriku. Bukan buku-buku panduan orangtua yang disarankan orang lain untuk kubaca. Bukan juga gelar akademis yang kudapatkan di perguruan tinggi. Bahkan bukan pula waktu sepuluh tahun yang kuhabiskan sebagai seorang guru dan pelatih. Ketika seorang perawat ruang bersalin itu masuk dan memberikan putriku kepadaku untuk pertama kalinya, tiba-tiba aku sadari apa yang istriku berusaha katakan setelah sekian lama padaku. Dan akhirnya yang bisa kusimpulan kalau, AKU SAMA SEKALI TIDAK TAHU APA-APA!

~OoO~

Aku merasa seperti seorang pelatih karate yang berdiri di depan muridku sambil memegang sebuah papan yang hendak mereka patahkan dengan kaki maupun tangannya dan disini juga aku harus berusaha untuk tidak mengoyangkan benda itu dari hadapan mereka meskipun dengan keadaan kedua tanganku yang gemetar. Perawat tersebut pasti merasakan ketakutanku sehingga dia tetap berada di sampingku untuk berjaga-jaga. Tak lama kemudian putriku mulai menagis, aku menoleh ke arahnya dengan sorot mata ketakutan dan berkata. “Apa yang harus saya lakukan?”

Perawat itu lalu membalas pertanyaanku dengan kedua sudut bibir yang terangkat. “Apa yang bisa anda lakukan?”

Aku pun langsung menjawab. “Tidak ada!” dengan nada panik.

~OoO~

-Keesokan harinya-

 

Hari ini dimulailah pelatihan kursus singkatku menjadi seorang ayah. Segala sesuatu dari mengganti popok, lalu dari menyusui hingga menyendawakan semuanya menjadi makananku.

“Apakah seperti ini?” tanyaku pada Jiyeon, dan istriku menganggap semua kekakuanku lucu, tetapi bagiku hal ini sulit untuk diakui. Tugas-tugas yang paling sederhana terasa sulit.

Aku pernah melatih tim-tim atletik dengan tangan dingin. Menyelesaikan masalah-masalah kesiswaan dengan penuh ketenangan. Dan sekarang, tiba-tiba aku mendapati diriku berubah panik bila ditinggalkan berduaan saja dengan anak perempuan kecilku yang masih bayi. Sementara diriku sudah gugup bukan kepalang, si kecil ini malah memandang diriku seakan-akan aku adalah seorang super hero yang paling hebat di seluruh dunia. Dan yang bisa aku lakukan hanyalah tertawa meratapi ketidak tahuanku. Dan disaat aku tertawa, Shinji putri kecil tercintaku ikut tertawa dan itu membuatku berpikir, menjadi bersikap bodoh di depan putri kecilku tak ada ruginya, karena aku bisa melihat senyumannya yang menarik kedua pipi cubby-nya

~OoO~

-Beberapa bulan kemudian-

Hari demi hari berlalu begitu saja di hidupku. Dan tanpa terasa semua yang selama ini terasa sulit sekarang menjadi semakin mudah. Ini semuanya bisa terjadi karena aku sering bertanya dan meminta nasihat dari para ahli di bidangnya. Aku menjadi takjub saat nenyadari bahwa betapa sedikitnya hal yang diketahui oleh seorang dokter anak maupun bidan di bandingkan dengan veteran seorang ibu.

Aku belajar untuk mendengarkan sebaik-baiknya dan membaca semua petunjuk dengan benar-benar. Dulu aku tak pernah menganggap diriku ahli dalam bidang perkakas. Namun sungguh mengagumkan bagaimana mungkin aku bisa secepat itu memperlajari untuk memasang tempat tidur bayi maupun memperbaiki sebuah kereta dorong.

Dan di saat itu juga aku menemukan rasa percaya diri yang baru. Aneh memang tetapi harus aku akui berapa pun pertandingan yang telah aku menangi sebagai seorang pelatih tidaklah meningkatkan rasa kepercayaan diriku sebagai seorang lelaki besar saat aku berhasil menenangkan bayi yang rewel. Sekarang Shinjiku sudah tak rewel lagi bahkan menangis bila dirinya tidak di pelukan istriku, Jiyeon. Bahkan Shinji suka tertidur saat aku sedang menimang dirinya tak beberapa lama kemudian.

~OoO~

Saat aku di sekolah,  dirku baru menyadari  jika  yang lebih banyak aku perbincangkan kepada rekan-rekan guru yang lainnya adalah apa yang telah aku tonton di TV Disney ketimbang berita di Sport Chanel. Aku tahu bahwa perubahanku menjadi seorang ayah sedang berjalan sangat baik. Menjadi seorang ayah telah memberiku pelajaran tentang kerendahhatian.  Pelajaran itulah yang ingin aku teruskan kepada semua orang lain terlebih lagi kepada seorang ayah  yang baru saja mempunyai seorang buah hati. Lupakanlah kesombongan dan janganlah malu untuk bertanya maupun belajar karena semua itu tak akan menjadi beban  malah sebaliknya bila kalian melakukannya semuanya dengan segenap cinta.

-The End-

~OoO~

Hallo Semuanya ketemu kembali lagi nih sama Phiyun di sini , mudah-mudahan kalian gak bosen ketemu sama diriku terus ya, hehe ^^

Aku bawakan FF baru nih buat kalian, kebetulan FF ini adalah FF req. dari readers yang req. di blogku 🙂

Aku harap kalian juga menyukainya ya… ada bocoran nih, rencananya ff ini mau aku buat Sequelnya tapi dari segi POV Jiyeon. Kan di sini aku fokusin di POV Xiumin. Semua itu bisa terelasiasi bila banyak readers yang menginginkannya, hoho 😀 [Modus nih penulisnya]

Butuh Sequelnya? Jangan lupa tinggalkan feedbacknya ya, Dear… See You Next Time ❤

 

Advertisements

22 thoughts on “[Drabble] Hot Daddy?

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s