Complicated Fate Part 6 [I’m (not) Love You] – HyeKim’s Story

complicated+fate

Title : Complicated Fate Part 6

Subtitle : I’m (not) Love You

Genre : Family, Romance, AU, Sad, Tragedy

Lenght : Multi Chapter

Rating : PG-15 / Teens

Author : Kim Hyerim a.k.a HyeKim

Poster by : ZHYAGAEM06 AT YOORA ART DESIGN

Cast :

-Hyerim (OC) as Oh Hyerim

-Luhan EXO-M as Xi Luhan

-Sehun EXO-K as Oh Sehun

-Sulli F(x) as Choi Jinri

-Subin Dal Shabet as Park Subin

-Yoonjo Hello Venus as Shin Yoonjo

-Wohee Dal Shabet as Bae Wohee

-Seungah Rainbow as Oh Semi

Backsound : SM The Ballad Vol.2 – When I was where u were | SNSD TTS – Love Sick

Note : Don’t be silent readers,don’t forget to comment after you read this fanfic. I just owner this fanfic and cast? Cast aren’t mine. Happy Reading ~

YAK! SEHUN APA YANG KAMU LAKUKAN? MELOTOT SEPERTI ITU MENATAP HALAMAN BELAKANG!?” teriakan Nyonya Oh terdengar membuat Sehun mengerjapkan matanya sedikit terkejut dan lalu menoleh pada ibunya dan menyuruhnya untuk tidak berisik dan menarik lengan ibunya.

Yak! Anak macam apa kau ini? Main menarik-narik umma saja!” pekik Nyonya Oh sembari menatap anaknya itu tajam sementara Sehun malah meletakan telunjuk tangan kanannya di depan bibir dan bola matanya bergerak-gerak ke arah jendela.

Nyonya Oh sontak menoleh ke arah jendela, dan dapat menyaksikan Hyerim dan Luhan sedang berpelukan di pinggir kolam ikan.

“Whooaaa!!! Hyerim nuna dan Luhan hyung ada kemajuan juga,” gumam Sehun

“Kemajuan?” gumam Nyonya Oh

Umma, dagingnya sudah matang.” ucap Sehun lalu Nyonya Oh pun kembali melanjutkan acara memasaknya itu.

                             ****

Suasana hening tercipta di ruang makan keluarga Oh. Luhan dan Hyerim yang duduk bersampingan hanya saling menundukan kepala, banyak kejadian yang terjadi antara mereka hari ini, sementara Nyonya Oh sesekali mengomeli Sehun yang malah sibuk dengan pspnya kebanding dengan makan malamnya.

“Eoh Luhan hyung, ayo kita main sepak bola lagi. Aku sudah selesai makan,” ucap Sehun lalu berdiri dari tempat duduknya yang bersebelahan dengan Nyonya Oh, dan berjalan kearah Luhan yang duduk berhadapan dengannya.

“Tunggu Sehunnie, aku masih memakan makan malamku,” ucap Luhan sementara Sehun malah menarik-narik lengan kanan Luhan

“Sehunnie? Akrab sekali kalian,” celetuk Hyerim sembari mengambil gelas yang berisi air mineral dan meminumnya.

“Tentu saja, Luhan hyung kan kakakku!” ucap Sehun semangat

“Ya terserah!” ucap Hyerim karena ia malah merasa tidak dianggap kakak oleh Sehun.

Lalu Sehun pun menarik Luhan menuju halaman belakang setelah Luhan menyelesaikan makan malamnya untuk bermain sepak bola. Nyonya Oh hanya menggelengkan kepalanya, ia berpikir kenapa 2 anak lelaki itu tidak ada lelahnya bermain sepakbola?

Sementara Hyerim masih memakan makan malamnya, lalu ia mengambil ponselnya dan membuka internet. Mata gadis itu membulat sempurna dan mendekatkan wajahnya ke layar ponselnya saat membaca suatu berita artikel yang menjadi hot topic di internet.

Actress Oh Hyerim dan Actor Lee Jonghyun menghabiskan akhir pekan di Han River Park

Artikel dirinya dengan Jonghyun. Hyerim membuka artikel tersebut dan membacanya, melihati fotonya dengan Jonghyun sore tadi. Ia hanya tersenyum kecut mengingat acara makan malam Jonghyun dan Subin.

Oppa, apakah kau mencintaiku?” gumam Hyerim

                              ****

“Yeayyy!! Aku menang! Aku menang!” sorak Sehun senang karena berhasil memenangkan permainan bolanya dengan Luhan.

“Yoohooo~ kau harus mentraktirku bubble tea, hyung!” sorak Sehun sembari menjulurkan lidahnya meledek Luhan yang tampak memasang raut jengkelnya.

Yak! Kau menyebalkan sekali ya! Rasakan ini!” ucap Luhan lalu berlari kearah Sehun dan menindih tubuh laki-laki itu dan mengelitiki perutnya.

Yak! Hyung! Geli! Ahahaha…” ucap Sehun yang sudah berguling-guling di atas tanah karena geli, sementara Luhan yang berada di atas tubuhnya dengan posisi duduk tetap mengelitiki perutnya.

“Rasakan itu! Ahaha…” tawa Luhan.

Sehun merasakan entah apa, seperti sebuah kebahagiaan dalam dirinya, seakan ia menemukan sebuah kasih sayang dan kerinduan yang telah lama hilang. Hangat, perasaan batin satu sama lain saat ia bersama dengan Luhan. Di saat Luhan sedih, ia bisa merasakannya,seakan batinnya juga ikut merasakan kesedihan pria itu, seakan mereka memiliki ikatan.

“Kenapa aku merasa mirip dengannya? Kenapa aku merasa ada sebuah ikatan dengannya?” gumam Sehun dalam hati.

                             ****

Seorang gadis menatap geram tablet PC-nya dan lalu melempar benda itu keatas meja seakan tidak peduli seberapa mahal ia membeli barang tersebut. Gadis itu tampak mengatur nafasnya yang memburu , tangannya sudah terkepal.

“Subin-ah, kamu kenapa? Apakah karena berita Jonghyun berjalan-jalan di Han River Park bersama Hyerim?” gadis berambut panjang sebahu berwarna coklat itu menghampri gadis itu yang tak lain dalah Subin.

“Oh Hyerim! Gadis itu! Akhhh!! Benar-benar menyebalkan! Wohee-ya! Aku benar-benar muak dengannya!” cerocos Subin kepada gadis berambut panjang sebahu berwarna coklat itu yang beranama lengkap Bae Wohee.

“Lain kali Oh Hyerim harus dimusnahkan! Sudah mempunyai kekasih, masih menggoda pria lain.” ucap Wohee yang ikutan kesal.

Subin pun mengambil table PC-nya lagi dan menatap layar tabletnya yang menampilkan artikel berita Hyerim dan Jonghyun kemarin. Lagi-lagi tangan kiri Subin sudah terkepal dengan sendirinya karena menahan amarah.

Annyeong sunbae,” tiba-tiba suara seorang gadis terdengar menghampiri Wohee dan Subin. Subin mengangkat wajahnya dan tersenyum tipis melihat kehadiran Jinri.

“Mau apa?” tanya Subin singkat

“Aku turut prihatin dengan kejadian yang menimpa unni, tentang berita Jonghyun-ssi dan Hyerim-ssi. Oh Hyerim memang gadis sial.” ucap Jinri sembari memaki Hyerim.

“Lain kali dia harus di musnahkan!” geram Subin

“Ya, itu benar sekali. Aku benar-benar membencinya,” ucap Jinri tak kalah geramnya.

“Ekhem sillyehamnida (permisi) , bukankah ini actress pendatang baru itu?” tiba-tiba sesosok gadis berambut coklat bergelombang datang menghampiri Subin, Jinri, dan Wohee.

Jinri menoleh dan ia sudah tahu betul siapa pemilik suara itu. Oh Semi tengah berdiri di sampingnya sembari menaikan sebelah bibirnya seakan mengejek dirinya.

“Mau apa kau?” tanya Jinri sinis. Sementara Subin dan Wohee hanya melihati keduanya.

“Kamu bermain di drama baru di MBC kan? Kemarin aku melihatnya, chukkhae Jinri-ya,” ucap Semi dengan nada di buat manis-manis sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Jinri tanda memberi ucapan selamat.

Jinri hanya menatap Semi sinis dan menepis tangan kanan gadis itu. “Ya, terimakasih atas ucapan selamatmu, aku menghargainya.” ucap Jinri dengan nada sinisnya.

Ia masih agak menjaga imagenya terlebih sekarang ada Subin dan Wohee yang memperhatikannya. Dan juga beberapa orang mulai berkumpul memperhatikan dirinya dan Semi yang sedang adu mulut, dan berhasil menarik perhatian di kantin, tempat mereka berada.

“Kamu berperan menjadi adiknya Oh Hyerim ya? Wahhh!! Seorang haters Oh Hyerim menjadi adiknya, bukannya itu hebat?” ucap Semi sembari mengeluarkan smirknya sementara Jinri menatapnya jengkel.

“Bila aku berperan menjadik adik Oh Hyerim, lalu apa maumu?” Jinri menatap Semi sembari mengangkat dagunya.

Semi tersenyum licik “Kau harus menghargai Oh Hyerim layaknya seorang kakak juga di dunia nyata, bahkan dia kan lebih tua dirimu. Benar tidak?” Semi menatap sekumpulan orang-orang yang menontonnya dan Jinri, meminta persetujuan.

Sekumpulan orang-orang , yang tak lain mahasiswa dan mahasiswi Dongguk itu hanya menangguk-angguk tanda setuju dan berbisik-bisik.

“Ya, aku setuju,” ucap salah satu dari mereka

“Benar-benar. Mereka kan adik-kakak di drama Confusing Love, tak ada salahnya juga mereka bersikap layaknya adik-kakak di dunia nyata. Agar para penonton juga tersentuh dan semangat menonton drama itu.” sahut mahasiswa yang lain.

“Iya, berarti Choi Jinri harus bersikap sopan layaknya seorang adik atau hoobae pada Oh Hyerim sunbae,” sahut yang lain.

Sementara Jinri hanya menatap Semi yang tersenyum penuh kemenangan. Tangan kanan Jinri sudah terkepal dan nafasnya sudah memburu , ia menatap Semi dengan tatapan seakan ingin memakan gadis itu.

“Baiklah! Terserah dirimu!” ucap Jinri dan lalu ia langsung pergi dari tempat tersebut.

Jinri berjalan tak tentu arah dengan napasnya yang memburu, tangan kirinya yang sudah terkepal sangat sempurna seakan ia ingin meninju seseorang yang membuat moodnya jelek. Pertanyaannya, siapa yang membuat moodnya jelek hari ini? Jawaban yang tepat adalah Oh Semi , gadis yang sudah dicap sebagai rivalnya itu.

“Hey! Choi Jinri” tiba-tiba sesosok laki-laki berpas-pasan dengan Jinri.

Jinri menatap laki-laki itu, lalu wajahnya yang semula masam pun berubah dratis menjadi wajah yang ceria dengan senyum manisnya.

“Jungshin-ah,” ucap Jinri dan lalu langsung memeluk Jungshin , membuat laki-laki itu terlonjak kaget dan terlebih lagi dengan jantungnya yang bergumuruh sangat cepat.

W— …ae?” tanya Jungshin mencoba mengendalikan dirinya yang seakan terbang ke langit.

Jinri melepaskan pelukannya dan mengerucutkan bibirnya. “Aku kesal dengan Semi!” ucapnya, Jungshin hanya memiringkan kepalanya dan menatap lekat Jinri.

“Dia membuat perkara lagi denganmu?” Jungshin bertanya karena ia sudah tahu bahwa gadis bernama Oh Semi dari fakultas sastra itu adalah musuh bubuyutan Jinri.

Jinri hanya mengangguk dengan wajah cemberutnya. “Menyebalkan! Ini semua gara-gara Oh Hyerim!” Jinri berucap ketus

“Sabarlah, jangan marah-marah seperti ini, nanti cepat tua.” gurau Jungshin sembari terkekeh dan mendapat jitakan dari Jinri

Yak! Walaupun aku tua , aku tetap cantik,” ucap Jinri

“Ya, memang kenyatannya begitu,” ucap Jungshin tanpa ia sadari

Nde?” Jinri memastikan pendengarannya.

“Ahh—..ni, ahniyo, opsoyo (tidak ada). Eh eh lihat, itu Oh Hyerim kan?” ucap Jungshin gelagapan dan mencoba mengalihkan topik sembari menunjuk gadis berambut panjang berwarna hitam lewat tak jauh darinya.

Jinri mengedarkan pandangannya dan mendapati sosok Hyerim yang berjalan bersama dengan Yoonjo.

Sunbae sialan itu!” desis Jinri geram “Akan kuberi pelajaran dia!” Jinri langsung pergi meninggalkan Jungshin dan berjalan kearah Hyerim.

Yak! Jinri-ya! Mau ke mana?” teriak Jungshin tetapi tidak di respond oleh Jinri sekalipun, gadis itu sudah fokus dengan ‘sasarannya’ kali ini.

“Hye-ah, Luhan menunggumu, sana pergi!” Yoonjo mendorong-dorong tubuh Hyerim seakan menyuruh gadis itu lenyap dari hadapannya dan bergegas menemui Luhan.

Shireo!” teriak Hyerim karena ia malas bertatap muka dengan Luhan.

“Ayolah, kasian dia menunggumu di kedai bubble tea depan kampus,” ucap Yoonjo sembari memperlihatkan pesan di ponselnya yang berasal dari Luhan.

From : Xi Luhan

Yoonjo-ya, suruh Hyerim ke kedai bubble tea yang ada didepan kampus. Aku ingin menghabiskan waktu dengannya.

Hyerim hanya memutar bola matanya malas saat selesai membaca pesan Luhan tersebut. Sementara Yoonjo masih tetap memaksanya untuk pergi ke kedai bubble tea tersebut.

Eoh? Ingin kencan dengan Luhan sunbae?” ucap Jinri yang dari tadi sudah berada di belakang dua sahabat itu yang tak menyadari kehadirannya.

Yoonjo dan Hyerim pun menoleh kearah Jinri yang tampak melipat kedua tangan di dada dan pandangannya menatap sinis kearah Hyerim.

“Mau apa kau?” tanya Yoonjo ketus

“Aku ingin berbicara dengan Hyerim.” jawab Jinri tak kalah ketus

Yak! Banmal hajimaseyo! Kamu tahu sopan santun tidak sih? Berani sekali memanggil seorang sunbae seperti itu, lancang sekali,” ucap Yoonjo kesal

“Sudahlah, sesuka dirinya saja ingin memanggilku seperti apa,” Hyerim berucap malas

“Oh Hyerim-ssi, aku hanya ingin memperingatkanmu! Tolong jauhi Luhan sunbae, kau mengertikan? Mana mungkin mahasiswi tercerdas di fakultas seni sepertimu tidak memahaminya! J-A-U-H-I L-U-H-A-N S-U-N-B-A-E! Bagian mana yang tidak kau pahami hah!?” ucap Jinri

Yak! Beraninya kau!” ucap Yoonjo geram dan tangannya sudah hendak menampar Jinri tetapi ditahan oleh Hyerim.

Geurom? (Lalu) apa maumu?” tanya Hyerim mencoba bersikap sabar

“Kubilang jauhi Luhan sunbae! Dia milikku!” teriak Jinri membuat Yoonjo yang melihatnya semakin geram , sementara Hyerim yang diteriaki hanya mencoba menahan amarahnya.

“Dia milikmu? Tetapi kau belum menjadi pacarnyakan? Jadi kau tidak boleh sesuka hati memperintah sahabatku untuk menjauhinya. Terlebih lagi kau hoobae yang sangat kurang hajar,” ucap Yoonjo sembari menatap sinis Jinri.

Dwaesseo, Yoonjo-ya (sudahlah, Yoonjo) dia benar-benar terobsesi dengan pria China itu ya? Tck!” ucap Hyerim dan tanpa ia sadari nadanya terdengar sangat sinis dan seakan tidak terima, bahkan dalam hatinya ia marah karena Jinri menyukai Luhan.

“Ya! Aku memang sangat menyukai Luhan sunbae, kenapa? Ada yang salah? Aku mencoba mendapatkan apa yang kuinginkan! Walaupun Luhan sunbae adalah kekasihmu!” ucap Jinri , sementara Hyerim hanya berdesis menatap Jinri dengan tatapan tajam.

“Dasar egois…” ucap Hyerim “Kalau kau ingin memilikinya, baiklah, kau akan memilikinya nanti.” ucap Hyerim dan lalu langsung menarik Yoonjo pergi.

Sementara Jinri hanya menatap kepergian Hyerim dengan tatapan geram. Apa maksud perkataan Hyerim barusan? “Kau akan memiliknya nanti”.  Meremehkan dirinya yang seakan tidak akan pernah memiliki Luhan?

“Aku benci dirimu, Oh Hyerim.”

                             ****

Luhan beberapa kali melirik ke luar kedai bubble tea, berharap Hyerim datang. Sesekali pria itu melihat arlojinya dan sabar menunggu gadis itu datang.

Senyum terukir diwajah Luhan saat melihat seorang gadis memakai mantel berwarna cream dan payung berwarna pink, memasuki kedai bubble tea. Gadis bernama lengkap Oh Hyerim itu terus mengomel karena hujan deras yang tiba-tiba mengguyur kota Seoul, untung saja dirinya membawa payung, kalau tidak nasibnya akan kehujanan bahkan sekarang sebagian tubuhnya saja basah.

“Hyerim-ah!” seru Luhan sembari melambaikan tangannya pada Hyerim.

Hyerim hanya menatapnya sembari melotot, seakan berkata “Jangan keras-keras menyebut namaku, nanti beredar lagi berita tentang kita.” Luhan tersadar dan lalu kembali tenang, sebelum para pengunjung cafe menyadari kehadiran actress pemeran utama drama Winter Fantasy itu.

“Mau apa kau menyuruhku kemari?” ucap Hyerim saat berada di hadapan Luhan, lalu duduk di kursi didepan pria itu.

“Menghabiskan waktu bersama,” jawab Luhan enteng

“Tck! Seperti kencan saja,” decak Hyerim

“Memang itu yang kumau,”

“Tapi aku tidak mencintaimu, kau tahu sendirikan. Dan kita itu bukanlah sepasang kekasih!” Hyerim berucap tegas.

Luhan menghela nafasnya, ia hanya ingin menghabiskan waktunya dengan Hyerim, walau ia tahu gadis itu tidak mencintainya sama sekali.

“Kau tahu? Jika Yoonjo tidak memaksaku ke mari dan tidak ada hal yang ingin kubicarakan padamu, aku tidak mau datang ke sini,” ucap Hyerim

“Yoonjo memaksamu ke sini?” Luhan tiba-tiba terkekeh mendengarnya dan Hyerim mengangguk sembari cemberut.

“Dan ada hal apa yang ingin kau bicarakan padaku?” tanya Luhan saat mendengar alasan kedua gadis itu menemuinya sekarang.

Hyerim menarik nafasnya dan mehembuskannya, pertanda ia akan mulai berbicara panjang lebar. “Aku akan membuat berita bahwa kita putus,”

Luhan langsung terdiam saat mendengarkannya, mungkin ini memang yang terbaik. Ia harus mencari gadis yang lain, dan mungkin membiarkan Hyerim bersama dengan Jonghyun.

“Lalu?” tanya Luhan pelan

“Kamu harus mencari gadis yang lain,”

“Sudah kuduga,” ucap Luhan dalam hati dan lalu menatap lekat Hyerim yang sepertinya masih akan meneruskan ucapannya.

“Aku sarankan, dirimu…” ucap Hyerim mengatung sembari menundukan kepalanya dan meremas roknya, membuat Luhan menatapnya lebih dalam, tidak sabar apa yang akan ia ucapkan.

“Dirimu…memacari Jinri.” sambung Hyerim lalu menatap Luhan dan tatapan mereka bertemu untuk kesekian kalinya. Keduanya larut dalam tatapan masing-masing.

                      To Be Countinued

A/N : Hallo kembali bersama Elsa membawa FF astral ini ulalala -_- maafkan atas kegajean yang ada. Dan maaf baru sempet edit lagi. Mager cyin /dilindes/

Chapter selanjutnya sampai END bisa dibaca di HyeKim

See u~ ❤

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s