Pretty Devil [Part-2]

Pretty Devil Naughty

|| Title: Pretty Devil || Author: Phiyun || Genre: Comedy | Romance | Fantasi || Main Cast:  Sehun | Jiyeon || Lenght : Ficlet Series

Cerita ini hanya fiksi belakang. Cerita ini terinspirasi dari Webtoon yang judulnya untouchable. Namun  isi dalam ff ini hampir seluruhnya berbeda. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada di sini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee…😄

No Bash, Plagiat, Copypaste! Dont forget Like & Comment ❤

Preview: Part 1

*** Happy  Reading ***

-Keesokan harinya-

 

Di sebuah ruangan yang tak terlalu besar terlihat ada seseorang pria sedang tertidur pulas di atas ranjang  yang tak terlalu besar. Di sana juga ada seorang wanita sedang duduk tak jauh dari tempat pria itu tertidur. Wanita itu sedang sibuk menonton siaran televisi. Di saat itu juga sang pria pun mulai tersadar saat ia mendengar suara siaran televisi yang sedang di setel oleh gadis tersebut.

“Berita selanjutnya… Telah di temukan mayat seorang pria di dalam kamar hotel di daerah blok 5 tadi malam. Ada saksi yang mengatakan bahwa korban masuk ke dalam hotel bersama seorang wanita. Polisi saat ini sedang melacak wanita misterius itu dan di duga bahwa wanita itu juga terlibat dalam pembunuhan berantai yang terjadi akhir-akhir ini di pusat kota.

Mendengar berita itu, gadis berambut panjang itu pun hanya tersenyum. “Pasti itu maksudnya aku, ya?” ucapnya dengan nada yang santai.

Pria yang saat tadi enggan untuk membuka matanya, seketika ia langsung bangkit dari tidurnya saat mendengar suara seorang wanita yang tak jauh dari tempatnya berada. Betapa terkejutnya pria itu saat ia bangun dari berbaringnya, ia sudah melihat seorang gadis yang sedang duduk di samping ranjangnya.

“Si—Siapa kau??” tanya Sehun ragu. Dan gadis itu langsung menjawab pertanya pria tersebut dengan wajah yang sumeringah. “Ahh… kau sudah bangun?” balasnya sambil mendekat ke arah Sehun yang masih terlihat bingung.

“Kau ternyata berat juga, loh! Sampai-sampai aku harus minta pertolongan sama Pak Polisi. Oh iya bagaimana kondisimu.” tambah Jiyeon sambil mengecup lembut sisi pipi kanan Sehun.

Sehun tertegun. Ya, pria itu mematung saat bibir tipis Jiyeon menyapu lembut sebelah pipinya. Pria itu mencoba berpikir apa yang telah terjadi pada dirinya dan di saat ia telah mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya, pria jangkung itu langsung menjerit, “Tu…!!!” seraya mendorong tubuh Jiyeon setelah itu ia langsung berlari terbirit-birit.

~OoO~

“Tuhan! Ampuni aku!!!” seru Sehun sambil berlutut di atas pilar.

“Maafkan aku! Aku sudah berbuat dosa dengan seorang wanita!!!” jeritnya dengan kedua tangan yang mengepal ke depan dan dengan kepala yang tertunduk.

Melihat apa yang sedang di lakukan Sehun, Jiyeon menanggapinya dengan aneh. Ia meranggapan bila pria itu terlihat begitu terlalu berlebihan. Maka saat melihat itu Jiyeon pun berkata. “Tidak usah berlebihan kalau hanya ciuman saja.” ujarnya sambil berjalan menyusul pria yang saat ini sedang berlutut memohon ampunan kepada Tuhan.

Sehun menoleh, dan pria itu lalu mengangkat kepalanya ke arah Jiyeon yang saat ini sudah ada di sampingnya. “Aku ini pelayan Tuhan!”

“Ooh…”

“Jadi, aku tidak mau kita melakukan dosa seperti tadi malam. Kau itu wanita jadi tak boleh melakukan hal cabul semacam itu pada lawan jenismu.” dengan suara yang pelan namun tegas. Tapi Jiyeon nampaknya tak menggubris perkataan Sehun. Karena gadis itu malah mendekatkan kembali wajahnya dan tak lama kedua lengannya sudah tergantung di atas pundak pria tersebut. “Apa kau tak dengar!!!” bentak Sehun saat gadis itu hendak akan mencium dirinya.

Tak terima dengan prilaku kasar Sehun, Jiyeon langsung mencengkram leher milik pria tersebut. wajahnya yang saat tadi penuh dengan senyuman berubah drastis. Ya, ekspresi gadis itu terlihat datar dan dingin sama seperti tatapan matanya yang sedingin es,

“Aku sekarang sedang lapar… Kau membuat hatiku menjadi kesal, apakah kau tahu itu?” ucap gadis tersebut dan tak lama kemudian gadis itu berubah menjadi sesosok iblis. Ya, penampilan Jiyeon berubah menjadi wujud aslinya yang memiliki sepasang tanduk hitam yang besar nan runcing yang tiba-tiba tumbuh keluar dari sela-sela rambut halusnya yang berwarna keemasan. Dan tak di sana saja, kedua pundak gadis itu pun juga mengeluarkan sepasang sayap berwarna hitam pekat yang membentang lebar hampir sebesar ruangan dalam gedung gereja.

“Kau…” Sehun terkejut saat melihat penampakan asli yang di perlihatkan jIyeon pada dirinya. “Kau….”

Belum sempat Sehun menyelesaikan ucapannya, Jiyeon sudah memotongnya. “Ya, aku adalah iblis, yang haus akan jiwa-jiwa manusia.” ucapnya, “Cabul…?? Kau benar aku adalah iblis cabul yang akan memperkosa dirimu sebelun rohmu kumakan.” sambil menyeringai.

Kedua mata Sehun terbuka lebar dan dengan tangan yang bergetar pria itu menyodorkan kalung salipnya ke arah Jiyeon sambil berkata. “Pergilah kau iblis!” teriaknya. Merasa di tantang oleh pria yang ada di depannya, Jiyeon langsung terbang secepat kilat menghampiri Sehun yang sedang mengacung-acungkan kalung salip miliknya. Dan dalam hitungan detik, Jiyeon langsung merebut kalung tersebut dari gengaman Sehun setelah itu, kalung itu pun di buangnya.

“Yah… kau pikir aku ini takut dengan hal semacam itu…” kekehnya dengan suara geli. Sehun semakin terpojok, sampai-sampai pria itu harus memundurkan tubuhnya untuk menjauh dari iblis wanita tersebut. “Ha—harusnya aku bawa bawang putih.” gumam pria itu dengan tampang polosnya.

Jiyeon semakin tertawa lebar saat mendengar pernyataan Sehun. “Asal kau tahu ya, wahai manusia. Aku ini tak takut dengan apa yang kau katakan tadi. Salip, bawang, peluruh timah perak atau air suci itu tak akan bisa membuat kumati.”

“Ja—jadi, apa yang bisa mem—membuatmu  mati?” tanya Sehun kembali dengan terbata-bata.

“Tak ada.” balasnya. “Tapi ada satu yang kutakuti.”

“Aa—apa i—it..” belum sempat pemuda itu berkata, sebelah tangan Jiyeon yang runcing telah melingkar di leher miliknya. Ia menggegam erat leher jenjang milik Sehun dengan sorot mata yang penuh dengan hawa pemburu.

“Shhhhuutt…” bisik iblis cantik itu sambil sebelah jarinya mengusap lembut bibir milik Sehun yang saat ini sedang bergetar hebat karena merasa ketakutan. “Aku tak bermaksud menakuti dirimu, wahai mahluk adam… tapi karena kau sudah bertanya padaku jadi aku akan menjawabnya.”

Lalu tubuh Sehun pun di dorongnya ke sisi tembok oleh iblis cantik tersebut. Kedua mata kecoklatan milik pemuda itu terbuka dengan lebar saat menatap dalam manik milik Jiyeon. di perlakukan seperti itu membuat Jiyeon semakin ingin menggoda mangsanya. “tak beberapa lama kemudian Jiyeon mulai menyodongkan tubuhnya untuk merapat ke tubuh Sehun yang mulai menggigil.

“Aku kasih tahu ya, apa yang membuatku takut..” gumamnya dengan suara setengah berbisik di sebelah daun telinga milik Sehun. “Aku takut, bila aku tak kuat menahan rasa laparku, kau bisa langsung mati ditanganku.”

Pupil kecoklatan milik pemuda itu seketika melebar saat Jiyeon tiba-tiba mencium kembali bibirnya seperti saat malam sebelumnya. Bukan di situ saja, iblis cantik itu juga langsung merobek pakaian yang dikenakan oleh pendeta Oh, seraya mulutnya masih dengan liar melumat bibir pemuda tersebut seolah iblis itu akan bersiap-siap menghisap roh mangsanya kapan saja ia inginkan.

~OoO~

-Beberapa jam kemudian-

 

“Eengghh…” erang Sehun pelan sambil seblah tangannya memegangi atas kepalanya yang saat ini terasa pusing. Ia merasa kepalanya seakan ingin pecah dan saat pemuda itu hendak bangun dari atas ranjangnya, kedua kakinya tak mampu menompang berat badannya dan…

“Brrukk!!!” tubuh Sehun terjungkal ke bawah lantai beserta dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.

“Auww…” rintihnya kembali sambil mengelus-elus sebelah sikunya dan saat ia mengelus sebelah sikunya, pria itu tersadar bahwa dia tak memakai sehelai benang pun. Dengan cepat pria itu langsung menutup semua tubuhnya dengan selimut dan saat ia hendak berlari untuk mengambil pakaian terdengar suara seorang gadis memanggil namanya.

“Kau sudah bangun?” Langkah kaki pemuda itu terhenti dan perlahan-lahan ia menoleh kebelakang dan benar apa yang ia takutkan terjadi. Ya, di atas ranjangnya sudah ada Jiyeon yang sedang setengah berbaring tanpa sehelai benang pun di atas ranjangnya.

Kemolekan tubuh gadis itu begitu mengiurkan,  rambut keemasannya yang jatuh  terurai lembut di atas kulitnya yang putih membuat sosok gadis itu terlihat sensual apalagi bibir gadis itu terlihat menggoda dengan bibir yang berwarna kemerahan. Tak ada sosok menyeramkan saat tadi. Di mata Sehun, perempuan yang saat ini ada di hadapannya seperti selayaknya manusia biasa. Tak ada sepasang tandung maupun kepakan sayapnya yang berwarna hitam.

“Apa kau baik-baik saja…” tanya Jiyeon kembali saat melihat Sehun yang saat ini sedang mematung di depannya dengan tubuh yang terbalut dengan selimut. Saat akal sehat Sehun kembali, seketika tubuh pemuda itu tumbang.

“Bruuukk!!!”

Ya, tubuh Sehun jatuh berlutut di depan gadis itu. Melihat tubuh Sehun roboh, Jiyeon langsung berlari menghampiri dirinya. “Yak… apa kau baik-baik saja??” tanya Jiyeon kembali. Sehun tetap terdiam saat Jiyeon menanyakan keadaan dirinya.

Beberapa saat kemudian pria itu pun berkata. “A—apa ya—yang  k–kau…” lirihnya.

“A-apa… apa yang kau katakan?”

Seraya menggegam erat selimut yang membaluti tubuhnya, Sehun mulai berkata kembali. ”A—apa yang kau lakukan pada diriku!” jerit Sehun dengan nanar yang berkaca-kaca saat menatap lawan bicaranya.

-TBC-

~OoO~

Aloha… ketemu lagi kita di sini, mudah-mudahan kalian gak bosen yah ketemu dengan diriku terus ^^

Aku bawakan updetan FF Pretty devil part 2-nya nih buat kalian semua, berhubung ada banyak readers yang minta next jadinya daku semangat buat ngelajutin. Semoga kalian semua menyukai Part ini. Entah mengapa khayalan penulisnya menjadi semakin liar waktu buat part ini /mode yadong ON/ padahal ini lagi bulan puasa haduh…. Untung daku nulisnya dah buka, keke 😀 Maap ya ceritanya kalau rada ngawur n gaje tingkat dewa, Hoho 😀 sama kaya yang buatnya ><

FF ini juga pernah aku publish di sini

Penasaran sama kelanjutannya, ayo jangan jangan lupa tinggalkan jejaknya di sini ya, biar penulisnya lebih semangat lagi buat update nih FF, (Hehhe, modus nih penulisnya :D)

Untuk reader’s yang lagi menunggu ff ku yang Fallin dan Amarllis maaf aku gak bisa update minggu ini. Tapi bakalan aku usahain itu FF bakalan di publish di bulan ini. Jadi di tunggu aja yah ^^ See you n makasih banyak buat reader yang dah nyempetin waktunya buat baca + ninggalin komennya di sini ❤

Advertisements

50 thoughts on “Pretty Devil [Part-2]

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s