The Darkest Side Chapter 1

The Darkest Side

Setelah menghadapi Kyuhyun, Hyera segera pergi dari kantor tersebut. Dia tidak menghiraukan tatapan resepsionis maupun orang-orang yang penasaran. Karena saat ini wajah Hyera sangat merah padam menahan amarah. Apalagi perkataan Kyuhyun yang terakhir masih terngiang dengan jelas dikepalanya. Dia tidak merasa mengenal Kyuhyun sebelumnya yah kecuali kemarin malam saat lelaki itu tiba-tiba datang menghampirinya.

Hyera merebahkan tubuhnya dikasur setelah sampai dirumahnya. Sebuah rumah kecil yang ia sewa beberapa tahun yang lalu. Hari ini Hyera merasa benar-benar lelah. Dia hanya ingin tidur walaupun hari masih siang. Cuaca diluar juga masih panas. Hyera yakin cuciannya yang banyak tadi bisa kering dengan cepat jika cuacanya seperti ini.

Ponsel gadis itu bergetar ketika dia sedang mencoba untuk tidur. Hyera meraba-raba pinggiran kasur untuk mencari ponselnya. Gadis itu mengernyit bingung ketika dilayarnya tertera nama ayahnya. Pasti ada sesuatu yang terjadi pada keluarganya.

“Hallo Appa.” Hyera diam, dia mendengarkan semua kata-kata yang disampaikan oleh ayahnya. Tatapannya berubah menjadi sendu. Dia hanya mengatakan ‘ya’ dan kemudian menutup teleponnya. Hari ini benar-benar hari yang buruk menurutnya. Tadi dikantor dia mendapat kejutan yang sangat besar dari bosnya yang tak lain adalah Kyuhyun, si pria misterius. Dan sekarang keluarganya menghubunginya dengan kabar buruk. Adik semata wayangnya sakit parah dan memerlukan operasi minggu depan. Gadis itu menunduk ketika kata-kata ayahnya terngiang kembali.

“Hyera-ya, hanya kamu satu-satunya keluarga kami yang berada dikota. Adikmu harus segera dioperasi, jika tidak segera dilakukan dia tidak bisa bertahan lebih lama. Kami memerlukan uang 200 juta Hyera-ya.” Dan suara ayahnya yang menahan isakan membuat hati Hyera terasa ngilu. Hanya dia satu-satunya harapan yang dimiliki oleh kedua orang tuanya. Namun mendapatkan uang satu minggu adalah hal yang mustahil bagi Hyera. Gadis itu menggelengkan kepala kemudian kembali berbaring untuk tidur. Nanti dia akan memikirkan uang itu setelah bangun tidur. Karena saat ini kepala Hyera terasa benar-benar pusing.

***
Hyera terbangun ketika hari menjelang malam. Kamarnya dalam keadaan gelap, tentu saja Hyera belum menyalakan lampu ketika dia tidur tadi. Gadis itu merasakan kepalanya sedikit pusing, mungkin efek dari tidur yang terlalu lama. Namun ada yang ada aneh, gadis itu merasakan keanehan. Walaupun ruangan itu gelap, namun disana terasa sangat dingin. Dan dia juga yakin jika ruangan itu sangat luas. Gadis itu bergerak turun untuk mencari sakelar lampu, dia menggaruk kepalanya ketika tidak kunjung menemukan tembok. Hyera berhenti berjalan, dia mengingat-ingat kejadian terakhir kali sebelum dia bangun ditempat asing tersebut. Menerima telepon dari ayahnya kemudian kembali tidur. Hyera mengernyit ketika menyadari tidak ada yang aneh sama sekali.

Ketika dia hendak berjalan kembali, tiba-tiba lampu diruangan tersebut menyala sangat terang membuat Hyera harus menutup mata karena silau. Kedua tangannya dijadikan penghalang agar cahaya yang datang tidak membutakan matanya. Setelah dirasanya kedua matanya dapat menyesuaikan dengan pencahayaan, Hyera menurunkan tangannya dan terkejut ketika mendapati dirinya tengah berdiri disebuah kamar besar dan terlihat mewah. Bahkan dia menghadap sebuah lemari besar yang terdiri dari banyak pintu. Mungkin dibaliknya ada banyak pakaian mewah. Bukankah seperti itu yang dia lihat didalam drama? Hyera terkekeh dalam hati. Kemudian raut wajahnya berubah ketakutan ketika menyadari kehadiran orang lain di dalam kamar tersebut. Walaupun Hyera tidak melihat kehadiran orang itu, namun dia dapat merasakan orang tersebut dibelakangnya. Dan seketika itu juga Hyera berbalik dan benar-benar terkejut. Laki-laki itu, dia duduk dengan angkuh di sofa mewah yang terletak di sebelah kanan ranjang dekat dengan pintu. Sementara Hyera berdiri disisi sebelah kiri ranjang. Laki-laki itu duduk dan menatapnya datar. Kedua tangannya bersedekap didepan dada.

“Ba..bagaimana aku bisa ada disini, Cho Kyuhyun-ssi?” Hyera mengumpat dalam hati. Kenapa lagi-lagi dia tidak bisa membaca pikiran lelaki itu. Sebenarnya dia makhluk apa? Apa jangan-jangan dia vampir atau makhluk sejenisnya? Dan semua kebingungan Hyera terjawab ketika Kyuhyun berdiri dan mendekat padanya.

“Aku manusia biasa. Jauhkan semua pikiran bodohmu.” Hyera melebarkan matanya ketika menyadari bahwa Kyuhyun bisa membaca pikirannya.

“Tidak, aku tidak bisa membaca pikiranmu.” Kyuhyun tersenyum miring menyadari raut bingung Hyera. Dia memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana santai yang dikenakannya kemudian berbalik dan melangkah pergi.

“Tunggu.” Hyera menginterupsi Kyuhyun membuat lelaki itu berhenti berjalan. Gadis itu berdehem sebentar kemudian menarik nafas. Sebenarnya dia ragu dan malu bertanya pada Kyuhyun. Namun dia tidak tahu sekarang berada dimana. Hyera takut? Tidak, gadis itu sudah biasa disekap karena beberapa kali dengan brutal dia memukuli orang yang berbuat macam-macam padanya. Memukuli dalam arti menggunakan senjata. Dan dia selalu berhasil meloloskan diri dari para orang brengsek yang menyekapnya. Tentu saja membaca pikiran orang tersebut. Namun kali ini Hyera ragu dia bisa lolos dari Kyuhyun jika dia memang disekap oleh Kyuhyun.

Hyera mengusap tengkuknya dengan kikuk. “Aku dimana?”

Kyuhyun diam sebentar kemudian tertawa meremehkan. Dia melanjutkan jalannya dan berhenti ketika tiba diambang pintu. “Kau dirumahku. Bersiaplah untuk makan malam.” Setelahnya Kyuhyun menutup pintu dengan gerakan cepat namun tidak sampai berbunyi keras.

Sementara itu, Hyera hanya berdiam diri. Diliriknya pakaiannya, masih utuh dan masih sama. Itu berarti dia tidak diapa-apakan oleh Kyuhyun selama dia tertidur tadi. Dia masih melanjutkan kegiatan mengamati kamar tersebut kemudian menepuk pipinya pelan. Hyera tidak menyangka bahwa sekarang dirinya tengah berada dirumah bosnya. Dan yang membuat Hyera bingung, bagaimana mungkin dia bisa terbangun dikamar bosnya. Jika dia diculik harusnya dia disekap digudang bukan dikamar mewah seperti ini.

Suara ketukan dipintu membuyarkan pemikiran Hyera. Gadis itu berjalan pelan menuju pintu dan membukanya. Dia melihat dua orang wanita berseragam pelayan sedang berdiri dengan senyum ramah didepan pintu.
“Kami diperintahkan Tuan Cho untuk membantu anda bersiap.” Seorang pelayan yang terlihat lebih tua membungkuk pada Hyera dan diikuti oleh satu pelayan lainnya. Hyera hanya tersenyum kikuk kemudian sedikit menyingkir agar para pelayan itu bisa masuk kedalam. Para pelayan itu terlihat sangat tulus, bahkan tadi Hyera sempat mendengar melalui pikiran pelayan itu jika dia sangat kagum pada Hyera yang cantik natural.

Rasanya benar-benar menyenangkan walaupun sedikit tidak nyaman. Mandi dengan air hangat dan aromatherapy. Aroma lavender membuat seluruh otot tubuhnya terasa rileks. Walaupun sebelumnya tadi dia meminta agar pelayan pergi namun para pelayan itu keukeuh ingin membantu Hyera. Alhasil gadis itu memilih mengalah daripada menimbulkan keributan dirumah itu. Hyera tidak akan memulai keributan jika tidak dipicu terlebih dahulu. Apalagi prinsipnya menghormati orang yang lebih tua darinya benar-benar diterapkan olehnya.

Hyera membuka matanya ketika salah satu pelayan memanggil namanya kemudian menyerahkan handuk kering pada Hyera. Setelah selesai mandi, kedua pelayan itu mendadaninya dengan cekatan. Seperti membantu Hyera memakai dress selutut dan membantu menyapukan bedak untuk mempercantik wajah Hyera yang terlihat pucat dan tidak terawat sama sekali. Sejujurnya Hyera ingin menolak semua perlakuan itu. Dia tidak terbiasa diperlakukan seperti ratu. Karena sejak kecil kedua orang tuanya mendidiknya dengan keras agar dia mandiri. Maka dari itu Hyera sedikit kikuk ketika pelayan itu memberikan hal yang benar-benar mewah padanya.

Setelah selesai , Hyera berdiri kemudian menatap takjub pantulan dirinya dikaca. Sangat cantik. Bahkan Hyera ragu jika itu dirinya. Selama ini dia hanya mengenal jeans dan kaos longgar. Untuk melakukan interview di Luc Corp. saja dia harus meminjam pakaian pada laundry tempatnya bekerja paruh waktu. Dress berwarna merah marun membungkus badannya dengan pas, seakan pakaian itu dijahit memang dikhususkan untuknya. Rambutnya yang berwarna hitam digerai dan terjatuh lurus dipundaknya.

Kedua pelayan tadi membungkukkan badannya kemudian mempersilahkan Hyera untuk turun. Dia berjalan pelan karena menggunakan high heels tinggi dan Hyera sangat tidak terbiasa dengan hal itu. Matanya memandang takjub keruangan sekelilingnya. Dia tengah berada disebuah ruang makan. Perabotan yang tertata dengan rapi disana semuanya terlihat mahal. Guci antik yang dipajang disetiap sudut ruangan membuat Hyera menelan ludah dengan kasar. Apa Cho Kyuhyun selalu dikelilingi hal mewah seperti ini? Jika iya, maka Hyera benar-benar harus lebih waspada. Dia memang ingin menjadi orang kaya, tapi dia tidak mau berhubungan dengan orang kaya. Hyera ingat bahwa ayahnya mengatakan bahwa orang kaya itu bisa berbuat seenak hati. Dan Hyera juga telah merasakan hal itu. Diperlakukan sesuka hati, diinjak-injak harga dirinya. Itulah yang membuat Hyera merasa harus waspada.

Kyuhyun berdehem membuat Hyera terlonjak kaget. Lelaki itu berdiri tepat dibelakangnya. Kemudian meraih tangan Hyera dan membawanya keruang makan lalu menyuruhnya duduk untuk makan malam bersama. Meja panjang yang menjadi penghalang mereka telah penuh dengan berbagai jenis hidangan. Meja yang dekat dengan Kyuhyun penuh dengan makanan barat khas Eropa sedangkan meja bagian Hyera penuh dengan makanan khas Korea. Dan semuanya mampu menggugah selera makan Hyera. Gadis itu menatap makanan didepannya dengan mata berbinar. Sudah lama sekali rasanya dia tidak merasakan makanan mewah seperti itu. Dan mereka memulai makan malam dengan hening.

“Kau menikmatinya?” Kyuhyun membuka percakapan. Mereka sudah menyelesaikan makan malam dan sedang duduk diruang kerja Kyuhyun. Lebih tepatnya, Kyuhyun duduk dikursinya dan Hyera duduk disofa yang terletak tidak jauh dari meja kerja Kyuhyun.

Hyera menunduk tidak berniat menjawab. Dia masih ragu tentang sikap Kyuhyun apalagi mereka yang baru mengenal. Semuanya terlihat semu bagi Hyera. Menggiurkan namun dia tidak tahu kapan hal yang menggiurkan itu akan menjadi bumerang yang menghancurkannya.

“Kenapa anda membawa saya kesini?” Bukannya menjawab pertanyaan Kyuhyun, Hyera justru melemparkan sebuah pertanyaan pada lelaki itu.

Kyuhyun diam, tidak berniat menjawab pertanyaan Hyera. Dia menarik laci yang berada dimeja kerjanya kemudian melemparkan sebuah map kehadapan Hyera. Surat perjanjian? Gadis itu menatap Kyuhyun dengan bingung dan memilih membuka map tersebut dengan pelan. Dan seketika itu juga matanya membelalak ketika membaca sederet kata-kata yang tertera dalam surat perjanjian tersebut. Air mata berhasil lolos dari mata indahnya. Hyera mengerjapkan matanya, berharap penglihatannya salah. Namun tidak ada yang berubah, tanda tangan itu tidak salah. Disana tercantum tanda tangan Park Ji Hwan, ayahnya. Dan hati Hyera semakin sesak ketika mengetahui persyaratan diperjanjian tersebut. Dia berdiri dan menatap Kyuhyun dengan marah kemudian melempar map itu didepan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun yang sedari tadi berkutat dengan laptopnya mendongakkan kepala.

“Apa maksudnya itu Cho Kyuhyun-ssi?” Hyera mengepalkan tangannya. Matanya berair dan berwarna merah. Namun dia tidak menangis, dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan Kyuhyun. Maka dari itu sebagai pelampiasannya, Hyera mengepalkan tangannya dan menggigit bibir bawahnya.

Kyuhyun sudah menebak bahwa Hyera akan bereaksi seperti itu. Dia melepaskan kaca mata yang dikenakannya kemudian tersenyum miring. “Kau mempunyai otak yang jenius bukan? Tentunya kau bisa mencerna kata-kata itu.”

“Jelaskan padaku.” Hyera menggeram tertahan ketika Kyuhyun justru melemparinya dengan kata-katanya yang beracun.

Senyum sinis masih tersungging dibibir Kyuhyun dan lelaki itu memilih menjelaskannya pada Hyera. “Satu minggu yang lalu ayahmu datang padaku. Dia meminjam uang sebesar 500 juta untuk pengobatan adikmu. Dengan kau sebagai jaminannya.” Singkat. Kyuhyun tidak ingin menjelaskan secara bertele-tele pada Hyera. Dia menatap Hyera yang balik menatapnya dengan marah. Kyuhyun tahu bahwa perkataannya tadi menyinggung Hyera, itu saja dia sangat bersyukur tidak mengatakan hal yang lebih menyakitkan lagi pada Hyera. Misalnya seperti ‘kau dijual ayahmu padaku.’ Itu akan lebih menyakitkan lagi ditelinga Hyera. Lelaki itu mengambil map tersebut dan memasukkannya kembali kedalam laci.

“Kau pasti berbohong. Ayahku tidak mungkin melakukan itu. Lagipula aku yakin dia tidak mengenalmu. Dan….” Hyera berhenti sejenak, dia memejamkan kedua matanya ketika suara ayahnya yang menahan isakan kembali membayanginya. “Ayahku membutuhkan uang untuk pengobatan adikku tadi siang.” Gadis itu menghembuskan nafas kesal. Dia menatap Kyuhyun dengan pandangan menuduh. Bisa saja ini adalah rencana lelaki iblis didepannya itu untuk membuat Hyera semakin terpuruk.

“Operasi pertama adikmu gagal dan membuatnya koma. Aku tahu kau kesulitan mendapatkan uang itu. Maka dari itu aku berbaik hati akan memberimu uangnya. Tapi dengan satu syarat.”

“Apa?”

Kyuhyun menimang sebentar kemudian menatap Hyera dengan tajam. “Kau harus memenuhi surat perjanjian itu. Tidak membantah segala perintahku.”

Hyera tercenung sesaat, dia ingin lari dari semua ini. Namun rasanya tidak mungkin. Hutang ayahnya yang sebelumnya masih menumpuk sebesar 500 juta dan ditambah lagi 200 juta. Hyera yakin walaupun dia bekerja ditempat yang suksespun akan sangat sulit membayar hutang tersebut. Namun gadis itu merasa direndahkan, dia merasa dijual oleh ayahnya sendiri. Namun harus bagaimana lagi, tidak ada jalan lain yang dapat ditempuhnya.

“Aku akan bekerja dan melunasi hutang ayahku.” Kau bodoh Park Hyera. Bagaimana mungkin dia mengatakan hal yang irasional seperti itu pada Kyuhyun. Tentu saja lelaki itu membalasnya dengan tawa yang menyeramkan sekaligus tawa meremehkan. Sampai matipun kau tidak akan bisa melunasi hutang-hutang itu. Hyera mengutuk dalam hati, namun dia tidak menyesali perkataannya barusan.

“Sekalipun kau bekerja disini seumur hidup. Uang dari gajimu tidak akan mampu melunasi hutang-hutang itu.” Hyera membenarkan perkataan Kyuhyun dalam hati.

“Mulai hari ini kau akan tinggal disini.” Kyuhyun mengucapkannya penuh penekanan. Dia mencium pipi Hyera sekilas kemudian berlalu meninggalkan ruangan kerjanya. Sementara Hyera, gadis itu masih berdiam diri. Dia menundukkan kepala kemudian menangis. Hidupnya semakin sulit, padahal dulu dia berharap kehidupannya semakin membaik dari hari kehari. Namun sepertinya semuanya hanya tinggal mimpi.

***

Pagi pertama dirumah Kyuhyun. Hyera masih bergelung dibalik selimutnya. Semalam dia begadang mencoba mencari jalan keluar dari permasalahan itu yang menyebabkannya masih tertidur. Dia menggeliat pelan kemudian terlonjak kaget ketika menyadari satu hal, hari ini adalah hari pertamanya bekerja. Dan Hyera bisa dimarahi karena terlambat datang. Gadis itu meloncat dari ranjangnya, dia masih sempat bingung ketika terbangun ditempat asing. Setelah selesai mandi, Hyera berdandan dengan cepat. Mengikat rambutnya secara asal dan membuka lemari besar yang sudah berisi pakaian barunya. Gadis itu turun kelantai bawah sedikit tergesa dan dia menemukan dua orang pelayan tengah membersihkan ruang tamu. Hyera menghampiri pelayan tersebut dan meminta izin untuk dibukakan pintu karena dia akan berangkat bekerja.

“Maaf Nona. Tapi Tuan Cho berpesan kepada kami untuk tidak membiarkan anda bekerja.” Hyera menggeram dalam hati ketika pelayan yang membantunya bersiap semalam mengatakan hal itu dengan lembut. Kedua pelayan itu membungkukkan badan dan undur diri untuk kembali kedapur. Akhirnya Hyera hanya bisa pasrah, dia masuk kembali kedalam kamarnya untuk melepaskan pakaian formal yang digunakannya dan menggantinya dengan pakaian yang lebih santai.

Hari masih pagi dan Hyera tidak tahu harus melakukan apa. Dia tidak biasa duduk ataupun berdiam diri dirumah. Cita-citanya ingin menjadi seorang wanita karir yang sukses, membanggakan kedua orang tuanya. Namun kehadiran Kyuhyun seperti menjadi sebuah penghalang besar. Hyera keluar dari kamarnya dan turun menuju dapur. Padahal hari ini dia ingin bertemu dengan Kyuhyun untuk kembali merundingkan masalah semalam. Namun sepertinya Hyera harus mengurungkan niatnya, karena Kyuhyun sudah berangkat kerja sebelum dia bangun.

Koki dirumah itu membungkuk ketika melihat Hyera berjalan kearahnya. “Aku ingin memasak syamgupsal.” Sang koki menoleh ketika nona barunya mengatakan keinginannya kemudian mengangguk dan tersenyum.

“Saya akan memasakkannya untuk anda.” Begitulah yang dikatakan oleh koki tersebut membuat Hyera mendelik tajam kearah koki tersebut.

“Aku ingin memasak. Bukan menyuruhmu memasak.” Hyera berdecak ketika koki tersebut menggerutu dalam hati. Namun dia mengurungkan niatnya kembali ketika sang koki terdiam. Koki itu mengatakan bisa dipecat oleh Tuannya karena telah melanggar perintah. Hyera tahu perintah yang dimaksud oleh koki tersebut adalah perintah untuk tidak membiarkannya menyentuh apapun dirumah itu.

“Sudahlah lupakan. Aku tidak jadi makan.” Hyera turun dari kursi tinggi yang tadi didudukinya. Dia berjalan keluar dari dapur dan berbelok arah menuju taman bunga yang terletak disamping rumah. Taman itu terlihat sangat indah. Penuh dengan bunga yang sedang mekar, dan Hyera tersenyum ketika bunga favoritnya terlihat segar dan sedang mekar. Gadis itu berlari kecil untuk memetik bunga tersebut. Dia tidak menyadari bahwa tanahnya licin.

“Awas Nona…” Teriakan seorang pelayan membuat Hyera menoleh. Namun terlambat, dia sudah jatuh dan bokongnya menempel sempurna ditanah. Gadis itu meringis dan berdiri dibantu oleh pelayan tersebut. Pelayan itu mengenakan pakaian berkebun yang sangat sederhana dan terlihat nyaman.

Mereka duduk dikursi bawah pohon untuk mengoabati luka dikaki Hyera yang terkilir. Pelayan itu dengan telaten memijat pergelangan kaki Hyera. Gerakannya pelan namun teratur agar tidak menyakiti Hyera.

“Siapa namamu?” Tiba-tiba saja Hyera tertarik pada pelayan tersebut. Dia terlihat masih muda. Mungkin hampir seumuran dengannya. Hyera menurunkan kakinya ketika sang pelayan sudah selesai memijatnya. Gadis itu meunggu hingga pelayan tersebut selesai membereskan kotak obat.

“Namaku Clovis Nona.” Pelayan itu duduk disamping Hyera dan mengamati pemandangan didepannya.

“Kau sudah bekerja lama pada Kyuhyun?” Hyera tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya. Dia hanya ingin tahu kenapa Kyuhyun mengurungnya, dan dia akan bertanya pada Clovis walaupun nantinya Clovis tidak akan memberitahu semuanya dia tetap bisa membaca pikirannya pelayan itu.

“Ya. Sekitar 4 tahun mungkin.” Clovis masih menatap lurus kedepan tidak menghiraukan Hyera yang mencoba menarik perhatiannya. Agar dia mau menatap Hyera.

Hyera tidak banyak bertanya pada Clovis. Justru Clovislah yang sering bertanya padanya. Mereka menghabiskan waktu untuk bercerita ditaman tersebut. Berbicara kesana kemari dari hal yang serius hingga kejadian lucu, tak jarang juga Hyera tertawa karena beberapa kejadian yang diceritakan oleh Clovis. Sebenarnya Hyera sudah mengerti apa saja yang akan dibicarakan Clovis, namun dia tetap menghargai Clovis dengan tidak menyela ketika wanita itu berbicara. Mereka tidak menyadari bahwa waktu bergerak dengan cepat. Matahari sudah berada dipuncak tertinggi membuat cuaca menjadi sangat panas. Hyera mengipas-ngipaskan jarinya, sesekali dia menyeka keringat yang menetes dipelipisnya. Sejak tadi Clovis menyruhnya untuk masuk kedalam rumah. Namun Hyera merasa tidak enak karena mengganggu pekerjaan Clovis, hingga wanita itu harus melanjutkan pekerjaannya dibawah terik matahari. Sedangkan Hyera menungguinya dengan duduk diatas kursi. Baju tipis yang digunakannya sudah hampir basah karena peluh.

“Masuklah Nona. Saya bisa terkena marah oleh Tuan Cho Kyuhyun jika beliau memergoki anda disini.” Clovis sekali lagi menyuruh Hyera masuk kedalam rumah. Namun karena sifat keras kepala yang dimiliki Hyera, gadis itu tetap duduk ditempatnya walaupun dia sudah benar-benar kepanasan. Namun hal itu bukan sesuatu yang aneh bagi Hyera, dia sudah biasa berpanas-panas ria seperti ini. Apalagi dengan melakukan pekerjaan. Namun rasanya lebih panas lagi jika dia hanya diam tidak melakukan apapun. Hingga akhirnya Hyera mempunyai inisiatif untuk membantu Clovis memetik bunga. Namun baru saja gadis itu berdiri, seorang pelayan berlari kearahnya. Pelayan itu sedikit terengah dan menunduk tanpa menatap Hyera. Sepertinya semua orang disini sudah mengetahui kemampuannya yang dapat membaca pikiran. Terlihat sekali dari beberapa pelayan yang ditemuinya enggan menatap mata Hyera. Namun Clovis masih menghormatinya ketika mereka berbicara, wanita itu masih menatap Hyera. Walaupun beberapa kali membuang pandangan kearah lain.

“Tuan Cho mencari anda.” Pelayan itu mengatakannya dengan singkat dan segera berlalu pergi tanpa menatap Hyera sama sekali.

Hyera menghela nafas kemudian melambaikan tangan pada Clovis dan masuk kedalam rumah. Dia sedikit berjalan tergesa ketika beberapa pelayan terlihat terburu-buru berjalan sedikit menjauhinya namun tetap sopan padanya. Gadis itu menuju lantai dua , kearah kamarnya. Dia yakin Kyuhyun menunggunya disana. Ketika dia membuka pintu, Kyuhyun sudah berdiri didekat ranjang dan menatapnya tajam.

“Aku tidak menyuruhmu untuk berkebun.” Suara Kyuhyun dingin dan ketus membuat Hyera memutar bola mata. Memangnya siapa dia hingga berhak mengaturku? Hyera protes dalam hati dan tentu saja dia tidak berani mengutarakannya langsung pada Kyuhyun.

Diamatinya pakaian Hyera dari atas hingga bawah kemudian menggeram ketika pakaian atas gadis itu sedikit basah akibat keringat. Dengan langkah lebar Kyuhyun berjalan menghampiri Hyera. Setelah jaraknya dekat, tangan Kyuhyun yang kekar merobek pakaian atas Hyera membuat gadis itu melotot dan tangannya dengan cepat menutupi bagian dadanya yang hanya tertutupi oleh bra.

“Apa yang kau lakukan?” Hyera membentak Kyuhyun, dia merasa Kyuhyun sedang melecehkannya. Jika memang Kyuhyun tidak suka Hyera memakai pakaian tersebut, seharusnya lelaki itu mengatakan kepadanya, bukan asal robek pakaiannya.

Kyuhyun membuang pakaian Hyera yang berada ditangannya kelantai. Kemudian semakin mendekati gadis itu. Salah satu tangannya menarik tangan Hyera yang menutupi dadanya. Sedangkan tangannya yang lain memegang rahang Hyera. Kyuhyun sedikit menundukkan wajahnya hingga hanya berjarak beberapa cm dari Hyera.

“Dengar sayang, jangan melakukan sesuatu yang membuatku marah. Karena jika kau melakukannya kau akan mendapatkan hukuman.” Hyera bergetar ketika Kyuhyun mengatakannya. Suara penuh ancaman dan mengintimidasi serta aura yang dikeluarkan oleh Kyuhyun begitu mengerikan. Mata laki-laki itu menggelap dan menatapnya penuh amarah. Hyera tidak tahu jika berpakaian seperti itu dapat membuat Kyuhyun marah. Menurutnya pakaian yang dikenakannya tadi cukup sopan jika itu yang dikhawatirkan Kyuhyun. Sikap dominan lelaki itu membuat Hyera ingin melawannya.

Baru saja dia hendak membuka mulutnya untuk melawan Kyuhyun, lelaki itu sudah terlebih dulu meraup bibirnya dan menciumnya dengan liar membuat Hyera meronta karena perlakuan Kyuhyun. Hatinya benar-benar sakit diperlakukan seperti itu oleh Kyuhyun, dia merasa seperti pelacur murahan. Apalagi dengan kondisinya yang setengah telanjang.

Kyuhyun melepaskankan ciumannya kemudian meraih oksigen sebanyak-banyaknya. Tangannya melepaskan cekalannya dan berganti memeluk pinggang ramping gadis itu.

“Aku menginginkanmu Sayang.” Ucap Kyuhyun dengan halus. Tatapan tajamnya berubah menjadi lembut. Mata hitam legamnya tidak lagi menatap Hyera dengan pandangan mengintimidasi. Melainkan menatap gadis itu dengan pandangan berkabut penuh gairah.

Sementara Hyera dia hanya menutup matanya, tangannya berpegangan pada jas Kyuhyun. Gadis itu sungguh ingin melarikan diri, tapi sekali lagi dia tidak bisa. Lagipula jika dia melawan maka akan dipastikan bahwa Kyuhyun semakin murka kepadanya. Akhirnya yang bisa dilakukan Hyera hanya pasrah ketika Kyuhyun mulai mengecupi wajahnya.

Advertisements

2 thoughts on “The Darkest Side Chapter 1

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s