Freelance- Naman Sarangbwajo (Chapter 4A)

wef-copy

[Freelance ] Naman Sarangbwajo (chapter 4A)

story by Nani hunhan
cast(s): Oh Sehun, Im Yoona, Park Chanyeol, and find it.
Genre: school life, friendship
Rating: PG-13

poster by Deerkkamjong07 ( http://deerkkamjong0794.wordpress.com )

this story is pure my idea. But, the cast not mine.
Silent readers? Andwe!!!!!!!

#Happy Reading#

***

“Him, Bacon, lakukan sesuatu.” ujar Dasom khawatir.
Baekhyun hanya melongo tak tahu apa yang harus dilakukan, sedangkan Himchan memandang malas peristiwa didepannya.

“Dengar bung, cinta itu tak bisa dipaksakan. Persahabatan kita hancur karena aku tak membalas perasaan Noonamu dan kisah asmaraku kandas karena Minha tak ingin menyakiti Dasom. Kau dan Noonamu seharusnya tak egois.” pekik Chanyeol memuncak.

Bukh.. Sehun melayangkan satu pukulan pada pipi Chanyeol, yang menyebabkan ujung bibirnya mengeluarkan darah.

Huaaa…
Siswa-siswi SOPA yang menonton itu mulai berteriak histeris.
“Yakh, semuanya kembali ke kelas kalian. Apa kalian mau ku hajar juga? Cepat tinggalkan kantin ini.” suruh Hyunshik pada siswa-siswi yang mengkerumuni kejadian tersebut. Semuanya meninggalkan tempat itu, menyisahkan Dasom, Sehun, Chanyeol, Himchan, Baekhyun, Hyunshik dan Penjaga kantin.

“yakh, Baek jeball lakukan sesuatu..” lirih Dasom.

Bukh.bukk.bukkh..
Sehun melayangkan pukulan bertubi-tubi pada Chanyeol, namun Chanyeol lebih memilih diam dan tak membalas.
Baekhyun yang melihat itu, dengan segera menghalang perkelahian itu.
“Hun, tenanglah. Kau tak semestinya melakukan ini padanya.” lerai Baekhyun, Dasom menggangguk setuju.
“Aku tak bisa tenang. Jangan hentikan aku Baek, atau siapapun jika kau masih ingin hidup.” ancam Sehun, Baek menghindar menjauh, takut karena ancaman itu.

“Oppaa…” teriak yoona khawatir dan menghampiri Chanyeol berusaha menyadarkannya.
“Aku tak tahu apa yang telah terjadi, tapi aku mohon jangan dengan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan masalah baru.” saran Yoona yang ditujukan pada Sehun.

“Waeyo? Jika aku menggunakan kekerasan dan menambah masalah baru?” ujar Sehun.
“Kau bisa menghilangkan nyawa orang lain, hun.”jelas Yoona.
“AKU TAK MAU TAHU, DAN KAU DIAM.” pekik Sehun emosi.

“Yakh, jangan berteriak padanya hun!” kini Himchan angkat bicara.
“kau membelanya?” tanya Sehun tak percaya.
“Aku tak membelanya, tapi kau telah kelewatan. Tenangkan dirimu dulu, hun.” pinta Himchan.
Dasom mulai terisak dengan kejadian ini. Semua ini karena dirinyalah penyebabnya.

Yoona beranjak dari tempat tersebut dengan ditemani Hyunshik yang membopong Chanyeol.
“Mianhe..” lirih Yoona namun masih bisa didengar oleh mereka.

“cih, kau itu baru disini.” ujar Sehun meremehkan.
Yoona yang mendengar itu, menoleh kearah Sehun.
“jika aku siswi baru disekolah ini, wae?” balas Yoona.
“Sehun, aku bilang hentikan. Hajimah..” pekik Himchan tak suka.
“Hun-ah, hajimah. Hiks..” pinta Dasom masih terisak.

Sehun mengindahkan ucapan Himchan dan Noonanya.
“Aku bisa mengeluarkanmu dari sekolah ini bersama Chanyeol.” ungkap Sehun mengancam.
“Jinjja? Tak masalah jika aku dan Chanyeol dikeluarkan, kau pikir sekolah di Korea selatan hanya satu? Masih banyak Sekolah yang menerima kami.” jawab Yoona, dan berlalu pergi.

“Aku benci mengatakan ini, tapi apa yang kau lakukan tadi itu salah.” ujar Himchan dan melanjutkan aktivitas melahap makanan yang telah ia pesan tadi.
‘ada apa dengannya? Tadi ia tak mau menghentikan perdebatan sengit mereka, tapi setelah terjadi baru marah seperti itu. Dasar aneh.’ batin Baekhyun.

“jangan lakukan itu lagi, hun. Noona mohon.” pinta Dasom.
“Ini terakhir kalinya. Aku akan mengeluarkan Chanyeol dari sekolah ini.” ungkap Sehun dengan nada marah.
“Tenanglah, Dasom..” Baekhyun menenangkan Dasom.
“BAEKHYUN?” pangil Sehun dengan keras, membuat Baekhyun menatap Sehun khawatir.
“Apa kau tak dengar? Aku memanggilmu Bacon.” lanjut Sehun yang melihat Baekhyun hanya melongo tak merespon panggilannya.
“ah, ne. Ada apa?” jawab Baekhyun gelagapan.
“Baek, kau kembali kekelas ambil barang kita, dan pulang.” pinta Sehun dan menarik Dasom pergi.

“Him, kau tak berniat ikut bersama kami?” tanya Baekhyun pada Himchan yang tengah asik dengan makanannya.
“kalian pulanglah.” jawab Himchan dan Baekhyun mengangguk mengiyakan dan berlalu pergi menuju kelas mereka.

Sehun dan Dasom menunggu Baekhyun dikoridor. Tak sengaja berpapasan dengan Yoona.
“Kalian akan pulang?” tegus Yoona.
“Bukan urusanmu.” balas Sehun ketus.
“ne, kami akan pulang tapi kami berdua sedang menunggu Baekhyun.” jawab Dasom.
“Aku pikir tak ada luka lebam yang kau alami, tapi kenapa berniat pulang? Yeol oppa saja yang luka lebam malah mengikuti pelajaran setelah lukanya diobati.” jelas Yoona meremehkan dan meninggalkan mereka berdua tanpa salam perpisahan.
Setelah itu, Baekhyun menghampiri Sehun dan Dasom.
“Beraninya dia, dia pikir yeoja itu siapa? Cih!!” kata Sehun tak suka.
“Maaf lama, ayo kita pulang sekarang.”

TBC

don’t forget, RCL Readers.
Hargailah ff absurd ini dengan meninggalkan jejak. See you, next chap 🙂

 

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s