[Ficlet Series] 문열어봐 (Here I Am) – ONE

 

artwork-70.jpg

ParkSeungRiHae storyline present

Title: 문열어봐  [Here I Am]

Main cast: Oh Sehun and Kim Yerim (Yeri)

Length: Ficlet-Series

Rating: General – PG 13

Summary:

I’m still here, waiting for you

Poster by @Chaerim INDO FANFICTION ARTS (IFA)

Disclaimer: Sebagian besar ide cerita ini terinspirasi dari lagu ‘Here I Am’ yang dinyanyikan oleh Kim Jong Woon atau Yesung Super Junior yang jadi main song di album mini pertamanya. Selain dari garis besar lagu itu, cerita dikembangkan dari imajinasi author sendiri, jadi apabila ada kesamaan dengan cerita lain, jangan bilang aku plagiator karena aku juga jarang baca FF dan sekadar senang membuat FF doang.

A/N: DON’T BE SIDERS AND PLAGIATOR!! SHOW US SOME RESPECT! Tolong tuliskan komentar atau apapun itu di kotak komentar untuk membangun author menjadi lebih baik lagi karyanya. Gamsahamnidaa..

Love, Euri

HAPPY READING ^^

Bunga sakura membawa kenangan buruk bagiku – Kim Yerim

Yeri menghela napasnya pelan melihat bunga sakura bersemi dengan indah sekali tahun ini. Jika bunga sakura mulai kembali mekar, itu tandanya memori buruk yang terus terpendam dalam ingatannya akan kembali terputar berulang-ulang sepanjang malam, menghantuinya.

Gadis itu memeluk lengan kanannya sembari duduk di ambang jendela kamarnya, memperhatikan keramaian jalan di bawahnya yang dinaungi oleh warna pink bunga sakura yang cerah. Secerah senyuman orang-orang yang berjalan di bawahnya kala melihat keindahan bunga itu.

Yeri tersenyum getir. Kenapa juga dia harus kembali mengingat masa lalu? Bukankah mereka sudah saling berjanji akan membenci dan belajar melupakan?

Bullshit. Yeri mengakui hal itu. Ia hanya sangat kesal dan akhirnya mengatakan hal-hal yang ia tahu takkan sanggup ia lakukan sendiri.

“Yeri-ah!! Turun sekarang.. Sarapan lah dulu dan kita akan berangkat mencari rumah baru..”

Yeri mengerjapkan matanya sendiri berusaha mendapatkan kembali kesadarannya dari lamunannya yang melantur kemana-mana. “Ne, eomma! Aku akan segera turun.”

“Kenapa kau belum mandi?” tanya Nyonya Kim melihat putrinya masih berada dalam setelan sweatshirt yang kebesaran dan juga celana sependek pahanya. Membuatnya terlihat hanya memakai sweatshirtnya saja, memamerkan kaki jenjang putihnya yang mulus.

“Aku malas.” jawab Yeri uring-uringan menuju meja makan dan mengambil piring jatahnya.

“Bagaimana bisa kau begitu? Kau tidak bisa melawan wasiat ayahmu sendiri kan?”

Yeri memejamkan matanya sendiri dengan kesal. Merutuki surat wasiat Ayahnya yang sangat konyol itu. Ayah jelas-jelas tahu kami semua sangat menyukai rumah ini dan malah menyuruh kami pindah? Bilang ke tempat yang lebih baik pula? Apa-apaan ini?

“Kenapa aku harus menjalankan wasiatnya kalau kita tahu permintaannya sama sekali tidak masuk akal? Eomma bilang kalian berdua bersusah payah membeli rumah ini untuk membangun keluarga kalian yang lebih baik dibandingkan tinggal di flat murah yang ada di pinggir Gimpo? Lalu, kenapa ayah tetap keras kepala menyuruh kita pindah? Bukankah setiap tetes keringatnya ia gunakan untuk mengumpulkan uang membeli rumah ini?” serang Yeri bertubi-tubi dengan gemas.

Nyonya Kim kehilangan kata-katanya. Ia mudah kalah jika didebat oleh anaknya sendiri terutama Yeri.

“Sudahlah, habiskan makananmu dan pergi bersiap. Kakakmu takkan ikut karena dia harus bekerja di luar kota.”

“Cih, lari dari tanggung jawab. Enak sekali.” kecam Yeri sengit. Ibunya diam saja dan berlalu pergi ke dapur kembali. Yeri menusuk-nusukkan sumpitnya ke atas lauk makanannya dengan mood yang buruk.

Bayangan Sehun tiba-tiba terlintas di kepalanya. “Aishh.. bisakah dia tidak lewat dalam pikiranku sekarang?! Ini benar-benar bukan waktu yang tepat!! Ahh, jeongmal..” omel Yeri panjang pendek. Gadis itu akhirnya kehilangan selera makannya dan memilih segera mandi serta mengganti pakaiannya.


Yeri berjalan setengah menyeret kakinya mengikuti langkah ibunya yang mengayun lebih gesit dibandingkan dirinya. Tangannya ia masukkan ke dalam saku jaketnya untuk sekadar menghangatkan tangan.

Rambutnya yang tergerai berulang kali tertiup angin, menutupi sebagian pandangannya. Membuat Yeri kembali melamun.

“Ikat rambutmu!” perintah Sehun kala melihat Yeri kepayahan mengurusi rambut panjangnya sendiri di tengah hari yang berangin kencang itu.

Yeri menoleh ke arah Sehun. “Ne?”. Pendengarannya menjadi agak terganggu karena deru angin melenyapkan suara berat pemuda itu. Sehun merengut kesal. “Ikat rambutmu, bodoh!”

“Ah..”. Yeri berusaha mengumpulkan rambutnya yang kian beterbangan kesana-kemari berusaha melawan angin. Sehun berdecak tidak sabar karena perjalanan mereka harus terganggu menunggu Yeri selesai mengikatkan rambutnya sendiri.

Sehun mengambil alih pekerjaan gadis itu. Tangannya meraih karet pengikat dari tangan Yeri yang kesusahan menjangkau rambutnya sendiri. Dengan cekatan, pemuda itu mengikatnya secara cepat dan rapi menjadi ikatan ekor kuda.

Yeri ternganga melihat keterampilan Sehun yang sama sekali tidak umum bagi para laki-laki. “Bagaimana bisa kau melakukan hal itu?”

“Aku juga punya kakak perempuan yang mirip sekali denganmu. Rasanya aku ingin memotong rambutnya saja setiap kali dia kesusahan karena rambut panjangnya sendiri. Makanya aku selalu mengikat rambutnya.”

Yeri mengangguk-angguk sendiri. Cukup menyenangkan bisa mengobrol dan mendapat perhatian Sehun seperti ini. Dia tidak seperti apa yang teman-temannya katakan. Dia tidak sedingin yang Seulgi katakan.

“Kim Yerim!! Kemari.. ini alamatnya..”

Yeri tersentak. Dengan cepat, ia berlari menuju ibunya yang sudah menunggu di depan sebuah rumah kecil di tepi jalan Gangnam-do. Nampak asri dan terawat.

“Ini hanya sebuah flat..” ujar Yeri kecewa. Kenapa ayah memaksa untuk tinggal disini? Rumah lama kan lebih besar??, omel Yeri lagi-lagi tidak mengerti dengan apa maksud di balik semua ini.

Ting tong..

Tanpa membuang waktu, Nyonya Kim menekan bel apartemen kecil sederhana atau flat tersebut.

Ne?”.Suara berat seorang pemuda menyapa mereka lewat speaker kecil yang terdapat di samping bel.

“Apakah benar ini kediaman Tuan Oh?”

Yeri mengerutkan dahinya. Siapa? Marga Oh?, Yeri berusaha menepis pikirannya yang mulai menampilkan imajinasinya yang aneh-aneh.

Banyak orang bermargan Oh di Korea, Yeri-ah.. Tidak usah khawatir, Yeri berusaha menenangkan dirinya sendiri yang sebenarnya mulai panik. Tangannya meremas-remas kasar ujung kemeja panjangnya yang melebihi pinggul.

Ne, itu aku sendiri. Apakah anda Nyonya Kim?”

Ne, itu aku.”

Krieet..

Suara pintu dibuka membuat Yeri memejamkan matanya serta menahan napasnya sendiri berharap kalau orang bermarga Oh itu bukan orang yang ia khawatirkan.

“Silahkan masuk, eomeonim..Aku Oh Sehun.”

Deg.

Darah Yeri berdesir. Doanya tidak terkabul. Ini tepat orang yang dikhawatirkannya akan muncul. Rasanya ingin sekali Yeri berlari pulang sekarang, tapi apa daya, ini demi surat wasiat ayahnya.

Nyonya Kim tersenyum lembut. “Terima kasih, Nak..”. Ia segera masuk setelah Sehun mempersilahkannya masuk. Pemuda itu terus tersenyum sembari ekor matanya mengikuti Nyonya Kim masuk. Jantungnya berpacu dua kali lebih cepat melihat siapa yang masih ada di belakang wanita paruh baya berhati hangat tersebut.

Napasnya tercekat. Dia memandang tidak percaya orang yang berdiri dua meter di hadapannya sedang memejamkan mata rapat-rapat seolah tidak mau membukanya sampai kapanpun.

Yeri membuka matanya. Detik berikutnya, pandangan mereka bertubrukan. Masing-masing dari mereka terkesiap. Rasa rindu segera menjalari seluruh bagian tubuh mereka. Merambat dengan cepat dan membuat hati mereka sesak.

Yeri menatap Sehun nanar. Sehun pun sama. Ia lebih terkesan tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya sekarang.

Yeri memalingkan wajahnya dan cepat-cepat masuk ke dalam sebelum ibunya mulai memanggil-manggil tidak sabar. Bahunya menubruk bahu Sehun tak sengaja, membuat Sehun tersentak.

Rasa ngilu di hatinya kembali muncul. Perlahan, dia kembali menutup pintu flatnya dan mengekor di belakang Yeri, diam membisu.

Yeri tercengang melihat keadaan tempat tinggal seorang Oh Sehun sekarang. Ini bukan gaya Oh Sehun yang serba mewah dan apa saja tersedia. Ini terlalu keterlaluan, bagaimana bisa dia berubah menjadi sesederhana ini?

Yeri menoleh ke belakang melalui pundak kirinya dan mengintip Sehun sedang menatapnya lekat-lekat dengan perasaan sedih tergambar jelas di dalam iris matanya.

Yeri menghirup napasnya dalam-dalam. Berusaha mengenyahkan rasa bersalah yang kembali hinggap dalam jiwanya.

Tak sengaja, pandangan Yeri jatuh ke atas sebuah jam kecil dengan sebuah patung kecil di sampingnya. Patung seorang gadis dengan gaun cantik berwarna merah muda yang lembut. Gadis itu kembali terkesiap.

Dia masih menyimpannya…, lirih Yeri pelan sekali. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

“Ya! Oh Sehun!! Kau harus ganti rugi!!” teriak Yeri marah-marah mengejar Sehun yang pontang-panting melarikan diri.

Gadis itu berhenti di tengah pusaran lautan manusia yang memenuhi area pasar malam indoor di kawasan Gyeonggi-do itu. Napasnya pendek-pendek tidak beraturan. Tangannya menggapai-gapai mencari Sehun sebagai pegangannya. Pemuda itu terkekeh pelan melihat Yeri begitu kepayahan padahal baru saja mereka bermain kejar-kejaran – bukan mereka kejar-kejaran karena Sehun menumpahkan minuman yang benar-benar baru saja Yeri beli.

Akhirnya, gadis itu bangkit setelah beberapa lama menumpukan separuh kekuatan tubuhnya di lengan Sehun. “Astaga.. kau menyebalkan sekali..” gerutu Yeri memanyunkan bibirnya seperti bebek.

Sehun tertawa kecil. Yeri membuang pandangannya dengan kesal ke sekitar.

“Waaa… Sehun-ah! Lihat, stand itu menawarkan barang yang menarik.. Ayo kesana..”

Yeri menarik tangan Sehun agar pemuda itu mengikutinya. Sehun memasrahkan dirinya saja dan mengayunkan langkahnya mengikuti setiap langkah Yeri buru-buru.

“Annyeong hasimnikka, ahjussi.. Bolehkah kami memainkannya?”. Pria penjaga stand itu tersenyum ke arah Sehun dengan maksud ini-pacarmu-?

Sehun hanya tersenyum samar. “Ini, ambil ini. Kau harus memenangkan permainan ini sebagai ganti minumanku..”. Yeri menyerahkan ring-ring kecil yang harus dimasukkan ke dalam tongkat kecil yang ada di hadapan hadiah yang mereka inginkan. Sehun harus memasukkan benda itu ke dalam tongkat kecil di depan hadiah yang Yeri pilih.

“Kau punya lima kesempatan. Jangan disia-siakan..” ucap ahjussi itu. Yeri tersenyum antusias melihat Sehun sudah mengambil posisi ancang-ancang untuk melakukannya.

“Oh Sehun! Oh Sehun! Oh Sehun!” Yeri berteriak-riak heboh di samping Sehun. Pemuda itu tersenyum kecil mendengar suara Yeri agak terdengar konyol meneriakkan namanya.

“Nah, target pertamamu, Oh Sehun…”. Yeri mengarahkan telunjuknya untuk memilih benda yang dia inginkan.

Sebuah jam kecil dengan patung kecil seorang gadis kecil memakai gaun berwarna merah muda lembut yang seperti penjaga jam itu menjadi pilihan Yeri. “Kau harus memenangkannya..” ucap Yeri bersungguh-sungguh seraya menepuk bahu Sehun beberapa kali. Sehun mengangguk mengiyakan saja.

Percobaan pertama. Gagal.

Kedua. Gagal.

Ketiga. Nyaris.

Keempat. Sudah masuk tapi terpantul ujung tongkat sehingga keluar lagi.

Sehun mengerang frustasi. “Permainan macam apa ini, ahjussi?!” protes Sehun naik darah. Biasanya ia bisa memenangkan permainan semacam ini. Ini pasti sudah dicurangi, prasangka Sehun muncul.

Kelima…..

Berhasil!!

Yeri bersorak-sorak heboh dan menepukkan tangannya. Tawa bahagianya lepas begitu saja. “Waaa…. kau hebat sekalii…”. Yeri tersenyum-senyum bahagia ketika ahjussi penjaga stand itu menyerahkan hadiahnya ke tangan Yeri.

“Ini hadiah yang langka, Nona.. Ini bisa memutar waktumu kembali. Memberikanmu kesempatan kedua..”

Mata Yeri membulat sempurna tertarik dengan kata-katanya. Sehun mendengus kesal. Ia meraih tangan Yeri dan segera menggengamnya, hendak membawa gadis itu pergi lagi.

“Tuan, aku juga mempunyai satu untuk Anda.. Ini pasangan jam yang dipegang Nona ini..”

Kata-kata ahjussi tersebut menahan langkah Sehun karena Yeri menarik tangannya lagi, belum mau beranjak.

“Terima kasih, ahjussi…” seru Yeri senang dan tersenyum manis sekali kepada ahjussi itu.

Dia membalas senyuman Yeri. Sehun menatap pria itu dalam-dalam. Ahjussi itu tersenyum juga ke arah Sehun.

“Kalian pasangan yang lucu dan menarik. Aku menyukainya. Jangan sampai kalian putus hubungan ne?”

Pipi Yeri merona merah. Sehun terbatuk kecil mendengar perkataan paman itu. “Kami tidak berpacaran, ahjussi..” bantah Sehun dingin. Ahjussi itu mengendikkan bahunya. “Aku hanya mengatakan apa yang terlintas dalam pikiranku.. Never mind, dan nikmati jalan-jalan kalian disini. Ah satu lagi, jika kau mau apa yang kukatakan benar-benar bekerja, tukar jam itu. Yang dipegang Nona menjadi milik Tuan dan sebaliknya.”

Yeri mengangguk bersemangat. “Gamsahamnida, ahjussi.. Semoga standmu akan terus laku..”. Senyuman Yeri memamerkan deretan gigi putihnya yang rapi. Ahjussi itu membalas senyuman Yeri sepenuh hati. Sehun hanya mendengus kesal lagi. Kenapa gadis mudah sekali terjatuh dengan hal-hal berbau romantis seperti itu? Murahan!

“Sehun-ah, mari kita tukar..”. Yeri menyambar benda yang ada dalam genggaman Sehun itu secepat kilat. Pemuda itu membelalakkan matanya. “Tidak mau!! Masa aku mendapatkan yang warna pink?” protes Sehun menarik benda itu lagi. Yeri cemberut. Mengambek.

“Kau jahat..” maki Yeri pelan. Sehun bisa mendengarnya. “Apa?”

“Jahat. J-A-H-A-T. Tak ada salahnya mencoba bukan? Kau memang tidak mau berteman denganku lagi?”

Sehun mengalah. Ia melepaskan genggamannya pada benda itu dan membiarkan Yeri mengambilnya dengan senyuman cerah. “Gomawo, Sehun-ah..”

Sehun tersenyum tipis melihat kelakuan Yeri seperti anak kecil. Yeri menatap benda itu antusias dengan senyuman terukir bebas di wajahnya.

Aku memang selalu ingin berada di sampingmu, Yeri-ah.. Semoga saja apa yang dikatakan ahjussi itu benar.., bisik hati kecil Sehun.

Note:

Gimanaaa?? Kalian tertarik gak sama FF ini? Kalau tidak, gak bakalan Euri lanjut.. Hehe, percuma aja kan kalo gak ada yang baca.. Sekian,

Regards, Euri

Advertisements

8 thoughts on “[Ficlet Series] 문열어봐 (Here I Am) – ONE

  1. Prolog nya aja uda bikin baper ampe nangis 😭😭
    Giliran chapter 1bikin baper juga sih sekaligus bingung?
    Emang mereka pacaran?Sehun bilang kalau mereka ga pacaran? Tapi kenapa bisa putus ?
    Lalu apa hubungannya ama jungkook? Siapa jungkook itu?Tapi akhirnya mereka ketemu juga, aku harap hubungan mereka bisa membaik 😃😃

    Liked by 1 person

    • bingung? wah jangan2 aku editingnya ada yg kelompat partnya .-. jungkook itu sahabat eratnya sehun.. yah.. semoga suka yaa makin ke belakangnya, makin thriller soalnya (?)

      makasii banyakk udh komen!!!

      LUV, EURI

      Like

  2. lanju kak…ini bagus koq ceritanya 🙂
    sayang bgt kalau gk dilanjut….
    tp dr awal teaser aja udh nyesek ya ceritanya 😥
    knp mreka harus putus?
    gara” jungkook, kenapa bisa???
    dsini gk dijelasin secara detail jd aq gk ngerti, hehehe….
    tp syukurlah akhirnya mereka dpertemukan kmbali 🙂
    moga hubungan sehun dan yeri bisa dperbaiki ^__^

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s