[Chapter] 겨울 사랑 (Winter Love) – TEASER (Sehun-Yeri Ver.)

winterlpstr1.jpg

Title: 겨울 사랑 (Winter Love)

ParkSeungRiHae storyline

Poster by: NJXAEM @Cafetaria Of Fanfiction (makasih banyak unnie ^^)

Main cast: Oh Sehun, Kim Yerim, Jeon Jungkook, Krystal Jung

Disclaimer: Inti cerita ini didasarkan pada lagu ‘Winter Love’ kepunyaan Donghae dan Eunhyuk yang author cintai *muah* *hug* tapi ini bukan songfict seperti biasanya, Euri ambil inti cerita ini dari lagu itu dan dikembangkan seluruhnya dengan imajinasi author sendiri. Jadi, apakah ini songfict dalam bentuk chapter? Entahlah, Phiyun unnie, tolong bantu aku.. ㅠㅠ

DON’T BE PLAGIATOR! DON’T BE SIDERS!! SHOW SOME RESPECT!!

Happy reading, Guys ^^

Summary:

When winter comes, our happiness and sadness begin..

Musim dingin. 2011

“Jadi, kau akan pergi?”. Yeri mencengkram erat gelas kopinya yang mulai mendingin. Matanya menatap pedih pemuda di hadapannya.

Pemuda di hadapan Yeri menelan ludahnya susah payah. Mencari alasan yang tepat. Yang tidak akan melukai gadis yang disayanginya itu.

“Kau benar-benar akan pergi?” tanyanya kembali dengan menekankan setiap katanya.

“Ya, aku akan pergi.”

“Dan aku yang terakhir mengetahuinya. Hah..”. Yeri menghela napasnya kasar. Ia membuang pandangannya ke luar kafe. Memperhatikan setiap butir salju yang turun dengan perlahan. Berusaha mendinginkan hatinya yang terluka.

“Sehun-ah, setidaknya kau bisa memberitahuku terlebih dahulu di saat bahkan teman sekelas kita belum tahu rencana itu..”. Sehun terpaku. Yeri terlihat begitu terluka. Apakah efeknya sebesar ini?

Sehun sengaja menyembunyikan hal ini dari Kim Yerim– sahabatnya yang paling dekat, ani, sebenarnya lebih dari itu. Pemuda ini menyukainya – karena takut gadis itu terluka mendengar kepergiannya.

Selama 14 tahun mereka bersama, tak sedetik pun mereka bisa terpisah dengan mudah. Mereka hanya terpisah ketika harus berlibur masing-masing dengan keluarga mereka. Keluarga Kim dan keluarga Oh bahkan sudah seperti menjadi satu keluarga besar.

“Ani.. itu bukan maksudku.. Aku tidak tahu kalau kau malah akan menjadi bertambah sedih seperti ini.. Aku takut kau akan terluka.” lirihnya pelan.

“Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal, huh? Aku akan mempersiapkan diriku lebih baik. Kenapa kau menyembunyikannya dariku?”

Sehun tidak sanggup melihat ke dalam mata Yeri yang mulai berkaca-kaca. Jika Yeri menangis, itu adalah kelemahan terbesar seorang Oh Sehun yang selama ini terkenal berhati dingin. Pemuda itu mulai memaki dirinya sendiri karena terlalu egois.

“Aku sudah bilang. Aku tidak suka menjadi yang terakhir tahu tentang sebuah berita besar. Aku mengatakannya selalu jika kita mendapat sebuah berita besar datang. Aku selalu bilang ‘aku bukan yang terakhir, kan?’ kau selalu mendengar itu. Dan kau malah melakukannya? Bahkan ketika ini menyangkut masalah persahabatan kita?”. Amarah Yeri meledak. Sehun meraih tangan gadis itu, menggenggamnya erat, berusaha menenangkannya.

Yeri menepis tangan Sehun. “Kau sangat mengecewakanku.. Kau harus tahu itu.”

Yeri menyabet tasnya dan bergegas pergi dari kafe dengan langkah yang menghentak.

Sehun mengusap wajahnya sendiri dengan frustasi. Bagaimana bisa ini terjadi?

Yeri berlari menerabas salju yang mulai turun dengan deras. Dia tidak peduli dengan dinginnya udara yang semakin menusuk tulangnya. Membuat gadis itu semakin putih, putih, pucat.

Apakah aku salah jika tidak bisa melepaskanmu, Sehun-ah?Aku begitu menyayangimu.. Apakah aku terlalu egois?

Maafkan aku, Yeri-ah, bisik hati kecil Sehun. Pemuda itu menatap muram salju yang memenuhi seluruh jalanan menjadi putih bersih.

#skip

Nyonya Oh mengetuk pintu kamar anak semata wayangnya pelan. Tidak ada sahutan setelah ini kelima kalinya dia mengetuk pintunya. Sehun bukan anak pembangkang yang suka mengurung diri. Ini baru pertama kalinya, Nyonya Oh melihat Sehun melakukannya.

Ini pasti karena masalah kepindahan ini. Nyonya Oh tahu Sehun sedang bimbang meninggalkan Yeri. Ia melihat Yeri berlari pulang ke rumahnya dengan mata sembap. Setelah itu, Sehun juga pulang dengan wajah muram. Pasti mereka baru saja mengalami sedikit cek-cok.

“Sehun.. bukakan pintunya untuk eomma, Nak..”

Hening.

Nyonya Oh menghela napasnya dengan berat. “Ini masalah Yeri bukan?”

Sehun membuka matanya yang tadi dipejamkan dengan sengaja. Berpura-pura tidur jika saja ibunya mendadak menerabas masuk. Rahangnya mengeras mendengar tebakan ibunya 100% benar adanya.

“Kau membuatnya menangis tadi kan?”

Lagi, Nyonya Oh tahu, anaknya hanya tidak ingin berbicara dengan siapapun. Walaupun, Nyonya Oh tahu, Sehun pasti di dalam sedang menyimaknya.

Sehun bangkit perlahan. Berusaha untuk tidak menimbulkan satu suara pun. Ia terduduk di belakang pintu. Menyandarkan kepalanya pada daun pintunya yang dingin. Berusaha mendinginkan pikirannya juga.

“Aku tahu kau juga terluka akan kepindahan ini.. Tapi, bukankah mendapatkan beasiswa lebih bagus? Seharusnya Yeri mengerti keadaanmu. Dia hanya shock sesaat. Lekas kemasi barangmu dan jam 3 pagi nanti, Tuan Yoon akan mengantarmu ke bandara Incheon.”

Tap.. tap.. tap..

Suara langkah kaki Nyonya Oh menggema. Sehun mengusap wajahnya lagi dengan kesal. Kenapa aku malah menimbulkan masalah ketika kami harus berpisah?

Bagaimana aku akan mengatakan hal itu, Yeri-ah?

*@airport

Sehun menatap nanar layar LCD raksasa yang menampilkan jadwal keberangkatan pesawat apa saja yang menuju London, Inggris. Nomor penerbangannya sudah merangkak naik menduduki posisi puncak daftar yang menandakan bahwa dia akan segera angkat kaki dari Korea.

Pemuda itu tak henti-hentinya membuang napas berat seraya melihat jam tangannya yang terlihat begitu cepat berdetak. Kakinya mengetuk dengan gelisah. Tangannya mencengkram erat pegangan koper besarnya.

Kenapa Yeri belum juga datang?, senyuman Yeri, canda tawa gadis itu, suaranya yang manis segera saja terbayang di dalam pikiran Sehun. Berputar-putar membuat perasaan bersalah pemuda itu semakin besar.

“Kau membuatku kecewa!!”. Sehun tidak bisa melupakan ekspresi Yeri yang penuh amarah dan luka.

Sehun sudah mengirimkan note kecil kepada gadis itu seperti apa yang biasa dia lakukan. Menyelipkan note itu di satu kotak kecil khusus yang tertempel di jendela kamar Yeri yang mungil.

Memang tidak masuk akal menyuruh Yeri tetap datang pagi-pagi buta seperti ini. Tapi, Sehun benar-benar ingin melihat gadis itu sampai kali terakhir ia harus naik ke pesawat. Dan meninggalkan Korea selama beberapa tahun.

Sehun hendak mengatakan sesuatu. Sesuatu yang belum gadis itu pernah ketahui. Perasaannya yang paling dalam.

30 menit berlalu, Yeri belum datang. Detak jarum jam seakan meneror Sehun dan membuatnya berkeringat dingin.

Kumohon, Yeri, maafkan kesalahanku kemarin dan datanglah sekarang..

Para penumpang Korean Airlines menuju London, Inggri diharapkan segera memasuki pintu 7 karena pesawat akan segera take off. Terima kasih.

Deg.

Mata Sehun menyipit kala supirnya, Tuan Yoon, kembali datang tanpa seorang pun yang mengikutinya. Yang artinya..

“Maafkan aku, Tuan Muda. Tapi, Nona Im sedang tidak ada di rumah. Aku sudah berusaha mencarinya kemana-mana dan bergegas kesini.”

Sehun menatap Tuan Yoon dengan kecewa. “Kau yakin?” katanya parau dan sarat kekecewaan.

Tuan Yoon mengangguk. Tidak pernah sekalipun Yeri pergi dari rumah jika bukan saatnya liburan. Malah sekarang adalah minggu padat mereka untuk melaksanakan ujian akhir semester.

Sehun meraih ponselnya. Pemuda itu menggigit bibirnya kala panggilannya tak kunjung diangkat.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi, silahkan coba lagi..

“Angkat, Yeri-ah, angkat..”. Kakinya menghentak tak sabar. “Damn it!” maki Sehun kesal.

Panggilan terakhir untuk seluruh penumpang Korean Airlines menuju London, Inggris. Diharapkan segera memasuki pesawat melalui gate 7. Terima kasih.

Sehun menundukkan kepalanya. Berusaha mengusir rasa kecewa dan sedihnya yang teramat sangat.

Ia tersenyum miring ke arah Tuan Yoon. “Baiklah.. Jaga dirimu baik-baik. Sampaikan salamku pada eomma dan juga Yeri.”

“Baik, Tuan Muda.”

“Aku berangkat..”. Sehun menarik kopernya dengan lunglai. Rasanya langkahnya begitu berat. Sesaat, matanya terpaku ke arah salju yang mulai turun lagi setelah sempat mereda tadi. Salju adalah bayangan Yeri. Karena gadis itu sangat menyukai salju.

Aku pergi, Yeri-ah. Jaga dirimu baik-baik, bisik Sehun pelan dalam hatinya.

Yeri berlari sekuat tenaga ketika taksi yang ditumpanginya memasuki area bandara Incheon. “Bodoh! Kenapa aku malah ke Gimpo??” rutuk Yeri kesal sembari terus berlari memasuki bandara. Ia celingukan berusaha mencari satu sosok jangkung dengan senyuman yang selalu sukses menawan hatinya.

Dimana dia?

Matanya membulat ketika pandangannya menangkap satu gestur yang tak asing baginya.

“Tuan Yoon!!”

Pria bernama Tuan Yoon atau supir pribadi Sehun itu menoleh. Pandangannya terasa getir.

“Dimana Sehun?” tanya Yoona cepat. Pria itu tidak menjawab dan malah menatapnya prihatin.

“Dimana dia??”

Tuan Yoon menunjuk ke arah lapangan pacu. Sebuah pesawat terlihat sedang take off. Yeri histeris.

“Jangan katakan kalau Sehun menaiki pesawat yang itu?!”

“Sayangnya, memang itu pesawat yang ditumpangi Tuan Muda, Nona..”

Yeri merasakan kakinya langsung lemas. Gadis itu bersimpuh di lantai. Isakannya perlahan terdengar.Punggungnya bergetar. Pria paruh baya itu tidak tahu harus bagaimana. Ia tahu bagaimana hubungan Sehun dan Yeri yang sangat dekat. Ia tahu bagaimana beratnya Tuan Mudanya itu melepaskan gadis yang disukainya itu.

Sudah menjadi rahasia umum jika Sehun memang menyukai Yeri. Hanya gadis itu saja yang tidak tahu bahwa Sehun mencintainya.

“Sehunn-ah.. kau tidak boleh pergi begitu saja.. Kau belum mengatakan sesuatu yang kau bilang dalam notemu..” ratap gadis remaja itu putus asa. Yeri memukulkan tangannya dengan kesal ke atas lantai yang sangat dingin.

Tuan Yoon merengkuh bahu Yeri perlahan, menyuruh gadis itu untuk berdiri.

Pria itu menyodorkan satu buah sapu tangan dan juga sepucuk note lagi. Berwarna kuning lembut.

“Apa ini?” tanya Yeri terpotong-potong oleh sesenggukan.

“Tuan Muda yang menitipkannya padaku. Dia menyuruhku untuk memberikannya padamu jika kau tidak datang.”

“Tapi aku datang!” teriak Yeri putus asa.

“Tapi, kau terlambat Nona..” sergah Tuan Yoon cepat. Gadis itu tersadar. Tidak ada gunanya ia mendebat Tuan Yoon yang tak tahu apapun. Ini memang murni kebodohannya.

Perlahan, ia membaca setiap kata yang tertulis dengan tulisan tangan Sehun yang rapi.

To: Kim Yerim

Yah, aku tahu kau tidak akan datang karena masih marah padaku. Aku tidak heran jika kau melakukan itu. Aku tidak akan menyalahkanmu. Jujur saja, aku kecewa. Apakah karena satu kesalahan kecil itu kau sampai tidak mau melihatku lagi?

Aku menyiapkan sapu tangan kesayanganku untuk kenang-kenanganmu. Gunakan ini untuk mengusap air matamu. Siapa tahu kau juga menangis karena aku pergi? Hehe, aku cuma bercanda. Kau tidak mungkin akan menangisi pemuda payah sepertiku.

Yeri, aku sudah berjanji akan mengatakan sesuatu padamu dalam noteku sebelumnya.

Aku ingin mengatakannya padamu langsung. Tapi, jika kau tidak datang seperti ini, aku tidak akan mengatakannya dalam note ini juga. Karena aku ingin mengatakannya sembari menatap matamu yang indah itu.

Karena itu, berjanjilah padaku kalau kau akan terus menungguku bagaimana pun yang terjadi. Aku pasti akan kembali. Dan akan mengatakannya semua padamu. Asalkan kau berjanji akan menungguku. Bagaimana? Adilkah? Jika kau tidak mau melakukannya juga, bukan masalah bagiku. Karena aku memang pantas dicampakkan begitu saja bukan?

Jaga dirimu baik-baik. Aku pasti akan sering merindukan waktuku bersamamu, Yeri-ah. Sayang sekali aku tidak bisa menghabiskan musim dingin ini bersamamu.. Padahal, ini cuaca yang bagus untuk bermain salju yang kau sukai bukan?

Your little rascal,

Oh Sehun

Yeri mematung ketika pandangannya sudah mencapai akhir note Sehun. Air matanya kembali mengalir perlahan. Lalu menitik di atas note kecil itu hingga basah kuyup.

Aku akan menunggumu, Sehun-ah. Sampai salju pertama turun membawamu kembali. Aku berjanji.

Salju turun perlahan. Begitu perlahan. Seolah ingin menangkap janji Yoona dalam bulirnya yang putih bersih itu.

 

Hai! Hai!! Euri kembali dengan maknae couple yang menggemaskan ini.. Mereka akhir-akhir ini jadi bulan-bulanan aku buat jadi cast FF abalku. Sepertinya FF Sehun-Yeri sebelumnya, aku bakalan lanjut FF ini kalau banyak peminat, terima kasih atas perhatian kalian,

Oh ya, satu lagi, aku juga mau bikin FF ini dua versi, versi satunya lagi nanti versi YoonWon, hanya saja nanti endingnya beda gitu.. Gimana? Ditunggu pendapat kalian?

Love, Euri

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s