[Ficlet Series] Secret Choice #1

image

Laykim Artposter & Storyline

SECRET CHOICE #1
Strange Namja

Main Cast:
Im Yoona, Choi Siwon, Kwon Yuri
Support Cast:
Jessica Jung, Choi Sulli, Choi Minho, Im Siwan
Genre:
Romance, Angst, Sad, Friendship
Length:
Ficlet – Series (about 1400 words)
Rating: PG – 13

Cerita ini berasal dari imajinasiku sendiri. Gada unsur plagiat di dalamnya, kalau ada cerita yang sama ya maaf. Soalnya kau jarang baca FF dan itu membuatku gatau ada cerita yang sama atau tidak.
Jangan jadi silent reader ya, komentar kalian adalah semangatku.

Seri 1

Musim semi telah tiba. Musim yang sangat dinantikan oleh dua orang gadis cantik yang baru saja menanggalkan seragam SMA-nya. Kwon Yuri dan Im Yoona berlari di tepi sungai Han, menikmati terpaan angin musim semi yang menyentuh dan membelai kulit wajah nan mulus milik kedua gadus itu. Di musim ini, mereka berdua resmi menjadi alumni SMA dan sebentar lagi duduk di bangku kuliah.
Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Kwon Yuri. Pasalnya, gadis itu baru saja mendapat surat pengumuman bahwa dirinya telah lolos masuk perguruan tinggi negeri yang sangat bergengsi dan menjadi idaman banyak orang.

Yoona dan Yuri duduk di sebuah bangku kayu berukuran panjang, cukup untuk digunakan oleh dua orang. Mereka berdua merasa sangat senang sehingga lelah pun tidak terasa. Dengan nafas yang terengah-engah dan keringat bercucuran, Yuri mengeluarkan sebuah lembaran kertas yang dibungkus amplop berwarna cokelat. Amplop itu terlihat masih rapi.

“Yoong-a, kata teman-teman, aku lolos ujian masuk perguruan tinggi. Tapi… aku tidak yakin tentang hal itu. Bagaimana menurutmu?” tanya Yuri sembari melihat amplop cokelat itu dengan tanda tanya besar yang bersarang di kepalanya.

Yoona tersenyum manis, memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi. Tatapannya beralih ke amplop cokelat yang dipegang oleh Yuri. “Aku yakin kalau keberuntungan pasti akan mendatangi hari-harimu, Yuri-a. Kau pasti lolos seleksi itu.”

Yuri merasa sangat senang bersahabat dengan Im Yoona sejak mereka duduk di bangku SD. Keduanya memiliki banyak kesamaan dan tidak pernah bertengkar. Sikap saling pengertian dan mengalah, selalu mereka tunjukkan satu sama lain. Yuri memeluk Yoona yang telah memberinya semangat dan dukungan moral. “Terimakasih, Yoong-a. Kau selalu mendukungku. Aku senang berada di sampingmu sepanjang waktu. Kalau perlu, sampai tua pun, aku rela berada di sisimu.”

Yoona menahan tawa. “Yang benar? Aku akan menagih janji itu kalau sudah tua.”

“Kau sudah memikirkan masa tuamu?” tanya Yuri sambil tertawa lepas.
Yoona mendelik kesal karena tawa Yuri merupakan ejekan secara tidak langsung yang ditujukan pada dirinya.
***

Hari semakin sore. Yuri mengantarkan Yoona pulang ke rumahnya dengan mobil mewah milik keluarganya. Ya, Kwon Yuri memang berasal dari keluarga kaya sedangkan Im Yoona berasal dari keluarga ekonomi sedang. Meski Yuri anak orang kaya, dia tidak pernah menyombongkan kekayaan keluarganya itu pada orang lain, terutama pada Yoona yang notabennya sahabat sejatinya.

Yuri telah mengantar Yoona sampai di depan gerbang rumahnya.
“Terimakasih, Yuri-a.” Yoona melambaikan kedua tangannya pada Yuri yang telah berbaik hati mengantarnya pulang dengan mobil mewah.

“Apa perlu aku antar sampai di kamarmu?” canda Yuri.

“Yaak!” Yoona terkikik geli. Ucapan Yuri seringkali membuatnya tertawa. “Sampai jumpa besok!”

“Eoh, bye!”

“Bye! Hati-hati, Yuri-a!” teriak Yoona saat mobil Yuri telah menjauh.
Yoona menghembuskan nafas kasar. Ia bersiap masuk ke dalam rumah karena hari semakin gelap sedangkan rumahnya saat ini kosong, anggota keluarga yang lain tengah menikmati liburan di pulau Jeju dan mengunjungi kerabat yang berada di sana.
Ketika Yoona hendak mengayunkan kaki mungilnya, tiba-tiba seseorang menarik lengannya dari belakang. Sontak, hal itu membuatnya kaget bukan kepalang. Dia langsung mengibaskan tangannya agar terlepas dari cengkeraman tangan seseorang yang tak tahu siapa identitasnya.

“Kau siapa?” tanya Yoona sedikit takut karena namja yang memegang tangannya tadi tidak dapat berdiri tegak dan memegangi perutnya yang kesakitan. Yoona mengerutkan keningnya, mengamati sang namja asing yang ingin minta tolong padanya. “A, apa kau baik-baik saja?” tanya Yoona lagi, dengan pertanyaan yang berbeda.

Namja asing itu tak mampu menahan sakit di perutnya dan kakinya bergetar. Tak lama kemudian ia terjatuh di bawah kaki Yoona.
Yoona panik. Sebelumnya, ia belum pernah menolong orang asing seperti itu. Ia merasa serba salah. Jika ia menolong namja itu, jangan-jangan orang itu adalah orang jahat atau bahkan buronan polisi. Tetapi jika dia tidak menolongnya, namja itu bisa saja mati di depan rumahnya.

Akhirnya dengan sekuat tenaga, Yoona membantu namja itu bangun dan memapahnya berjalan. Ia membawa namja itu ke dalam rumah dan membaringkannya di atas kasur yang tersedia di ruang keluarga. Kasur itu memang disediakan untuk tamu yang menginap di rumah kelaurga Im.
Yoona bingung dan tidak tahu harus melakukan apa lagi. Sakit perut? Dirinya bahkan belum pernah menderita sakit di bagian perutnya.

“Bagaimana cara mengobatinya?” tanya Yoona bingung. Ia benar-benar tidak tahu cara mengobati luka dalam seperti itu. “Kalau boleh tahu, kau sakit apa? Apa penyebabnya?” Yoona siap browsing di ponselnya untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh namja itu dan cara mengobatinya.

“Aku lapar sekali,” jawab namja itu spontan.
Yoona merasa dipermainkan oleh namja itu. “Kau lapar? Kenapa malah datang ke rumah orang? Seharusnya kau pergi ke rumah makan atau kedai terdekat, bukan ke rumahku.” Yoona membentak namja kurang ajar itu. Yoona mendengaus teramat kesal. Ia sudah khawatir dan takut sesuatu telah terjai pada namja itu, ternyata sakit perutnya itu karena dia merasa lapar sekali. Yoona berusaha sabar dan tetap tenang.

“Baiklah, kau tunggu di sini. Akan ku buatkan ramen sebentar.” Yoona berdiri dari duduknya kemudian berjalan menuju dapur untuk membuatkan ramen.

Sesaat kemudian, ramen telah siap disantap. Yoona membawanya pada namja yang tidak kuat bangun karena lapar itu. “Ini! Makanlah selagi hangat!”
Tak lupa, Yoona juga menyiapkan air minum untuk namja itu.

“Kau baik sekali,” ucap namja itu yang sukses membuat Yoona tersipu malu.
“Sudah, jangan banyak bicara! Makan saja!”
“Kau tidak ikut makan?” tanya namja asing itu. Ia merasa sungkan jika harus makan sendirian. “Makanlah! Aku tidak bisa makan jika kau hanya berdiam di situ. Aku hanya bisa makan kalau ada yang menemaniku makan.”

Yoona heran pada namja itu. Sebenarnya jika dilihat secara seksama, namja itu memiliki wajah yang rupawan dan tubuh yang kekar.
Yoona hanya menyendok beberapa kali. Ia tidak tega menghabiskan ramen itu karena namja yang duduk di depannya makan dengan sangat lahap. Dia benar-benar kelaparan.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu?” tanya Yoona penasaran. Tidak mungkin ada orang yang tidak punya uang sama sekali hingga sulit berdiri karena kelaparan.
Ramen telah habis tak bersisa. Kuahnya pun sudah tak ada bekasnya. Namja itu senang sekali, akhirnya tenaganya pulih kembali.

“Terimakasih, Nona. Sudah sehari aku berjalan ke sana kemari meminta pertolongan tetapi tidak ada yang mau menolongku memberikan sedikit makanan seperti dirimu. Dua hari yang lalu, aku dirampok orang. Waktu di bandara, aku naik taksi pulang ke rumah. Tetapi saat di jalan, rupanya sopir taksi itu memaksaku menyerahkan semua barang bawaan dan dia berhasil mengambil semua yang aku punya.”

Yoona merasa sangat tersentuh mendengar cerita namja itu.
“Sebenarnya aku ingin menghubungi keluargaku, tetapi bagaimana aku bisa menghubungi mereka kalau aku tidak punya nomor telepon atau alamat email atau apapun yang bisa aku hubungi.”

“Lalu… bagaimana kau bisa kembali ke keluargamu nantinya? Kau tidak mungkin berkeliaran di luar sana selamanya, kan? Ah, aku akan membantumu. Kita lapor polisi, bagaimana?” usul Yoona yang ingin sekali bisa membantu namja itu.

“Boleh juga. Ah, kenalkan, namaku Choi Siwon. Aku sangat asing di Korea karena selama ini aku dibesarkan di Amerika. Jadi, aku tidak begitu mengenal seluk beluk Korea.”
Yoona menjabat tangan Siwon. “Aku Im Yoona. Panggil saja Yoona.”
***

Malam harinya Yoona sulit sekali memejamkan kelopak matanya. Rasa waswas dan takut tengah menghantui tidurnya malam ini. Tentu saja Yoona merasa tidak tenang dan sulit memejamkan mata. Seorang namja sedang tidur di luar kamarnya dan mereka hanya berdua di dalam rumah keluarga Im. Yoona hanya bisa berdoa semoga pagi segera tiba dan namja itu segera pergi dari rumahnya.

Kriiiing!
“Ya ampun!” Yoona terperanjat kaget saat ponselnya berdering. Ternyata Yuri sedang meneleponnya. “Yoboseo,” ucap Yoona lirih.

“Yoong, kau belum tidur? Tadi aku hanya iseng meneleponmu. Eh, rupanya kau mengangkat teleponku. Aku kira kau sudha tidur nye….”

“Yuri-a,” lirih Yoona.
“Eoh, wae?” tanya Yuri.
“Bisakah kau tidur di rumahku? Nanti akan ku ceritakan sesuatu padamu. Tolonglah…” pinta Yoona yang baru saja mendapat ide kalau ia bisa meminta Yuri tidur di rumahnya saat ada namja bernama Choi Siwon itu di rumahnya.
“Tidak masalah.”

30 menit kemudian. Selama 30 menit itu Yoona gelisah dan tetap takut.

Tok tok tok!
Terdengar suara pintu diketuk. Yoona loncat dari kasurnya dan segera membukakan pintu. Itu pasti Yuri, batinnya. Dari kegelapan, Yoona dapat melihat Siwon terbangun gegara ulahnya.

“Maaf, Siwon-ssi. Temanku datang, jadi aku harus membukakan pintu untuknya. Tidak apa-apa kan kalau aku mengganggu tidurmu? Kau bisa melanjutkan tidurmu lagi.” Yoona berdiri di depan Siwon yang tengah terbangun.

“Baiklah, tidak apa-apa. Aku pikir ada sesuatu yang buruk. Jadi, aku bangun dan ingin melihatnya. Kalau begitu kau bisa membuka pintunya sekarang.”

Yoona mengangguk setuju. Ia menepuk dahinya sendiri. “Dasar bodoh!” lirihnya yang tentu saja ditujukan pada dirinya sendiri. Tak berselang lama, Yoona sampai di ruang tamu dan membukakan pintu untuk Yuri. Rumah Yoona adalah rumah tradisional Korea, jadi gampang sekali saat membuka pintu rumahnya itu.

Tbc

Bersambung ke seri berikutnya ya.

Maaf aku hanya bisa buat Ficlet series ini. FF chapter udah banyak yang ngantri untuk segera dilanjut. FF Yoonwon pun ada yang belum publish chapter 1. Karena aku pengen bikin FF main cast Yoona, Yuri dan Siwon, aku bikin FF ini deh. Seri berikutnya aku usahakan update soon. Makasi yang udah mau baca dan salam sayang buat yang mau ngasih komentar.

Advertisements

11 thoughts on “[Ficlet Series] Secret Choice #1

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s