[Chapter] 찾았다, 나의 사랑 (I Got You, My Love) – #2.

i-got-you-copy

Title: 찾았다, 나의 사랑 [I Got You, My Love]

ParkSeungRiHae Storyline

Poster by: @kenssi INDO FANFICTION ARTS (IFA)

FF ini merupakan remake dari drama ‘She Was Pretty’ oleh karena itu jika banyak kesamaan momen dalam FF ini mohon maklum karena niatku memang hanya meremake drama tersebut dengan perubahan disana-sini sesuai fantasiku sendiri.

DON’T BE SILENT READERS! DON’T BE A PLAGIATOR!! Dan jangan lupa komen, kritik, saran atau apapun itu yang membangun penulis untuk menjadi lebih baik lagi.

HAPPY READING ^^

Aku tidak akan mati, tapi perasaankulah yang akan mati – Im Yoona

*Author’s POV

Jessica memandang sebuah surat yang tergeletak di atas meja dengan raut kesal. Bagaimana bisa ini terjadi?

Ya, perusahaan berita entertainmentnya terancam ditutup karena surat gugatan yang dilayangkan oleh artis bernama Lee Donghae. Bagaimana bisa perusahaan yang telah ia bangun degan susah payah dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini tutup begitu saja hanya karena ia menciptakan sebuah isu seperti ini?

Bukankah perusahaan berita entertainment lainnya juga melakukan hal yang sama? Seingatnya, tak ada artis se temperamental Donghae yang langsung main melaporkan ke polisi. Seperti anak kecil mengadu kepada ibunya.

Ponselnya bergetar..

Ye.. yeoboseyo?”

“Sica-ya.. Bagaimana kabarmu? Astaga, pekerjaan menjadi seseorang di dunia entertainment benar-benar penuh dengan kejutan.”. Suara Yoona terdengar sangat antusias di seberang sana. Jessica hanya tersenyum pahit. Ia sedang tidak mempunyai mood untuk mendengar kabar gembira Yoona. Pikirannya masih suram dengan nasib perusahaannya.

“Kau tahu, aku tadi melihat laman beritamu menjadi sangat hits di Gangnam. Apakah itu akan baik-baik saja? Apalagi tadi aku mendengar perusahaan tempat Donghae bekerja belum mengkonfirmasinya.” tanya Yoona hati-hati, menyadari Jessica sedari tadi tidak menimpali pembicaraannya.

“Bagaimana kau tahu masalah itu?” lirih Jessica pelan.

“Ayolah.. ceritakan padaku.”

Jessica menghela napasnya dengan berat. Apakah aku harus menceritakannya?, tanya Jessica bimbang pada dirinya sendiri.

Yeobo... ceritakan..” rengek Yoona manja. Jessica mengalah. Bagaimana pun juga, ia sudah melewati berbagai macam masa-masa paling sulitnya dengan Yoona. Yoona sudah bagaikan saudara kandungnya. Mereka sudah melewati masa bersama selama separuh hidup mereka. Jadi, tidak ada alasan untuk menyimpan rahasia di antara mereka.

Arasseo.. bagaimana kalau kita minum soju nanti di luar?”

“콜! (setuju!)”


*Author’s POV

Yoona meregangkan badannya dengan cara membuka tangannya lebar-lebar. Entah apa yang tadi dikerjakannya. Donghae menyuruhnya melakukan berbagai macam pekerjaan, layaknya seorang babu. Tapi, Yoona mengerti. Mungkin, Donghae hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengannya.

Donghae..

Entah kenapa ada yang tidak asing dengan nama itu. Gadis itu hanya mengendikkan bahunya tanda tidak tertarik menggali lebih dalam memorinya tentang hal itu.

Yang jelas, seseorang yang bernama persis seperti Donghae yang ia tahu sekarang adalah mungkin.. cinta pertamanya.

“Yoongie!”

Yoona terlonjak kaget begitu ada yang menepuk bahunya keras-keras dari belakang. Matanya membulat begitu mendapati Siwon tersenyum ke arahnya dengan senang.

“Kudengar kau telah menjadi manager Donghae sekarang. Chukhahae!!” seru Siwon dengan raut sangat senang. Yoona hanya mengerutkan sebelah alisnya. Aku yang mendapatkan pekerjaan, tapi kenapa dia yang senang?

“Nah, kalau begitu, bagaimana dengan seporsi tteobeokki untuk merayakan momen ini?” ujar Siwon tiba-tiba.

“Ya! Aku bahkan belum mengenalmu! Kau bahkan sudah memanggilku dengan nama panggilan..”

“Oh.. nampaknya kau tidak suka diganggu olehku ya? Baiklah jika begitu..”. Raut wajah Siwon berubah menjadi amat sangat suram. Yoona tidak mengerti dengan orang semacam Siwon yang moodnya bisa berubah dengan ekstrim.

“Eh.. aniyeyo.. bukan itu maksudku, Siwon-ssi.”

“Kau sangat mirip dengan adik perempuanku yang sudah meninggal. Maka dari itu, ketika aku melihatmu, aku selalu melihat bayangan adikku.”

“Eh..”. Yoona terkesiap. Aduh.. bagaimana ini? Secara tidak sadar aku telah menguak memori yang menyakitkan baginya..

Arra.. Aku bersedia menjadi seorang adikmu sebagai pengganti permintaan maafku..” ucap Yoona cepat-cepat. Siwon menatap Yoona dengan pandangan memelas. “Benarkah? Kau tidak akan pernah menolak kehadiranku lagi?”

Geurae.. Aku akan menjadi yeodongsaengmu yang palinggg baik. Tidak ada salahnya juga aku mempunyai kakak sepertimu..”

Jinjja? Ah.. baiklah.. Bagaimana dengan seporsi tteobeokki adikku?”. Siwon kembali bersemangat. Yoona hanya tersenyum-senyum kecil. Nampaknya, bukan ide buruk untuk menjadikan seorang yang sangat perhatian seperti Siwon sebagai kakak.

Kajja…”. Siwon menarik tangan Yoona dengan cepat. “Aku tahu tempat tteobeokki yang paling enak di sekitar sini..” ocehnya dengan nada riang. Yoona membatin sendiri, bahwa pekerjaan di bidang entertainmentnya yang sekarang tidak seburuk yang dia kira setelah tadi ia bertemu dengan Donghae.


*Author’s POV

“Eish.. kemana dia?” gerutu Jessica tidak sabar. Ia tahu Yoona bukanlah orang yang tidak tepat waktu.

Jessica mengambil ponselnya dengan sekali sambar. Mengetikkan beberapa pesan di dalam ponselnya dan mengetuk tombol sent dengan cepat.

Kau dimana, Yoona-ya? Aku sudah menunggu di sekitaran Apgujeong, tempat kita biasa minum soju.

“Uwa.. bukankah itu Lee Donghae?”

Sontak, Jessica langsung menengok. Gemuruh di dadanya segera datang. Rasa kesalnya terhadap pemuda itu masih saja ada.

Jessica segera bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Donghae yang berpakaian serba tertutup itu. Tanpa pikir panjang, Jessica menyeretnya menuju tempat duduknya tadi dan segera mendudukkan pemuda itu dengan kasar.

“Aww.. apa yang kau lakukan, gadis gila?” bentak Donghae tidak terima. Donghae terkejut setengah mati begitu melihat siapa yang baru saja menyeretnya seperti itu.

“Nona Jessica Jung rupanya.. Pantas saja..”. Donghae berusaha menggunakan nada dinginnya. Sejujurnya, ia agak takut melihat Jessica yang nampaknya sedang on fire itu. Tapi, berkat kacamata hitam dan maskernya, ekspresinya sama sekali tidak terlihat.

“Bagaimana ini bisa disebut kebetulan ya?”. Nada bicara Jessica tidak kalah dingin dengan Donghae. Julukannya sebagai Ice Princess di kantor nampaknya berguna juga dalam situasi seperti ini.

“Apa ini?”. Jessica melempar surat gugatan ke depan Donghae dengan kasar. “Bagaimana ada seorang artis yang begitu temperamental sepertimu? Belum pernah ada artis yang menggugat perusahaanku karena berita yang aku buat.”

“Nah, karena belum ada, maka akulah yang pertama kali akan melakukannya. Bagus bukan?” potong Donghae cepat. Pemuda ini!, geram Jessica kesal.

Jessica mengipasi dirinya sendiri dengan tangannya. Cara yang Yoona ajarkan padanya agar rasa marahnya bisa cepat reda. Ia memang agak sensitif jika menyangkut masalah pekerjaannya.

“Baiklah, Tuan Lee..”

“Donghae-ssi… panggil aku dengan nama itu..” potong Donghae sekali lagi. Pemuda itu sibuk dengan ponselnya. Membuat Jessica benar-benar gerah karenanya.

“Bagaimana ada orang yang benar-benar tidak mau mendengarkan perkataan orang lain dulu sebelum memotong?” gumam Jessica kecil.

“Donghae-ssi, baiklah.. Bagaimana kalau kita mengambil jalan damai?”

Donghae mengalihkan pandangannya sejenak dari layar ponsel dan menatap Jessica beberapa saat.

“Damai? Kau kira akan semudah itu? Fansku pasti akan berpikiran macam-macam!”

Ugh.. kenapa aku harus menerbitkan berita tentangnya sih?, Jessica mulai menyesali keputusannya yang nampaknya terlalu cepat ia ambil beberapa pekan yang lalu.

“Aku akan mengatasi semuanya, asalkan kau berjanji tidak akan membawa masalah ini ke meja hijau.”

Donghae memasang wajah menyebalkannya pura-pura berpikir. “Mengatasi semuanya? Bagaimana jika ditambah dengan permintaanku?”

Jessica menghela napasnya dengan berat lagi. Bagaimana ada pemuda yang begitu manja dan kekanakan seperti dia?

Arasseo.. Aku akan melakukannya.”

“Bagus.. Buatlah berita tentang ini.. KABAR DATING ANTARA DONGHAE DAN DARA HANYALAH HOAX SEMATA. DAN BUKAN PIHAK DONGHAE YANG MENYATAKANNYA MELAINKAN DARI PIHAK DARA SENDIRI. Bagaimana? Memang Dara kan yang menyuruhmu melakukan ini semua? Dasar perempuan licik!”. Donghae menggigit-gigit bibirnya.

Arasseo.. Baiklah.. Aku akan melakukannya.”. Jessica merasa, menjadi penurutlah yang dibutuhkan dalam kondisi seperti ini. Percuma saja jika dia juga keras kepala seperti Donghae. Kata damai takkan pernah terwujud jika ia tetap keras kepala.

“Berikan aku nomormu.” perintah Donghae. “Ne?”. Jessica mengedipkan matanya beberapa kali. “Nomorku?”

“Ya, nomormu. Jadi, aku bisa dengan bebas menghubungiku untuk menyebutkan permintaanku.”

“Ah..”. Jessica menyodorkan ponselnya. Sebaris angka tertera dengan jelas.

Hening setelah Donghae tidak mengajaknya mengobrol lagi.

Astaga.. dia tampan.. mirip sekali dengan Donghae yang pernah aku dan Yoona kenal dulu..

Jessica menggelengkan kepalanya sendiri. Tidak, Sica.. kau tidak boleh jatuh hati..

“Kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Donghae mendadak. Jessica mengalihkan pandangannya dengan gelagapan. “Siapa yang memperhatikanmu?” dalih Jessica. Donghae hanya tersenyum tipis. Tangannya masih sibuk di atas layar ponselnya.

“Apa yang kau lakukan disini?”. Jessica benar-benar bingung, untuk apa Donghae kemari jika ia tidak memesan apapun?

“Oh ya, aku lupa.. Aku terlalu berkonsentrasi..”. Donghae menepuk dahinya sendiri.

“Aku akan memesankannya untukmu.” sela Jessica. Donghae hanya mengendikkan bahu, membiarkan gadis itu melakukannya.


*Author’s POV

“Ah.. jinjja mashitta..”. Yoona berujar dengan mulutnya yang penuh dengan kue beras pedas.

“Astaga.. adikku.. bagaimana bisa kau makan sampai belepotan seperti ini?”. Siwon mengelap sudut mulut Yoona dengan tangannya. Gadis itu membelalak dan refleks memundurkan duduknya.

Wae?” tanya Siwon bingung. Yoona tersadar. “Ah.. ani.. Hanya saja.. itu terasa asing bagiku.”

Siwon tertawa keras. “Kau akan segera terbiasa, Yoongie. Aku akan menjadi kakakmu yang paling-paling memperhatikanmu.”

Yoona terhenyak mendapati pandangan Siwon yang penuh kasih itu. Ia rasa, Siwon benar-benar akan menganggapnya sebagai adik.

“Baiklah, aku akan memanggilmu oppa jika begitu.”

Good. Akhirnya kau memutuskan hal itu juga.”. Siwon menyendok kuah tteobeokki dan menyeruputnya dengan puas. “Eh? Ini sudah habis?”. Yoona terkejut melihat dua piring besar berisikan tteobeokki tadi sudah lenyap.

“Ini enak sekali, daebak.. Gomawoyo, oppa..”

Siwon tersenyum misterius. “Terima kasih atas makanannya, Yoongie.”

“Eh? Memangnya aku yang membayar?” tanya Yoona kaget. Siwon mengangguk dengan gaya bersemangatnya. “Tentu saja.. Ini kan untuk merayakan keberhasilanmu menjadi seorang manager artis ternama..”

Yoona tersenyum miris. Ia segera mengecek dompetnya. Untung saja masih ada beberapa lembar puluhan ribu won. Jessica baru saja mengembalikan uangnya tadi.

“Udara malam disini sangatlah segar..”. Yoona merentangkan tangannya dan berusaha menghirup udaranya dalam-dalam. Siwon menatap Yoona beberapa saat, dengan pandangan yang tidak bisa diartikan. “Bagaimana? Bukankah ini sangat segar?”. Yoona menengok dengan cepat ke arah Siwon. Membuat pemuda itu segera terkekeh pelan.

“Bagaimana bisa udara sekotor ini kau bilang segar? Kita ada di dalam kota metropolitan, adikku..”

Yoona meringis. Mungkin ini karena efek hatinya terlalu senang. “Hehe.. perutku sudah penuh dan hatiku pun senang.. Pantas saja pikiranku mulai melantur.”


#skip

*anotherside

*Author’s POV

Jessica membeku di tempatnya seketika. Matanya menatap dengan tak percaya ke arah Donghae yang berada di hadapannya dalam keadaan mabuk. Apakah dia memang Donghae yang pernah dikenal olehnya dan Yoona?

Donghae baru saja menenggak satu gelas kecil berisikan soju dan dia sudah mabuk.

“Kau tahu ada seorang perempuan bernama Im Yoona?” racau Donghae tiba-tiba. Jessica sontak terkejut. Yoona?

“Ya, dia sahabat sejatiku. Jika kau tahu orangnya.. Dia adalah cinta pertamaku.. Cinta yang takkan bisa kulupakan sampai sekarang..”

Jessica hanya manahan napasnya sendiri. Ia terlalu shock mendengar hal ini. Gadis itu mencoba berpikir kalau Yoona yang dikatakan Donghae adalah Yoona yang lain.

Jika ini memang Donghae yang pernah ia kenal, dia juga adalah cinta pertamanya. Ya, gadis itu harus mengakuinya sekarang. Ia tahu Yoona juga sangat menyayangi bocoh kurus kerempeng dulu yang selalu pucat wajahnya.

Ironisnya, Jessica juga tahu Donghae kecil pun menaruh perhatian yang sama kepada Yoona. Gadis itu tidak bisa berkutik lagi. Ia tidak mau merebut cinta pertama sahabatnya. Ia sudah cukup tahu diri karena Yoona lah yang pertama mengenal Donghae. Ia tidak mau merusak hubungan pertemanannya dengan Yoona.

“Sica-ya, apakah kau tahu? Rasanya aku mengenalmu lebih lama dari ini..”

Deg. Jantungnya berhenti berdetak.

“Ya, kau sahabat baiknya Im Yoona..” ucapnya lagi. Jessica melebarkan matanya. Berarti, dia…

“Tidak, akulah Im Yoona.”. Entah atas dorongan apa ia mengatakan itu. Tapi, yang jelas, ia sudah frustasi karena tersiksa dengan cinta pertamanya sendiri. Ia tahu Yoona juga tidak bisa melupakan cinta pertamanya.

Donghae mengangkat kepalanya yang sangat berat karena efek alkohol masih bekerja dengan kuat. Matanya ia paksakan untuk dibuka.

“Kau benar-benar Im Yoona? Im Yoona yang aku kenal?”

Jessica mengangguk dengan ragu. Ia berusaha memasang senyum di wajahnya.

Donghae mendadak menggenggam tangan Jessica dengan erat. “Astaga.. akhirnya, aku menemukanmu juga, Yoong…”. Setitik air mata nampak berada di sudut mata pemuda itu. Jessica menelan ludahnya sendiri. Jadi, seorang Lee Donghae masih juga mengingat Im Yoona sebagai cinta pertamanya?

Maafkan aku, Yoona-ya, lirih Jessica dalam hatinya. Aku hanya akan melakukan sandiwara ini selama satu bulan, hanya satu bulan. Dan aku akan mengatakan semuanya pada Donghae. Aku berjanji, Yoong. Biarkanlah aku bahagia selama satu bulan.., bisik hati kecil Jessica.

*Author’s POV

Joheun achim imnida... (Selamat pagi..) yeodongsaeng.. (adik perempuanku..)”

Yoona segera menoleh. Bibirnya tersenyum secara otomatis mendapati Siwon sedang memakan nasi kepalnya dengan lahap. “Pagi, oppa..” balasnya.

“Kau sudah siap dengan tugas barumu hari ini?”

Ne! Aku siap seratus persen! Berkat tteobeokki tadi malam..” jawab Yoona dengan gaya khas bersemangatnya.

Mereke berdua terkekeh dengan akrab.

“Pantas saja kau belum ada di ruanganku, Nona Im.. Aku mencarimu sedari tadi.”. Sebuah suara dingin tajam menusuk membuat Yoona tersentak. Ia segera membalikkan badannya dan membungkuk 90 derajat.

“Maafkan saya..”. Yoona terus membungkuk sampai akhirnya Siwon menepuk punggungnya pelan.

“Oh.. Uri Donghae! Apa kabarmu kawan?” tanya Siwon dengan bahasa banmal. Yoona menoleh dengan terkejut ke arah Siwon. Pemuda itu hanya mengedipkan matanya. Gadis itu mengerti, Siwon baru saja menyelamatkannya dari situasi tidak mengenakkan tadi.

Donghae mengerutkan alisnya tidak senang melihat managernya dengan cepat begitu akrab dengan pegawai yang lain. Sedang dirinya sendiri, yang jelas-jelas atasannya, malah belum terlalu akrab dengan managernya sendiri. Tapi, apa memang karena alasan itu? Entahlah, Donghae sendiri juga tidak mengerti.

“Kenapa kau akrab sekali? Cih, bukannya kau manager Dara? Kenapa kau ada disini bersamanya?” tanya Donghae dengan nada bersahabat. Tatapan tajamnya melayang seperti menantang Siwon.

Sebenarnya, Donghae sebal kepada Siwon bukan masalah ia terlalu dekat dengan Yoona melainkan ia masih membenci artis asuhan Siwon yaitu Dara. Tapi, rasanya ia juga risih melihat Yoona terlalu dekat dengan Siwon. Jadi, apakah itu juga termasuk pemicu rasa marahnya?

Siwon tersengat harga dirinya melihat Yoona diperlakukan begitu kasar. Yoona bagaikan adiknya sekarang, dan ia tidak bisa melihat gadis lemah lembut dan baik sepertinya tertindas begitu saja oleh pemuda yang semaunya sendiri seperti Donghae.

“Aku hanya mengantarkannya berkeliling. Apakah hal itu sangat menganggumu?” sinis Siwon balik.

“Ya, sangat mengangguku.”

“Jika begitu, bersikaplah lebih baik terhadapnya. Kalau tidak, dia akan lebih sering bersamaku.”

Donghae melempar pandangannya kesal. “Nona Im, bisakah kita ke ruanganku sekarang?”

Yoona mengangguk takut-takut. Siwon memegang tangannya. Berusaha menguatkan gadis itu. Pipi Yoona bersemu kemerahan. Baru pertama kalinya, ada seorang pemuda yang benar-benar memperhatikannya dan melindunginya seperti ini.

“Dan satu lagi Tuan Choi..”

“Panggil aku Siwon saja.. Aku tidak suka dipanggil terlalu formal.” Lagi-lagi, Siwon lekas memotong jika ada yang berbicara terlalu formal dengannya.

“Baiklah, Siwon, jangan sekali-kali menyeret Nona Im dalam jam kerja jika itu memang karena urusan pribadi kalian. Kau juga mengerti, Nona Im?”

Argh… kenapa dia selalu saja membuat masalah sepele menjadi lebih rumit??, Yoona kesal sendiri. “Baiklah, Tuan. Cepat kita segera pergi..”. Yoona tersenyum ke arah Siwon sebentar. Donghae memasang wajah menyebalkan melihat Yoona melemparkan senyum ke arah Siwon.

Gadis itu segera berbalik dan melihat ke arah Donghae dengan tatapan yang tidak bersahabat. Dan segera menarik tangan pemuda itu.

“Ya! Lepaskan tanganku!” bentak Donghae. “Bukankah kau bilang tidak suka dengan orang yang tidak tepat waktu? Aku sedang berusaha tepat waktu dan juga membuatmu tepat waktu, Tuan..”

Donghae tersentak melihat tatapan Yoona yang menjadi mengancam.

Siwon tersenyum simpul sendiri. Perkiraannya benar, Yoona bukanlah sembarang gadis yang bisa kau temukan.


*Author’s POV

Sugohaesseumnida.. (Kalian telah bekerja keras..)”. Yoona membungkukkan badannya beberapa kali pada kru pemotretan yang baru saja melakukan pemotretan Donghae.

Donghae menghampiri Yoona dengan wajah dinginnya. “Kenapa kau melakukan hal itu? Kau tidak seharusnya berterima kasih pada mereka.”

Yoona menatap Donghae dengan kesal. “Bisakah kau tidak meremehkan orang lain yang tidak sehebat dirimu? Walaupun mereka hanya kru, tanpa mereka, kau juga bukan apa-apa.”

Donghae membelalakkan matanya.

“Ya! Bagaimana bisa kau berkata sekasar itu, Nona Im.. Tetap saja kau harus hormat padaku!” teriak Donghae tertahan. Yoona tidak mempedulikannya dan segera berjalan mendahului Donghae meninggalkan venue pemotretan.

“Astaga.. dia sangat keras kepala..” desah Donghae sebal.

Hening mengisi perjalanan mereka sepanjang jalan menuju kembali ke ke entertainment. Yoona benar-benar membisu dan tidak berusaha memancing pembicaraan. Dirinya sendiri gerah dengan kelakuan Donghae yang gila hormat.

“Bagaimana hari pertamamu bekerja sebagai managerku?” tanya Donghae tiba-tiba. Entah kenapa, ia lebih suka Yoona yang cerewet – ketika dia melihatnya bersama Siwon.

“Buruk.” jawab Yoona singkat. Donghae terkaget.

“Buruk? Kenapa kau bilang buruk?”

“Aku bekerja dengan orang yang tidak tahu sikap dan sopan santun sebagaimana mestinya.”

“Ya! Perkataanmu begitu kasar!” protes Donghae tak terima. Yoona mengendikkan bahunya.

“Kau bersikap sebagai seorang gentlemen. Tapi, kau tidak lebih dari seseorang yang hanya gila dengan penghormatan orang lain, Donghae-ssi..”

Donghae membisu. Sejak awal, kesannya untuk Yoona nampaknya sudah tidak bagus.

“Aku tidak gila dengan hormat.”

“Apalagi kalau bukan gila hormat? Kau bahkan tidak mau mengucapkan terima kasih sebagaimana mestinya dan malah mengharuskan orang lain yang berterima kasih padamu?”

“Apa salahnya?” tanya Donghae dengan keras kepala. Yoona menarik napasnya dalam-dalam, berusaha menenangkan hatinya yang sudah mendidih sedari tadi. Bagaimana ada orang yang begitu egois seperti dia?

“Terserahlah..”. Yoona memilih mengalah. Pikirannya melayang-layang memikirkan Siwon. Dirinya benar-benar kagum dengan pemuda satu itu..


*Author’s POV

“Ah.. Yoona-ya, kau sudah pulang?” sambut Jessica ketika Yoona masuk dengan wajah yang sebal.

Ne.. aku sudah pulang..”. Yoona segera menghempaskan dirinya ke sofa ruang tengah dan mendesah perlahan. Fisik dan psikisnya benar-benar lelah menghadapi pemuda yang bertingkah seperti anak kecil seperti Donghae.

“Kau tampak sangat kelelahan Yoong..”. Jessica menyandarkan kepalanya ke sofa yang ditempati Yoona.

“Aku bisa gila jika terus menjadi managernya…”

“Manager? Kau bahkan sudah diangkat menjadi manager? Daebak..”

Yoona tersenyum miris. “Cih.. menjadi manager orang yang tidak tahu diri tidak ada artinya bagiku..”

“Manager siapa?”

“Lee Donghae.”

Jessica menahan napasnya sendiri. Apa? Berarti Yoona bekerja dengan cinta pertamanya sendiri? Hanya saja ia tidak mengetahui hal itu dan malah terlanjur kesal?

Yoona bangkit dari posisinya dan segera melempar tasnya ke dalam kamar. Gadis itu membuka laptopnya dengan cepat.

“Aku akan mencari pekerjaan lain.”

“Eh??” seru Jessica terkejut dengan keputusan Yoona yang begitu tiba-tiba itu. Ia tahu betul bagaimana inginnya Yoona masuk ke dalam NCT entertainment. Dan gadis itu menyerah begitu saja ketika menghadapi Donghae? Mustahil.

“Kau jarang sekali mudah menyerah karena satu orang saja, Yoong, tapi, kenapa?”

“Entah, hatiku sakit mengingat namanya sama dengan seseorang..”

Jessica membeku mendengar kata-kata Yoona. Jadi, gadis itu sudah tidak menyukai Donghae? Ini kesempatan yang bagus..

Yoona membuka kotak emailnya. Matanya membulat begitu mendapati sebuah nama dengan jelas tercetak disitu.

Yoona dengan tangan yang gemetar mengklik email belum terbuka itu.

Lee Donghae

Tercetak dengan jelas.

Entah kenapa, hal itu menjadi horor baginya.

“KYAAA!!!!”

Jessica terlonjak kaget. “Wae? Wae?”. Gadis itu segera merapatkan tubuhnya ke dekat Yoona dan melongokkan kepalanya. Matanya juga membulat dengan sempurna.

“Lee… Donghae?”. Jessica menjadi terbata-bata sendiri. “Apakah dia Donghae yang dulu itu?”

Yoona menahan napasnya sendiri melihat isi emailnya. Tanggal diterimanya email itu sudah lewat sepekan. Jelas saja, dia sudah jarang membuka emailnya karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya menjadi ‘pembantu’ Donghae.

Yoona-ya..

오랜만입니다 (Sudah lama tidak berjumpa)

Bagaimana kabarmu? Aku baik-baik saja sekarang..

Sudah sejak lama kita benar-benar putus hubungan… Ternyata, aku cukup merindukan sahabatku yang satu ini juga.

Oh ya, aku menemukan alamat emailmu dari laman web sekolah kita. Aku ingin kita bertemu lagi.. apakah bisa?

Jika bisa, balaslah emailku ini..

Aku harap kau selalu sehat..

Always love u,

Donghae

Di bagian paling bawah, Donghae tidak lupa meletakkan foto diri terbarunya.

“Ini..”. Suara Yoona terdengar begitu bergetar..

“Bagaimana bisa… astaga.. Bagaimana ini..”. Yoona menutup wajahnya frustasi.

Jessica hanya membeku di samping Yoona. Jadi, benar, Donghae yang beberapa hari yang lalu minum bersamanya adalah Donghae yang mereka kenal dulu. Dan sekarang, statusnya sebagai seorang artis. Jadi, Donghae bukan sekadar meracau.

Melainkan, dia mengatakan apa isi lubuk hati terdalamnya.

Yoona menutupi mukanya frustasi. Bagaimana bisa.. Donghae yang ia kenal dulu menjadi.. Donghae yang begitu angkuh seperti sekarang?

“Yoong..”. Jessica menyentuh pelan pundak Yoona. Berusaha menenangkan gadis itu dari rasa shocknya.

Eotteohke, Sica-ah? Aku bisa gila!” teriak Yoona kesal. Air mata mulai merembes di sudut matanya. “Donghae yang aku lihat sekarang bukanlah Donghae yang aku kenal dulu.”

“Tidak, aku tidak akan bertemu dengannya. Aku tidak mau diriku tersakiti lebih lama lagi.. Tidak..” erang Yoona. Gadis itu melemparkan beberapa benda yang ada di tangannya ke sembarang tempat.

“Tenanglah, Yoong.. Kau tidak akan mati bukan?”

“Aku bisa saja mati..” lirih Yoona. “Perasaankulah yang akan menjadi mati.”

*Author’s POV

Annyeong hasimnikka, sajangnim…”

Jessica mengangguk dengan lemas pada karyawannya yang memberika beberapa map laporan. ‘Anda tampak tidak”hat, Jessica-ssi..”

“Eoh? Ani.. gwaenchanha.”. Jessica mengibaskan tangannya di depan wajahnya sebagai tanda ia baik-baik saja. “Baiklah.. jika begitu, saya permisi dulu..”

Jessica merenung terus sepanjang hari itu.. Apakah tepat jika dirinya jatuh hati pada Donghae sekarang? Pikirannya sungguh tidak bisa lepas dari pemuda beraut jutek itu..

Drrt.. drrt..

Yeoboseyo?”

“Yoona-ya?”

Jessica merasakan aliran darahnya terhenti. Ini..

“Ini aku, Donghae.. si pucat kurus yang kau kenal dulu..”

Apa yang harus kau lakukan sekarang, Sica?, keluh Jessica kaget.

Advertisements

2 thoughts on “[Chapter] 찾았다, 나의 사랑 (I Got You, My Love) – #2.

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s