[Ficlet Series] Second Choice #6

image

Second Choice #6
“Cause You Are”
Main Cast:
Jiyeon, Sehun, Suzy
Support cast:
Jongin & Seo Joohyun
Genre:
Romance, AU, School life
Length:
Ficlet – Series
Rating: General
Part ini aku jamin bikin kalian lega deh gaes

Sehun pov
Sejujurnya aku sedikit bingung pada apa yang dibicarakan Jiyeon tadi. Sembari ku lihat dia menyanyi, aku pikirkan lagi maksud kata-katanya.
Pertama, kedua orang tuaku sengaja menjodohkanku dengan Jiyeon karena masalah perusahaan. Ini benar-benar membuatku syok. Aku sama sekali tidak tahu tentang hal ini. Tapi… bagaimana dia bisa tahu? Ku akui perusahaan keluargaku memang membutuhkan partner untuk promosi dan memerlukan sedikit suntikan dana dari perusahaan tuan Park. Tapi itu bukan berarti aku diserahkan pada keluarga Park untuk menikahi putrinya. Ancaman Jiyeon tentang pemutusan hubungan kedua keluarga, bahkan hubungan kedua perusahaan membuatku merinding. Ini artinya perusahaan mereka tidak akan pernah menjadi partner perusahaan kami. Aku… tidak bisa memutuskan hal ini seorang diri.
Kedua, aku memilih Suzy. Ya, itu sudah jelas. Alasannya karena aku mencintai Suzy, bukan Park Jiyeon. Jadi aku tidak bisa dipaksa untuk mencintai gadis selain Suzy.

Masalah kedua tidak begitu penting. Yang terpenting adalah masalah yang pertama. Hemz, Park Jiyeon, kau ingin meminta imbalan atas bantuan yang diberikan oleh perusahaanmu pada perusahaan keluargaku?

Entahlah, aku tidak ingin ambil pusing.
Ku lihat, selama bernyanyi di atas panggung, Jiyeon lebih banyak melamun dan wajahnya nampak sendu. Apa yang terjadi pada gadis itu? Mungkinkah dia sedih karena pembatalan perjodohan denganku? Ah, aku tidak boleh bersikap arogant. Ini terlalu berlebihan. Park Jiyeon tidak memiliki perasaan spesial padaku. Tidak mungkin jika dirinya sakit hati atau patah hati atau apalah itu.

Beberapa menit telah berlalu, tanpa ku sadari ternyata pandanganku tak luput dari sosok Jiyeon yang baru saja turun dari panggung. Aku benar-benar bingung. Kenapa gadis itu terlihat lesu dan pucat? Apa yang terjadi padanya? Apa pula yang terjadi padaku?
Ku ikuti langkah Park Jiyeon menuju tempat parkir. Acara belum berakhir namun ia sudah bergegas pergi meninggalkan pesta. Sesuatu merasuk ke dalam pikiranku dan menyebabkan rasa ingin tahuku meningkat. Aku ingin mengetahui apa yang terjadi pada Jiyeon.

Gadis itu masuk ke dalam mobilnya berwarna merah mengkilat. Seorang sopir menemani perjalanannya menuju ke suatu tempat. Aku harus mengikutinya.
Aku mengikuti ke mana Park Jiyeon pergi. Karena rasa penasaran, aku menyuruh sopir taksi menambah kecepatan agar tidak kehilangan konsentrasi mengejar mobil Jiyeon.

Dibutuhkan waktu selama 20 menit untuk mengetahui tempat tujuan Jiyeon. Betapa terkejutnya diriku saat mengetahui kalau Jiyeon pergi ke rumah sakit. Benar dugaanku, dia pasti sedang sakit.
Jiyeon melesat masuk ke dalam lift. Ku lihat dia menuju lantai empat. Aku pun langsung naik tangga ke lantai empat. Tidak peduli dengan kondisiku yang masih lemah dan masih memerlukan perawatan intensif.

Setelah sampai di lantai empat, aku melihat sosok Jiyeon lagi. Dia berjalan gontai dengan sepatu high-heels nya. Mengkhawatirkan sekali kondisi gadis itu. Ia… berjalan masuk ke dalam ruang dokter… spesialis ginjal?
Deg!
Ada apa dengan Jiyeon? Kenapa dia menemui dokter spesialis ginjal? Ya Tuhan….
Aku ingin tahu apa yang terjadi pada Jiyeon. Oleh karena itu, tanpa malu pun aku sengaja mendengarkan apa yang ia bicarakan dengan dokter spesialis ginjal.
Samar-samar tapi aku mendengar kata ‘rahasiakan’, kau harus jaga kesehatan, dan… donor?
Apa? Donor? Jangan-jangan seseorang yang mendonorkan ginjalnya untukku itu Park Jiyeon.
Berbagai macam perasaan berkecamuk di dalam dadaku. Apakah yang aku dengar ini benar? Apakah Jiyeon benar-benar mendonorkan ginjalnya untukku?
Ya Tuhan, aku harus sadar kalau diriku ini terlalu percaya diri. Tidak mungkin Jiyeon mendonorkan ginjalnya untukku. Orang yang membutuhkan donor ginjal bukan hanya aku, tetapi masih ada orang lain yang membutuhkannya.

Sesaat kemudian.
Ceklek! Tiba-tiba Jiyeon membuka pintu di depanku yang terbuat dari kayu berkualitas tinggi.
“Oh Sehun?” lirihnya dengan kedua alis terangkat ke atas.
Aku tidak berani menatapnya.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Jiyeon heran melihat diriku di depan ruang dokter spesialis ginjal.

Mati aku! Alasan apa yang bisa aku katakan?
“Oh itu… aku… ingin check-up. Rasanya ada sesuatu yang aneh pada ginjalku. Makanya aku ingin memeriksakan pada dokter.”
Jiyeon nampak tenang dan tidak curiga sama sekali.
“Oh begitu.”
Hanya kalimat itu yang ia ucapkan. Setelahnya, Jiyeon pergi begitu saja tanpa. Mengucapkan sepatah kata padaku. Aku merasa ada sesuatu yang dirahasiakan gadis itu dariku. Sikap Jiyeon berubah, meski perubahan itu tak sedikit. Tetap saja aku merasa ada yang janggal dari perubahan sikapnya. Dia menjadi sangat dingin dan tertutup.
Baiklah, malam ini aku putuskan untuk mencari tahu sesuatu tentang Park Jiyeon. Jujur saja, dua opsi yang dia berikan padaku… membuatku gila dan bingung. Aku ingin tahu, bagaimana dia bisa mengatakan kalau orangtuaku hanya memanfaatkan hubungan pertemanan dengan keluarga Park.

“Kau benar-benar mau check up, Oh Sehun?”
Suara dokter spesialis ginjal mengagetkanku. “Ah, tidak, Dokter. Aku baru ingat kalau jadwal check up masih dua hari lagi. Maad, Dokter. Aku harus segera pergi karena kekasihku sedang menungguku di luar.” Aku terpaksa berbohong pada dokter yanh sudah baik padaku. Tentu saja aku melakukan itu agar dapat menyusul Park Jiyeon.
Sehun pov end.
***
Jiyeon berjalan dengan langkah yang cukup cepat. Malam ini ia harus segera pulang agar orangtuanya tidak cemas.
Kriiing!
Panggilan dari Joohyun.
“Eoh, Joohyun-a, wae?”
“Bae Suzy mencarimu. Hmmm… dia ingin bicara denganmu sekarang.”
Deg!
“Suzy ingin bicara denganku tentang apa?”
“Entahlah. Aku juga tidak tahu. Kau tanya saja padanya nanti.”
Joohyun menyerahkan ponselnya pada Suzy agar gadis itu dapat bicara langsung dengan Jiyeon.
“Yoboseo,” ucap Suzy lembut.
“Eoh. Waeyo?” tanya Jiyeon langsung tanpa basa basi.
“Begini, aku ingin membicarakan tentang Sehun oppa.”
Ternyata benar. Suzy ingin membicarakan tentang Sehun.
“Apa yang ingin kau dengar dariku? Aku dan Sehun tidak ada hubungan apa-apa. Dia hanya seseorang yang pernah aku kenal. Jangan khawatir, dia tetap memilihmu dan aku tidak berambisi untuk merebutnya darimu. Kau tahu? Aku hanyalah pilihan kedua, karena pilihan pertama adalah dirimu, Bae Suzy.”
Suzy merasa lega setelah mendengar paparan dari Jiyeon. Namun dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia tidak enak hati memiliki Sehun seutuhnya karena Jiyeon sangat berjasa menyelamatkan Sehun yang sedang kritis.

“Dengarkan aku, Bae Suzy! Jangan mengungkit masalah donor ginjal itu. Aku melakukannya bukan untuk diriku sendiri. Tetapi karena aku ingin….”
“Ingin apa?”
Deg!
Jiyeon berdiri kaku dan lidahnya terasa kelu, tak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Suara itu adalah suara yang tidak asing lagi baginya. Suara itu adalah suara namja yang selama ini hadir dalam setiap mimpinya dan bersemayam di dalam hatinya.

Sehun berdiri di belakang Jiyeon dengan tatapan tajam ke arah gadis bersurai panjang yang telah mendonorkan ginjal untuknya. “Kau berhutang penjelasan padaku, Park Jiyeon.”

Jiyeon membalikkan badan. Inilah yang ditakutkan olehnya. Apa yang ditakutkan, sekarang terjadi begitu saja. Sehun mendengar semua yang ia katakan pada Suzy.

Prang!
Ponsel Jiyeon terjatuh karena tubuhnya mendadak lemas.

“Apakah benar kalau kau yang mendonorkan ginjal padaku? Apakah ginjal yang aku pakai ini adalah milikmu?” tanya Sehun selidik.

Jiyeon terdiam, airmata meleleh, bibirnya bergetar dan tubuhnya terasa lemas. “Se, Sehun-a…” lirih Jiyeon. Tak berapa lama kemudian Jiyeon jatuh pingsan. Beruntung Sehun menahan tubuhnya sehingga tubuh mungil Jiyeon tak sampai terbaring di atas latai rumah sakit yang dingin.

“Jiyeon-a, bangunlah!”
Sehun nampak khawatir melihat kondisi Jiyeon yang tak berdaya dan wajah cantik itu terlihat pucat.

Tbc

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet Series] Second Choice #6

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s