[Chapter] Distance – #1. Still The Same

Distence

⇒ Distance

ParkSeungRiHae storyline

Cast: Cho Kyuhyun, Bae Irene, Kim Taehyung (V)

Rating: General – PG 13

DON’T BE PLAGIAT AND SILENT READERS! SHOW SOME RESPECT TO US….

Note: Sebelumnya, author ingin meminta support dari kalian semua karena ini adalah debut (?) pertama saya sebagai author disini.. Mohon supportnya, gamsahamnida.. Regards, Euri..

Aku harusnya begitu membencimu, tapi kenapa aku malah begitu mencintaimu? – Kim Taehyung


*Author’s POV

“Jangan menganggap kita pernah berteman, Nona Bae..”

Tatapan Kyuhyun yang dingin menusuk membuat hati Irene berdenyut sakit. Kata-kata itu.., Irene memejamkan matanya sendiri berusaha menenangkan gejolak hatinya yang mulai membuat matanya mulai digenangi oleh benda bening itu.

“Keluarlah. Selesaikan pekerjaanmu dalam 15 menit!”

“Tapi..”. Irene hendak membantah. Raut wajah gadis itu benar-benar menunjukkan ia tidak suka diperlakukan semena-mena oleh Kyuhyun seperti itu.

“Pergi! Aku tidak suka dibantah, Irene-ssi. Camkan itu!”

Irene mengepalkan tangannya kuat-kuat. Jika saja, ini adalah masa sekolah mereka dulu, tonjokan Irene pasti sudah bersarang tepat di wajah pemuda itu.

Irene menundukkan kepalanya dengan malas-malasan. “Aku akan menyelesaikannya dalam 15 menit.”

Kyuhyun mengangguk tak acuh sembari masih menekuni dokumen-dokumen yang bertumpuk di meja kerjanya yang begitu besar bagi seorang CEO.

“Terima kasih.” sahut Kyuhyun pendek. Irene melangkahkan kakinya dengan cara menghentakkan heelsnya keras-keras setiap kali ia membuat langkah. Melampiaskan kekesalannya.

Blam..

Irene membanting pintu ruangan Kyuhyun kencang-kencang. Dia tetap pada pendiriannya?, raut wajah Irene dengan segera berubah menjadi mendung. Kau tidak akan pernah tahu aku tetap mencintaimu, Kyuhyun..

*Author’s POV

Kyuhyun merenung menatap pemandangan indah kota Seoul di malam hari dengan lampu yang terang benderang menghiasi setiap sudut kota. Bertebaran seperti kunang-kunang.

Sekelebat bayangannya tentang Irene kembali mengambang. Gadis itu, selalu sukses membuat hatinya merasa bersalah. Ya, bersalah. Bersalah karena masa lalu mereka.

#Flashback

“Jangan dekati aku lagi!” bentak Kyuhyun kasar. Irene mematung di depannya dengan raut keras kepala. “Setidaknya, berikan aku alasan apa yang membuatmu mengatakan hal itu!” teriak Irene tidak kalah kencang.

Pandangan Irene menyipit. “Apakah karena kau sedang berusaha mendekati Seo Joo Hyun?”

Kyuhyun terdiam kaku. Mungkin itu alasannya, tapi bukan itu alasan utamanya.

“Bagus! Bae Irene, kau kehilangan satu hal penting lagi selain ayahmu..” gumam Irene sendiri dengan nada tinggi. Berisikan kesedihan dan kekecewaan.

Kyuhyun menarik napasnya. Nah, itu alasannya. Ayahmu..

“Aku…”. Kyuhyun tidak mampu berkata-kata melihat air mata Irene segera jatuh.

Kuatkan hatimu, Cho Kyuhyun.. Mungkin kau malah akan menyakitinya lebih dari ini nanti..

“Jangan pernah menganggap kita pernah berteman, Bae Irene.”

Bagaikan disambar petir di siang bolong, Irene menatap Kyuhyun dengan melotot. “Tidak pernah berteman?”. Mulut Irene bergetar karena emosi dan rasa sedihnya sudah tidak bisa ditahan lagi.

“Ya, kita tidak pernah berteman. Aku mohon, jauhi aku sebelum aku yang menjauhimu terlebih dahulu.”

Irene memandang Kyuhyun dengan sakit. “Aku memang pantas mendapatkannya. Perjuangkan cintamu, Kyuhyun-ah. Aku takkan pernah menganggumu lagi..”

Irene membalikkan badannya. Kyuhyun hanya bisa memandangi punggung Irene yang terus menjauh. Ingin rasanya, ia menahan tubuh mungil itu agar tidak berjalan menjauh darinya. Tapi, rasanya keberanian yang ia punya tidak cukup untuk melakukan semua itu walaupun julukannya sebagai Evil Prince di sekolah terus melekat dengan kepribadiannya.

Bukan itu alasannya, Irene-ah, bukan itu..

#Flashback END

“Apa yang harus aku lakukan?” desah Kyuhyun dengan frustasi.


*Author’s POV

Irene mengunyah makan siangnya dengan kesal. Hari ini, Kyuhyun kembali menjadikannya sebagai seorang budak dan memperlakukannya dengan semena-mena. Pemuda itu memang tidak punya hati!

Irene menancapkan garpunya ke atas kentang rebus dalam stew yang menjadi makanan siang di kafetaria hari ini. Hatinya begitu berapi-api membayangkan apa yang diperbuat Kyuhyun padanya tadi.

“Irene-ah!”

Taehyung meletakkan nampannya dengan berisik di depan Irene dan makan berhadapan dengan gadis itu. Irene memandangnya dengan gusar. “Bisakah kau diam sebentar?” ucap Irene agak kasar karena moodnya benar-benar jelek. “Oh, astaga.. aku bahkan tak berani memikirkan aku pernah berteman dengannya.” rutuk Irene dengan nada begitu kesal.

Wae? Wae?” Taehyung menyumpit nasi di dalam nampan makan siangnya dengan sekali lahap. Irene menatapnya dengan malas. “Ah, nanti sajalah aku ceritakan. Aku malas sekali membicarakannya.”

“Kyuhyun lagi?” tanya Taehyung tersendat karena mulutnya masih setengah dipenuhi nasi. Irene mengerutkan dahinya. “Jangan berbicara dengan mulut penuh makanan. Astaga! Kau jorok sekali..” keluh Irene makin tidak keruan dan keluar dari topik.

“Aku penasaran akan hubunganmu dengan sajangnim.. Kenapa dia selalu membuatmu kesal? Aku sebagai sekretarisnya juga merasa baik-baik saja selama bertugas. Dia memang perfeksionis tapi tidak seburuk omelanmu tiap kali kau sedang mengerjakan laporan..”

Irene membulatkan matanya. Apakah aku malah memaki Kyuhyun dalam omelanku setiap hari?

Jinjjayo? Apakah aku selalu mengomel?”

Taehyung mengangguk-angguk membenarkan. “Apakah kau ini sahabatnya?”

Aniyo!” sergah Irene cepat. Taehyung malah semakin penasaran.

“Apakah kau mantan pacarnya?”

Irene bertambah membulatkan matanya. “Bagaimana bisa aku menjadi pacar pemuda sinis semacam dia?”

Taehyung tersenyum misterius. “Atau malah kau mantan tunangannya?”

Irene sudah kehilangan kesabaran. Ia bergegas bangkit dan mengangkat nampan makanannya yang masih terisi setengah. “Kau mau kemana?” cegah Taehyung panik. Irene menatapnya tajam. “Tolong biarkan aku pergi sebelum aku menusuk matamu menggunakan garpu, Tae.. Terkadang, terlalu banyak bertanya itu tidak baik..”

Irene melengos dan pergi begitu saja setelah memasukkan nampannya ke dalam box berisikan nampan kotor.

Taehyung menggaruk hidungnya – kebiasaannya jika sedang bingung. Apakah Irene benar-benar menyukai sajangnim?

*Author’s POV

Taehyung berpapasan dengan Kyuhyun. Wajah bossnya itu menjadi tidak keruan sejak Irene masuk ke dalam ruangannya untuk rapat pribadi tadi. Taehyung juga melihat suasana hati Irene menjadi lebih mendung setelahnya.

Apa yang mereka bicarakan?, batin Taehyung bingung. Ia mencium sesuatu yang tidak beres antara Kyuhyun dan Irene.

Irene mengetuk-ngetukkan pulpennya dengan berisik sembari melamun.

Taehyung menggelengkan kepalanya dengan heran. “Kau kenapa lagi? Kyuhyun lagi?”. Nada suara Taehyung berubah menjadi tidak mengenakkan. Terdengar membenci Kyuhyun.

Irene menoleh mendapati nada suara itu. Terkesan bukan seperti Taehyung yang selalu ceria dan bahkan nampaknya tak pernah membenci seseorang.

“Ah.. kenapa kau selalu bisa menangkap isi hatiku, Tae?”

Karena aku selalu memperhatikanmu, Taehyung menatap Irene dengan kosong.

“Tae-ya, bagaimana rasanya mendadak dijauhi oleh sahabat karibmu yang mungkin juga cinta pertamamu?” tanya Irene lirih. Ia menatap Taehyung sungguh-sungguh. Kening Taehyung berkerut, tidak mengerti kenapa gadis itu tiba-tiba menanyakan hal yang begitu acak.

“Sakit.” jawab Taehyung singkat.

“Bagaimana jika kau bertemu dengannya kembali ketika dewasa dan dia masih tetap seperti itu? Padahal kau berharap dia akan berubah seiring berjalannya waktu. Tapi, bukannya berubah, dia malah semakin buruk. Bukan hanya menjauhimu dan seolah tidak mengenalmu secara pribadi, tapi juga malah memperbudakmu dan menggunakanmu sebagai alasan terbesarnya?”

“Apakah ini masalah kau dan Kyuhyun?” . Mata Taehyung menyipit melihat ke arah Irene yang wajahnya langsung memerah. Jawabannya, ya.

“Bagaimana bisa aku mempunyai hubungan seperti itu dengan sajangnim? Kau bergurau..”, Irene mengibaskan tangannya di depan hidung menegaskan bahwa tidak seperti itu. Taehyung semakin menyipitkan matanya.

Dia benar-benar tidak bisa berbohong..

“Tae-ya.. Bagaimana jika kita makan malam bersama?” tanya Irene mendadak. Taehyung terbuyar. “Makan malam bersamamu?”

Irene mengangguk. “Apakah ada yang salah?”

Aniyeyo.. Hanya saja..”

“Sudahlah. Aku yang akan mentraktirmu..”

Senyum dua senti Taehyung segera melebar. Menampakkan kembali sisi cerianya. Taehyung adalah pemuda yang dapat mengubah moodnya sendiri hanya dalam beberapa detik.

Tadi, dia menjadi agak cemburu karena Irene menceritakan kisahnya dengan Kyuhyun dan tidak mau mengakuinya. Harus Taehyung akui, ia kalah banyak dari Kyuhyun. Tapi, Taehyung bertekad, dia pasti akan bisa mengambil hati gadis itu bagaimana pun caranya.

*Author’s POV

Irene duduk di hadapan Taehyung dengan melahap makanannya begitu cepat. Taehyung hanya terdiam. Menatap Irene tanpa henti. Perasaannya berkecamuk tidak keruan.

Ayahnya yang telah membunuh ayahmu, Tae.. Kenapa kau harus mencintainya?

Bisikan hati kecil Taehyung selalu membuat pemuda itu marah. Kenapa ia harus mencintai Irene? Sedangkan keluarga gadis itulah yang membuatnya menjadi kehilangan satu-satunya anggota keluarganya.

“Kau tidak makan?”

Lagi-lagi, Irene selalu menangkap Taehyung sedang memperhatikannya dengan kilatan mata itu. Kilatan mata yang penuh dengan kesedihan dan emosi yang begitu lekat.

“Eoh? Aku sedang tidak bernafsu..”

Irene meletakkan sumpitnya perlahan. “Tae.. Kenapa kau selalu saja seperti itu? Kau selalu menghindari pertanyaanku.. Kau selalu menyembunyikan sesuatu dariku. Kau sedang memikirkan apa?”

Taehyung melebarkan matanya. Kenapa Irene mendadak bertanya seperti ini?

“Kenapa kau selalu menatapku seperti itu?”

Karena aku harusnya begitu membencimu, tapi aku malah begitu mencintaimu.., jawab Taehyung dalam hati.

“Kenapa kau selalu menyembunyikan sesuatu dariku?”

Karena aku tidak mau melihatmu terluka dan merasa bersalah hanya karena masa lalu yang bahkan kau tak terlibat di dalamnya..

“Dan kenapa.. kau selalu menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya dengan wajah ceriamu itu?”

Karena aku tahu, itu akan lebih baik dibandingkan jika kau dan juga orang lain mengetahui perasaanku yang sebenarnya.

“Sudahlah.. Habiskan makanmu..” Taehyung mengenggamkan sumpit ke dalam tangan Irene dan menutup telapak tangan gadis itu agar Irene memegangnya.

Irene merengut. Kenapa Taehyung seperti selalu menyembunyikan rahasia darinya?

*Author’s POV

Irene menghela napasnya. Matanya ia usahakan untuk terpejam setelah dua jam dia hanya menatap langit-langit kamarnya dengan kosong bersama dengan pikiran ruwetnya tentang masalah hari ini.. Masalah yang membuatnya resah dan membuat moodnya menjadi begitu tidak stabil.

Gadis itu memejamkan matanya rapat-rapat. Berusaha memutuskan apa yang sebaiknya ia lakukan..

#Flashback

“Sajangnim.. biarkan aku masuk..” teriak Irene setelah mengetuk pintu dengan agak kasar.

Kyuhyun menekan tombol pembuka kunci pintunya dan membiarkan gadis itu masuk.

“Kenapa kau mengembalikan dokumenku lagi?” tanya Irene dengan kesal. Ia melempar map yang ada dalam genggamannya ke meja Kyuhyun. Pemuda itu mengerutkan alisnya melihat kelakuan Irene yang begitu kasar.

Tatapan tajam Kyuhyun segera menyambut Irene begitu pemuda itu mendongakkan kepalanya.

“Apakah ini sikapmu sebagai sekretaris dan bagian dari karyawan Cho Corp? Kau mau dipecat?”. Nada dalamnya membuat Irene bergetar. Ani! Irene kau harus melawan..

“Apakah tidak pantas aku bersikap seperti ini setelah untuk yang ke 13 kalinya kau mengembalikan laporanku yang bahkan tak ada kesalahan apapun?!” teriak Irene lagi.

Kyuhyun mengeluarkan smirk evilnya. “Kau masih temperamental seperti dulu..”

Irene langsung membisu. “Kau tidak pernah mengenalku. Kau yang mengatakan itu kepadaku.. Jadi, jangan ungkit masa lalu..”. Nada suara Irene bergetar menahan kesedihannya.

“Sayangnya, aku mengenalmu dengan begitu baik sebaik kau mengenalku, Nona Bae..”

Irene membulatkan matanya. Sebenarnya, apa maunya?

“Apa maumu?” tanya Irene gusar. Kyuhyun tersenyum misterius. “Gagalkan rencana pertunanganku dengan Kwon Yuri.”

Irene memiringkan kepalanya dengan tidak mengerti. “Kenapa harus aku? Kenapa juga kau harus memanggilku dengan cara mengatakan bahwa laporanku tidak bagus?”

“Karena kau tidak akan memenuhi panggilanku tanpa alasan yang jelas. Kau selalu menghindariku. Yang kedua, aku memintamu karena Kwon Yuri juga mengenalmu sebaik aku mengenalmu.”

Irene berusaha mengingat-ingat siapakah Kwon Yuri yang ia kenal. Gadis itu membelalakkan matanya dengan segera. “Kwon Yuri? Kau akan menikahi gadis perusak hubunganmu dengan Seohyun!?”. Irene terdengar begitu histeris sehingga mau tak mau Kyuhyun tersenyum getir.

“Menyedihkan bukan? Aku harus bertunangan dengan orang yang paling kubenci.. Jadi, apakah kau mau membantuku?”

Irene tertegun. Kenapa Kyuhyun membuatnya berada dalam pusaran masalah? Bukankah dengan begini, Irene harus terus bersama Kyuhyun? Dan yang pasti, perasaannya akan kembali terombang-ambing dengan akting Kyuhyun yang seingatnya begitu bagus dan terasa riil.

Astaga! Aku bisa gila! Bagaimana bisa aku harus selalu berada di sampingnya? Menjadi sekretarisnya pun sudah membuatku hampir mati!

“Kau mau?” ulang Kyuhyun dingin. Irene menggeleng kuat-kuat. Ia tidak mau kembali terjebak dalam angan-angannya untuk kembali mencintai Cho Kyuhyun – pria yang notabene telah mencabik-cabik hatinya dengan kasar.

Kilatan menyeramkan segera muncul di kedua iris Kyuhyun. Pemuda itu bangkit.

“Kau melawan atasanmu? Baiklah, ini bukan penawaran. Ini perintah!”

Irene tetap berusaha meneguhkan hatinya. Walaupun, jika dipikir-pikir kembali, bila ia menjadi tunangan ataupun pacar Kyuhyun yang palsu sementara waktu, bisa membuatnya terus berada di samping pemuda itu dan mencintai kembali sesaat sebelum Irene benar-benar menghilangkan perasaannya.

“Maafkan aku, Tuan Cho. Aku tidak bisa melakukannya.”

Kyuhyun dengan kasar membenturkan Irene ke dinding ruangan kerjanya. Kedua tangannya mengurung gadis itu yang terpepet dinding. Irene membulatkan matanya, tidak menyangka sajangnimnya akan bertindak seperti ini. Helaan napas Kyuhyun menyapu seluruh wajah Irene. Membuat detak jantung gadis itu berpacu menjadi abnormal.

“Apakah kau akan melakukan perintahku, Nona Bae?” bisik Kyuhyun tepat di samping telinga Irene.

Suara Kyuhyun yang terdengar begitu dalam dan menggelitik telinganya membuat gadis itu merasa dirinya lemas, rasanya seluruh tulang di dalam tubuhnya hilang begitu saja.

Irene berusaha merosot ke bawah untuk bebas dari kurungan Kyuhyun sebelum dirinya benar-benar kehilangan kesadarannya sendiri karena suara Kyuhyun dan wangi parfumnya yang membuatnya mabuk dan jatuh cinta kembali.

Sayangnya, Cho Kyuhyun yang ambisius itu tak pernah melepaskan mangsanya sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan. Pemuda itu juga bergerak turun mengikuti gerakan Irene dan masih mengurung gadis itu dengan kedua tangannya.

Pandangan Kyuhyun memaku Irene.

“Kau meminta bayaran?” tanya Kyuhyun sinis. Irene berbalik menatap Kyuhyun dengan tajam. “Aku tidak menuntut apa-..”

Cup..

Kyuhyun menghentikan pembelaan diri Irene dengan membungkam mulut gadis itu dengan bibirnya.

“Apakah itu cukup?” desah Kyuhyun. Irene merasakan wajahnya memanas. Tanpa sadar, tangannya melayang tepat ke pipi putih Kyuhyun yang segera setelahnya berubah menjadi merah.

“A..ap-apa yang kau lakukan!! Beraninya kau mengambil ciuman pertamaku!!”

Irene mendorong bahu Kyuhyun dengan kasar dan membuat pemuda itu tersungkur.

“Dengarkan aku!! Aku bukan wanita pengemis perhatian dan perlakuan tidak senonoh seperti tadi! Aku bukan tipe wanita yang ingin diperlakukan seperti itu! Dan aku bukan seperti para pegawai yang selalu berusaha mengejar cintamu dan berharap di cium oleh pangeran impiannya! AKU BUKAN GADIS MURAHAN!” teriak Irene dengan air matanya yang meluncur dengan deras.

Kyuhyun terlongong. Hanya sebuah kecupan kilat dan hasilnya seperti ini?

Irene menghentakkan kakinya melampiaskan seluruh kekesalannya dan berjalan keluar serta membanting pintu kerja Kyuhyun dengan keras hingga rasanya seluruh kusennya bergetar.

Kyuhyun tercenung. Ini keinginannya yang sudah terpendam sejak lama. Mencium Irene yang terlihat begitu manis dan cantik di hadapannya. Tapi, tak ia sangka, respon Irene malah akan seperti itu. Apakah dia sudah tidak mencintaiku lagi?

Tidak bisa dipungkiri, Kyuhyun memang menyukai Irene. Hanya karena satu sebab itulah, dia memutuskan membuat jarak di antara mereka berdua sebelum gadis itu menjadi bertambah terluka..

Tapi, sepertinya, keputusannya menjadi amat sangat disesalinya.

#Flashback END

Irene menyentuh bibirnya sendiri dengan tidak percaya. Kenapa aku harus menamparnya? Bukankah seharusnya aku merasa senang? Bagaimana pun, dia adalah cinta pertamaku yang sulit dilupakan.., Irene menjadi gamang sendiri.

Aniya, Kyuhyun sudah membuat jarak denganmu. Dia tidak menginginkanmu lagi, Irene-ah! Jadi, kenapa kau harus tetap mencintainya bagaikan orang bodoh? Kau takkan menjadi pengemis cintanya!” teriak Irene dengan frustasi. Tangannya menjambak rambutnya sendiri dengan kasar. Lalu mendadak terhenti,

“Tapi, bukankah membantunya sedikit tidak masalah?” gumam Irene pelan – menimang-nimang akan kemungkinan itu.

Apakah Irene akan membantu Kyuhyun?

Hai,hai.. ceritanya garing ya?? Btw, FF ini kan udah pernah dipublish di watty pribadi author, cuma, kayaknya, kalau buat dipublish disini, FF nya author bakalan rubah total aja, supaya bisa cepet selesai… Jangan lupa komen, kritik, saran, atau apapun itu yang penting jangan jadi siders, oke?

Gamsahamnidaaa…

 

Advertisements

One thought on “[Chapter] Distance – #1. Still The Same

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s