[Vignette series] Back to Me

image

Back to Me [Cause You Are #1]
Laykim Artposter & Storyline
Main cast:
Zhang Yixing, Park Jiyeon & Kim Myungsoo
Support Cast:
Lee Ahreum, Son Wendy, Kim Sunggyu, Nam Woohyun, Ham Eunjung, Lee Donghae, Oh Sehun
Genre:
Romance, AU, Angst, Friendship
Length:
Vignette – Series
Rating: PG – 13

Jiyeon pov
Saat ini aku tengah menyelesaikan kuliahku di Los Angeles, Amerika Serikat untuk memperoleh gelar sarjana psikologi yang aku cita-citakan. Kepergianku ke Amerika tentu saja meninggalkan kesedihan di hati orang-orang yang aku sayangi terutama dia, seorang namja berparas tampan bermarga Kim. Kami telah berjanji untuk menjalin kasih saat bertemu nanti. Aku selalu mengingat namanya setiap hari. Pikiranku dipenuhi nama Kim Myungsoo. Bagaimana tidak? Namanya mengingatkanku akan janji kami beberapa tahun yang lalu. Ya, beberapa tahun, tepatnya delapan tahun. Keluargaku memutuskan untuk pindah ke Los Angeles tetapi aku tidak dapat ikut dengan mereka.
Aku harus tinggal di Korea. Ada seseorang yang membuatku harus tinggal di sana. Jadi, aku hanya menempuh pendidikan di LA dan kembali ke Korea jika sudah lulus kuliah.
8 tahun telah berlalu dengan singkat. Aku pun telah lulus kuliah. Rasanya tenang sekali. Kini saatnya aku kembali ke Korea dan bekerja di sana. Ya, aku harus mendapat pekerjaan yang layak di sana.
Jiyeon pov end.
***

“Myungsoo-a, apa yang sedang kau lakukan di tempat itu?”
Suara Sunggyu menggelegar seperti suara petir di siang bolong namun tak berhasil membangunkan Yixing dari lamunannya. Namja tampan itu tengah duduk termenung seraya menatap kosong pada sebuah kalender yang terpampang di depannya.

Flashback 8 tahun yang lalu
“Ayunan ini memiliki banyak kenangan bagiku, Oppa.” Jiyeon tersenyum memandang sebuah ayunan kayu yang terdapat di taman kota.
Yixinh senang sekali melihat senyum Jiyeon yang terlalu manis baginya. “Suatu saat jika kita berada di tempat yang berbeda, jangan lupakan kenangan kita.”
Jantung Jiyeon berdegub kencang, darah seakan berdesir makin cepat ke seluruh tubuh. “Tentu saja,” jawab Jiyeon singkat dengan senyum sumringah.
“Jiyeon-a,” panggil Yixing menatap lekat seorang gadis bersurai coklat terang yang berdiri di depannya.
“Hmm.” Jiyeon mengangkat kepalanya dan menatap Yixing balik. “Oppa, besok lusa keluargaku berangkat ke Los Angeles. Aku….” Jiyeon enggan melanjutkan kalimatnya. Ia sengaja memotongnya.
Greb! Yixing menarik tubuh Jiyeon ke dalam pelukannya. “Tenanglah, Jiyeon-a. Jujur saja, meski usia kita masih sangat belia, aku… menyimpan perasaan spesial padamu.”
“Oppa, aku tidak pantas mendapatkannya. Aku tidak bisa berada di samping oppa. Aku harus ikut dengan keluargaku hingga lulus kuliah dan itu… butuh waktu 8 tahun. Jangan menyimpan perasaan itu untukku, Oppa. Oppa berhak bahagia bersama gadis lain.”
Ada rasa kesedihan di hati Jiyeon saat ia mengatakan kata-kata itu pada Yixing.
“Apakah perasaanku bertepuk sebelah tangan?” tanya Yixing takut. Ia sangat menyayangi Jiyeon sebagai seorang gadis, bukan sebagai teman atau sahabat.
Jiyeon menggeleng secepat kilat. “Ti, tidak. Bukan begitu. Jika aku ikut dengan keluargaku ke Los Angeles, butuh waktu 8 tahun untuk kembali ke Korea. 8 tahun bukanlah waktu yang singkat, Oppa.”
Yixing membelai rambut lurus Jiyeon dengan lembut. “Aku akan menunggumu selama 8 tahun, Jiyeon-a. Pada saatnya nanti, ketika kamu sudah kembali ke Korea, ketika kamu sudah dewasa, hmmm… maukah kamu menjadi kekasihku, Park Jiyeon?” Ada jeda beberapa detik sebelum Yixing bertanya pada Jiyeon apakah dia bersedia menjadi kekasihnya.
Deg!
“Oppa…” lirih Jiyeon.
“Jiyeon-a, saat kamu kembali ke Korea, maukah kamu menjadi kekasihku?”
Jiyeon bingung menjawab pertanyaan yang sangat berharga dan membahagiakannya. Ia menghela nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya pelan.
“I, iya, Oppa. Aku… pasti mau menjadi kekasih oppa 8 tahun yang akan datang.”
Flashback end.

Kenangan saat Yixing dan Jiyeon berjanji untuk menjalin kasih setelah Jiyeon kembali dari Los Angeles, terngiang dalam ingatan keduanya setiap hari. Baik Jiyeon maupun Yixing, selalu menghitung hari demi hari, menantikan kepulangan Jiyeon dari LA.
Kembali pada Yixing yang terhanyut menatap kalender. Namja itu tersenyum kecil mengingat masa lalunya bersama Jiyeon. Dia sangat menaatikan saat-saat bertemu dengan Park Jiyeon dewasa.
***
Hari ini, Jiyeon berhasil menapakkan kedua telapak kakinya di tanah kelahirannya, Korea Selatan dengan selamat. Banyak perubahan yang terjadi di tanah air tercinta. Jiyeon tersenyum senang telah kembali ke Korea. “Aku pasti bisa bertemu dengannya. Ya, aku sangat yakin dapat bertemu dengan Yixing oppa. Oppa, aku telah kembali. Aku… akan memberikan jawaban atas pertanyaanmu 8 tahun silam. Semoga kita lekas bertemu, Oppa,” lirih Jiyeon saat keluar dari bandara Incheon.
Kriiing!
Jiyeon segera mengambil ponselnya di saku jaket jeans yang ia kenakan. Sebuah panggilan dari sahabat lamanya, Lee Ahreum.
“Eoh, Ahreum-a, aku sudah sampai di bandara. Kau tidak pindah rumah, kan?”
“Tentu saja tidak. Cepatlah ke rumahku!” Ahreum meminta Jiyeon segera ke rumahnya karena sebentar lagi dia akan ke pulau Jeju untuk pemotretan.
“Baiklah, aku akan segera ke sana.”
Tit!

Perjalanan menuju kediaman keluarga Lee Ahreum memakan waktu yang cukup lama. Jiyeon hampir lupa alamat rumah Ahreum, beruntung Ahreum mengirim sebuah pesan yang isinya alamat rumah keluarga Lee.
Sesampainya di rumah Ahreum, Jiyeon langsung bertemu dengan sahabatnya itu. Mereka saling berpelukan melepas rindu karena 8 tahun tidak bertemu.
“Kau cantik sekali, Jiyeon-a,” puji Ahreum saat melihat paras cantik Jiyeon dari jarak dekat.
Jiyeon tersipu malu dipuji oleh Ahreum. Gadis itu terkadang menjadi gadis pemalu. “Terimakasih, Ahreum-a. Kau juga sangat cantik. Aku hampir lupa tadi.”
Ahreum tertawa terpingkal-pingkal. Gadis yang berprofesi sebagai model itu selalu tidak dapat menahan tawa. “Kau bisa saja. Oh ya, hari ini kau mau ke mana? Biar aku antar. Kebetulan, pemotretan hari ini ditunda.”
Jiyeon tampak senang karena Ahreum bersedia menemaninya ke tempat manapun yang dia inginkan.
“Aku ingin pergi ke rumah Yixing oppa. Kau masih ingat rumahnya, kan?”
Ahreum nampak gugup dan kebingungan. Ada sesuatu yang ia rahasiakan dari Jiyeon.
“Kenapa tidak menjawab?” tanya Jiyeon yang merasa ada keanehan pada diri Ahreum. “Ahreum-a, kau bisa mengantarku ke rumah Yixing oppa?” tanya Jiyeon lagi.
“Maaf, Jiyeon-a. Yixing oppa sedang….”
Jiyeon mengerutkan kening. Ia bertanya-tanya kenapa Ahreum tidak melanjutkan kata-katanya. “Ada apa?”
“Jiyeon-a, Yixing oppa sudah pindah ke Cina.”
Deg!
Jiyeon mundur satu langkah dan tubuhnya hampir terjatuh karena kakinya tersandung pot tanaman yang terletak di belakangnya.
Tap! Ahreum meraih tangan Jiyeon agar gadis itu tak terjatuh.
“Kau tidak apa-apa, kan?” tanya Ahreum cemas.
Jiyeon menggeleng, pertanda kalau dirinya masih baik-baik saja kecuali hatinya. Gadis bersurai coklat itu baru saja tiba dari AS tetapi sudah harus mendengar kabar yang menyakitkan hatinya. Namja yang dinantinya, dirindukannya, telah pergi ke tanah kelahirannya di Cina. Jiyeon menundukkan kepalanya, termenung dan tak tahu harus melakukan apa lagi untuk bisa bertemu dengan Yixing. “Apakah aku harus pergi ke Cina untuk bertemu dengannya?” lirihnya sedih.

Ahreum menarik bahu Jiyeon dan memeluknya hangat. Pelukan seorang sahabat yang sudah lama tidak bersua. “Jangan khawatir, dia pasti kembali ke Korea, Jiyeon-a. Kau harus sabar,” ujar Ahreum yabg tidak mau Jiyeon bersedih.
Jiyeon mengangguk pelan. Ia mengerti alasan Yixing kembali ke Cina. Namja itu memang berasal dari negeri bambu dan wajar bila ia kembali ke sana.
“Oh ya, agar kau bisa sedikit melupakan kegalauanmu, bagaimana kalau kau ikut aku ke cafe? Di sana banyak orang baik dan bertalenta. Kau pasti akan senang.”
“Cafe?”
Ahreum menjawab pertanyaan Jiyeon.
“Baiklah,” ucap Jiyeon singkat. Baginya, cafe adalah tepat yang biasa dikunjungi. Dulu, saat dia masih tinggal di Los Angeles, Jiyeon gemar sekali pergi ke cafe bersama teman-temannya.
“Ayo!”
***

Sebuah cafe yang terletak berdekatan dengan taman kota di Seoul, selalu dibuka untuk umum selama 24 jam. Ahreum senang sekali berkunjung ke tempat itu. Suasana yang begitu nyaman, arsitek bernuansa Korea kuno dan terdapat beberapa menu makanan khas Korea. Cafe itu sering disebut dengan nama Cafe Korea kuni karena menjual makanan dan minuman khas Korea. Alat makan yang digunakan tak beda dengan alat makan pada zaman dulu.
Jiyeon dan Ahreum duduk berhadapan di dekat jendela agar bisa menikmati suasana kota di siang itu. Jiyeon merasa senang sekali berkunjung ke tempat itu.
“Aku tidak menyangka ada cafe seperti ini di Korea.”
“Ah tidak juga, Jiyeon-a. Oh ya, ada seseorang yang ingin aku kenalkan.”
“Siapa?”
“Sebentar lagi dia datang. Kau tidak akan kecewa bertemu dengannya. Dia orang yang sangat baik.”
Jiyeon mengangguk kecil.
“Mau pesan apa?” tanya Ahreum. “Cafe ini bukan sekedar cafe. Kau bisa pesan apa saja yang ada di menu. Makanannya pun tak kalah dengan makanan buatan chef terkenal di restoran.”
“Oh ya? Kalau begitu aku ingin pesan makanan dan minuman yang paling laris dipesan di sini. Itu pasti enak. Iya, kan?”
“He’em.”

Selang beberapa menit, datang seorang namja dengan pakaian formal, setelan jas dan sepatu mengkilap warna hitam yang senada dengan warna jasnya.
“Annyeong…” ucap namja itu.
Jiyeon dan Ahreum mendongakkan kepalanya, melihat siapa yang menyapa mereka berdua.
“Annyeong,” balas Jiyeon dengan senyum sumringah. “Aku tidak menyangka kau akan datang.”

Tbc

Advertisements

17 thoughts on “[Vignette series] Back to Me

  1. Msh belum jelas nic. Nama yang selalu jiyeon ingat marga Kim, tpi koq perjanjian di 8 taon lalu yixing. Haiz molla. Lanjut chin

    Like

  2. Apa jangan” Lay itu mengubah wajah’a jadi Myungsoo atau gimana sih sumpah Q bingung yang dihati Jiyi itu Myungsoo apa Lay dan kenapa yang nongol terus Lay terus siapa yang menyapa Jiyi di cafe apakah Myungsoo

    Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s