[Drabble] Give Me A Chance

Give Me A Chance

|| Author: Phiyun||Title: Give Me A Chance|| Cast: Park Jiyeon | Park Chanyeol || Genre: Sad | Romance | Friendship |Song Fict||Lenght:  Ficlet || Rating: General ||Thema Song: BTS – The Most Beautiful Moment in Life Pt. 2||

WARNING!!! Please Don’t Be Silent Readers!!!

–&–

***Happy Reading Guy’s***

Cerita ini aku fokuskan ke Pov Chanyeol yah ^^

***OOO***

Theme Song: Dead Leaves

“Please don’t fall.

Please don’t collapse.

Never never fall.”

Ada perbedaan tipis antara bersikap tegar, yang merupakan hal yang baik, dan bersikap acuh tak acuh, yang merupakan hal buruk. Dan terkadang, pemilihan waktu sangat penting. Ketika seseorang yang sangat aku sayang mengetahui dirinya menderita kanker. Dalam keadaan terkejut, dia meneleponku. Segera kukatakan bahwa aku akan datang menjemputnya ke rumah sakit.

Dalam perjalanan menjemputnya, perasaan takut dan tenang bergantian kurasakan. Aku bertanya dalam hati bagaimana reaksi yang harus  aku tunjukan di depannya. Haruskah aku bersikap tegar dan tidak menunjukan rasa takut, sehingga dia bisa memandangku sebagai pelindungnya? Atau, apakah aku harus menangis dalam pelukannya karena takut kehilangan dirinya? Pikiranku menjadi kalut saat membanyangkan dirinya.

Saat masuk ke tempat parkir, pikiranku semakin kacau. Jiyeon, sahabat dari kecilku dan juga sekaligus cinta pertamaku, mengalami hal yang sangat membuat dirinya terpuruk. Setiba di depan ruangan Jiyeon, jantungku memompa lebih cepat saat kedua manikku menatap dinginnya depan bilik pintu ruangan yang terdapat dirinya.

“Bagaimana perasaanmu?” sapa seseorang dari belakang. Pertanyaan itu membuatku terperangah. Aku justru sedang menunggu untuk mengetahui kabar tentang gadis itu. Air mataku mulai tergenang. Kujawab pertanyaan pria berjas putih panjang tersebut dengan suara yang bergetar. Tetapi, aku berusaha bersikap bahwa semua akan baik-baik saja.

“Kau sudah siap?” tanya-nya lagi. Aku pun mengangguk. Jiyeon benar-benar terkejut. Ketika melihatku. Dia menangis saat kami berpelukan. Air mata yang aku bendung pun menetes begitu saja dari kedua pipiku. Kubiarkan diriku menangis, tapi tetap memaksakan diri untuk tetap tenang.

“Chanie-ah… mengapa penyakit ini menimpa diriku.” seru Jiyeon dalam tangisnya. Aku sulit menjawab pertanyaan gadis yang sangat aku cintai ini. Tubuhku bergetar karena harus menahan rasa gejolak yang ada di dalam tubuhku. Tak ada yang bisa aku katakan padanya kecuali satu kalimat. “Semua akan baik-baik saja, Jiyeon-ah.” ucapku seraya membelai surainya yang berwarna hitam pekat.

Mendengar perkataanku, gadis berwajah pucat itu menengadahkan kepalanya dan tersenyum tipis di depanku. Hatiku remuk redam saat harus bersikap tegar di depan dirinya. Aku tak sekuat itu, aku hanyalah manusia biasa yang hatinya ikut hancur saat mengetahui waktu kebersamaan dengan orang yang sangat di cintai tak banyak lagi.

Nama penyakit yang di derita Jiyeon begitu singkat hanya terdiri dari 8 kata  yaitu ‘Leukimia’ namun sangat mematikan.

“Hidupku sudah tak lama lagi, Chanie-ah. Meskipun aku melakukan kemoterapi, penyakit ini tak akan bisa di pulihkan. Rambut panjangku akan sedikit demi sedikit rontok. Semakin hari tubuhku akan kaku dan pada titik terakhir aku sama sekali tak dapat bergerak maupun berbicara. Aku bahkan tak ada waktu lagi untuk merasakan namanya cinta.” air matanya mulai membasahi kedua pipinya yang pucat. Dengan lembut aku menyekanya dan kemudian berkata. “Kau bisa melakukannya, aku akan melakukannya  untukmu.”

“Eh?” Jiyeon tersentak kaget. Gadis itu tertegun. Perlahan-lahan ia melepaskan pelukannya dari diriku namun sebelum itu terjadi aku langsung meraihnya kembali ke dalam dekapanku. “Aku mencintaimu, Jiyeon-ah. Maukah kau menikah denganku?”

Gadis berambut panjang itu terperangah, kedua maniknya yang besar membulat sempurna. Terlihat jelas kalau Jiyeon tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. “Chanie-ah, kau tak perlu melakukan hal semacam itu untukku. Sikapmu itu semakin membuatku terlihat menyedihkan.” keluhnya dengan tersenyum miris.

“Tidak, aku serius mengatakannya padamu. Aku benar-benar mencintaimu. Apakah waktu lima belas tahun kebersamaan kita, tak cukup untuk kita berdua memulai hubungan yang lebih dari kata sahabat?”

Untuk sekian kalinya gadis berwajah pucat itu terdiam. “Chanie-ah? Meskipun aku mencintaimu tapi aku tak bisa. Ini tak…”

“Tak adil untukku?” potongku. “Jiyeon-ah, tidak ada yang adil di dunia ini. Kita hanya perlu menjalani dan memperjuangkannya dan sisanya kita serahkan kepada Tuhan.”

Kurengkuh jari jemarinya yang rentan dan setelah itu kucium lembut atas punggung tangannya. “Aku akan menjadi kedua kakimu bila kau tak mampu berjalan lagi. Aku juga akan menjadi kedua tanganmu yang selalu melindungimu. Bila rambutmu kian menipis bahkan seandainya tak ada lagi helaian rambut indahmu di sana, kau tak perlu khawatir karena aku  akan belikan banyak topi yang indah untuk kau bisa kenakan di sepanjang hari. Apa pun yang terjadi, aku akan selalu berada di sisimu. Dan harus kau ketahui, semua ini aku lakukan bukanlah semata-mata rasa kasihan tapi ini adalah rasa tulus cintaku padamu.”

Tangis Jiyeon seketika pecah saat mendengar ucapan terakhirku. Ia menangis terharu sambil berlari ke pelukanku. “Meskipun waktu kita hanya sedikit, tapi itu tak akan mengurangi rasa sayangku padamu. Mari, kita buat lebih banyak lagi kenangan manis itu.”

“Why can I still not give up on you?

I hold onto the withered memories.

Is it greed?

The lost seasons I try to restore, I try to restore them.”

 

-Fin-
Advertisements

8 thoughts on “[Drabble] Give Me A Chance

  1. Di mana2 klo chanyeol dan jiyeon yang main,, feelnya slalu dpt,, dan slalu romantis.. yeoliie oppa mmng pling pntes klo karakternya gni.. author daebakk.. cba klo oneshoot,, oke fighting

    Liked by 1 person

    • Endingnya happy end kok, dear 🙂
      Kan akhirnya mereka bersatu, jiyeon kan menerima pinangan yeol.. maap ya kalau endingnya jadi absurd, hehe 😀
      btw makasih ya, dah nyempetin mampir kesini ^^

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s