Insensible (Chapter 01)

Insensible

 

Insensible || Vera Riantiwi29  || Main Cast : Lee Donghae (SJ) – Im Yoona (GG)  || Other Cast : Choi Sooyoung – Cho Kyuhyun – Etc. || Romance – Sad – Hurt – Drama || Chapter || PG-18 || Poster by Me

 

Disclaimer : FF ini murni pemikiran 100% milik Author dan imajinasi Author. Untuk Cast yang ada di dalamnya nanti milik Tuhan, Orang Tua mereka, dan tentunya Entertaiment mereka.

NB : FF ini terinspirasi dari MV Nya Lee Hongki – Insensible. Tapi ada dimana bagian yang aku rubah alur ceritanya jadi gak sama dengan aslinya.

Insensible

Seorang gadis berparas cantik sedang menatap lirih ruangan dengan sebelah tangan memegang vas bunga yang berumur darah. Krystal bening terus saja mengalir dari mata indah gadis itu. Dalam keadaan gadis itu yang sudah frustasi karena suaminya pergi meninggalkannya demi gadis lain membuatnya bagai mayat hidup. Tiba-tiba ponselnya berdering dan menampilkan nama sahabatnya Choi Sooyoung, dengan malas gadis itu menjawab panggilan masuk dari ponselnya.

“Yeobseo…”

“…”

“Gweachana?” jawab Yoona menerawang mengingat apa yang terjadi.

“…’”

“Bisakah kau datang kesini menjemputku, Sooyoungie.” Pinta Yoona pada sahabatnya.

Setelah mendengar jawaban sahabatnya, dia meletakkan kembali ponselnya ke lantai. Saat ini tubuhnya benar-benar lemas tak bertenaga, sebagian nyawa nya seperti hilang setelah kepergian pria yang dicintainya.

Tak lama kemudian Sooyoung sahabat dari seorang Im Yoona datang ke rumahnya dan berusaha mengetuk pintu rumah gadis itu. Tapi tidak ada suara apapun dan membuat Sooyoung khawatir dan meminta Kyuhyun suaminya untuk mendobrak paksa pintu rumah itu. Setelah Kyuhyun berhasil mendobrak pintu rumah Yoona dengan cepat Sooyoung berlari ke lantai atas tempat dimana kamar sahabatnya itu berada.

Dengan napas yang terengah-engah karena berlari menaiki tangga Sooyoung membuka pintu kamar itu dan betapa terkejutnya membuat Yoona yang terduduk di lantai dengan tangan memegang vas bunga yang pecah ditambah darah segar yang ada disana.

“Ommo…. Yoong…. Astaga… Oppa… palliwa…” pekik Sooyoung histeris memanggil suaminya yang masih berada di bawah.

“Astaga apa yang terjadi Youngie??” tanya Kyuhyun pada sang Istri.

“Molla Oppa, yang penting kita bawa Yoona ke rumah sakit lebih dulu.”

Kyuhyun menggendong tubuh mungil Yoona menuju mobilnya, Sooyoung berhenti sejenak di ruang tamu rumah itu dan melihat ada pecahan gelas disana. Dan dia berpikir bahwa terjadi pertengkaran hebat antara Yoona dan suaminya. Tapi setahu dirinya sahabatnya itu selalu terlihat romantis dengan suaminya apalagi mereka berdua saling mencintai.

”Apa yang terjadi denganmu, Yoong?” gumam Sooyoung.

“YAAKK… Choi Sooyoung palliwa…” pekik Kyuhyun dari luar memanggil istrinya yang masih di dalam.

Selama di perjalanan menuju rumah sakit Sooyoung berusaha menghubungi Lee Donghae suami dari Yoona tapi ponsel pria itu tidak bisa dihubungi dan membuat Sooyoung frustasi.

“Aiishhh Jinjja dimana pria menyebalkan itu…” desah Sooyoung kesal.

“Waeyo? Apa masih belum bisa dihubungi.” Tanya Kyuhyun sambil masih focus menyetir.

“Ne, ponselnya tidak aktip. Othoke Oppa.”

“Tenanglah, kita akan membawa Yoona kerumah sakit.”

“Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka berdua? Bukankah mereka selalu terlihat baik-baik saja. Yoona juga bukan gadis bodoh yang berbuat seperti ini.”

“Tenanglah, setelah Yoona sadar kita akan menanyakannya. Arra..”

“Arraseo, Oppa.” jawab Sooyoung sambil tersenyum lembut pada suaminya.

Insensible

Sesampainya di rumah sakit Yoona langsung dilarikan ke ruang IGD untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sooyoung dan Kyuhyun menunggu diluar dengan Sooyoung masih terus berusaha untuk menghubungi Donghae.

Tak lama dari itu pintu IGD terbuka dan keluar Dokter yang menangani Yoona.

“Bagaimana keadaan sahabat saya, Dok?” tanya Sooyoung dengan cepat.

“Pasien tertekan berat dan berdampak buruk pada janin yang ada dikandungannya.”

“Apa?? Janin?”

“Iya, Nyonya Yoona sedang mengandung tiga minggu. Dan tekanan serta guncangan yang terjadi pada pasien berdampak buruk dengan janinnya.”

“Tapi dia tidak apa-apa kan?” tanya Sooyoung lagi.

“Untung kami bisa menyelamatkan janinnya saat ini. Tapi kondisi janin pasien benar-benar lemah dan saya harapkan jangan membuat pasien terguncang atau depresi terus menerus karena itu akan membuat kondisinya semakin lemah.” Jelas sang Dokter.

“Terima kasih dok, kami mengerti. Apa kami bisa mengunjungi Yoona sekarang?” tanya Kyuhyun.

“Silahkan, tapi ingat pesan ku tadi.”

“Ne, kami mengerti.”

Sooyoung lebih dulu masuk ke dalam ruangan rawat Yoona, sahabatnya itu selalu tersenyum dan dia tidak pernah menunjukkan kesedihannya ke semua orang tapi tidak dengan dirinya. Karena Sooyoung mengerti seorang Im Yoona dari kecil karena mereka selalu bersama dari umur 4 tahun dan itu membuat Sooyoung mengerti sifat Yoona. Semenjak Yoona menikah dengan Donghae dia tahu bahwa gadis itu bahagia bersama dengan pria itu. Karena pria itu adalah laki-laki yang sangat mencintai Yoona dan begitu sebaliknya.

Tanpa sadar tangan Yoona bergerak dan dengan perlahan gadis itu mulai membuka matanya. Melihat itu membuat Sooyoung bernapas lega dan tersenyum lembut pada gadis itu.

“Sooyoungie…” panggi gadis itu dengan suara parau nya.

“Ne, gweachana?” tanya Sooyoung khawatir.

“Ne, Nan gweachana, Youngie…”

“Sebenarnya apa yang terjadi, Yoong.” Tanya Sooyoung.

“Yeobo, kau ingat pesan dokter tadi. Jangan membuat Yoona tertekan karena itu bisa terjadi hal buruk pada janinnya.” Cegah Kyuhyun.

“Mwo?? Janin? Apa maksudmu Oppa?” tanya Yoona terkejut dengan perkataan Kyuhyun.

“Kau sedang hamil Yoong tiga minggu. Karena masalahmu ini kau hampir kehilangannya, aku sudah berusaha menghubungi Donghae Hyung tapi ponselnya tidak aktip.”

“Andewe… jangan beritahu hal ini pada Donghae Oppa.” mohon Yoona.

Mendengar itu membuat Kyuhyun dan Sooyoung bimbang dengan permintaan sahabatnya itu. saat ini karena permintaan Yoona tidak masuk akal, bagaimana mungkin seorang suami tidak boleh mengetahui kabar bahwa dia sebentar lagi akan menjadi ayah.

“Waaeyo?? Bukankah Donghae Oppa harus mengetahuinya.”

“Aku akan menceritakan semua pada kalian tapi berjanjilah setelah itu kalian mau memenuhi permintaanku.”

“Baiklah..” ucap Sooyoung menyerah.

Flashback :

 

Yoona sedang tertidur pulas dalam ranjangnya, tiba-tiba saja ada yang mengusiknya dari mimpi indahnya. Dengan setengah sadar Yoona membuka matanya dan melihat sang suami didekatnya dan mengecupnya lembut.

 

“Oppa mau kemana??” tanya Yoona yang melihat sang suami sudah rapih dengan pakaian kantornya.

 

“Oppa harus ke Amerika sekarang, ada pekerjaan mendadak disana.”

 

“Ke Amerika? Sekarang??”

 

“Ne, karena proyek ini tidak bisa ditunda-tunda lagi sayang. Hanya beberapa hari saja, setelah semua selesai Oppa akan langsung pulang.”

 

“Arraseo…” ucap Yoona berusaha mengerti.

 

Melihat koper suaminya berantakan Yoona berinisiatif merapihkannya, tapi ketika dia merapihkan pakaian sang suami tiba-tiba dia melihat sebuah bingkisan dengan dihiasi pita biru. Yoona mengambilnya untuk melihat nya. Gadis itu tersenyum, dia mengira bingkisan itu untuk dirinya yang sengaja disembunyikan sang suami kejutan untuknya. Melihat Donghae yang akan melangkah masuk dengan cepat Yoona kembali menyembunyikannya kembali.

 

“Oppa, pergi ne. saranghae.” Pamit Donghae sambil mengecup lembut kening gadis itu.

 

Belum sempat Yoona mencegah Donghae ternyata pria itu sudah melangkah pergi keluar rumah.

 

 

Seminggu sudah Yoona menunggu Donghae kembali dari Amerika. Seharusnya pria itu sudah kembali kemarin tapi sampai hari ini sang suami tidak kunjung pulang dan ponselnya tidak dapat dihubungi dan akhirnya membuat Yoona menyerah. Gadis itu akhirnya berencana untuk pergi menemui klient disebuah restorant tapi pandangannya tidak sengaja melihat sosok pria yang sangat dikenalinya sedang bermesraan dengan seorang gadis.

 

“Donghae Oppa…” panggil Yoona dengan lirih.

 

 

Setelah pulang dari butiknya Yoona pulang kerumah dengan masih terus memikirkan kejadian tadi siang. Dalam benaknya masih terus bertanya-tanya sejak kapan Donghae pulang dari Amerika dan siapa gadis itu.

 

Sesampai dirumah Yoona melihat mobil suaminya sudah terparkir rapih di halaman rumah mereka. Dengan cepat Yoona turun dari mobilnya untuk masuk kedalam rumah dengan bersikap biasa seperti tidak terjadi sesuatu.

 

“Oppa, kau sudah pulang?? Kapan kau datang? Kenapa tidak memberitahuku? Aku kan bisa menjemputmu di bandara tadi.” Tanya Yoona dengan terus menerus.

 

“Hahahhaa….. kau ini suamimu ini baru pulang, Nyonya Lee. Kenapa bertanya seperti ingin mengitrogasiku seperti tersangka saja.”

 

“Mianhae Oppa… aku hanya merindukan Oppa saja. Karena Oppa lama sekali perginya.” Rengek Yoona pada sang suami.

 

“Maaf, sayang. pekerjaan sialan itu membuat ku harus terus segera menyelesaikannya. Oppa juga merindukanmu sayang.” ucap Donghae sambil menarik tubuh mungil sang Istri.

 

Di dalam pelukkannya sang suami entah kenapa Yoona tidak lagi merasa hangat dan nyaman seperti biasa. Yoona semakin mencurigai bahwa sang suami sudah berpaling darinya dan tidak lagi mencintainya.

 

Malam hari mereka berdua makan malam bersama seperti biasa. Tapi selama makan malam hanya hening yang terasa disana. Tidak ada lagi canda tawa seperti biasa, karena Donghae lebih focus dengan ponselnya yang sejak tadi berdering. Yoona menatap itu hanya menatap lirih pemandangan itu.

 

Setelah selesai makan malam Yoona membereskan piring bekas makan malam mereka. Donghae sedang duduk sambil menonton acara di Televisi dan tanpa terasa pria itu terpejam. Melihat itu Yoona berjalan mendekat dengan perlahan dan mengambil ponsel yang sejak tadi di pegang oleh sang suami.

 

Yoona berjalan ke meja makan sambil mengecek ponsel sang suami. Betapa terkejutnya dirinya melihat foto seorang gadis yang dilihat nya tadi siang. Pose mesra mereka berdua terlihat sangat bahagia sekali. Tanpa terasa krystal bening jatuh membasahi pipi chubinya saat ini. Dengan cepat Yoona mengusap air mata itu agar sang suami tidak mengetahuinya.

 

Donghae berjalan mencari ponselnya karena seingatnya benda persegi itu sejak tadi selalu digenggam olehnya. Setelah berjalan kearah meja makan ternyata benda yang dicari itu ada disana. Dan ketika pria itu akan mengambil tanpa sengaja tatapannya terfokus pada Yoona yang sejak makan malam tadi hanya diam dan tak seperti biasa.

 

“Yoong, kau kenapa??” tanya Donghae lembut tapi Yoona bukan menjawab justru gadis itu beranjak dari tempat duduknya sambil membawa gelas kopi miliknya ke dapur. Melihat sifat yoona yang seperti itu membuat Donghae bingung dan mengecek ponselnya. Dan ternyata gadis itu melihat foto dirinya bersama gadis itu sedang bermesraan.

 

“Im Yoona kau kenapa, Hahh..” pekik Donghae kesal karena Yoona tak kunjung menjawab justru melangkah pergi dank arena tidak dapat menahan emosinya lagi Donghae membanting ponsel yang ada digenggamannya.

 

Prang…

Karena terkejut dengan tindakan Donghae membuat gelas yang ada ditangan Yoona terlepas dan jatuh ke lantai. Dengan cepat Yoona berlari dan memeluk erat sang suami, berusaha untuk menenangkannya. Tapi pelukkan itu tak bertahan lama karena Donghae melepaskannya dan beranjak pergi ke kamar untuk membereskan pakaiannya. Melihat tindakan Yoona berusaha menahan sang suami agar tidak pergi meninggalkannya.

 

“Oppa… mau kemana? Jebbal jangan tinggalkan aku sendirian disini.” Bujuk Yoona sambil menahan koper Donghae.

 

“Minggir Im Yoona…” ucap Donghae dingin.

 

“Oppa, waeyo? Kenapa seperti ini? apa karena Oppa tidak lagi mencintaiku lagi?”mohon Yoona dengan air mata yang tidak dapat lagi dibendung sambil menahan kaki Donghae.

 

“Lepaskan aku Im Yoona?? aku sudah tidak mencintaimu lagi, selama ini aku selalu belajar mencintaimu tapi tidak bisa.”

 

“Apa?? Tapi aku sangat mencintaimu Oppa, apa itu tidak cukup untuk menahanmu agar kau tetap disini. Jebbal… jangan tinggalkan aku..”

 

“Maaf Yoona aku tidak bisa…” ucap Donghae lirih dan pergi meninggalkan Yoona sendiri menangis.

 

Flashback End:

Sooyoung dan Kyuhyun yang mendengar semua cerita dari Yoona merasa iba. Mereka berdua tidak menyangka bahwa Donghae mampu berbuat seperti itu terhadap Yoona. Sooyoung berjalan mendekati sahabatnya dan memeluk tubuh ringkih itu dengan erat.

“Uljima Yoong. Kami tidak akan menjagamu dan bayi yang ada dikandunganmu.” Ucap Sooyoung lembut.

“Jadi, sekarang apa yang akan kau putuskan, Yoong?” tanya Kyuhyun lirih.

“Aku ingin bercerai dari Donghae Oppa…” ucap Yoona dengan mantap.

_TBC_

Bagaimana ayoo…. Apa Yoona dan Donghae jadi bercerai?? Tebak ayo tebak….? Donghae bakal tahu gak kalau sebenarnya Istrinya itu sedang Hamil?? Siapa gadis yang membuat Donghae berubah dan tidak mencintai Yoona lagi?? Hahahahha….. pasti bingung… ehhehhehehe…. J

Hayyyayayyyyyy……. Gimana FF nya pastinya Absurd heheheheh….. ini tiba-tiba aja lho terintas ide itu setelah mendengar dan melihat MVnya Lee Hongki yang Insensible….. semoga kalian suka. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa….

yang nunggu FF aku yang lain sabar yaa… cz lagi masa WB…. jadi agak lama di Update-nya…. dan terima kasih sudah setia nunggu FF aku walau Absurd….

jangan lupa meninggalkan jejaknya yaaa… karena komentar klian akan berpengaruh dengan kelanjutan FF Absurd ini…..

Advertisements

8 thoughts on “Insensible (Chapter 01)

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s