[Ficlet] Only One

`_a_a_cover only one_`

Only One

“On a scale of one to ten, you’re a nine. I’m the one you need.”—tyavi

Starring by Super Junior’s Siwon and OC’s Sun Kyo

Little story about life with a little fluff romance

Because every heart is fill with love, while the other is happiness—a fanfic by Yuna Lazuardi Lockkhart

***

Siang itu cukup terik ketika jam menunjukan pukul tiga belas waktu Korea Selatan. Udara musim dingin yang sudah menguar sejak beberapa minggu lalu kini telah tergantikan oleh desiran angin yang mulai terasa panas.

Kemudian langkah mungil itu melaju pelan, lebih pelan dari biasanya—tanpa aura enerjik yang  selalu melekat pada sang empunya. Gontai, mungkin itu satu kata yang lebih sederhana untuk menggambarkannya. Tak sampai lima meter, potongan bangku berjejer didepan kelas—memberikan panggilan untuk sekedar duduk.

“Rasanya mau mati,” bibir mungil itu bergerak pelan di ikuti hembusan napas panjang setelahnya.

Kedua telapak tangan itu melingkar di kepala, meremas kuat surai-surai kecokelatan yang bisa diraihnya sambil memejamkan mata. Oh—seperti dunia akan berakhir, tentu saja dunianya.

“Kenapa?” pemuda itu tersenyum simpul, meberikan simultan rasa kesal yang semakin lama semakin naik, “Ada masalah, Han Sun Kyo?”

“Orang sejenius dirimu tidak akan mengerti penderitaan orang-orang seperti aku…” tukasnya malas, “Aku bahkan terkejut ketika mendapati bahwa jantungku masih berfungsi normal,”

“Hmm?”

Gadis itu mengangkat bokongnya perlahan, menarik napas kuat-kuat seraya pergi, “Sudahlah,”

“Apanya?” pemuda itu meraih buku-buku jari yang hampir pergi, “Kalau kaupunya sesuatu untuk di katakan, maka kau harus mengatakannya…”

Gadis itu melengos, “Sudahlah, Choi Siwon. Perasaanku tidak bagus kali ini…”

Iris legam pemuda itu kemudian menatap sepasang manik hazel di depannya, menelusuri setiap keraguan seraya menggelitik rasa terdalam gadis itu—mengunci mereka dalam diam. Detik-detik penuh kebisuan yang membawa gadis itu dalam kegelisahan, mengusik berjuta rasa yang tengah menggerogotinya—tadi tak ada satu pun orang yang bisa paham, dia kira. Dan bukanya Sun Kyo membenci tatapan itu, pun Siwon perlahan melembut—tersenyum simpul kemudian menggiringnya duduk.

“Apa ini karena hasil ujian tadi?” tanya Siwon kemudian.

Tanpa suara, anggukan lemah itu sudah pasti menjadi jawabannya.

“Aku sudah mempelajarinya jauh-jauh hari seperti yang kau katakan. Aku juga mengulang materinya setiap minggu. Dan kau tahu jelas bahwa nilai tugas dan kuis dari professor cukup memuaskan. Tapi—”

“Kau jelas tahu dimana kesalahanmu, Sun Kyo-ah,” Siwon memotong, “Itulah sebabnya kau kecewa, menyesal atas apa yang kau lakukan.

“Sok tahu!” serunya, “Kau yang bahkan tidak pernah mendapat nilai dibawah delapan mana tahu perasaan orang-orang yang harus mati-matian hanya untuk sekedar angka delapan?!”

Suaranya meninggi, membuat gadis itu refleks bangkit—melemparkan tatapan pada apapun selain Choi Siwon.

“Sun Kyo-ah,”

“Diam!” serunya lagi, “Kau tahu jelas kalau aku paling benci momen ketika Choi Siwon menggunakan otaknya…”

Detik berikutnya bulir bening itu meluncur mulus dari netranya, memaksa gadis itu menerima kenyataan kalau ia harus berusaha lebih keras lain kali. Tarikan napas yang kian berat itu perlahan mengusik Siwon juga. Kemudian direngkuhnya tubuh mungil Sun Kyo yang bergetar, selembar kertas dengan skor mengerikan itu diremasnya kuat-kuat. Bayangkan, dari lima soal essay yang diujikan gadis itu hanya bisa menjawab satu soal saja—itupun hanya bernilai setengah benar.

“Bagaimana kalau tidak lulus?” Tanya gadis itu kemudian, “Pasti sulit kan’ meskipun yang ku inginkan sekedar nilai C?”

Siwon tersenyum, “Ayolah, apa ini Sun Kyo yang ku kenal?” Tukasnya, “Kemana semangat yang biasanya itu?”

“Berhenti bercanda, aku serius!” Keluhnya, “Lagi pula apa kata orang nanti, kalau ternyata gadisnya Choi Siwon otak udang,”

“Kalau otak udang, memang kenapa?”

“Jadi menurutmu aku benar-benar otak udang?” Protesnya, “Dasar manusia sombong, menyebalkan!”

Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “O, oi, Han Sun Kyo,”

“Jangan bicara denganku!”

“Hei,” Siwon menahan lengan gadis itu, “Kenapa cepat sekali marah, sih?”

“Kau bilang aku otak udang, siapa yang tidak marah, coba?” gadis itu mengalihkan tatapannya,

Lengkungan manis di wajah pemuda itu mengembang, “Aku tidak pernah bilang kalau gadis cantik di depanku ini otak udang, lho…”

“Kau mengiyakannnya!”

“Aku tidak melakukannya,” sanggah Siwon, “Aku hanya ingin memperjelas…”

Sun Kyo berbalik, “Lihat, betapa menyebalkannya kau!”

“Dengar dulu—”

“Apa?!”

“Dengar dulu apa yang ingin kuperjelas, oke?”

Gadis itu bergeming, membisu sambil mengalihkan netranya ke objek lain. Apapun, selain pemuda menyebalkan yang membuatnya kesal.

“Sun Kyo-ah, coba lihat berapa nilaiku,” ucapnya kemudian menyodorkan selembar kertas bertuliskan nama Choi Siwon, “Dan ayo kita lihat milikmu,”

Gadis itu masih mematung disana, mengabaikan kata per kata yang diucapkan Siwon.

Pemuda itu menarik napas, mengulum senyuman yang sedari tadi coba disembunyikannya, “Wah! Lihat, lihat!” serunya tiba-tiba, menarik atensi Sun Kyo yang mau tak mau melirik padanya, “Lihat, Sun Kyo-ah, bukankah ini angka yang sempurna?” tukasnya lagi.

Detik berikutnya Sun Kyo mencondongkan tubuhnya—penasaran dengan apa yang akan diperlihatkanpadanya. Dan pada akhirnya rasa penasaran gadis itu tak bisa membuatnya tetap bergeming mengacuhkan pemuda itu, selalu, entah bagaimana Siwon sukses mencuri seluruh atensinya.

“Apa-apaan?!” keluhnya kemudian, “Kau benar-benar mau mempermainkan aku ya?”

“Bukan begitu, aku—”

“Tidak perlu membandingkan hasil ujian begitu, seantero kampus juga tahu kalau nilai kita bagaikan langit dan bumi!” potongnya cepat, “Jadi ini yang ingin kau jelaskan?”

“Oke, begini saja, coba jawab satu pertanyaanku.” kata Siwon pada akhirnya, “Berapa hasil dari satu ditambah sembilan?”

“Tentu saja sepuluh!” kesalnya, “Kau benar-benar membuatku kesal, tahu!”

“Oke, berapa nilai tertinggi yang bisa kau dapat ketika ujian?”

“Apa kau serius tanya itu?”

“Jawab saja, berapa?”

“Sepuluh.” Jawabnya cepat—terlalu cepat, “Kau tahu betapa inginnya aku melempar sepatu ini padamu? Sudah cukup!”

Siwon terkekeh, “Kenapa kau ingin melemparku disaat kita adalah pasangan yang sempurna, sayang?”

“Berhenti bercanda!”

“Begini, dari angka satu sampai sepuluh, berapa nilaiku?”

“Sembilan,” gadis itu mengatupkan giginya kuat-kuat.

“Lantas, berapa milikmu?”

Ia menarik napas dalam-dalam, menghirup sebanyak mungkin oksigen yang dibutuhkannya, “Sa—sa…tu,”

Senyuman Siwon semakin lebar, “Lalu, berapa angka yang sempurna?”

“Sepuluh?” kening Sun Kyo berkerut, mulai memikirkan pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan kekasihnya itu.

“Dengar ya, sayang,” pemuda itu menatap gadisnya lekat-lekat, membelenggu netranya kedalam manik kelam yang tajam, “Dari angka satu sampai sepuluh, aku adalah sembilan—akan tetapi untuk menjadi sepuluh yang sempurna, aku membutuhkan angka satu…”

Siwon terhenti, membiarkan mereka tenggelam dalam hening yang dalam—menyelami iris masing-masing, membuat kedua insan itu terpaku disana. Jelas pemuda itu sangat tahu, bahwa yang dibutuhkan gadisnya adalah waktu untuk berpikir—untuk memahami apa yang tengah terjadi saat ini. Satu hal yang paling menggemaskan, sekaligus memakan waktu dan usaha yang tidak sedikit.

“Itu kau,” Siwon terkekeh, “Satu orang yang kubutuhkan untuk membuat cinta yang sempurna, seorang gadis berotak udang paling pemarah yang pernah kutemui, seseorang yang paling kucintai…”

“Jadi kau benar-benar menganggapku otak udang?!”

***

 

“Karena tidak semua hubungan berjalan bahagia, pun tidak semua kesalahpahaman berakhir duka, memulai dengan cinta dan mengakhiri dengan bahagia—mekipun terkadang, bahagia dengan cara yang berbeda.”

—FIN—

Hello, you!

Akhirnya setelah sekian lama aku bisa balik lagi untuk posting FF^^  Dan mohon maaf untuk yang masih setia menunggu ff chapter, tolong diampuni segala dosa author yg kelwat ngaret ini #ngaku# dan especially i’m sorry untuk yg ada request fanfic karena baru sekitar 20% progressnya 😂😂😂 harap maklum karena satu dan lain hal aku belum bisa memenuhi janjiku #yah, ini 30% nya alasan# *plaaakk*

Dan untuk fanfic ini kupersembahkan bagi para pecinta fluff, khususnya si penantang tyavi //authornya mr.chu// #ffkesayangan# dan sebetulnya inikurang lebih cukup menggambarkan suasana hati aku yg lg ANDILAU _antara dilema dan galau_ karena ada satu mata kuliah yg nilainya ampun dehh… kayak kode gitu, supaya lebih giat belajar… dan yaaa… oke segitu aja curhatnya…

Jangan lupa biasakan komen setelah baca! Please, bagi siders, apa mesti aku sumpahin dapet nilai uts jelek dulu baru bisa komen ???

With love, YLL 😘

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s