Sweet Sin [Ficlet Series – Part 1]

Sin

|| Title: Sweet Sin || Author: Phiyun || Genre: Family | Hurt | Sad | Friendship | Romace | School Life  || Cast: Choi Siwon | Im Yoona ||

Please Don’t Be Silent Reader!

 

Seluruh kisah ini aku fokuskan di Pov Siwon ya 🙂

***Summary***

Benarkah perasaan ini?

~OoO~

*** Happy  Reading ***

Semilir angin awal musim semi menusuk  perih relung sukmaku. Kedua mataku tak terasa mulai merasakan panas saat harus menatap sebuah nama yang tertoreh di atas butu nisan yang tepat ada di hadapanku. Dadaku semakin sesak saat mengenang kembali saat-saat bersama dengan dirimu. Hatiku terasa pilu seperti tertusuk beribu-ribu tajamnya ujung pisau yang kuat menikam jantungku.

Semua rasa cintaku seketika lenyap tersapu dengan rasa kebencian. Aku harus melupakanmu agar aku bisa membalas dendam tapi, apakah aku mampu menghapus dirimu dari dalam hatiku? Sedangkan sampai sekarang bahkan sampai detik ini bayanganmu masih melekat kuat di dalam ingatanku.

~OoO~

-Pov Author-

-Seminggu Sebelumnya-

“Siwon-ah, kau mempunyai adik perempuan.” ucap pria paruh baya tersebut kepada anak laki-lakinya sambil duduk di atas ranjangnya. Nampaknya kondisi sang ayah terlihat memprihatinkan. Wajah pria paruh baya tersebut nampak kuyu dengan kondisi pergelangan tangannya yang tertusuk oleh jarum infus.

Sang anak sedikit terkejut saat mendengar pengakuan sang ayah. Pemuda itu merasa kalau sang ayah sedang becanda di depannya. “Apa maksud ayah?” tanyanya ragu. Tak lama kemudian ayah pemuda itu memberikan sebuah amplop berwarna coklat kepada putra semata wayangnya. Siwon menerimanya dengan perasaan yang was-was. Betapa terkejutnya ekspresi Siwon saat melihat isi dalam amplop tersebut.

“Gadis itu bernama Yoona. Dia cantik, bukan? Namun sayangnya ia bisu, karena ia mengalami kecelakaan mobil dua tahun yang lalu bersama ibunya dan di saat itu juga ibunya meninggal dunia di tempat kejadian, kasihan sekali dirinya. Yoona adalah putri dari wanita yang ayah cintai.” ujar sang ayah kepada putranya dengan suaranya yang parau.

Siwon masih terkejut dengan apa yang telah terjadi kepada dirinya. Ia masih tertegun sambil menatap lekat-lekat selembar foto yang saat tadi ia ambil dari dalam amplop tersebut.

“Dia adalah adik kelasmu. Kau pasti mengenali dirinya kan, Siwon-ah?” tanya ayahnya kembali kepada anak lelakinya. Siwon sontak kaget saat mendengar pertanyaan sang ayah. Bagaimana ayahnya bisa tahu kalau dirinya mengenali gadis tersebut. Dengan ragu Siwon pun menjawab dengan anggukan kepalanya. “Hemm… aku pernah melihatnya di sekolah.”

Sang ayah tersenyum tipis saat menedengar balasan dari putranya. Tuan Choi lalu menggengam erat tangan putranya dan kemudian berkata. “Maukah kau menggantikan posisi ayah untuk menjaganya?”

-End-

~OoO~

Kedua mataku masih menatap tajam ke arah selembar foto yang ada di dalam gengamanku tepat di depan pusaran kedua orang tuaku. “Jadi dia putri dari wanita yang kau cintai? Jadi selama ini kau tak mencintai ibuku?” lirihku seraya tatapan mataku beralih ke sebelah batu nisan yang ada di sebelah nisan ayahku. Ya, nisan itu adalah kuburan ibuku. Ibuku di kubur bersebelahan dengan makam ayahku. Ibuku sudah pergi kepangkuan Tuhan dua tahun yang lalu karena mengidap kanker.

“Kau sudah membuang istrimu dan anakmu demi wanita semacam itu dan sekarang kau menyuruh aku menjaga anak dari wanita yang kau cintai? Apakah kau becanda.” keluhku kembali di depan pusaran ayahku.

Jantungku bergemuruh kencang saat mengenang kembali prilaku ayahku selama ini kepada diriku dan ibuku. Ayahku tak pernah mengucapkan selamat ulang tahun pada diriku bahkan ia juga melupakan hari ulang tahun ibuku. Setiap aku ingin membencinya, ibu selalu berkata.

~OoO~

-10 tahun yang lalu-

“Ayahmu kan seorang Direktur, pasti dia sangatlah sibuk.”

“Tapi, Ma… dia bahkan tak pernah satu kalipun merayakan ulang tahun kita berdua?” keluh sang anak laki-lakinya.

Sang ibu pun lalu berjongkok di sebelah putranya dan berkata. “Dia bukannya tak ingin merayakan hari ulang tahun kita. Mungkin ada suatu acara bisnis yang tak bisa ia hindari. Jadi dia harus mengurusi kliennya terlebih dahulu, Siwon-ah.” kata wanita muda tersebut kepada anak laki-lakinya dengan senyuman yang lembut.

“Apakah ibu mencintai, ayah?” tanya sang anak dengan nada yang penasaran. Ibunya pun tertawa kecil saat mendengar pertanyaan polos dari sang anak. “Tentu ibu mencintainya, malahan ibu sangat mencintai, ayah dari putraku yang pintar ini.” imbuhnya sambil memeluk jagoan ciliknya.

Di perlakukan seperti itu, anak kecil itu pun tertawa di dalam pelukan sang ibu. ”Kalau begitu, aku akan memaafkan, ayah. Ibu jangan pernah bersedihya, gara-gara ayah. Karena jika ayah membuat ibu menangis, aku tidak akan memaafkannya.” kata putranya dan ibunya pun membalasnya dengan anggukan kepala, seperti menyetujui apa yang baru saja di katakan sang putra semata wayangnya.

[End]

~OoO~

Jujur saat itu pikiranku masih polos, sehingga aku bisa begitu mudahnya memaafkan semua kesalahan ayahku karena saat itu aku masih berubur 7 tahun, namun sekarang berbeda. Aku sekarang bukanlah anak-anak lagi. Aku sudah tahu belakangan ini kalau ayahku mempunyai wanita idaman lain saat ibuku sakit  keras dua tahun yang lalu.

Dan ternyata apa yang aku takutin selama ini pada akhirnya terjadi juga. Pria yang selama ini di angung-angungkan oleh ibuku ternyata berkhianat di belakangnya. “Kau telah mengkhianati kepercayaan dan cinta tulus ibuku demi wanita jalang itu, hah! Tak sampai di situ saja kau juga mengirim putri tersayangmu ke sekolahku. Kau benar-benar pria yang jahat, sampai akhir kau menghembuskan napas kau masih tetap menorehkan luka yang mendalam di relung jiwaku, ayah.” lirihku.

“Aku juga mau berkhianat seperti dirimu, Yah.” tak lama kemudian, lembaran-lembaran foto tersebut aku bakar tepat di depan makam ayahku. “Masuklah kau ke dalam neraka!” makiku tanpa setitik pun airmata yang mengalir dari kedua sudut mataku.

~OoO~

-Pov Author-

-Keesokan harinya-

“Siwon-ah!!!” terdengar seruan teriakan dari segerombol gadis yang saat ini sedang menggunakan kostum cheerleader. Mereka semua berlari menghampiri pria tinggi itu dengan wajah yang riang.

“Siwon-ah, kami akan menjadi pemadu sorakmu saat pertandingan basket sekolah kita melawan sekolah M.” ucap salah satu dari mereka sambil merangkul mesra di lengan atletis milik pemuda itu.

Siwon sama sekali tak mengindahkan ucapan dari para wanita yang mengeluh-ngeluhkan dirinya. Ekpresinya masih terlihat datar saat merespon kegaduhan yang mereka lakukan terhadap dirinya.

Beberapa saat kemudian Siwon angkat bicara mengenai aksi mereka untuk mejadi pemandu sorak saat pertandingan basket antar sekolah.  “Mengapa kalian mau repot-repot melakukan itu?”

“Karena aku suka kamu!” seru seseorang gadis yang ada di depannya. Dan dengan entengnya Siwon pun menjawab. “Aku juga suka.” ucapnya dingin namun di tanggapi dengan senang hati oleh semua gadis yang ada di sana. Setelah mengatakan kalimat itu, Siwon pergi berlalu meninggalkan keriuh-han yang telah ia buat.

Saat Siwon sedang santai berjalan menuju taman belakang sekolah, ia melihat seorang gadis dengan rambut panjang yang terurai indah sedang berdiri di depan pohon sakura. Kelopak-kelopak bunga sakura tersebut berjatuhan mengenai tubuh gadis tersebut saat angin bertiup. Untuk sesaat kedua mata Siwon terpesona akan pemandangan yang ada di hadapannya. Ia terpaku saat angin tersebut menyapu lembut rambut panjang yang terurai milik gadis itu. Hampir seperkian detik kedua maniknya sama sekali tak terpejam saat menatap sosok gadis tersebut.

-End-

~OoO~

Sesat aku seperti melihat peri bunga sakura. Gadis yang sangat cantik. Matanya yang indah dan bibirnya yang berwarna seperti kelopak bunga sakura menambah kecantikan yang ada di dalam dirinya. Tak menyangka kalau dia adalah adikku.

Perlahan-lahan aku berjalan menghampirinya dan tak lama keberadaanku, ia rasakan. sehingga tatapan matanya yang saat tadi sedang menatap keindahan bunga sakura sekarang beralih ke arahku.

“Selamat pagi.” sapaku. Gadis itu tetap terdiam saat aku sudah berdiri ada di depan hadapannya. Tak lama kemudian gadis itu menuliskan sesuatu di dalam buku notenya dan setelah itu ia memperlihatkan tulisan yang saat tadi ia tuliskan di sana kepadaku. “Selamat pagi.

Aku berpura-pura bertanya kepadanya, apakah dia bisu tapi dengan nada yang becanda. Karena aku mau rencanaku berjalan sesuai rencana. “Mengapa kau tak membalas sapaanku dengan balik menyapa? Apakah kau bisu?” ucapku dengan sebelah sudut yang terangkat. Gadis itu terdiam dan tak lama kemudian ia menjawab dengan anggukan kepala. Seperti memberitahu kalau apa yang aku katakan adalah kebenaran bagi dirinya.

“Maaf bila aku bersikap tak sopan kepadamu. Tapi kalau boleh tahu siapa namamu?” tanyaku kembali kepadanya, semua itu aku lakukan semata-mata hanya untuk berbasa-basi terhadap dirinya. Dan ia pun lalu menulis kembali ke dalam note booknya dan kemudian, ia menunjukan kembali kepadaku. “Tidak apa-apa. Namaku Im Yoona.” balasnya dengan senyuman yang lembut.

Aku nyaris saja ternggelam dalam pesonanya, namun sesegera mungkin aku mengembalikan akal sehatku. “Ini bukan saatnya aku terkesima terhadap dirinya, Siwon-ah sadarlah!” bentak dalam hatiku.

“Wah, kau hebat ya. Kau sangat mahir dalam membaca gerak bibir. Kau tidak hanya cantik namun kau juga berbakat.” seruku padanya. Mendengar pujian yang aku lontarkan kepadanya, membuat gadis itu tersipu malu. Ekspresinya yang polos membuatku semakin ingin mengotorinya. Gadis ini masihlah sangat lugu dan di saat itu juga aku langsung mengambil kesempatan.

“Yoona-ah, sebenarnya sudah lama aku memperhatikanmu. Aku selalu mencari waktu yang tepat untuk mengatakan ini padamu dan saat inilah waktu yang tepat.” kataku sambil menggengam lembut jari jemarinya yang lentik. “Aku suka kamu, mau kah kau menjadi kekasihku?”

Seketika kedua pipi milik gadis itu merona merah bahkan iris kecoklatannya membesar dalam waktu seperkian detik saat menatap kedua mataku. Aku tahu dia pasti sangat terkejut dengan apa yang barusan saja aku katakan.

Yoona tak mampu membalas ucapanku. Ia terus menunduk sepertinya, gadis itu berusaha menghindari kontak mata di antara kami. Aku tahu dia pasti masih sangatlah kaget. Aku tak mau memaksanya jadi aku mengeluarkan rencana keduaku.

“Kau tak perlu membalas pernyataanku saat ini, Yoona-ah. Kita bisa memulai dari persahabat dulu.” tambahku dengan tersenyum simpul.   Mata beningnya memulat saat mendengar kembali perkataanku. Saat mata kami berpautan, Yoona langsung menundukkan kembali wajahnya. Beberapa saat kemudian, gadis yang ada di depanku menganguk kan kepalanya dengan tersipu malu.

Mendengar jawaban dari Yoona membuat hatiku menjadi senang dan tampa aku sadari, diriku terbawa perasaan bersama dengan dirinya. Tapi itu tak berlangsung lama, karena aku sesegera mungkin mengembalikan akal sehatku. Aku tak boleh kalah dengan dirinya. seru batinku.

“Jadi hari ini kita berteman, ya.” kataku ringan dan Yoona pun membalas perkataanku dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. Aku senang karena aku berhasil menaklukkan dirinya. Dia berhasil masuk perangkapku. Jadi aku bisa dengan leluasa menghancurkan dirinya, namun kenapa dadaku terasa sesak saat membayangkan semua itu. Apakah aku mampu melakukannya?  Karena sebelum aku mengenal dirinya adalah adikku, aku sudah tertarik dengan dirinya? Apakah ini hukuman Tuhan yang diberikan padaku karena sudah terlalu membenci ayahku? Ataukah semua ini hanyalah rasa sayang antara kakak dan adik?

-TBC-

Advertisements

37 thoughts on “Sweet Sin [Ficlet Series – Part 1]

  1. Maaf banget klo saya ngomong kaya gini. Kenapa alur ceritanya mirip banget sama komik yg pernah saya baca ya? Walo ada beberapa penambahan kata didalam ceritanya. Di komik yg saya baca ceritanya juga kaya gini dimana seorang kaka jatuh cinta ama cewe yg ternyata itu adiknya sendiri yg rupanya cewe itu bisu.bagian disaat ngebalikin kancing baju yg salah saat mereka berada di pohon sakura juga sama.

    Like

    • Halo Henny… Alur ceritanya mirip ya? Maap kalo alur ff ku pasaran, hehehe… jujur aku gak tau kalau ternyata cerita yg kubuat bisa sama. sebenernya setting ffku banyak terinsprasi dari beberapa cuplkan MV maupun film anime mungkn karena itu jadi agak sama dengan komik yang udah kamu baca ^^ btw makasih ya dah mampir kesini 🙂

      Like

  2. Wanita yg dicintai appa nya siwon kan? Tp semoga Yoona gak ada Hubungan darah dgn siwon.
    Kayaknya siwon nanti bakal terperangkap sendiri dalam niatannya deh. Dan yah baru seru2nya harus disudahi dgn tbc huhuhu

    Liked by 1 person

    • Yap, wanita yang di cintai sama appanya siwon itu ibunya yoona dan entahlah apakah bener yoong itu sodara kandung siwon. jawabannya bakalan terungkap di last chapter nya…
      Makasih ya dah nyempetin mampir kesini buat baca ^^

      Like

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s