Love Rain {Oneshoot} – HyeKim

IMG_20141207_132155

Title : Love Rain

Genre : Romance

Lenght : Oneshoot

Rating : PG-15

Author : Kim Hyerim a.k.a HyeKim

Main Cast :
-Lee Taemin
-Kim Soona (OC/You)

Summary : “Di bawah rinai hujan kami berpayung di satu payung. Suara hujan,suara hati. Hujan cinta telah turun

Note : Don’t be silent readers, don’t forget to comment after you read this fanfic. I just owner this fanfic and cast? Cast aren’t mine. Happy Reading ~

.

.

.

Hujan deras sedang mengguyur kota Seoul. Lelaki yang sedari tadi asyik mendengarkan musik yang ia dengarkan dari MP3-nya, langsung melepas kedua earphonenya dan berdecak kesal. Pasalnya hari ini tidak membawa payung atau jas hujan.

Lelaki bernama lengkap Lee Taemin itu hanya menatap langit dan seakan dengan menatap langit terlalu lama, akan membuat hujan berhenti. Tapi pada nyatanya hujan malah makin deras mengguyur kota Seoul , ditambah dengan angin yang berhembus sangat kencang.

Ish! Menyebalkan sekali!” gerutu Taemin lalu mengambil ponselnya dan mengetikan sebuah pesan.

To : Umma

Umma hari ini aku akan pulang terlambat karena hujan. Jangan mencariku.

Setelah pesan tersebut terkirim, Taemin memasukan ponselnya ke saku seragam sekolahnya dan tetap berdiri menunggu hujan reda di depan gedung sekolahnya, dan sekalian juga ia berteduh karena ia tak mau mengambil resiko sakit bila kehujanan. 

                              ****

“Ya ampun! Hujannya sangat deras.” ucap seorang gadis saat ia baru keluar dari gedung sekolahnya dan memilih untuk berteduh sebentar karena hujan deras mengguyur kota Seoul.

Gadis bernama lengkap Oh Hyerim itu menatap gadis yang sedari tadi berada di sebelahnya, yang tak lain adalah sahabatnya.

“Soona-ya, kamu membawa payung tidak?” tanya Hyerim pada gadis itu yang bernama Kim Soona.

“Ya, aku bawa, ingin bareng ke halte bus?” ucap Soona dan dijawab anggukan oleh Hyerim.

Lalu Soona pun mengeluarkan payungnya yang berwarna pink dan lalu ia berdua dengan Hyerim berjalan meninggalkan gedung sekolah mereka dengan menerobos hujan menggunakan payung pink milik Soona.

“Hyerim-ah, kajja, berdua saja denganku.” Saat Soona dan Hyerim sedang berjalan di tangga yang menuju tempat parkiran sekolah mereka , tiba-tiba seorang lelaki berparas imut menghampiri mereka.

“Ayok sini!” Lelaki bernama Luhan itu menarik Hyerim untuk berjalan bersamanya di bawah payung berwarna biru yang dibawa olehnya.

Hyerim dan Luhan langsung pergi meninggalkan Soona sendirian. Soona yang merasa jengkel hanya mengucapkan sumpah serapahnya pada pasangan laknat itu.

Tiba-tiba angin berhembus kencang dan menyebabkan payung pink milik Soona terbang, dan membiarkan tubuh rampingnya terguyur oleh tetesan air hujan.

“Yah! Payungku!” teriak Soona

Soona berusaha mencari-cari payungnya yang terbang. Tiba-tiba seorang lelaki menghampirinya dan memayunginya, membuat Soona mendongak dan tersihir begitu saja saat melihat senyum pria itu. Pria itu sedang memayungi Soona dengan payung pink miliknya.

“Apakah ini payungmu?” ucap pria itu sembari tersenyum membuat jantung Soona berdetak abnormal dan lalu menganggukan kepalanya.

                              ****

Taemin menghembuskan nafasnya kasar, hujan tak kunjung juga berhenti. Akhirnya pun Taemin memilih nekad untuk menerobos hujan. Saat sedang menerobos hujan, tiba-tiba sebuah payung pink terbang kearahnya. Taemin langsung mengambil payung tersebut.

“Yah! Payungku!” teriak seorang gadis. Membuat Taemin tersadar ada seorang gadis yang tubuhnya terguyur hujan tampak mencari-cari payungnya, dan Taemin yakin bahwa payung yang ia pegang adalah milik gadis itu.

Taemin melangkah mendekat pada gadis itu dan memayunginya sembari tersenyum, gadis itu menoleh padanya.

“Apakah ini payungmu?” ucap Taemin sembari tersenyum dan gadis itu menganggukan kepalanya.

“Boleh aku menumpang?” tanya Taemin

“Eung..tentu.” jawab gadis itu

Lalu mereka berdua berjalan dengan payung pink milik gadis itu—Soona— , suasana diantara mereka sangat canggung dan keduanya memilih diam dan terasa sangat hening dan hanya terdengar suara rinai hujan.

Soona menatap Taemin yang sepertinya lebih memilih bahunya dan sebagian tubuhnya basah terkena air hujan daripada Soona yang terkena air hujan.

“Mendekatlah, sebagian tubuhmu terkena air hujan,” ucap Soona sembari tersenyum dan dengan perlahan Taemin mendekat kearah Soona dan membuat bahu mereka berdua bersentuhan.

Soona hanya mendukan kepalanya, sementara Taemin merasa darahnya berhenti berdesir saat bersentuhan dengan Soona.

“bioneun geori urin dur georeotjyo
jogeuman usan nae eokkaeneun jeojeotjyo
geunyeoneun naege sujubeun deut marhaetjyo
jogeumdeo gakkai geudae deureo oseyo~
sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansogui dueokkae
sujubeun eokkae
sarang biga naeryeo oneyo
nan sarange ppajyeotne”

(The two of us walked the rainy streets
Under the small umbrella, my shoulder got wet
She shyly told me
Come a little bit closer
Softly, our shoulders touch
Rub dub rub dub, my trembling heart
Softly softly, rub dub rub dub
The two shoulders underneath the umbrella
the shy shoulders
Love rain is falling
I have fallen in love)

“Terimakasih,” ucap Taemin saat ia dan Soona sudah sampai di halte bus, dan dengan cepat Taemin berlari menaiki bus sesuai jalur yang akan ia tempuh.

Sementara Soona harus menunggu busnya 10 menit lagi dan masih berada di halte. Taemin tersenyum pada Soona dari dalam bus melalui jendela bus, dan gadis itu membalas senyumannya dengan senyum manisnya.

“Senyumnya sangat manis.” gumam Taemin tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Soona dan lalu duduk di salah satu kursi bus. 

                               ****

Seorang pria tengah digandeng oleh seorang gadis yang tampak lebih tua beberapa tahun darinya. Pria bernama Lee Taemin itu hanya menampakan ekpresi wajahnya yang terlihat tidak bersemangat, padahal gadis yang mengandeng tangannya tampak bersemangat.

Nuna! Kenapa harus membawa aku sih untuk melihat pertunjukan musik membosankan ini?” gerutu Taemin pada gadis itu dan membuat gadis yang dipanggil nuna olehnya itu menoleh padanya.

“Habis nuna tidak tahu ingin membawa siapa, lagi pula teman-teman nuna kesini membawa kekasihnya,” ucap gadis bernama Park Sunyoung itu.

“Sunyoung-ah, eoh? Ini Taemin? Yaampun uri Taemin sudah besar ya,” ucap seorang gadis yang baru muncul menghampiri Sunyoung dan Taemin.

“Dia memang sudah besar, tetapi masih belum tahu menahu tentang apa itu cinta.” ucap Sunyoung pada Victoria—gadis yang tadi datang—. Dan Victoria hanya tertawa, sementara Taemin hanya menatap kakaknya itu kesal.

“Taeminnie, kamu memang masih imut seperti dulu, dan ya belum pantas untuk jatuh cinta,” ucap Victoria sembari mengacak-acak rambut Taemin, membuat pria itu makin kesal.

Yak! Nuna-nuna, walaupun sekarang umur kalian sudah berkepala 2, tetap saja ya menyebalkan!?” ucap Taemin sembari mengerucutkan bibirnya.

“Dan sekarang walau umurmu sudah 18 tahun masih saja imut seperti ini.” balas Sunyoung.

Lalu mereka bertiga pun berjalan menuju segerombolan anak kuliahan yang seumuran dengan Sunyoung dan Victoria. Taemin hanya memandang anak kuliahan itu malas dan mulai sibuk memainkan ponselnya, ia memainkan permainan angry bird dan terkadang berdecak kesal karena kalah dalam game tersebut.

“Ayok cepat! Pertunjukan musiknya akan segera di mulai.” ucap Eunjung—salah satu teman Sunyoung—

Sunyoung langsung menarik dan mengenggam tangan Taemin lagi untuk masuk ke dalam hall. Dapat dilihat beberapa teman Sunyoung datang kesini dengan kekasihnya, kecuali Sunyoung dan Victoria.

LG Art Center Gangnam-gu sudah dipenuhi beberapa orang yang ingin menonton pertunjukan musik awal musim semi ini. Taemin dan Sunyoung pun sudah berada di dalam hall dan duduk di salah satu kursi yang bersejajaran dengan anak universitas Yonsei—universitas tempat Sunyoung berkuliah—

Taemin hanya sibuk memainkan ponselnya sampai tirai berwarna merah yang berada di panggung terbuka dan menampilkan satu grand piano berwarna hitam dan beberapa alat musik seperti biola dan yang lainnya. Lalu beberapa pemain musik pun memasuki panggung. 

Pertunjukan musik awal musim semi pun di mulai. Taemin hanya menggerutu kesal saat ponselnya low battery, dan mau tak mau akhirnya ia harus menonton juga pertunjukan musik yang menurutnya membosankan itu.

“bioneun jeonyeog geunyeo moseub boatjyo
oraejeon buteo bogo sipdeon geunyeoreul
usani eobtneun geunyeoege marhaetjyo
nae usansogeuro geudae deureooseyo~
sallang sallang sallang deullyeo oneun bissori
dugeun dugeun dugeun dugeun tteollyeo oneun nae gaseum
sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansori bissori
nae gaseum sori
sarang biga naeryeo oneyo
bioneun geori urin duri georeotjyo
jogeuman usan nae eokkaeneun jeojeotjyo
geunyeoneun naege sujubeun deut marhaetjyo,”

Taemin langsung melotot saat melihat seorang gadis di balik grand piano hitam tersebut sedang menyanyikan lagu populer soundtrack drama Korea terkenal, Love Rain yang dibintangi oleh Yoona SNSD dan actor Jang Geun Suk. Jari lentik Soona dengan lincah menekan tuts pada piano sembari menyanyi lagu berjudul Love Rain tersebut.

“Jogeumdeo gakkai geudae deureo oseyo~
sallang sallang sallang buditchineun eokkaee
dugeun dugeun dugeun dugeun tteollyeo oneun nae gaseum
 sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansogui dueokkae
sujubeun eokkae
sarang biga naeryeo oneyo
nan sarange ppajyeotne
sallang sallang sallang deullyeo oneun bissori
dugeun dugeun dugeun dugeun tteollyeo oneun nae gaseum
sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansori bissori.
nae gaseum sori
sarang biga naeryeo oneyo
I love rain I love you”

Lalu lagu yang di nyanyikan Soona pun selesai, Taemin masih terpaku melihat penampilan gadis yang sama sekali ia belum ketahui namanya siapa, yang kemarin memberinya tumpangan dengan payungnya.

                              ****

“Hah! Hujan!” pekik Sunyoung saat ia hendak keluar dari LG Art Center Gangnam-gu.

Taemin yang berada di sebelah Sunyoung hanya memasang raut kesalnya karena lagi-lagi hujan mengguyur kota Seoul, dan kedua adik dan kakak itu tidak membawa payung untuk melidungi diri mereka dari buliran air hujan.

“Soona-ya! Chamkaman! Jangan marah seperti ini, kemarin salahkan saja Luhan yang main menarikku.” Terdengar teriakan seorang gadis dari belakang Taemin dan Sunyoung.

“Ya, ya, ya, ya.” Gadis yang dipanggil Soona itu hanya menjawab acuh.

Taemin tampak mengenali suara itu lalu menoleh ke belakang, dan benar dugaannya bahwa gadis itu adalah gadis yang kemarin payungnya ditumpangi olehnya. Akhirnya Taemin tahu bahwa gadis itu bernama Soona, ya Soona.

“Hyerim-ah.” Lalu terdengar suara seorang pria menghampiri Soona dan gadis yang tadi menteriakinya yang bernama Hyerim.

Eoh Luhan?” ucap Hyerim pada pria bernama Luhan itu.

“Sana, sana kalian pergi saja. Kalian ingin kencankan pada malam minggu sekarang? Sudah sana pergi!” usir Soona pada sepasang kekasih itu.

Yak! Apa-apaan maksudmu mengusirku dan Luhan?” ucap Hyerim jengkel

“Daripada aku harus ditinggalkan seperti kemarin lebih baik aku usir saja kalian berdua,” ucap Soona acuh

“Baiklah nona Kim, aku dan Hyerim izin pamit dulu, dah.” ucap Luhan dan lalu menarik lengan Hyerim untuk berpayung di bawah payung yang ia bawa.

“Heuh! Dasar pasangan laknat!” gerutu Soona dan lalu berjalan menerobos hujan dengan payung pinknya, tanpa ia sadari dompetnya terjatuh.

Taemin yang sedari tadi memperhatikan Soona, tahu bahwa dompet gadis itu terjatuh. Ia pun mengambil dompet itu dan menatap Soona yang berjalan belum terlalu jauh darinya.

“Hey! Hey! Nona! Dompetmu jatuh,” teriak Taemin lalu langsung berlari menerobos hujan untuk mengejar Soona.

“Taemin!!! Kamu ingin ke manaa???” teriak Sunyoung tetapi diabaikan oleh Taemin dan ia masih mengejar Soona.

Setelah sudah berada di samping gadis itu, Taemin meraih tangan kanan Soona, membuat Soona terkejut dan membulatkan matanya menatap Taemin.

“Ini dompetmu tadi terjatuh,” ucap Taemin kikuk dan lalu melepaskan pegangan tangannya pada tangan Soona dan menyodorkan dompet putih milik gadis itu.

“Ya ampun, aku tidak sadar sama sekali. Terimkasih,” ucap Soona sembari mengambil dompet putih miliknya dan tersenyum pada Taemin.

“Eh, kamu kan yang kemarin?” ucap Soona mengingat Taemin yang kemarin menumpang pada payungnya.

Taemin hanya tersenyum dan mengangguk “Lee Taemin imnida.” Taemin mengulurkan tangannya dan disambut jabatan oleh Soona.

“Kim Soona imnida,” balas Soona “Sebagai tanda terimkasihku, aku ingin mentraktirmu di coffee beans di Myeongdong besok jam 10, bagaimana?” tawar Soona sembari tersenyum manis.

Taemin hanya mengangguk mengiyakan “Baiklah.” jawab pria itu.

                                ****

Soona duduk di salah satu kursi di coffee beans , gadis itu sedang menunggu Taemin yang tak kunjung juga datang.

“Maaf aku terlambat,” ucap seorang pria yang baru datang lalu duduk di kursi di hadapan Soona.

“Ah tak apa kok,” ucap Soona sembari tersenyum dan lalu merekapun memesan kopi dengan rasa kesukaan masing-masing dan tampak sedang mengobrol dengan riang.

“Jadi kamu murid kelas 12 C di Shinhwa SHS?” ucap Soona saat ia dan Taemin sedang menceritakan diri masing-masing.

Taemin mengangguk “Ya, dan kamu kelas 12 apa?” tanya Taemin

“12 A,” jawab Soona lalu menyeruput capucinonya.

“Kamu sangat pandai sekali memaikan piano,” ucap Taemin

“Ah tidak juga, sahabatku Hyerim lebih baik dalam memainkan piano daripada aku.” ucap Soona

“Tapi permainanmu kemarin sangat bagus sampai aku terpesona dan suaramu juga sangat indah,” ucap Taemin membuat Soona menundukan kepalanya dan pipinya sudah merona merah.

“Terimkasih, Taemin-ssi,” ucap Soona

“Jangan memanggilku seformal itu,” ucap Taemin sembari tersenyum

“Hmm..baiklah.” ucap Soona

Lalu keduanya pun keluar dari coffee beans saat Soona sudah membayar pesanan mereka, mengingat gadis itu kemarin berjanji untuk mentraktir Taemin.

Soona dan Taemin pun berjalan menyelusuri jalanan di Myeongdong yang dipenuhi anak remaja seperti mereka. Taemin dengan gugupnya meraih tangan kanan Soona dan megandengnya, sementara Soona hanya menundukan kepalanya malu.

Tiba-tiba hujan deras hari ini kembali mengguyur kota Seoul. Soona dengan buru-buru mengeluarkan payung pinknya yang ia simpan di tas selempangnya.

“Taemin-ah ayok sini berpayung pada payungku,” ucap Soona dan Taemin hanya mengangguk lalu mereka berdua pun berjalan dalam payung milik Soona.

Keduanya merasakan detak jantung mereka yang berdetak sangat keras diiringi suara hujan yang turun.

“sallang sallang sallang buditchineun eokkaee
dugeun dugeun dugeun dugeun tteollyeo oneun nae gaseum
 sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansogui dueokkae
sujubeun eokkae
sarang biga naeryeo oney
nan sarange ppajyeotne”

( Softly, our shoulders touch
Rub dub rub dub, my trembling heart
Softly softly, rub dub rub dub
The two shoulders underneath the umbrella
the shy shoulders
Love rain is falling
I have fallen in love )

Soona dan Taemin tetap berjalan beriringan di bawah payung kecil milik Soona dengan bahu mereka yang saling bersentuhan.

“Soona-ya,” panggil Taemin membuat langkah keduanya berhenti.

Soona menoleh pada Taemin, pria itu tampak menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal lalu berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya.

“Apakah kamu percaya cinta?” tanya Taemin membuat Soona mengerutkan keningnya dan lalu mengangguk.

“Tentu, karena cinta itu memang asli adanya,” jawab Soona

“Dan apakah kamu percaya cinta pada pandangan pertama?” tanya Taemin lagi dan gadis itu lagi-lagi mengangguk

“Aku percaya karena aku juga pernah merasakannya,” jawab Soona sembari tersenyum

“Apakah kamu yakin bila ada seseorang jatuh cinta pada saat hujan?” tanya Taemin lagi

“Mungkin saja, karena aku merasakannya,” jawab gadis itu lagi. Taemin tersenyum dan lalu mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu dan lalu mengecup bibir Soona sekilas.

“Aku mencintaimu, Kim Soona. Karena hujan cinta turun disaat aku bertemu denganmu saat hujan,” ucap Taemin sembari tersenyum. Dan Soona pun hanya menundukan kepalanya malu dan semburat merah terlihat di pipinya.

“Aku juga mencintaimu, Lee Taemin.” balas gadis itu.

Lalu Taemin langsung memeluk Soona membuat payung yang dipegang gadis itu terjatuh dan membuat tubuh mereka berdua terguyur air hujan. Mereka tidak peduli tubuh mereka sudah basah kuyup terkena hujan ataupun resiko sakit bila kehujanan, karena hujan telah membuat mereka bersatu.

“sallang sallang sallang deullyeo oneun bissori
dugeun dugeun dugeun dugeun tteollyeo oneun nae gaseum
sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansori bissori
nae gaseum sori
sarang biga naeryeo oneyo

I love rain.. I love you.. “

( Drizzle drizzle, the sound of the rain
Rub dub rub dub, my trembling heart
Drizzle drizzle, rub dub rub dub
The sound on the umbrella, the sound of the rain
the sound of my heart
Love rain is falling
I love rain…I love you )

—The END—

Ini asli FF lamaku yang baru aku edit walau hasilnya masih absurd >w< dan pennameku masih Kim Hyerim eheheh, mind to review?

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s