[Oneshot] Miracle In New Year

BaekHun 9 copy

[BaekHun Couple] Miracle In New Year

I Miss You So Much

By : Febby Fatma

Genre : Brothership not Yaoi

Cast :

  • Baekhyun
  • Sehun
  • Luhan
  • Kris
  • Suho
  • Xiumin/Minseok

NB : Aku buat FF ini karena aku benar-benar haus akan BaekHun Moment. Jarang ada yang suka dengan couple ini. Kebanyakan lebih ke HunHan dan BaekYeol. Semua yang aku tulis itu murni angan-anganku yang sangat haus moment antara si Mood Maker Baekhyun dan si Little Magnae Sehun.

Aku minta maaf kalau ada yang tidak suka dengan cerita ini. Tapi jujur, aku juga nge-shipper HunHan dan BaekYeol (walau nyatanya lebih ke BaekHun-nya sih). Aku hanya berharap kalau di luar sana juga ada teman-teman yang suka nge-shipper mereka berdua.

Saranku, bacanya sambil dengerin lagu Miracle in December sama Cristmas Day-nya EXO. Feel-nya jadi berasa banget nanti, coba aja kalau nggak percaya..

FF LAMA YANG BARU AKU PUBLIS

∴∴∴

Toko demi toko sudah Baekhyun lewati. Semua yang terpajang di depan toko hanya Baekhyun lihat sepintas saja lalu dia pergi begitu saja.

Ini malam tahun baru, harusnya Baekhyun datang ke pesta yang di gelar oleh teman-temannya di aula kampusnya. Tapi Baekhyun malas datang, dia malas bernyanyi di acara itu. Baginya tidak ada teman yang bisa diajak senang-senang untuk menyambut detik-detik bergantinya tahun. Satu-satunya teman yang Baekhyun inginkan saat ini tidak ada di sisinya.

“Maaf.” Baekhyun tidak sengaja menabrak beberapa anak muda di depannya. Mereka berlalu begitu saja dan tidak menghiraukan Baekhyun.

Tidak seperti Baekhyun anak-anak tadi pergi sambil tertawa melanjutkan bahan pembicaraan mereka. Sedangkan Baekhyun hanya bisa diam saat berjalan, mencoba untuk tidak menabrak orang-orang di jalan itu.

Sebuah pesan dari teman dekat sekaligus kakak orang yang Baekhyun rindukan saat ini membuat Baekhyun menghenbuskan nafasnya pasrah. Pesan itu memerintah Baekhyun untuk datang ke aula kampus karena teman-teman yang lain sedang menunggu penampilan Baekhyun.

Jadi di sini sekarang Baekhyun berjalan. Di jalan menuju kampusnya. Sendirian di tengah keramain dan dinginnya malam detik-detik tahun baru.

Sampai di depan kampusnya Baekhyun berhenti sebentar dan mengingat senyum orang yang dulu berjanji akan bersekolah di kampus itu juga agar bisa bersama dengan Baekhyun juga kakaknya.

“Aku akan masuk kampus itu. Lihat saja nanti, aku akan buat kalian berdua terkagum-kagum karena aku bisa masuk ke dalam sana dengan nilai yang sangat baik.”

Rasanya senang kalau ingat semangat orang itu. Orang yang Baekhyun anggap sebagai adiknya sendiri. Orang yang selalu membuat Baekhyun bisa tersenyum senang dan tertawa lepas saat bersama dengannya.

“Baekhyun!!”

Seorang laki-laki berambut hitam rapih berlari menghampiri Baekhyun dan langsung merangkul Baekhyun saat sampai di sampingnya. “Kenapa kau baru datang?”

“Maaf aku telat.” Kata Baekhyun sambil tersenyum pada orang yang malam ini akan bernyanyi dengan Baekhyun. “Aku berjalan-jalan dulu tadi.”

“Tidak apa-apa. Yang penting kau sudah datang.” Orang itu balik tersenyum pada Baekhyun. “Ayo masuk. Luhan hyung pasti sudah menunggumu.” Baekhyun mengangguk dan membiarkan dirinya berjalan menuju tempat teman-temannya yang lain berkumpul.

Dia Kim Jongdae, teman baik Baekhyun juga partner yang hebat saat bernyanyi dengan Baekhyun. Dan nanti akan ada dua orang lagi yang melengkapi suara mereka. Membuat mereka semakin sempurna setiap kali bernyanyi.

Sepanjang koridor kampus menuju aula, teman-teman mereka berlalu lalang. Semua sedang sibuk dengan apa yang akan mereka persiapkan untuk merayakan detik-detik pergantian tahun nanti.

Kemudian saat Baekhyun masuk ke aula itu, “Akhirnya kau datang juga.” Sambut Luhan.

“Aku kira kau akan kabur malam ini dan membiarkan aku, Jongdae dan Kyungsoo saja yang berdiri di panggung nanti.” Baekhyun hanya bisa diam sambil menyunggingkan senyum penyesalannya.

Luhan tahu pasti apa yang ada di otak Baekhyun saat ini. Luhan bisa menebaknya dan dia menjamin tebakan itu benar 100%. Karena sejujurnya Luhan juga sama seperti Baekhyun.

Mereka merindukan orang yang sama. Orang yang entah mengapa bisa begitu berarti bagi mereka berdua. Padahal orang itu tidak memiliki kelebihan apapun. Dia hanya bisa membuat dirinya dan orang lain merasa baik-baik saja. Hanya itu bakatnya. Tapi itu yang Luhan dan Baekhyun butuhkan saat ini.

Mereka butuh tawa orang itu untuk mencairkan suasana.

“Dia pulang minggu depan.” Kata Luhan. “Malam ini dia harus mengisi acara di kampusnya. Dan minggu depan dia baru bisa pulang karena masih ada beberapa tugas yang harus dia selesaikan.”

Baekhyun menoleh mendengar informasi itu. Adiknya akan pulang dan bergabung dengan mereka lagi.

Hyung pasti sangat merindukannya.” Kata Baekhyun sambil tersenyum. Kali ini senyum Baekhyun berbeda dengan yang tadi. Kali ini senyum Baekhyun adalah senyum senang yang benar-benar senang, bukan paksaan.

“Bukan hanya aku. Ayah-ibuku juga sangat merindukannya. Bahkan kau juga.” Baekhyun tertawa pelan karena kata-kata Luhan itu. Yah, Baekhyun memang merindukan adiknya yang satu itu.

Di panggung sana sudah ada dua pembawa acara malam ini. Mereka adalah Minseok dari angkatan Luhan dan Suho dari angkatan dibawah Luhan.

“Selamat malam semua!!” Seru Suho dan Minseok kompak. Terdengar suara riuh balasan juga tepuk tangan dari mahasiawa lain di kampus itu.

“Malam ini kita ada acara special.” Ucap Suho.

“Kita akan terhubung dengan acara seperti ini juga tapi di tempat lain dan di waktu yang berbeda.” Jelas Minseok. Lagi-lagi suasana di sana ruih. Suho dan Minseok yang ada di tengah panggung jadi harus memberi instruksi agar lebih tenang.

“Teman-teman kita yang bersekolah di Philipina juga mengadakan acara seperti ini di Manila dan kita sengaja hangout bersama mereka.” Suho berkata lagi dan Minseok yang melanjutkan. “Dan itulah gunanya layar besar di belakang kami ini.”

Di sana ada layar besar yang sudah siap untuk dijadikan proyektor gambar.

“Tapi sebelumnya ayo kita lihat penampilan teman-teman kita yang sudah berbaik hati menyumbang bakat untuk acara malam ini.” Minseok dan Suho pamit dan setelah menyebutkan pengisi suara pertama malam itu.

Chanyeol dan Luna menjadi pengisi pertama malam itu. Mereka menampilkan lagu yang sangat indah untuk pembukaan. Suara memukau Luna dan alunan gitar dari Chanyeol sangat sempurna untuk duet pembukaan mereka.

“Selanjutnya pernampilan dari Duo Dancer kampus kita.”

Kai dan Taemin naik panggung dengan diiringi suara seruan dari banyak mahasiswi yang menyukai mereka berdua. Keduanya menampilkan tarian yang sangat spektakuler dan energik. Karisma keduanya seperti beradu di atas panggung itu, membuat banyak wanita yang menonton mereka berteriak tertahan.

“Kali ini kita lihat apa yang di tampilkan oleh tema-teman kita di Manila.” Minseok mempersilahkan para hadirin malam itu untuk melihat layar proyektor di panggung. Muncul seorang gadis cantik dan seorang gadis tomboy dilayar itu.

Keduanya duduk dan menampilkan penampilan yang hampir sama dengan Luna dan Chanyeol tadi. Mereka adalah Krystal dan Ember. Keduanya bernyanyi juga rap. Menampilakan pertunjukan yang sangat hebat.

“Baiklah, itu tadi penampilan dari salah satu mahasiswi di sini.” Seorang laki-laki tampan dengan rambut blonde muncul di layar itu setelah penampilan Krystal dan Ember tadi.

“Kris, kenapa kau sendiri?” Tanya Minseok pada pria blonde itu. “Mana Partnermu?”

“Oh, dia sedang mempersiapkan dirinya.” Kata Kris lalu tertawa. “Sekarang aku akan sendirian. Tapi nanti dia akan datang.”

“Oh, kukira dia takut karena penonton di sini lebih banyak.” Minseok ikut tertawa dengan Suho dan Kris.

“Kami di sini memang tidak sebanyak kalian di sana. Tapi mungkin ada sekitar dua puluh mahasiswa dari berbagai universitas yang berdarah Korea berkumpul malam ini untuk merayakan tahun baru bersama dengan kalian.” Kris menjelaskan. Lalu terdengar suara tepuk tangan dari sekitar Kris dan di aula kampus malam itu.

“Aku penasaran kenapa kalian tidak bisa pulang untuk merayakan tahun baru bersama di Korea.” Minseok kembali berkata.

“Kami di sini masih banyak tugas dan memang belum bisa kembali. Beberapa dari kami memang ada yang beruntung dan bisa kembali. Tapi kami yang berada di sini tidak bisa dan harus menunda seminggu lagi karena masih ada beberapa hal yang harus kami selesaikan.” Minseok dan Suho mengangguk.

“Lalu akan ada penampilan apa lagi dari kalian di sana?” Kali ini Suho yang bertanya.

“Oh, selanjutnya kami punya penampilan Wushu dari Tao. Mari kita lihat penampilannya.”

Suara tepuk tangan dari kedua tempat itu bersatu menyambut Tao yang muncul dengan membawa tongkat wushu-nya.

Di aula itu ada empat kamera yang terhubung dengan sebuah kemputer yang di gunakan untuk hangout bersama dengan teman-teman mereka di Philipina itu. Jadi saat penampilan Tao di layar yang ada di belakang Tao ada gambar para penonton di Korea.

Suho dan Minseok kembali ke tengah panggung setelah sebelumnya hanya berdiri di sisi kanan panggung. “Kali ini ada penampilan special dari mahasiawa musik.” Minseok berkata dan langsung disambut dengan riuh tepuk tangan juga seruan yang menyebut nama mereka yang akan tampil.

Semua juga tahu kalau yang di maksud adalah Luhan, Baekhyun, Jongdae dan Kyungsoo. Mereka adalah penyanyi terhebat yang ada di kampus itu.

Setelah di sebut namanya Baekhyun buru-buru naik ke atas panggung. Tadi Baekhyun dan Luhan memang tidak berada di backstage dan memilih menonton sebelum pertunjukan mereka nanti. Berharap bisa melihat orang yang mereka rindukan di layar itu. Tidak seperti Jongdae dan Kyungsoo yang memang juga panitia acara malam itu dan harus berada di backstage.

Semua kenal Baekhyun. Semua juga kenal Luhan. Mereka adalah bintang paling tenar dari jurusan musik. Karena selain keduanya memiliki suara yang bagus, kaduanya juga adalah mahasiswa yang popular di kalangan mahasiswa karena wajah mereka.

Setelah keempatnya berdiri di atas panggung. Tepuk tangan perlahan mereda. Bersamaan dengan terdengarnya alunan suara piano yang dimainkan Lay, Kyungsoo membuka lagu mereka dengan suaranya. Lagu kali ini lagu ballad dari salah satu boybad Korea yang belakangan sedang hits. Miracle In December dari EXO.

 

~ Sarangi gomaun jul mollasseodeon naega hoo..

Kkeutnamyeon geumanin jul aradeon naega ohh..

Neo wonhaedeon geu moseub gedaero nalmada nareul gochyeoga

Nae sarangeun kkeuteobsi gyesok ddeul geot gata

Siganeul meomchwo (Ije nan) nege doraga (Nege doraga)

Chueogui chaegeun (Oneuldo) neoui peijireul yeoreo (nan geane isseo ow hoo…)

Geu gyeure wa ineungeol

Boiji anheun neol chajeuryeogo aesseuda

Deuliji anhneun neol deureulyeo aesseuda ~

 

Dan hingga pada akhir lagu terdengar riuh suara tepuk tangan dari aula itu juga dari mereka yang menonton lewat proyektor di Manila sana.

“Wow, kalian berdua keren!”

Suara itu terdengar dari salah satu orang di Manila. Baekhyun dan Luhan yang berdiri bersebelahan saling berpandangan dan langsung menghadap ke belakang. Melihat ke arah proyektor. Tapi tidak ada orang yang mereka cari.

“Kalian hebat!” Minseok berkata. Dia dan Suho menghampiri keempat penyanyi terbaik itu. “Kalian membuat hati kami hangat malam ini dengan lagu yang sebenarnya berarti dingin.”

“Terima kasih.” Jawab Kyungsoo. “Lagu ini Baekhyun sendiri yang memilihnya.” Lanjut Kyungsoo.

“Tapi kalian sangat hebat! Kalian lebih baik dari penyanyi asli lagu ini bagiku.” Suho menimpali dan disambut anggukan dari Minseok juga tepuk tangan meriah dari penonton mereka. Baik yang ada di aula malam itu dan juga mereka yang berada di Manila.

Suho melihat jam tangannya. “Tinggal satu menit lagi.” Kata Suho.

Tiba-tiba saja, atap otomatis di aula itu terbuka. Memperlihatkan langit malam itu yang gelap tanpa ada bintang. Salju juga turun walau tidak banyak.

Mereka semua bersiap menunggu detik-detik pergantian tahun malam itu. “3.. 2.. 1..”

Langit yang tidak berhias bintang malam itu kini terang karena kembang api yang di pasang. Semua terpukau dengan kembang api yang muncul di atas mereka. Luhan dan Baekhyun masih di atas panggung juga ikut terpaku sesaat. Tapi mereka kembali menoleh ke arah proyektor karena suara yang sama seperti yang memuju mereka tadi kembali terdengar.

“Aku merindukan kalian berdua, hyung.”

“Sehun.” Baekhyun memanggil tapi di layar itu tidak ada orang yang dia sebut namanya. Yang terlihat malah para mahasiswa Korean yang ada di Manila malam itu.

“Sehun, kau kah itu?” Luhan bertanya. Suho, Minseok, Jongdae dan Kyungsoo yang berdiri mengapit Baekhyun dan Luhan masih sibuk dengan kembang api di atas sana, jadi tidak perduli dengan apa yang Luhan dan Baekhyun katakan.

“Kalian mengenali aku?” Suara itu kembali terdengar.

“Sehun? Benar itu kau?” Luhan kembali bertanya.

Tapi belum sempat mendengar jawaban suara itu Suho yang berdiri di samping Baekhyun dan Jongdae yang berdiri di samping Luhan merangkul kedauanya.

“Kami masih punya satu acara lagi.” Kata Suho berteriak mengalikan perhatian dari para penonton.

Kembang api di langit sudah selesai. Dan kini saatnya acara untuk, Kris di sana.

“Kris, di mana kau?” Panggil Minseok. Kris muncul di proyektor dan saat itu mereka yang tadinya ada di tengah panggung menyingkir dan berdiri di sisi kanan panggung.

“Aku di sini.” Kris muncul. “Wah, di Korea sudah tahun baru. Tapi di sini kami masih harus menunggu satu jam lagi. Kami senang karena bisa merayakan tahun baru malam ini bersama dengan kalian di sana.”

“Kami juga.” Jawab Suho.

“Oh yah, Luhan aku suka sekali dengan penampilanmu yang kali ini. Akhirnya kau bisa menjawab tantanganku. Dan karena itu aku punya hadiah untukmu.” Kris tersenyum, lagi-lagi ada suara tepuk tangan dari dua tempat yang letaknya berjauhan itu.

Luhan tertawa. Luhan memang teman baik Kris sejak dulu. “Haha, hadiah apa?”

“Tunggu sebentar. Aku ingin mengenalkan kalian dengan partnerku.” Kris menoleh ke samping dan melanbaikan tangannya mengajak seseorang untuk mendekat padanya. “Sini cepat.”

“Dia ini mahasiswa tahun lalu, tapi sudah sangat berprestasi. Kudengar juga kalau awalnya dia ingin bersekolah di sekolah kalian tapi karena nilainya memungkin dia untuk bersekolah di sini, kini dia memilih untuk bersekolah di Manila.” Kris kembali memanggil orang itu.

Luhan dan Baekhyun sudah mulai waspada.

“Selamat malam semua!” Dan saat seruan itu seseorang yang sejak tadi Baekhyun dan Luhan panggil muncul sambil tersenyum. “Malam Hyungdeul! Malam teman-teman!”

Baekhyun dan Luhan yang melihat itu hanya bisa diam melihat Sehun yang tersenyum menyapa mereka di sana. Kebanyakan mahasiswa yang mengenal baik Baekhyun dan Luhan pasti kenal dengan Sehun. Mereka mengenal betul anak yang berjuang mati-matian untuk meningkatkan nilainya agar bisa bersekolah dengan beasiswa di kampus mereka dan malah mendapat keberuntungan untuk bersekolah di Philipina.

Sehun saat di SMA hanya seorang anak laki-laki yang tidak pintar tapi tidak bodoh juga. Tapi karena kakaknya, Luhan bisa masuk kampus ternama Sehun jadi merasa iri. Ditambah lagi dengan Baekhyun yang juga dia anggap sebagai kakaknya bisa masuk ke kampus yang sama. Sehun semakin terpancing. Berulang kali Sehun berkata dia akan berjuang. Dan kini perjuangan Sehun membuktikannya, dia bahkan bisa lebih dari Baekhyun dan Luhan.

“Apa kabar kalian?”

“Kami baik! Bagaimana denganmu?” Kai berteriak dari bawah panggung. Sehun tertawa karena melihat teman sekelasnya dulu di SMA yang juga punya tujuan sama seperti Sehun.

“Aku baik Kai. Lama tidak bertemu, sepertinya kau semakin hebat saja. Taemin hyung juga semakin terlihat keren.” Sehun menjawab. “Krystal juga baik-baik saja.”

Krystal adalah kekasih Kai yang sedang menjalani masa pertukaran pelajar di Philipina. Semua yang tahu itu tertawa. Sehun juga Kris tertawa.

“Sehun, kau sudah punya kekasih?” Chanyeol gantian ikut bertanya.

Sehun menggeleng. “Hyungdeulku belum punya kekasih. Jadi aku juga belum.” Mereka kembali tertawa.

“Kata siapa?” Chanyeol balik bertanya. “Luhan hyung sudah punya. Namanya Junhee tapi lebih sering di panggil Juniel. Baekhyun juga, dengan Bomi.”

Luhan dan Baekhyun yang mendengarnya langsung memelototi Chanyeol. Kedua gadis yang di sebut namanya juga langsung terlihat malu-malu.

“Benarkah? Kenapa kalian tidak memberitahuku?”

“Chanyeol bohong.” Sahut Baekhyun cepat. “Aku belum menjadi kekasihnya.”

“Kalau begitu, kau ingin menjadikannya kekasihmu? Begitu hyung?” Baekhyun terdiam karena sahutan balik Sehun. Mereka tertawa karena Sehun yang entah sejak kapan pintar berbicara di depan banyak orang.

“Tapi kudengar dari mereka kalau Baekhyun hyung lebih ingin aku yang menjadi kekasihmu. Benarkah itu hyung?” Sehun kembali memancing tawa mereka yang mendengarnya. “Katanya, kau selalu malas melakukan apapun yang bisa mengingatkanmu tentang aku.”

Baekhyun langsung terlihat bingung. Dia tentu saja gengsi untuk mengakui itu. Walau sebenarnya itu memang tidak salah.

“Tapi maaf hyung, aku sudah memiliki gadis yang aku sukai.” Sehun tertawa. Begitu juga yang lain tapi tidak dengan Luhan dan Baekhyun.

“Siapa?” Tanya Luhan.

“Rahasia. Yang tahu itu hanya aku, Kris hyung dan Tao.”

“Kau harus memberitahu kami.” Baekhyun menyahuti dengan nada memaksa. “Kami kakakmu Sehun.”

Lagi-lagi Sehun tertawa. “Nanti kalian akan tahu sendiri siapa orangnya saat aku kembali.”

Melihat Sehun yang tertawa Baekhyun terdiam. Dihatinya dia senang, tapi tetap saja masih ada keinginan lebih untuk melihat Sehun dari dekat. Baekhyun ingin Sehun di sana bersama dengannya. Bisa berbicara secara langsung dan melihat Sehun secara langsung. Bukan lewat alat seperti saat ini dan kemarin-kemarin.

Rasanya berbeda untuk Baekhyun.

Melihat Sehun secara langsung berkali-kali lipat lebih membuat Baekhyun senang karena memiliki adik yang selalu bisa membuat kakaknya tertawa. Saat ini masih ada rasa rindu, walau Baekhyun akui dia senang.

Hingga akhirnya di Philipina juga merayakan pergantian tahun, mereka mengakhiri acara mereka. Dan saat itu, saat berada di backstage Baekhyun mengucapkan terima kasih pada teman-teman baiknya.

“Terima kasih.”

“Itu untuk sedikit memotovasimu.” Suho merangkul Baekhyun.

“Sehun saja senang, kenapa kau selalu merasa sedih saat tidak ada kabar darinya?” Minseok bertanya setelah mendekat.

“Bahkan aku yang kakaknya tidak sampai seperti dirimu.” Luhan ikut menimpali.

Baekhyun tersenyum malu dan menjawab, “Aku juga bingung kenapa bisa aku sayang sekali pada anak itu. Aku hanya senang setiap kali dia bilang kalau aku adalah kakaknya.”

“Kau membuat aku cemburu.” Luhan mengatakan itu dan tertawa begitu juga dengan Suho, Minseok dan Baekhyun.

∰∰∰

 

Advertisements

4 thoughts on “[Oneshot] Miracle In New Year

  1. Wah udah lama ga bica ff yang semuanya member exo wkwk. Aku suka alurnya hehehe

    Btw, perkenalkan aku eixhanlee dari garis 98. Salam kenal /bow

    Keep writing author~

    Liked by 1 person

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s