FICLET – NEVER

poster.png

 

FICLET – Never

===Fluff Romance==

With Pairing,

====Park Chanyeol, Han Sena===

Sebuah hubungan romantis?Haha Lupakan saja!

“Jinjja. Jika aku berbohong, potong semua jari-jariku” Baekhyun menarik paksa satu headset yang menggantung di telinga Chanyeol. Lelaki itu mendengus kesal, kemudian menarik kembali headsetnya dan mendengarkan music rock yang mengalun keras.

Baekhyun menatap kesal sahabat akrabnya itu. Ia hanya berkata sesuai dengan apa yang ia lihat. Sena bersama dengan pria lain. Tapi, nampaknya Chanyeol bersikap santai acuh, atau lebih tepatnya mencoba acuh. Entahlah.

Waktu berjalan menghampiri senja, mahasiswa kedokteran tingkat akhir iru mengemasi barang-barangnya kemudian berjalan keluar dari caffe itu seorang diri karena Byun Baekhyun mendadak ada urusan. Dengan menjinjing dua buku tebal, lelaki itu berjalan menuju halte bus. Mata elangnya menangkap sebuah objek yang tak asing. Han Sena dan… seorang pria.

Chanyeol tersenyum. bahkan ia sudah tak kaget dengan pemandangan dua tahun belakangan ini. wajar saja, Sena adalah gadis yang cantik dan populer. Semua pria mengidolakan dirinya, sampai gadis itu tak tahu jika seseorang terluka karena kecantikannya itu.

Lelaki itu mengalihkan pandangannya dan kembali berjalan. Entahlah. Mungkin ia sudah lelah, mungkin. Kelemahannya adalah rasa sayang pada Sena yang begitu dalam, tapi ia tak tahu bagaimana dengan perasaan gadis itu padanya.

Sampai di sebuah halte, Chanyeol duduk lalu memasang kembali headsetnya, entah mengapa jika sedang patah hati lagu rock bisa berubah menjadi lagu mellow seperti ini.

“Park Chanyeol”

Chanyeol melepaskan headset yang menggantung di telinganya. Menatap seorang gadis berparas cantik itu dengan sedikit tak percaya. Han Sena menghampirinya? Kedua alisnya saling bertaut seolah mengatakan, “Wae?”

“Tidak ada” ucap gadis itu mengerti lalu duduk disebelah Chanyeol. Membuat degup jantung lelaki itu terdengar lebih keras di banding lagu rock yang tadi diputarnya.

“Kau tidak pergi bersama teman lelakimu?” tanya Chanyeol tersenyum pahit. Sena terlihat tak nyaman dengan pertanyaan Chanyeol.

“Teman apa? dia itu Oppaku” jawab Sena mendengus kesal.

“Kenapa kau punya banyak sekali Oppa hm?” Chanyeol menolehkan kepalanya kesamping, menatap Sena dengan padangan yang sulit dijelaskan. Sena membalas tatapan Chanyeol.

“Ani” jawab gadis itu singkat kembali menolehkan kepalanya kedepan.

“Baekhyun melihatmu di bioskop bersama seorang pria kemarin. Apa itu juga Oppamu lagi? Han Sena, sebenarnya berapa banyak Oppa yang kau miliki?” tanya Chanyeol masih menghadap Sena memicingkan kedua matanya penasaran.

“Ani. aku pergi bersama unnieku” jawab Sena bohong tanpa menoleh kearah Chanyeol. Lelaki itu tersenyum simpul. Han Sena, kau selalu mudah ditebak.

“Oppa, unnie, chingu. Itu selalu yang menjadi bahan alibimu, Han Sena”  Sena mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan Chanyeol.

“YA!” gadis itu berdiri dan menatap tajam kekasihnya. Namun, tatapan itu justru membuat Chanyeol ingin tertawa.

“Jangan marah seperti itu. seharusnya aku yang pantas marah disini” Chanyeol membalas tatapan  tajam Sena, mereka berdua saling menyulutkan api.

“Itulah dirimu. Egois. Selalu memikirkan dirimu sendiri. kau bahkan tidak ada romantic-romantisnya!” Sena mencibir kekasihnya dengan penuh penekanan, seolah semua apa yang dipendamnya saat ini ingin sekali ia keluarkan.

“Hey.. Aku? Egois? Memikirkan diriku sendiri? sadarlah nona, itu semua ada padamu. Dan apa lagi katamu? Romantis? Haha lupakan saja!” Chanyeol ingin sekali tertawa terbahak-bahak, namun ia tahan hingga wajahnya memerah. Sena tentu saja naik pitam dibuatnya.

“Bisa-bisanya kau tertawa, lelaki brengsek…” Sena semakin menguatkan kepalan tangannya. Ia ingin sekali memakan lelaki itu hidup-hidup layaknya bayi gurita.

“Han Sena. Aku tau kau adalah gadis populer. Semua orang suka padamu, termasuk diriku. Kau cantik, semua yang sempurna ada padamu. Dan itu selalu membuat hatiku sakit” kini wajah Chanyeol berubah menjadi serius. Matanya menatap dalam mata Sena, mata indah nan teduh milik gadis itu.

“Mwo?” Sena tak mengerti dengan maksud ucapan lelaki itu. Chanyeol kembali tersenyum miring.

“Baiklah akan kujelaskan dengan sangat jelas, nona Han. Kau selalu pergi berkencan dengan pria lain, kau tak pernah menolak ajakan mereka untuk pergi, kau selalu bersikap ramah pada mereka tanpa menghiraukan perasaanku. Kau tidak pernah menganggap keberadaanku. Mungkin aku hanya sampah dimatamu, tak berguna” lelaki tinggi itu bangkit dari duduknya dan berdiri tepat didepan Sena. Menatap tajam gadisnya.

“Aku selalu memikirkanmu tapi aku tak yakin jika kau melakukan hal yang sama. Bahkan, kau mungkin menghampiriku saat ini karena kau baru saja ditinggal oleh Oppamu itu. Han Sena, kau benar-benar gadis yang egois”

“Lalu bagaimana denganmu?” tanya Sena dengan nada sedikit gemetar. Chanyeol dengan cepat menatap kembali wajah gadisnya itu. Dirinya? Apa yang salah dengan dirinya?

“Kutanya bagaimana denganmu? apa kau pernah mengakuiku sebagai gadismu? Apa kau pernah mengatakan pada semua orang jika aku ini milikmu? Apa kau pernah menjemputku pulang saat aku bersama pria lain? Kau hanya selalu marah-marah” Sena menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan air mata yang terus saja mendesak keluar. Seketika, ekspresi Chanyeol berubah khawatir.

“Kadang aku sempat berfikir konyol, kapan kekasihku akan memaksaku untuk pulang bersamanya selagi aku bersama pria lain? Bahkan aku menginginkan perkelahian diantara mereka berdua jika memang perlu. Aku hanya ingin tahu, berapa besar perjuangannya untuk mempertahankanku”

Tes. Bulir air mata Sena jatuh menetes, kepalanya masih tertunduk dan ia tak berniat menatap wajah si tuan egois, Park Chanyeol.

“Namun, aku kemudian tertawa. Bagaimana bisa aku memikirkan hal konyol seperti itu. Park Chanyeol hanya bisa marah-marah tanpa menunjukkan berapa besar rasa pedulinya padaku” Sena menghapus kasar air mata yang mengalir dipipinya ketika sebuah bus berhenti. Gadis itu segera melangkahkan kakinya menuju bus. namun, dua langkah berlalu, Sena menghentikan langkah kakinya.

“Pikirkan itu baik-baik jika ingin hubungan kita masih berjalan dan jangan berada di dalam satu bus yang sama denganku”

Sena kembali melanjutkan langkahnya menaiki bus. Ia terpaksa harus berdiri saat melihat semua kursi sudah dipenuhi oleh penumpang. Tiba-tiba saja gadis itu merasakan sebuah tangan mengenggam jemarinya dengan lembut. Pria itu tersenyum menatap Sena yang membalikkan tubuhnya dengan cepat.

“Aku sudah memikirkannya” jawab pria itu mengeratkan genggamannya disertai senyuman yang tak pernah berhenti ia tunjukkan. Sena yang awalnya terkejut akhirnya membalas senyuman manis Chanyeol.  Kedua pipi gadis itu bersemu merah.

Jika seorang gadis mengatakan ingin mengakhiri hubungannya, berarti ia sangat ingin mempertahankan hubungan mereka. Jika seorang gadis meminta sang lelaki untuk jangan mengikutinya, itu berarti ia menginginkan sebuah perhatian. Pelukan hangat, misalnya.

“Aku tidak akan melepasmu” bisik Chanyeol tepat disamping telinga gadis itu, membuatnya bergidik geli.

END

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s