Ask You – Chapter 5#Ask You Again

Title
Ask You 5#Ask You Again

∴ Author ∴
Febby Fatma

∴ Leght ∴
Multi Chapter

∴ Genre ∴
Romance, Sad, School Life

∴ Rating ∴
General

∴ Cast ∴
Baekhyun and Kim Chunhee (OC)

∴ Other Cast ∴
Kai
Kim Kibum

####

Aku Tanya Lagi

Sebenarnya apa maumu?

Kau pergi dariku

Tapi kau tak membiarkannya ada di sampingku

Apa yang kau inginkan?

Kau kembali

Tapi kau tak menatapku

Apa ini benar-benar permainanmu?

Apa aku ini mainan yang begitu lucu?

Hingga kau terus saja mempermainkanku

Aku sudah mencobanya

Memberikan kesempatan itu

Tapi kenapa kau tak kunjung datang?

Apa kau menolaknya?

Tapi kenapa?

Apa yang salah dengan kesempatan itu?

Aku ingin kau mengambilnya

Aku ingin kau kembali

Tapi kenapa?

Kau bahkan tak bergerak sedikitpun

Kenapa?

Ada apa denganmu?

Apa arti semua perlakuanmu ini?

Kumohon jawab pertanyaanku

Jangan buat aku takut

Ada apa?

Sekali lagi

Apa arti semua perlakuanmu ini??

####

 

Chunhee keluar kamarnya dan berjalan menuju dapur. Ini hari minggu jadi dia bangun kesiangan tak akan ada yang memarahinya, walau nyatanya orang tuanya juga tak pernah mempermasalahkan itu.

Kalau Chunhee ingin seperti itu mereka juga tak akan memaksa. Hanya Chunhee yang selalu berusaha untuk menjadi anak yang baik. Semuanya dia gunakan dengan baik, dia tak ingin orang tuanya kecewa.

“Kim Chunhee.” Tubuh Chunhee menegang saat ada seseorang yang memeluknya dari belakang.

Dia tahu siapa yang memeluknya, itu sebabnya dia menegang saat ini. Suara itu terlalu sering di dengar dulu, sampai rasanya Chunhee bahkan bisa mengenali suara itu walau jaraknya 100 meter.

Oppa lepas.” Chunhee melepas pelukan orang itu.

Hey, what wrong with you?” Seorang namja yang tadi memeluk Chunhee mengerutkan alisnya saat bertanya dengan bahasa Negri Paman Sam itu.

“Oh, maaf oppa. Kau mengagetkanku tadi.” Namja itu menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti.

“Omong-omong kapan oppa pulang? Kenapa tidak memberitahuku dulu kalau mau pulang?” Chunhee kembali menyambung kalimatnya dengan pertanyaan untuk orang yang dari tadi dipanggilnya dengan sebutan oppa.

“Baru dua jam yang lalu aku mendarat di Bandara Incheon. Aku sengaja tidak memberitahumu karena aku ingin mengejutkanmu seperti tadi.” Setelah menjawab namja itu mengusap pipi Chunhee sambil tersenyum.

“Perasaanku saja atau memang benar sekarang kau semakin kurus?” Namja itu kembali bertanya pada Chunhee dengan tangan yang masih mengelus pipi putih Chunhee.

Chunhee sama sekali tak keberatan tangan itu ada di pipinya dan terus mengelusnya seperti sedang mengelus kucing manis. Karena Chunhee juga suka diperlakukan seperti itu oleh orang yang ada di depannya saat ini.

“Benarkah aku terlihat seperti itu?” Namja itu mengangguk antusias. “Mungkin karena terlalu pusing dengan pelajaran di sekolah.”

“Kalau begitu aku melakukan hal yang benar dengan pulang ke korea.” Kali ini Chunhee yang mengerutkan alisnya sebagai tanda bingung.

“Benarkan? Kalau aku pulang dua bulan lagi mungkin kau akan lebih kurus dari saat ini.” Chunhee tersenyum mengerti pada namja yang masih setia berdiri di depannya saat ini.

Dari dapur Chunhee kembali ke kamarnya dan namja itu masih mengikutinya seperti seorang bodyguard. Hanya saja tubuhnya terlalu kecil untuk menjadi bodyguard bagi Chunhee.

“Kenapa oppa mengikutiku ke kamar?”

“Hanya ingin melihat-lihat apa kamar ini ikut berubah sepertimu.” Namja itu memandang sekelilingnya seperti seorang petugas keamanan.

Kamar Chunhee bersih dan rapih, tentu saja itu karena dia seorang yeoja yang memperhatikan kebersihan juga kerapihan dirinya. Kamar itu penuh dengan boneka, dari boneka beruang yang ukurannya kecil hingga boneka buaya yang seukuran dengan buaya asli.

Semua boneka itu tentu saja hadiah dari orang tua Chunhee juga ada beberapa boneka yang dulunya adalah hadiah dari namja itu untuk Chunhee.

“Kau masih menyimpan ini?” Chunhee mengangguk pada namja yang kini menenteng boneka Hello Kitty sedang yang terlihat kusam. “Kan sudah kusuruh untuk membuangnya. Kenapa tidak dibuang saja?”

“Itu boneka pertama yang oppa berikan padaku. Mana bisa aku membuangnya. Dan lagi itu oppa beli dengan uang oppa sendiri. Tak akan pernah kubuang. Akan aku wariskan pada anakku nanti.” Namja itu tersenyum dan kembali menaruh boneka Hello Kitty itu pada tempatnya semula.

“Baiklah. Akan aku lihat nanti, apa benar akan kau wariskan boneka itu.”

“Tentu saja.” Sahut Chunhee cepat.

Namja itu tertawa pelan dan berjalan mendekati Chunhee yang sedang duduk santai di kasurnya, memperhatikan segala gerak-gerik namja itu.

“Cepat mandi sana, habis itu kau temani aku jalan-jalan. Aku sudah sangat rindu dengan Seoul.”

“Malas, oppa pergi sendiri saja sana.”

“Tidak bisa. Kau harus menemaniku, aku sudah lupa jalan-jalannya. Nanti kalau aku tersesat bagaimana?” Chunhee terbahak mendengar jawaban namja di depannya itu.

“Jangan bercanda. Hanya kerana oppa tinggal di Kanada dua tahun, lantas oppa bisa lupa dengan tempat yang oppa tinggali dua puluh tahun sebelumnya. Itu tidak mungkin.” Mendengar jawaban Chunhee namja itu mengenduk kesal.

Chunhee mengerti. Sangat mengerti bahkan, itu sebabnya dia berkata seperti ini. Dia rindu dengan raut itu, raut kesal namja di depannya. Entah kenapa bukan senyum yang dia rindukan tapi malah raut kesalnya.

“Baiklah-baiklah, akan aku temani. Tapi aku harus dapat bayaran.” Kata Chunhee dan langsung mendapat tatapan berbinar dari namja itu.

“Baiklah. Tapi kenapa mendadak kau jadi matre seperti ini?”

“Sudahlah, kalau memang mau aku temani, oppa harus membayar.”

“Oke akan aku bayar. Tapi dengan apa?”

Chunhee tersenyum misterius pada namja itu dan berkata, “Rahasia. Tapi nanti akan aku katakan.”

 

####

 

Baekhyun berjalan memasuki sebuah café yang didesain seperti perpustakaan. Di sana-sini ada rak buku. Buku-buku itu boleh di pinjam oleh semua pengunjung café ini. Semua, termasuk seorang yeoja dan seorang namja yang sedang duduk di pojok dekat rak buku yang menyimpan banyak buku novel terjemahan atau berbahasa asing.

Mata Baekhyun mengenali yeoja itu, yeoja dengan baju rajut berwarna kuning pudar yang duduk di depan seorang namja berswiter merah marun.

“Kita duduk di mana?” Kai yang datang dengan Baekhyun bertanya setelah menepuk bahu Baekhyun dan membuat Baekhyun melepas pandangannya dari yeoja itu.

“Di sini saja.” Baekhyun menarik sebuah bangku yang tak jauh darinya dan langsung duduk di sana. Kai hanya mengikutinya dan menaruh buku-buku yang tadi sudah dipilihnya.

“Kai, aku pergi sebentar ya?” Kai mengangguk. Dia tahu kalau Baekhyun belum mengambil satu bukupun.

Baekhyun berjalan menuju rak buku itu, rak yang menyimpan banyak buku novel terjemahan dan berbahasa asing. Dia ingin memastikan kalau matanya tak salah. Dan nyatanya matanya memang tak salah mengenali orang.

Diambilnya salah satu buku yang judulnya dia kenali kemudian kembali ke mejanya dengan Kai. Ini kebiasaan Baekhyun belakangan ini. Membaca buku. Karena orang itu Baekhyun jadi ingin mengerti apa itu buku dan kenapa orang itu senang sekali dengan buku. Selalu membacanya saat ada waktu.

Baekhyun duduk di depan Kai lagi dan mulai membaca buku yang tadi diambilnya. Tapi tak bisa, Baekhyun tak bisa fokus dengan buku itu, pikirannya melayang pada yeoja itu, yeoja dengan baju rajut berwarna kuning pudar itu.

Kenapa dia di sini dengan orang itu? Siapa orang itu?

“Apa sih yang kau lihat?” Baekhyun sedikit tersentak kaget saat Kai bertanya padanya. Kai langsung mengarahkan pandangannya pada tempat yang tadi Baekhyun pandangi sedari tadi.

“Oh, itu Chunhee kan?” Baekhyun diam, sama sekali tak ingin memberikan jawaban pada Kai. “Tapi siapa yang bersama dengannya itu? Itu bukan Jongdae kan?”

Baekhyun masih diam hingga Kai berdiri dan berjalan mendekat pada tempat yeoja yang mereka kira Chunhee itu.

“Tunggu, kau mau ke mana?” Baekhyun bertanya setelah menahan langkah Kai.

“Tentu saja menghampirinya.” Kai melepas tangan Baekhyun yang tadi menarik pundaknya.

“Jangan gila Kai.”

Kai tak menghiraukannya. Dia terus berjalan mendekati Chunhee. Tapi..

“Kai jangan bercanda.” Bentak Baekhyun saat menarik bahu Kai lagi.

“Kau ini kenapa? Apa yang salah dengan mengampiri temanku?”

Kai kembali berjalan menjauhi Baekhyun dan mendekati meja Chunhee yang duduk dengan seorang namja di depannya.

“Hay Chunhee,” “Kai..”

Chunhee menoleh melihat Kai yang menyapanya. Tapi dia yakin tadi juga ada yang memanggil Kai. Jadi dia arahkan pandangannya untuk melihat siapa yang berdiri di belakang Kai.

“Ya, Kai. Ada apa?” Chunhee berusaha untuk tak perduli dengan Baekhyun tapi Kai malah menarik Baekhyun untuk berdiri di sebelahnya.

“Hanya ingin menyapamu, iya kan Baekhyun?” Kai menoleh pada Baekhyun sambil tersenyum senang pada temannya itu.

Tapi Baekhyun sama sekali tak menjawab, dia hanya memandang Chunhee dan kemudian berkata, “Ayo kembali. Jangan mengganggu kencan orang lain.” Baekhyun berusaha untuk menarik Kai tapi kali ini dia tak bisa.

Entah itu karena Kai yang semakin kuat atau dia yang melemah karena ada di depan Chunhee.

“Nanti dulu. Chunhee, kalau boleh tahu siapa ini yang bersama denganmu?” Kai melirik pada namja yang tadi hanya memandang Kai dan Baekhyun bingung.

“Oh, ini..”

Belum sempat Chunhee menjawab namja itu sudah lebih dulu menyambar dengan berkata, “Aku Kim Kibum. Bodyguard Chunhee saat ini,”

Namja itu sedikit menundukan kepala sebagai salam dan Kai membalasnya. Tapi tidak dengan Baekhyun. Dia hanya menatap Chunhee dengan pandangan sendu. Seolah dia adalah orang yang paling sakit di dunia ini.

Oppa, jangan bercanda,” Chunhee menepuk tangan namja itu lalu berpaling pada Kai. Hanya pada Kai, karena Chunhee memang mencoba untuk tak melihat Baekhyun.

“Ini kakakku. Kau mungkin baru melihatnya karena dia sudah dua tahun ini tinggal di Kanada.” Kai mengangguk mengerti.

“Ayo, sekarang kita kembali ke meja kita.” Baekhyun kembali mencoba menarik Kai tapi lagi-lagi Kai terlalu kuat baginya.

“Tunggu dulu. Kau harusnya minta maaf pada mereka. Tadi kau bilang mereka sedang kencan, kau salah. Mereka bersaudara, jadi tidak mungkin mereka berkencan.” Kai menyeringai dengan seringaiannya yang licik pada Baekhyun dan Baekhyun sadar itu.

“Tak apa, kau boleh menganggap kami sedang berkencan kalau memang keliahatannya seperti itu,” lagi-lagi Chunhee memukul tangan namja itu. Memberi kesan pada Kai dan Baekhyun kalau dia ini yeoja yang manja saat dengan Kibum.

“Kenapa? Aku senang kok kalau dianggap berkencan denganmu. Kau cantik, dan aku tampan, tentu saja banyak yang bilang seperti itu.” Kibum menambahkan.

Oppa ini.” Chunhee kembali pada Kai. “Kai tolong maafkan oppaku, dia memang suka sekali bercanda,” Kai mengangguk.

“Kau kembali saja. Sepertinya dia sudah tidak betah, kami tak apa kok. Tak perlu minta maaf.” Chunhee melanjutkan kata-katanya.

“Baiklah, aku kembali. Maaf mengganggu kalian.” Kai berbalik, kali ini bukan Baekhyun yang menarik Kai. Tapi sebaliknya, Kai yang menarik Baekhyun.

“Kau bodoh.” Ucap Kai kesal setelah itu berjalan mendahului Baekhyun.

Baekhyun hanya berjalan di belakang Kai dan bergumam menyahuti ucapan kau tadi.

“Aku memang bodoh.”

 

####

Advertisements

Write your great opinion ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s